Minggu, 13 April 2014

Rasakan Efek Mabuk Trendy Reject

Photo by Jim Rock
"Up the bottle...Up the bottle...Cheers for all and alcohol" teriak vokalis Boilank pada lagu berjudul "Up The Bottle". Sebuah lagu yang mampu menjadi anthem manakala berkumpul bersama kawan dan memutar botol minuman. Satu dari sepuluh lagu yang menjadi bagian dalam album debut bertajuk Punk Thropus Rockerous yang dirilis oleh label punk kenamaan asal Jakarta, Movement Records, pada 2013 kemarin.

Trendy Reject adalah warna segar dari tanah Sriwija. Memadukan unsur Oi/Punk-nya Cock Sparrer dan rock a la Motorhead. Dinakodahi oleh Ois Suburbios gitar, Parnaught gitar, Icad Discharge bass, Aprialdi Noor drum, dan tentu saja Boilank pada vokal. Dan kali ini mereka akan membagi pengalamannya soal alkohol, bercerita tentang GodBless, dan berandai jika menjadi opening act untuk Motorhead. (AL)


Mari kita awali interview ini dengan pertanyaan: Sudah mabuk kah kalian saat ini ?
Ada yang sudah dan ada juga yang belum. Ayo, bang mabok yok. hahahaha...

Bagi kalian, seberapa pentingnya alkohol sebelum memulai pertunjukan ? Adakah cerita menarik tentang alkohol dan performance ?
Alcohol untuk kami sendiri bukan menjadi amunisi penambah power ketika perform karena tanpa alcohol juga kami terkadang masih bisa ber-sing a long together. hehehe...

Cerita menarik tentang alcohol adalah ketika hangover di jalan dan terbangun ternyata hari udah siang dan menjadi tontonan orang-orang yang lalu lalang. hahaha...

Menurut kalian dalam kondisi seperti apa sih yang enak untuk dinikmati dengan sebotol alkohol ?
Dengan cewek berduaan sambil cubit cubitan. hahahahaa... Tapi yang enak menikmati alcohol itu ketika hari sudah menjelang petang dan berkumpul bersama teman-teman biar bisa patungan, kan lumayan bisa dapet berapa putaran. hahahaai...

Bisa ceritakan tentang Scene Lumban Tirta ? Apa saja yang biasa kalian lakukan di sana ?
Lumban Tirta adalah nama kolam renang dan kita nongkrongnya di pelataran belakangnya yang cukup luas dan juga anak-anak sering bikin gigs di sana. Lumban Tirta juga jadi scene anak-anak punk skin dan anak-anak skateboard dan bmx.

Banyak hal yang bisa dilakukan di sana selain bisa patungan beli alcohol. hahaha... Kita juga bisa godain wece-wece (baca: cewe-cewe) yang lewat karena lokasinya deket banget sama mall di pusat kota Palembang. Tapi kini scene itu udah lama ditinggalin sama anak-anak karena adanya pembangunan baru. Terkadang anak-anak masih ada yang main ke sana kalo lagi kangen scene. hehehe... Sembari membuka tutup botol alcohol. Ayoo patungan lagi. hahahaa...

Photo by Trendy Reject doc.
Mendengarkan materi kalian, terlebih membaca lirik “Rockerous and Fuckin’ Reject” saya sepakat kalian adalah para bandit rock yang begitu punk. Dan setau saya kalian mengidolakan juga Godbless. Sejauh mana pengaruh musisi rock menginspirasi kalian ?
Yesss that right bro. hahaa... Semua personil Trendy Reject sangat mengidolakan GodBless.
Musisi rock cukup berpengaruh bagi kami tapi tidak begitu besar karena kami lebih terinspirasi pada kenakalan Sid Vicious dan liarnya seorang Weti Butchen. hahahaa... Oi!/Punk Ain't Dead !!!

Sedikit berandai (tapi siapa tau menjadi kenyataan). Jika sewaktu-waktu Motorhead menggelar konser di Indonesia dan kalian terpilih menjadi opening act. Selain pastinya senang, apa yang akan kalian lakukan?
Waduhhh... arghhh... bohong bohong. hahahaa... Masih banyak band yang baik di Indonesia, kami hanyalah suara generasi dari anak daerah Selatan Sumatra yang mencoba untuk bertahan dengan apa yang kami lakukan. Dan jika pun seaindainya kami jadi opening act nya kami pun pasti bingung mau ngapain soalnya gak kepikiran sampe sejauh ini. hahahaa...

Selain bermain untuk Trendy Reject. Apakah kalian juga bermain untuk band lain ?
Iya... Boilank vocal Trendy Reject bermain di band lain juga -Suburban Rockers- hanya projekan buat hepi-hepi (Baca: senang-senang) saja. Kalau yang lain masih tetep Trendy Reject doang.

Btw, belum lama Indonesia menyelesaikan PEMILU. Apakah kalian yakin PEMILU adalah solusi untuk kehidupan yang lebih baik ? Ada pendapat soal itu ?
Tak ada yang baik untuk kata pemilu dan tak pernah ada janji yang bisa mereka lakukan. Tanggapan kami tentang pemilu itu Bullshit. Tidak akan pernah kita mendapatkan perubahan kalo kita sendiri tidak merubah diri kita dan menjaga tanah kita. Persetan dengan mereka. Patungan saja yok bang beli anggur. hahaha...

Photo by Trendy Reject doc.
Apa kesibukan kalian di luar band ?
Personil TR ada yang kerja dan ada juga yang masih kuliah. Jadi kesibukan di luar band:
kerja, belajar, dan patungan lagi beli anggur. hahahahaa...

Last words!
Thanks a lot buat Lemarikota untuk interview nya dan kami berharap suatu saat kita bisa jumpa. Salam dari kami, anak-anak dari Selatan Sumatra. Oi! Rock And Punk !!!

Kamis, 10 April 2014

[LK016] VA. Still Lives vol.02


Still Lives vol.02 kali ini lebih banyak menyediakan berbagai jenis sound yang beragam. Tidak melulu soal hardcore punk, bahkan hingga menyentuh ranah hip-hop hingga post-rock. Yah, kami berusaha tidak mau bermain dalam kotak. Sesekali melihat kehidupan di luar kotak, tentu begitu menyenangkan. Tentu, kami tau batas akan hal tersebut. Kami mendengarkan apa yang kami pikir layak untuk telinga kami, terdengar subjektif memang. Kami punya standarisasi tersendiri soal itu. Keberagaman ini kami harap mampu menjadi kudapan yang begitu nikmat di telinga kita semua.

Tanggal rilis: 10 April 2014

Bands:
01. Fat Nation
02. Makhluk Asing
03. Free Speech
04. The Frankenstone
05. AAS
06. New Random
07. Anticap
08. Bruten
09. Deal Statement
10. Die
11. Lisa
12. Marra
13. More And Less
14. Repair
15. Snoud
16. Still Burn
17. Teletubies
18. Naked87
19. Tarantulah
20. Outlive
21. CBA
22. NAturial

Download: VA. Still Lives Vol.02

Deal Statement Mencoba Motivasi Diri Sendiri Sebelum Tur

Formasi terbaru Deal Statement.
Band hardcore/metal asal Depok, Deal Statement baru saja menyelesaikan rekaman untuk single terbaru berjudul "Self Esteem". Ini adalah single terbaru mereka dengan personil baru yakni Yudi pada Bass dan Rio pada drum.

Single ini menceritakan tentang bagaimana si penulis lirik, mencoba memotivasi dirinya sendiri. "Lirik di single berisi tentang motivasi diri sendiri," kicau mereka singkat, di Twitter. Dan di single kali ini mereka menggandeng gitaris CBA, Zamalik untuk mengisi departemen gitar. Dan hasilnya ? Kalian cek sendiri.

Deal Statement pada 18 dan 19 April mendatang akan melakukan rangkaian Friends Warped Tour ke Semarang dan Solo. Dua band lainnya yakni CBA dan Today akan turut serta dalam rombongannya nanti. (AL)

Seized "Metal Attitude Suck" (Single review)

Yoi, ini ada materi baru dari pasukan anti-basa basi asal Kediri, Seized. Sudah lama saya tidak mendengarkan mereka. Dan ternyata sekarang lebih bermain cepat, agresif, dan oow, karakter vokal di sini lebih tough. Dan ini adalah bagian dari split album mereka bersama Alfatec (Italia). Untuk kalian yang gemar mendengarkan Scholastic Deth, LxExAxRxN, WHN, dan sejenisnya nih. (AL)

Video of Today: Final Attack - Can't Break Away (Live)

Morally Straight/Underline "Boundless" (Pressure Recs/White Collar Crime Recs, 2014)

Mungkin apa yang dilakukan dua band lintas kota ini akan sedikit menarik urat pada dahi kalian, terutama kalian yang masih belum bisa move-on terhadap glorifikasi hardcore era 1988. Slogan friendship yang terkenal pada era tersebut dan kemudian masih terus di adopsi hingga sekarang dan hingga mencapai taraf yang berlebihan, tentu menimbulkan kemuakannya sendiri. Dan itulah yang Morally Straight (Bandung) dan Underline (Padang) perbuat.

Mereka sepakat merilis album split bertajuk Boundless. Jika Morally Straight mencoba "mengencingi" persepsi pertemanan yang berdasarkan empiris si penulis lirik yang disampaikan melalui track "Fuck Friendship. Respect is Bullshit". Underline mencoba meredefinisi makna pertemanan itu sendiri melalu track "Friendship Ideology".

Apakah kita hanya akan mendapatkan kritik mereka soal pertemanan ? tentu tidak. Lebih dari itu. Namun, kamu tidak akan mendapatkan tema yang biasa kamu dengar pada band hardcore sejenis (kamu tau apa yang saya maksud, kan ?). Morally Straight dan Underline lebih bervariasi dalam pemilihan tema. Seperti halnya MS yang membahas mengenai hak hidup terhadap orang berorientasi seksual berbeda, ketidak percayaan mereka terhadap titah-gombal a la Mario Teguh, membahas mengenai sebab dari menjadi Polisi, dan kemudian ada satu lirik yang..hmm..saya sarankan kamu jangan sakit hati membacanya dan saya harap kita semua bukan bagian dari lirik "Doger Hardcore" ini.

Sedangkan Underline, saya pikir lirik mereka cukup cerdas. Melalui track "Per Memoriam Ad Spem" saya mendapatkan suatu informasi baru soal Timor Leste. Selebihnya adalah tema hidup mengenai motivasi atau sebuah alarm untuk tidak terseret dalam arus kehidupan dominan.

Sejujurnya saya lebih senang mengupas lirik mereka karna jarang saya mendapati band hardcore dengan tema demikian. Mengenai musik, kamu bisa dapatkan tipikal musik seperti ini di belahan kota mana saja. Bukan berarti harus dilewati begitu saja, lirik+musik nya benar-benar mampu membuat kamu menjadi murka terhadap kondisi dunia yang seperti ini. Btw, memang dunia sedang kenapa ? Buka mata, mari cari jawabannya bersama. (AL)

Rabu, 09 April 2014

Sambut PEMILU Dengan Kompilasi Memobilisasi Kemuakan

Seperti yang sebelumnya kami kabarkan bahwa records label asal Bandung, Grimloc Records, akan merilis album kompilasi tepat pada H-1 sebelum PEMILU. Album kompilasi yang berisi beberapa nama seperti: Eyefeelsix, Wreck, Godless Symptoms, Wethepeople, Ayperos, Jagal Sangkakala, Eyes of War, Gugat, Bars of Death, SSSLOTHHH, Resist, dan Milisi Kecoa, kini dapat diunduh di website resmi mereka

Grimloc Records mengatakan tujuan dari album kompilasi ini untuk berbagi wacana demokrasi langsung yang melampaui wacana golput dan aktif mencoblos. "Sekali lagi, kami tidak mengajak kalian golput, namun lebih dari itu kami mengajak kawan2 mempertanyakan fondasi dari demokrasi kotak suara," kicau mereka melalu twitter @GrimlocBDG.

Namun karna respon yang begitu besar dan aktivitas dari para pengunduh yang tak henti-hentinnya, website Grimloc akhirnyapun jebol. Namun beberapa pihak telah melakukan backup data dan menyediakan link alternatifnya. "Sebarluaskan kompilasi ini seluas2nya, jangan pisahkan pdf-nya. Itu bagian integral dari kompilasi ini," tandas Grimloc Records. (AL)


Download

Selasa, 08 April 2014

Debut Album Pathetic Waltz Akan Lebih Primitif

Band folk-rock asal Surakarta, Pathetic Waltz, sedang menggarap debut album. Sudah terhitung sejak Jumat (04/04) lalu mereka mencoba merampungkan materi per-materi di dalam sebuah studio. "Sudah 3 tahun sejak perjalanan pulang dari Djaksphere 2011 lalu, dan sudah saatnya merekam penuh karya kami. Akan ada 8 lagu dalam album ini nanti," ungkap mereka.

Kemudian mereka mengatakan, masuknya personil baru seperti Radius pada drum dan Bowo pada bass turut memberikan sebuah nuansa yang berbeda pada materi kali ini. "dari akustik sederhana ke rock yang lebih primitif," tegas mereka.

Pathetic Waltz sendiri adalah band yang di nakodahi oleh lima pemuda yakni Alta Karta pada vokal, Julius Didit Setiawan pada Guitar/Latar Vokal, Andi Getta Prayudha pada Guitar, dan Radius Bonifasio pada Drum. Sejak berdiri pada 2011 lalu, mereka hanya mengeluarkan demo dan juga double single "Waiting Room" dan "She Like Pretty Owl". (AL)

Track list:

She Like Pretty Owl
Waiting Room
Plastik Bekas
Malam
Argaraya
Creed
Hitam
Malam (Akustik)





Sabtu, 05 April 2014

Bersiap Garap Album, Total Jerks Bocorkan Lagu Baru

Yeah! Kuartet hardcore/punk asal Depok-Jakarta, Total Jerks, menghubungi pihak redaksi perihal persiapan debut full album. Menurut penuturan Ricky (vokalis), bandnya tersebut akan merekam 15 lagu baru yang masing-masing terdiri dari lagu lama, baru, dan dua buah lagu cover dari band yang masih di rahasiakan. Namun, untuk tanggal rilisnya belum ada kepastian lebih lanjut soal itu.

Meski begitu pria yang sebelumnya dikenal sebagai frontman dari Take It Back itu, memberikan bocoran tiga lagu baru yang direkam ketika mereka melakukan latihan. Tiga lagu itu berjudul "Full of Shit", "Jerks Addiction", dan "My Life, My Problems". Dan kalian semua berkesempatan untuk mendengarkannya melalui tautan di bawah ini.

Total Jerks adalah salah satu band hardcore yang mengusung style early 80's hardcore. Mereka terpengaruh Circle Jerks, (early) Black Flag, Minor Threat, Amdi Petersens Arme, JFA, dan band-band sejenisnya. (AL)

Rabu, 02 April 2014

#youshouldknow | Dirty Edge: Kembalinya Sang Pioneer Hardcore

Dirty Edge. Photo by Tomi Tresnady
Dirty Edge kembali hadir dengan karakter musik yang berciri khas hardcore. Dirty Edge yang muncul sebagai pelopor Hardcore di Jakarta pada era tahun 1995’an kembali pada album kedua ini, meletakkan pondasi hardcore yang kaya dengan riff gitar melodic dan bernada minor, diselingi oleh solo gitar penuh dengan imajinasi.

Al Syawal, selaku gitaris Dirty Edge mengaku karakter musik Dirty Edge sangat berbeda dengan mini album dan full length album sebelum. Vokal khas dari Coki Manurung pun tetap bersahaja dengan low growl yang lebih jelas dan diperkuat dengan lirik-lirik berbahasa Indonesia.

Setelah mengalami masa vakum lebih dari 10 tahun 2001-2009, para personil Dirty Edge mengaku bahwa mereka tidak bubar. Namun para personil memperkuat jati diri dengan masing-masing aktivitasnya. Coki Manurung, setelah album pertama dan manggung terakhir ditahun 2001 mulai kembali menekuni kegiatannya sebagai aktivis pergerakan buruh, sedangkan Rodrigo Pasaribu kembali memperdalam dunia jurnalistik dengan menjadi redaktur disalah satu acara televisi, Rowland (gitaris Dirty Edge saat itu) menekuni bidangnya di akademisi, sedangkan Fe al Izlami, kembali aktif di dunia aktivis hingga berhasil menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta Selatan periode 2007-2010 setelah menjabat beberapa posisi penting di Organisasi Kemahasiswaan.

Sebelum ada kejadian yang menyebabkan Rodrigo terbaring lemah di RS, para personil Dirty Edge memang sudah punya niatan untuk kembali aktif di dunia musik Indonesia. Namun musibah tak dapat dihindari, Rodrigo terserang penyakit yang menyebabkan dirinya dirawat di RS hingga membutuhkan masa pulih yang cukup lama. Namun berkat dukungan dari rekan-rekan komunitas serta Sam Alatas & Ari Yuwandry, Rodrigo dapat kembali pulih dan bisa beraktivitas lagi, ditandai dengan kehadiran Dirty Edge secara khusus kembali ke kancah musik Indonesia. Pada tahun 2009, Dirty Edge mengadakan konser dalam rangka “comeback”nya mereka, bersama-sama dengan BlackHole sebagai penyelenggara konser tersebut.

Setelah itu, Dirty Edge dengan formasi Al Syawal (gitar), Rodrigo (bass), Fe al Izlami (drum) dan Coki (vokal) kembali tampil di kancah musik Indonesia dengan tetap mengusung genre hardcore. Setelah mengumpulkan materi lagu, akhirnya dengan proses yang panjang, di awal tahun 2014 ini, Dirty Edge selesai merampung materi untuk full album keduanya yang bertajuk “Reuniting The Families" dirilis oleh Movement Records, sementara itu single “Ibukota Kami Punya” sudah sering diputar di radio-radio indie.

“kami bebas mengekspresikan jati diri kami melalui lirik-lirik sosial yang kami sebarkan, bukan bermaksud subjektif, namun kami bercerita apa adanya” ungkap Coki Manurung terkait dengan lirik-lirik lagu yang diusung Dirty Edge.

“Demonstran Lantai Dansa, Hei Hei Jakarta, Ibukota Kami Punya, Kontrak, Licentia Poetica, Mengkritik Kami Punya Bisnis, Revolusi Nasi, Semua Menuju Satu, Semua Tentang Keserakahan, dan Sisipus Sampai Mampus” ditambah satu lagu instrument diharapkan mampu memanjakan para maniak musik.

“Buat kami, Dirty Edge adalah Kelompok belajar yang mengarahkan kepada pembentukkan watak dan karakter untuk lebih aktif dalam berkarya dan mendalami proses pencerahan diri bagi kemajuan pribadi, bangsa dan Negara” itulah yang diungkap Fe, drummer Dirty Edge yang juga sedang menyelesaikan thesisnya pada pendidikan pascasarjana-nya di salah satu universitas negeri.

Discography:
DirtyEdge – DirtyEdge (mini album - self 1999)
Enter The Zone (full length album - Dirty Records 2000)
Reuniting The Families (Full length album – Movement Records 2014)

[TOUR DIARY] Half Glass Jelajah Garis Pantai

Sudah 2 bulan belakangan ini aku punya band baru lagi. Personilnya gak jauh – jauh dari teman – teman nongkrong yang beberapa juga sudah main di band lain yang isinya juga teman nongkrong, Half Glass. Singkat cerita, melalui beberapa proses jamming di studio, kita udah bikin 6 lagu. Musiknya ? Emmm, aku agak susah kalau harus mendeskripsikan musik sebuah band, terlebih lagi band ku yang ini memang tidak mematok untuk bermain musik dengan jenis tertentu sedari awalnya. Jadi kita lewatin aja pertanyaan itu yah.

Nah, kebetulan sekali ada seorang teman yang ngasi kabar kalau bakal ada sebuah acara musik diluar kota Pontianak, tepatnya di Kecamatan Sungai Duri (masuk wilayah Kabupaten Bengkayang, kira – kira 2 jam perjalanan darat Pontianak). Sungai Duri hanya sebuah kota kecamatan yang kecil, letaknya di pesisir pantai, dan acara ini juga acara musik pertama yang hadir dari komunitas musik “underground” di sana. Aku pribadi, suka sekali kalau ada kesempatan untuk main di luar kota Pontianak, emang sih biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar, tapi setimpal lah kalau dibanding dengan pengalaman jalan – jalan keluar kota, ketemu orang – orang baru, dan merasakan suasana yang jauh berbeda dari kota sendiri. Lagipula, 2 jam perjalanan darat itu masih terjangkau kok dengan sepeda motor.

Singkat cerita, band sudah didaftarkan, uang patungan acara sudah di transfer ke panitia, dan fix kita jadi berangkat. Lalu tiba – tiba saja aku punya ide untuk merekam lagu – lagu yang sudah ada untuk sebuah CD demo. Yah hitung – hitung jadi stuff promo yang bisa dibawa lah untuk melancong ke luar kota. Tapi karena terbatasnya dana, dan waktu yang juga terbatas untuk berusaha merekam sendiri, maka rencana hanya tinggal rencana. Tapi ide yang tiba – tiba muncul itu tidak hanya berhenti disitu saja. Aku ingat, kalau Sungai Duri itu jaraknya yah kira – kira Cuma 1 jam lagi perjalanan darat ke kota Singkawang. Singkawang itu sebuah kota wisata yang terletak di sebelah utara Kalimantan Barat. Wah asik dong, kalau perjalanan dilanjutkan aja kesana, mengingat acara di Sungai Duri itu hari Sabtu, masih ada waktu untuk jalan – jalan di hari Minggu. Tentunya bukan sekedar jalan – jalan dong, tapi sekalian main band juga di sana. Beruntung deh udah kenal beberapa teman – teman dari Singkawang juga. Langsung saja aku hubungi, sampaikan dengan jelas niat kita apa. Mereka pun setuju! Oke, weekend tour nih, berangkat!!!!!!!

Jumat, 14 Maret 2014
Packing dimulai, yang paling utama bukan packing pakaian pribadi sih, tapi packing barang – barang buat lapak. Bikin beberapa postingan dan tweet info tentang acara besok (Sungai Duri) dan lusa nya (Singkawang). Dan terakhir bikin banner nama band sendiri, pake kertas – kertas bekas dan fasilitas tiled print di Corel Draw. Cek – cek lagi kamera digital, perlengkapan mandi, dan pakaian dalam. Semua siap masuk tas. Ohyah, yang bareng – bareng kita untuk jalan di dua kota ternyat ada satu band lagi, Mosh Fight. Sementara itu, kalau band Pontianak lainnya yang juga main di Sungai Duri juga ada beberapa band lain (Parkinson dan Balada Sungai Kapuas).

Sabtu, 15 Maret 2014
Kumpul di rumah Ecel (drum) jam 1 siang. Santai – santai dulu sebentar sebelum berangkat. Kita mulai jalan sekitar jam setengah 3 jadinya. Kita berempat, pakai dua sepeda motor. Cuaca hari itu panas berawan, dan kelihatan banget kalau ada tanda – tanda mau turun hujan. Hmmm, perjalanan keluar kota memakai motor, aku lebih milih cuaca yang panas terik dibanding harus kehujanan. Sebelum berangkat, isi bensin dulu Rp 20.000. Oiyah, kalau mau jalan keluar kota gini, pakai motor non-matic aja yah, motor Honda lebih baik, bukannya promosi, tapi yang namanya jalan – jalan pasti nyari yang murah kan?

Perjalanan lancar – lancar saja, tidak terlalu ramai kendaraan, cuaca juga masih bersahabat hingga kita sampai di kota Mempawah. Awan gelap sudah di atas kepala, dan benar saja, tidak jauh selepas Mempawah, hujan pun memaksa kami untuk berhenti dan berteduh. Kebetulan di warung tempat kami berteduh, ketemu dengan rombongan teman – teman lain yang juga mau datang nonton acara. Dan ternyata mereka datang dari Karangan, itu jauh banget. Salut deh sama semangatnya.

Setelah hujan mereda, kami lanjut lagi jalan, dan tiba di venue sebelum magrib. Acara udah dimulai. Kalian tahu venue nya? Sebuah rumah makan yang terletak di pinggiran laut, posisi samping tepat menghadap matahari terbenam. Whoaaww, menawan!!!! Belum pernah liat venue keren gini lokasi nya. Venue nya cukup besar, kalau mau dipaksain 100an orang masuk, cuma lantainya lantai papan, jadi agak riskan juga. Satu – satu nya yang gak asik adalah alat band dan sound out nya, fiuuuh ya udah deh. Lagian, setiap kali memutuskan untuk ikut main di acara – acara so called kolektif diluar Pontianak, aku emang udah gak terlalu berharap sama alat musik dan sound nya, karena tujuan utama nya adalah jalan – jalan keluar kota, ketemu orang – orang baru dan ngeliat suasana yang beda.

Begitu gig dimulai kembali setelah break magrib, penonton yang datang semakin ramai. Kalau dilihat – lihat rata – rata anak SMA, padahal saya ngarep nya ada mbak – mbak setempat yang nonton.

Seperti biasa, sesuai dengan emosi dan semangat yang masih membara, tidak ada penampilan band yang sepi dari segala bentuk ekspresi penonton. Moshing, pogo brutal, dansa ala hace-hacean, bahkan yang paling seru ada yang coba – coba mempraktekkan adegan yang sepertinya udah banyak di youtube, lompat melalui punggung teman kearah penonton. Tapi bedanya, disini mereka lompat dari arah belakang penonton, bukan dari arah panggung, dan yang ngelompat nya udah lari jauh – jauh buat ambil ancang – ancang, ada – ada aja.

Half Glass. Photo by Aldiman dok.

Half Glass main kalo gak salah sekitar jam7an. Semestinya kalau di rundown itu jam 8, bukan masalah sih buat kita. Cuma yang aku yakin bakal jadi masalah buat panitia kedepannya adalah cara mereka ngejalanin rundown dan band – band yang dipanggil gak muncul atau telat datang. Jadi misalnya sekarang giliran band A, mereka panggil sampe beberapa kali, band A gak muncul langsung aja dipanggil band B, dipanggil beberapa kali kalo gak muncul, langsung lanjut dipanggil band C, begitu seterusnya sampe ada band yang muncul. Sebenarnya sih bukan masalah ya, kalau jumlah band yang main sedikit, tapi kalau ini, 24 band!! Yah susah juga sih, panitia juga pasti ngelakuin ini supaya semuanya cepat dan hemat waktu, tapi band juga musti sadar kalau waktu itu gak bisa dimain – mainkan. Lebih baik kasih tahu aja panitia jauh sebelumnya kalau gak bisa datang pada jam yang udah ditentuin.

Waktu yang dikasi ke kita buat main adalah 20 menit, tapi kayaknya kita lebih deh, yah tapi gak lebih – lebih banyak kok. Mau gimana lagi, drummer kita musti nyetel drum yang disediain sama panitia, best preparation best performance kan? HEhehehehehe.

Selesai manggung, kita santai dulu bentar, sambil buka lapakan, duduk – duduk ngeliat tingkah laku penonton yang unik – unik, juga ngobrol sama teman – teman dari Mosh Fight yang baru aja nyampe dari Pontianak.

Lapakan Half Glass. Photo by Aldiman dok.
Sekitar jam 9 malam, kita tinggalin venue dan acara yang belum selesai. Kita masih lanjut perjalanan lagi ke Singkawang, kita juga mau istirahat lebih awal supaya masih punya tenaga buat besok main di Singkawang dan yang paling penting adalah untuk perjalanan pulang ke Pontianak. Sekitar 1 jam perjalanan, kita sampai di Singkawang. Ketemu teman – teman Singkawang, ada Diendra, Dhean dan yang lainnya. Mereka lagi nongkrong di sebuah warung kopi yang letaknya di halaman bioskop lama yang tidak beroperasi lagi. Dan warung kopi nya juga keren loh desain interior nya, mirip dengan café jadul yang ada di daerah kota tua Jakarta.

Minggu, 16 Maret 2014
Bangun pagi, keluar rumah nya Dhean, dari teras langsung dapat view Gunung Sari yang bagus banget. Teman – teman lain dari rombongan band Mosh Fight masih pada tidur. Cuma aku, bayu(gitar), dan ecel yang ngobrol – ngobrol di teras rumahnya Dhean. Rumah nya Dhean posisinya di pinggiran kota Singkawang, mengarah jalan keluar kota. Jadi lingkungan rumah nya gak terlalu padat, masih ada sawah – sawah yang udah mulai menguning padi nya. Cuma kalau kita lihat kearah belakang rumahnya, kelihatan jelas sebuah proyek mega mall sedang dijalankan. Hmmmm, percaya deh temen – temen Singkawang, mega mall hanya permulaan kota kalian akan jadi sumpek dan padat.
Hang Moi. Photo by Aldiman dok.

Sunset Sungai Duri. Photo by Aldiman dok.

Sepulang gereja, kita ber-4 makan siang dan keliling – keliling kota Singkawang sedikit. Kita nemu tempat yang namanya Kawasan Tradisional. Jadi ini sebuah kampung di mana isinya rumah – rumah tradisional Tionghoa. Iya, jadi Singkawang ini terkenal dengan populasi etnis Tionghoa nya yang besar. Setiap tahun, kalau udah perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang langganan rame loh. Nah, trus di kawasan tradisional ini, dilalui sama sebuah parit yang gak terlalu besar, tapi sepanjang tepian nya ada jalan setapak trus ada kursi – kursi nya gitu. Jadi enak deh buat nyantai – nyantai. Cuma kata nya Diendra, itu untung – untungan juga, karena kadang parit itu juga bisa bau banget, karena parit itu awal alirannya dari pasar babi, limbah pasar kadang banyak yang lewat parit itu. Selain itu, kita juga nemu satu kompleks rumah tradisional Tionghoa yang gede – gede. Kayaknya tempat ini sehari – hari dijadikan semacam museum juga deh. Setelah itu, kita ditemanin Elys dan Diendra, jalan – jalan ke Hang Moi. Hang Moi itu salah satu tempat wisata di Singkawang, tempatnya itu aliran sungai berbatu dan air nya seger banget. Sekelilingnya masih banyak pohon – pohon, tapi hutannya gak terlalu lebat juga, jadi buat jalan – jalan sampe kearah atas gunung masih enak lah. Oiyah, pake tiket masuk Rp 10.000.

Akhirnya kita ke studio tempat acara diadakan. Gak jauh dari Hang Moi tempatnya, studio nya gak terlalu besar juga. Tapi bisa lah nampung orang – orang yang mau gila – gilaan. Sayangnya acara musti molor mulainya, awalnya rencana mulai jam 3 ato 4 sore. Tapi akhirnya mulai jam 7 malam. Kita sebenarnya gak terlalu masalah juga sih. Cuma jadinya kita gak bisa nonton semua band yang main dan nongkrong bareng teman – teman Singkawang sampe acara selesai. Yang main pertama Mosh Fight baru lanjut dengan Half Glass. Ini juga kita mulai aja main duluan, soalnya kalo gak mau pulang ke Pontianak jam berapa lagi, hehehehehe. Half Glass mainkan 6 lagu, sama seperti di Sungai Duri sebelumnya. Tenaga udah gak terlalu maksimal, soalnya tadi di Hang Moi udah dimaksimalin buat main – main air sungai, hehehehe. Tapi lumayanlah, teman – teman Singkawang juga ngerespon musik kita. Ada yang nanyain genre nya apa, nanyain udah ada demo belom? Hehehehehe, tunggu yah.

Studio gig di Singkawang. Photo by Aldiman dok.

Jam 9 kita putuskan buat berangkat pulang ke Pontianak. Sayang banget musti lewatin peampilan Water Canon dan Under Fighting. Tapi beruntung sempat liat Deadly Beat main. Hardcore dengan irama beatdown, powerfull wak!!! Perjalanan pulang kita, untung aja lancar, walaupun diguyur hujan mulai dari pertengahan perjalanan sampai ke Pontianak. Tapi gak masalah.
Makasih yah buat Ijul (Deadly Beat), Dhena (Under Fighting), Diendra (Water Canon), Elys, dan teman – teman Singkawang lainnya yang udah mau bantu kita. (Aldiman)

Link band – band yang ditulis diatas :
- Half Glass: https://soundcloud.com/ptkdistribution/half-glass-maaf
- Mosh Fight: http://www.reverbnation.com/moshfighthardcore
- Deadly Beat: http://deadlybeat.bandcamp.com/
- Water Canon: https://soundcloud.com/water-cannon
- Under Fighting: http://www.purevolume.com/new/UNDERFIGHTING39597

Kamis, 20 Maret 2014

Treasure Hiding "Sang Cahaya", CD (Self Released, 2014)

Sejujurnya, hal yang paling saya hindari ketika akan menulis sebuah ulasan album ialah membaca profile band terlebih dahulu. Karna jika saya membaca profile dan terdapat keterangan daftar influence dari band tersebut, entah kenapa selalu mempengaruhi telinga saya untuk berkata "iya".

Seperti ketika mendengar nama band asal Jakarta yang satu ini, Treasure Hiding, yang langsung mengingatkan saya pada album Milk and Kisses milik Cocteau Twins. Dan benar saja ketika membaca profile mereka, ternyata pada masa-masa awal band ini terbentuk sering mengcover Cocteau Twins. Dan hal tersebut otomatis mempengaruhi saya untuk selalu teringat band dreampop asal Scotland tersebut ketika mendengarkan Treasure Hiding.

Mini album Sang Cahaya di buka oleh lagu dengan judul yang sama. Ini adalah lagu berbahasa Indonesia satu-satunya. Kontur musik yang slow tempo berpadu dengan karakter vokal Adelyna yang dewasa. Kemudian dilanjutkan oleh "Into Nothingness" yang cenderung lebih gelap, semacam nuansa goth-pop terasa. Dan terakhir di tutup oleh single andalan dalam EP ini, "Kiss The Sky", jika boleh dikatakan lagu terakhir ini adalah klimaks dari dua lagu pertama. Apabila dalam dua lagu pertama pendengar diajak untuk sedikit mengharubiru, pada track terakhir ini pendengar seperti diajak untuk menyudahi kemuraman yang terasa. Dan siap melambaikan tangan entah pada apapun.

Overall, Sang Cahaya milik Treasure Hiding ini adalah sebuah kelayakan untuk berada dalam tumpukan koleksi CD kalian. Jika kalian pendengar Slowdive, My Bloody Valentine, Cocteau Twins, tak ada salahnya juga mendengarkan Treasure Hiding. (AL)

Simak Rencana Kontradiksi Menggelar Tur Asia Tenggara

Photo by Kontradiksi doc.
Kontradiksi, band d-beat/ crust raw punk asal kota kembang (Bandung) yang mengayomi sistem pemuda asal-asalan, rebel, dan memberangus nurani hati yang paling dalam, bersiteru dengan aman, padu bersama dentuman cepat bak Garry Maloney di era keemasan nya, dan sound yang lainnya membius pemuda-pemudi membabi buta bersenang-senang tepat di hadapan sang vokalis yang sangat gagah marah-marah. Ber-propaganda melalui liriknya, seolah ini terasa asyik, asyik ketika pemuda pemudi kota hedonis menghabiskan setiap malamnya melihat disc jockey karbitan beraksi.

Tanpa ada embel embel karbitan, Kontradiksi mencoba menjamahi pemuda pemudi lintas negara membawa penawar racun segar yang akan segera terealisasikan. Berikut ngalor ngidul tanya tanya seenaknya, jawab seenaknya, di cociks in aja deh kalo kata orang Bandung mah hihi, terangkum hangat, sehangat silet, loh, hehe, singkatnya silahkan.. (Fauzan)

Hai Kontradiksi, bagaimana kabar teranyar kalian?
Halooohhh… Kabar baik dan selalu penuh dengan alcohol. Hahahaha... Kabar tebaru, kita mau southeast asia tour akhir tahun ini.

Seperti biasa nih, Kontradiksi tuh siapa aja? Kenalkan silahkan..
Vokal: Gagah. Gitar: Dookie. Drum: Bokir. Dan Bass: Onta.

Kebentuk awalnya tuh kapan, bagaimana, mengapa?
Pertama kebentuk tahun 2009 akhir tahun kalo ga salah. Haduh lupa juga yah sekitar segitu deh. Awalnya kita cumin buat iseng iseng di studio, karna jenuh juga dan waktu itu kita tak melakukan apa-apa, nah terlahirlah dari keisengan dan kejenuhan kita "WE ARE KONTRADIKSI". Cukup berisik inilah kita dan ancaman kita.

Photo by Kontradiksi

Band yang meng-influence kalian tuh siapa aja?
Banyak. Japan crust yang pasti: FRAMTID, DISCLOSE, DISCHARGE, MOB47, EXTREME NOISE TERROR, DOOM, ANTI CIMEX, CONFUSE, dan banyak juga kita mendengar. Hahahaa... tak bisa ku sebut semua.

Langsung ke rencana southeast asia tour kalian di akhir tahun ini, bisa diceritakan proses awal pengidean sampai sekarang?
Yang pasti kita koneksi untuk awal dari sebelum rencana ini terbentuk, ini sudah perencanaan tour dari tahun 2013 selepas kita tour: LOMBOK, BALI, JAWA TIMUR, JAWA TENGAH, JAWA BARAT, kita sudah planning untuk tahun 2014 ini. Ya semoga saja berjalan lancar, kita dibantu sama teman-teman dari APPARATUS dan ELEKTRO PUNK BOOKINGS yang bantu organize tour kita.

Dana yang dikumpulkan untuk southeast asia tour kalian ini sedari kapan kalau boleh tau?
Kalo untuk dana, kita menabung juga, ya dari penjualan merch yang kita jual juga. Sampai sekarang pun kita masih menabung. Hahahaaa…

Gig favorit, terkeren, dan sulit dilupakan menurut Kontradiksi? Juga boleh gig impian kalian juga mungkin jikalau boleh berandai?
Yang tak terlupakan sewaktu tour band, tiap kota itu berbeda. Kita lebih tahu bagaimana gigs di daerah ini-itu, dll. Sama Asian Punk Fest di Jakarta. Hahahahaa... Kerennnn abiss itu. Miras terus dan jumpa banyak teman.

Rencana merilis full album mungkin atau ep lagi, kapan?
Rencana kita ada split KONTRADIKSI SPLIT 13 DAS(MALASYA), KONTRADIKSI SPLIT THE BAD BLACK(LOMBOK), Dan ALBUM TOUR kita nanti di akhir tahun. Mungkin di perbanyak di Malaysia juga.

Di beberapa artwork Kontradiksi, semacam tulisan kanji banyak ditemui. Adakah kecintaan khusus kepada Jepang? Film mungkin? Halah.. Hehe..
Hahahaha… Ya sebenarnya saya gak mengerti itu apa arti dari tulisan itu, tapi ok-ok saja. Saya cinta Japan Crust, indah juga kalo ada tulisan Japan di artwork KONTRADIKSI. Hahahaaa... Hiasan aja, mau orang tanya apa artinya, aku selalu asal asalan menjawab. Hahahaa...

Kesan – kesan dan cerita terkeren tanggal 27 Februari kemarin mungkin di rangkaian tour Doom bisa dibagikan kepada pemirsyah ?
Kesan bagus. Hahaa... Ya aku senang biasa lihat DOOM langsung, ternyata main musiknya bagus. Sound dari audio sama live sama, itu yang aku suka. Musikalitas power. Ngiler kita ngelihatnya.

Kontradiksi w/ Doom. Photo by Kontradiksi doc.

Kelewat nih sampe lupa, kesibukan kalian di luar Kontradiksi tuh sebagai apa?
Kalo kesibukan, Gagah yang main vocal pedagang, yang main gitar kerjaannya tidur dan merusak wanita. Hahaha... Pemain drum, dia masih sekolah tapi selepas sekolah dia main bencong buat bertahan hidup. Halahhh.. survive... Discharge bangett dia bilang. Hahahaaa... Kalau yang main bass dia kerja di sekolahan, nyapu nyapu selepas itu jadi pedagang asongan di pasar.

Jam malam di Bandung menurut kalian?
Ah! brengsek jam malam. Kita selalu di usir malah sampai tertangkap tibum, gila babi!!  Saritem doang nongkrong aman ampe subuh.

Tentang Lemarikota Webzine menurut kalian?
Ok, tak ada masalah. Bagus. Hahahhaaaa... Terimakasih sudah tanya-tanya. Dan inilah kita yang selalu asal-asalan. Hahahahaaaa...

Last words?
Ya buat teman-teman yang punya band, lebih untuk ke rilisan dan jangan punya demo lagu cuman di dengar di handphone dan buat gaya gayaan. Hahahaaa... Kalian bisa sharing sama yang punya label. Okkk Chaossssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss………………..

Makasih cyiiinn, sukses buat tour nya, didoain supaya tabungannya lebih dari cukup secepatnya ya, salam anget dari kami, viva la kontradiksi, Uang bukan Tuhan!!!

Video of Today: Vellarose - Mutiara Terindah (Official)

[LK015] Channel13 - Demo 2014


Sepertinya disamping fenomena hardcore yang sedang tumbuh dengan pesat di Depok, ada sesuatu yang hidup yakni skena grindcore nya yang makin produktif. Kita lupakan sejenak beberapa nama seperti Busuk, Tumor Ganas, Deth Krokodil, dan Rotting Rex, karna kami akan memperkenalkan sebuah nama baru, mereka adalah Channel13.

Duo grindcore yang digawangi oleh Matheo pada drum dan Adam pada gitar. Dua anak muda yang mencoba menyajikan musik yang cepat, sound super-duper kotor, kasar, dan tentunya tanpa perlu harus berbasa-basi. Entah kenapa ketika mendengar Demo mereka ini, kami teringat akan Sordo, Godstomper.

Sepertinya tanpa perlu banyak introduction, dengan ini kami menyatakan, Demo 2014 milik Channel13 amat sangat kami rekomendasikan untuk para pecinta musik grindcore. (AL)

Tanggal rilis: 20 April 2014

Dengarkan lagu:




Download: Channel13 - Demo 2014

Selasa, 18 Maret 2014

#youshouldknow | Happy Holy Heroes

Tiga pemuda memainkan pop-punk yang enerjik, mereka adalah Rendy Wijaya (Gitar/Vokal), Andy 'Ace' Mahendra (Drum), dan Sandy Malfi Arben (Gitar). Yang kemudian sepakat menggunakan nama Happy Holy Heroes sebagai wadah bermusik mereka.

Band yang sudah terbentuk sejak 2007 ini, mempunyai sebuah demo berisi tiga buah lagu: "24 Days", "Employee of the Month", dan "Gigs is My Homeland". Yang bercerita mengenai seputar kehidupan, percintaan, pertemanan, hingga motivasi.

Happy Holy Heroes terpengaruh oleh beberapa band sebut saja Blink 182, Bowling For Soup, Ellegarden, dan New Found Glory. (AL)

http://www.reverbnation.com/happyholyheroes/songs

Grimloc Records Ramaikan Pemilu Dengan Album Kompilasi

Banyak cara untuk ikut serta dalam perayaan pesta (yang konon katanya) demokrasi -PEMILU. Bahkan beraneka ragam caranya, mulai dari yang ikut serta dalam kampanye Partai kebanggaannya sampai ada yang peduli setan dengan semua itu. Beda lagi dengan Grimloc Records yang justru ikut menyemarakannya dengan membuat sebuah kompilasi bertajuk Memobilisasi Kemuakan.

Dikutip dari akun Twitter resminya, mereka mengataka, "Kami buat sebagai pengantar dialog kontra wacana demokrasi kotak suara," kicau mereka.

Kompilasi tersebut nantinya akan diisi oleh 11 band Bandung yang terdiri dari beberapa nama seperti: Eyefeelsix, Wreck, Godless Symptoms, Wethepeople, Ayperos, Jagal Sangkakala, Eyes of War, Gugat, Bars of Death, SSSLOTHHH, dan Milisi Kecoa. Tidak hanya diisi dengan file mp3 saja, melainkan kompilasi tersebut nantinya turut disertakan juga PDF Booklet mengenai Golput dan demokrasi partisipatoris.

Belum ada kabar kelanjutannya, mengenai kapan pastinya album kompilasi tersebut akan di rilis. Namun, kompilasi tersebut akan dirilis secara free download. (AL)

Jumat, 14 Maret 2014

Koruporba: Siap Menjadi "Pemangsa" Dalam Waktu Dekat

Band gahar yang siap memecahkan gendang telinga kalian dengan raung distorsi yang nakal ini berasal dari tepi kota Pekanbaru, memainkan musik ala Kyuss, Black Label Society dan Pantera dengan slow to mid and then fast tempo. Mereka adalah Koruporba. Ya kuartet stoner metal asal Pekanbaru ini sebentar lagi akan merilis sebuah album yang diberi judul Pemangsa.

Setelah akhir Januari kmaren mereka sempat mengeluarkan The Stunning ep dengan 5 cover berbeda yang dirilis oleh Fade Out Record dalam bentuk kaset dan cd.

Sekilas mendengar kata Pemangsa saja kita sudah kebayang bagaimana isi dari album ini, tersirat gambaran gahar, liar, nakal dan sedikit binal. Saat ini proses pengerjaan album sudah ditahap mixing dan mastering dan sedang berjalan menuju proses produksi.

Album yang rencananya dirilis pertengahan tahun 2014 ini berisikan 9 lagu yang siap jadi road soundtrack kalian melawan terik matahari dan aspal panas. Yeah Pekanbaru rules! Hey you! ini kalian rasakan bagaimana bokong kalian ditendang oleh gahar dan liar nya Koruporba. So Pemangsa jadi satu rekomendasi baik untuk masuk lemari koleksi. (Barjak)

http://www.reverbnation.com/koruporba/songs

Wawancara Singkat Bersama Madafaka Records

Kali ini saya sangat semangat karena baru aja selesai tanya sikit-sikit ke salah satu record keren dari Medan. Kenapa semangat karena saya adalah secret admire of this record seriously. Berisikan band-band kece yang super saik like No One Cares, Lowlife dan Raincoat. Pada kesempatan kali ini kita mau cakap-cakap sama Ito Siregar sang founder dari Madafaka Recs. So cek sedikit cakap-cakap saya sama lae Ito. (Barjak)

Apa kabar wak? Sehat?
Kabar kita alhamdulillah luar biasa ni pak cik

Awal cerita dan kepikir buat Madafaka itu gimana dan tahun berapa?
Awalnya Madafaka ni label dadakan karena Martyr yang album Once Again gak ada yang mau rilisin di tahun 2009. Konsepnya juga gak serius serius kali yang penting ada kegiatan dan merasa memberi kontribusi sama scene di Medan. Dewasa ini Madafaka berjalan berdasarkan selera dan passion secara pribadi

Apa dan siapa yang menginspirasi kamu untuk memutuskan membuat Madafaka?
Keputusan di buat saat Martyr merilis Once Again. Awalnya cuman aku dan Jimmy, dan sekarang ada 6 orang. Yang menginspirasi dulu itu True Side waktu di myspace aku ngeliat band kayak What We Think, Raincoat, Robo Murphy ada di situ dan Minorleft Records yang ngerilis Empat Belas

Dalam waktu dekat ini mau ngerilis apa?
Kita baru aja ngerilis BounceBack (Medan) dan Keep the Faith (Padang). Ke depan sih lagi fokus buat rilis Raincoat sama Martyr bareng United Blood

Madafaka kan berisi band-band hardcore, ada niat gak kalau suatu hari ngerilis band-band di luar hardcore ? Kayak Lemuria, Strike Anywhere di B9 ?
Hardcore/punk rock sudah kayak hobi yang bikin hati senang jadi kayaknya gak jauh jauh dari sana

Selain band-band dari Medan, Madafaka diisi band mana aja sih?
Selain dari medan Madafaka berisi band-band dari Padang, Jakarta, Palembang, dan Thailand

Seberapa pentingkah rilisan fisik dan merchandise bagi kamu?
Rilisan dan merch fungsinya sangat fundamental, itu output dari setiap label dan berbau legacy

Album favorit?
Album paporit, kalau di Madafaka semua album paporit. Legitimate Threat- Final Attack

So keep up with Madafaka Record here
http://madafakarecords.com

Kamis, 13 Maret 2014

Video of Today: Aneka Digital Safari feat Argot x Radioage (Live at Grindgrass #2)


Video teranyar dari kuartet Harsh/noise Grindcore asal Bandung, Aneka Digital Safari. Direkam saat mereka tampil dalam Grindgrass #2 pada 8 Maret lalu di Bekasi.

Video of Today: Innocenti ft Denny Frust - Change The Season

)

Unit powerpop revival/rnb asal Jakarta, Innocenti, rilis video clip teranyar untuk lagu berjudul "Change The Season". Lagu tersebut adalah bagian dari album The Singles 2008-2014.

Senin, 10 Maret 2014

Posisi Dasar: Kupas Sisi Lain Gelandangan Melalui Bahasa Visual

Sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Dekape8 di Bandung tergerak untuk mengungkap sisi lain dari kehidupan gelandangan melalui sebuah pameran seni. Yang menurut mereka selalu tak lepas dari stigma negatif masyarakat dan erat kaitannya dengan aspek sosial, aspek budaya, aspek psikologi, aspek hukum, aspek ekonomi, dan aspek keamanan. "Oleh sebab itu banyak gelandangan atau gembel selalu terpojok oleh peraturan-peraturan yang membuat hidup mereka menjadi lebih keras," tulis mereka melalui press release yang kami terima.

Melalui sebuah pameran yang bertajuk Posisi Dasar, mereka mencoba mengungkap sisi lain dari kehidupan gelandangan. Serta mencoba merespon isu tersebut dan menterjemahkannya dalam bahasa visual tentu dari sudut pandang mereka. "Sehingga orang lain tidak lagi menganggap gelandangan atau gembel sebelah mata, karena sesungguhnya kita semua sama-sama manusia yang pasti memiliki posisi dasar yang sama," ungkap mereka.

Pameran tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai macam kegiatan seperti Live Sketching, Live Graffiti, Performance Art, Face Painting, Community Sharing, Photo Booth, dan Short Film Screening. Dan akan mulai berlangsung dari 15 Maret hingga 22 Maret. Bertempat di Galeri Kita yang terletak di Jln. R.E. Martadinata (Riau) No.209 Bandung. (AL)

Berikut adalah rundown pameran Posisi Dasar:

Crazy Talk Rilis Debut Album

Awal maret kemarin band hardcore asal Bogor, Crazytalk berhasilkan menelurkan album pertama nya yang berjudul Tomorrow.

Band yang memulai debutnya di tahun 2007 ini merangkum kurang lebih 7 tracks di dalamnya, menggabungkan berbagi unsur sub-genre hardcore, pokoknya komplit. Dibandrol dengan harga 20ribu, worth it banget bagi kalian hardcore kids buat ngedapetin rangkuman ciamik nan segar dari kota hujan ini. Save your money, call 082123390606/pin:2A2F38D9 for other info. (Fauzan)

Disco Shit "Terror Sriwijaya Mental Serigala" (2012)

Walaupun review ini kayaknya sedikit telat tapi tak apalah dari pada tidak sama sekali. Empat anak muda ganas yang memainkan musik cepat nan agresif asal Palembang ini bernama Disco Shit. Band yang juga sempat beberapa kali mengalami pergantian personel ini pada awal 2012 kemaren telah merilis album yang bertajuk Teror Sriwijaya Mental Serigala. Aroma Slayer benar-benar sangat terasa di sepanjang 13 track di dalam album ini.

Walaupun dalam pengerjaannya sempat terbengkalai lama karena beberapa faktor, akhirnya pada mei 2011 album ini mulai di jajal dan selesai pada awal 2012. Dengan lirik-lirik yang penuh akan pengaruh alkohol dan spirit mendobrak batas, album Teror Sriwijaya Mental Serigala jadi rekomendasi for fans Slayer, Municipal Waste dan Gama Bomb. (Barjak)

Minggu, 02 Maret 2014

Kenali Romantisisme Emotive Hardcore Dalam Revolution Autumn

Skena Emotive hardcore di indonesia memang berangkat dari asupan 3rd wave emotive hardcore yang tak lepas dari popularity dan tentunya stereotype. Stereotype bahwa sound ini tak lebih dari trend hairstyle dan unnecessary whining. Tapi bangsa ini bukan bangsa yang terima begitu saja. Sound - sound pionir dari 90s midwest emo, DC revolution summer dan postrock-emo seperti slint dan appleseed cast juga menyebar secara perlahan di kalangan musisi bawah tanah Indonesia. Mungkin karena kemuakan atas eksploitasi gimmick maupun kebosanan sound yang seragam.

Emotive Hardcore ada atas kebosanan akan kekerasan tak berguna di moshpit. Ia menyelami sisi romantisisme dari sebuah agresifitas yang terus menderu. Ia tak serta merta hanya mengeksploitasi sisi soft dan rapuhnya manusia, namun ia mencoba menjalin benang merah antara ketidakadilan hidup, opresi dengan sentimentalitas. Emotive hardcore ada karena menyampaikan pesan bukan hanya teriak lantang dan protes, namun juga mengajak untuk introspeksi dan refleksi. Menjadi resah dan sensitif akan sesuatu yang salah di lingkungan sekitar dan menyampaikannya ke orang banyak.

Kompilasi ini muncul untuk menjawab tanda tanya apakah sound emotive Hardcore di indonesia hanya yang mampu dijual gimmicknya. Ini sebenarnya adalah sound yang merepresentasikan generasi band emotive Hardcore yang mementingkan ledakan emosi yang tidak dipaksakan.

Terima kasih untuk semua yang sudah membantu rilis nya kompilasi ini. kompilasi ini bukan bertujuan untuk mengkotak kotak kan sebuah genre musik. tujuan kompilasi ini sederhana saja, sebagai arsip penanda jaman bahwa di era ini ada sebuah skena emotive Hardcore atau 90's emo/screamo atau skramz.

Suka atau tidak suka, skena musik ini ada, lekat dengan etika DIY hardcorepunk dan bukan sebagai sebuah bagian dari apa yang dulu pernah di populerkan oleh generasi MTV.

Band:
Senja Dalam Prosa
Sad Story on Sunday
A City Sorrow Built
LKTDOV
Amuk Redam
Reveur
Vague
Take This Life
Shorthand Phonetics
Woodcabin.
What the Sparrow Did to You
Gauth
Lights out
No love
Laora

Kurator:
Indra Menus & Akhmad Alfan Rahadi

Dirilis tape oleh:
Rizkan Records
Relamati Records

Dirilis cdr oleh:
Sailboat Records

Kaset Tape dirilis sebanyak 100 buah sementara CD sebanyak 50 buah.

Untuk pemesanan silahkan menghubungi
Rizkan Records (+62 8808 532 434)
Sailboat Records (+62 856 9216 5944)

Untuk Digital Download bisa dibuka setelah rilis di:
sailboatrecords.bandcamp.com

Cigarettes Wedding "Senja Tinggi" (2013)

Datang dari tepi kota yang panas dan berkabut adalah band yang benar-benar membuat siapa saja yang mendengarkan lagu mereka serasa ngestoned sampe setinggi-tingginya. Unit Post Rock asal kota Pekanbaru ini bernama Cigarettes Wedding. Yang pada pertengah-an Februari kemarin mengeluarkan debut EP bertajuk Senja Tinggi. Mini album yang berisikan tiga lagu tersebut benar-benar menarik perhatian.

Diawali lagu berdurasi delapan menit berjudul "Tissue of Quotations" yang menjadi track kesukaan saya. Lagu yang pada awalnya berdurasi sebelas menit ini seakan membawa kita ke suasana yang benar-benar tenang dan berwarna-warnikan spiral tiedye oleh sang vokalis yang kayaknya lagi mabuk berat. Epic! Dilanjutkan lagu kedua "Senja Tinggi" yang bersyairkan Bahasa Indonesia, kali ini berdurasikan empat menit yang begitu apik dibalut petikan gitar yang catchy dan pukulan-pukulan triangle yang begitu menyatu. Dan di lagu terakhir yang membuat saya kaget karena lagu yang berjudul "Boy Not Roy" ini berbeda dengan lagu sebelumnya, lagu penutup ini bersound kan indie pop.

Pada pertengahan tahun ini mereka berencana merilis full album. Jadi bagi kalian fans Explosion In The Sky tapi pengen denger versi yang ada vokalnya, album Cigarettes Wedding ini wajib kalian tunggu. For fans Explosion In The Sky, Sigur Ros dan Mogwai. (Barjak)

https://soundcloud.com/cigarettes-wedding

Jumat, 28 Februari 2014

Love Bomb Milik Navicula Siap Ledakan @america

Photo by Rio Helmi
Unit grunge asal Bali, Navicula yang telah merilis album ke-tujuh bertajuk Love Bomb pada penghujung tahun lalu, melalui bendera label Volcom Entertaiment. Akan segera melakukan perayaan album terbaru mereka tersebut di @america, Pasific Place, besok (1/3).

Acara yang akan berlangsung tanpa tiket alias gratis dan tanpa melalui proses registrasi tersebut nantinya tidak hanya akan diisi oleh atraksi musik saja. Melainkan Navicula akan turut jua berbagi cerita soal perjalanan mereka sewaktu di Amerika Serikat dan bagaimana proses kreatif di balik album tersebut.

Seperti yang sudah di ketahui bahwa album ke-tujuh milik band yang begitu konsen terhadap alam ini begitu istimewa. Bagaimana tidak ? lima lagu dari semua materi tersebut, mereka rekam di Record Plant -sebuah studio rekam legendaris yang berada di Hollywood, Amerika Serikat. Kesuksesan mereka dapat melakukan proses rekaman di sana tak lepas berkat bantuan RODE (produsen mikrofon asal Australia).

Tidak hanya itu, selama menjalani proses rekaman, Navicula dibantu oleh Alain Johannes selaku produser. Johannes sendiri adalah orang bertangan kreatif dibalik album solo Chris Cornell, Jimmy World Eat, serta turut serta dalam film dokumenter besutan Dave Grohl berjudul Sound City.

Melalui siaran pers yang kami terima, pihak Navicula mengakui bahwa meski proses rekaman dilakukan di dua tempat berbeda: Bali dan Hollywood, namun dapat menjadi sebuah kesatuan yang utuh. "Dengan adanya benang merah yang menghubungkan materi yang ada: cinta. Hal yang menjadikan Navicula memutuskan memberi judul Love Bomb," tulis mereka. AL)

Kamis, 27 Februari 2014

Gigs Report: Lemuria Live In Jakarta 2014

Lemuria. Photo by Reza.
Minggu (23/2) itu, menjadi sebuah pengalaman baru bagi Trueside dalam menghandle touring band non-hardcore. Yah, jika sebelumnya mereka lebih dikenal sebagai organizer gigs hardcore yang sekaligus merangkap sebagai label dan distro. Pada hari itu, mereka berkesempatan untuk menghandle tur-nya Lemuria, sebua trio indie-pop asal Buffalo, New York.

Pengalaman baru tersebut sekaligus menjadi gig Trueside dengan line-up paling segar. Yah, bagaimana tidak, mereka benar-benar selektif dalam memilih tandem untuk Lemuria. Tercatat hanya Braveheart yang masuk dalam kategori hardcore, sisanya ? Tengok Saturday Night Karaoke dengan style pop-punk early nya, Vague yang mengingatkan kita semua akan era-Revolution Summer nya anak-anak Washington DC di dekade 80-an, Barefood yang memainkan indie-rock sekaligus menggiring memoar akan kejayaan musik rock MTV pada dekade 90-an, dan terakhir ada Talking Coasty surf-pop yang begitu manis.

Pertunjukan di buka oleh Saturday Night Karaoke, tiga pemuda pencinta wanita Jepang ini membawakan kurang lebih 6 lagu, ditambah cover lagu “Bersepeda Berdua” milik JKT 48. Mereka sempat bertukar alat dan mengajak drumer Amuk Redam untuk naik ke panggung dan membawakan “Dammit”-nya Blink182. Dan Prabu (vokalis SNK) bernyanyi dengan gestur like a Milo Aukerman. Crowd tidak terlalu ramai, tapi kooperatif dengan Prabu yang aktratif dan interaktif, menjadikan moshpit begitu indah.

Prabu SNK. Photo by Alfian Putra A.
Lalu giliran Vague untuk selanjutnya tampil. Crowd sudah hampir puluhan, merapatkan barisan, moshpit akan bertambah seru. Tembang andalan seperti “23”, “Endless Summer”, “A giant Blur”, dan single terbaru yang akan muncul di full length album mereka tahun ini. Notes departemen vokal seperti kurang terdengar, tertutup suara sound gitar dan drum, but Vague tetap taiikk as cool.

Setelahnya, ada Braveheart sebagai perwakilan dari Truseide. Para hardcore kids sudah bersiap di moshpit menanti sang vokalis Yudha aka Katexxx memulai lagu pertama. Kaki bertebaran dimana-mana (crowdsurfing rule!), sing along terasa begitu intim. Yap! mereka membawakan nomor nomor ciamik seperti “Diam Itu Emas”, “Feel at Home”, “Try Harder in Your Life”, “Melaju”, dan cover lagu dari Another Breath berjudul “Racing a Fading Image”. Set ditutup dengan lagu jagoan mereka “KUHP ( Komitmen Untuk Hidup Positif)”.

Setelah set Braveheart berakhir kini giliran band yang sepertinya banyak ditunggu-tunggu, yaitu Barefood. Duo barefood, Mamet dan Dito ini dibantu oleh Pandu (Morfem/ The Porno). Mereka membawakan tembang-tembang istimewa yang ada di debut EP: “Sullen”, “Deep and Crush”, “Teenage Day Dream”, dan cover lagu milik Teenage Fanclub yang “God Knows It’s True” (maafkan saya bila salah karena terkesima melihat penampilan mereka). Di nomor “Perfect Colour” crowd pecah sekali, dari awal memang crowd sudah pecah seperti penggabungan antara anak indie-rock berbaur dengan hardcore kids. Perpaduan loncat-loncat ala indie-rock dan stage dive ala hardcore kids berbaur dengan indah. Barefood, hacep aka pecaaahh!

Vague. Photo by Reza.

Crowd mendadak menjadi dingin ketika jatah tampil Talking Coasty tiba. Sepertinya energi penonton terkuras dan menyebabkan sebagian merasa terlalu haus dan lapar sehingga memutuskan untuk keluar venue. Namun tidak membuat mental anak-anak Yogyakarta ini melemah. Veni Yeah (vokalis) dengan mini skirt dress ditambah high top sk8 begitu manis menyanyikan nomor-nomor seperti “I Love Sunbeam”, “Please Stop Pretending”, “Trap Live”, dan satu lagu baru yang akan dimasukkan ke EP mereka tahun ini. Dan nomor “Second Summer” sudah pasti dibawakan dengan begitu apik dan segar. Penampilan mereka menjadi pemanasan yang tepat sebelum menuju ke puncak acara. Dan sepertinya pilihan sebagian orang untuk keluar venue adalah keputusan yang kurang tepat.

Ditto Barefood. Photo by Reza.
Talking Coasty. Photo by Reza.
Tidak butuh waktu lama untuk Sheena Ozzela, Alex Kerns, dan Max Gregor untuk muncul di stage-mensetting alat. “Brilliant Dancers” yang diambil dari album The Distance is So Big menjadi tombak awal atas serangan Lemuria malam itu. Disambung oleh tembang “Dog” yang diambil dari album Get Better, lagu yang catchy ini membuat semua crowd tak hentinya shake head and body, ditambah sing along yang membahana. Tanpa rehat dilanjut ke lagu berjudul “Wise People” dari album Pebble, lagu yang sedikit kentara drum bit nya ini seperti merasuki crowd dan sing along makin nyata terdengar. Lalu mereka memainkan “Paint the Youth”, “Chautaqua County”, “Lipstick”, “In a World of Ghost”, lalu disambung dengan “Pants” -ketukan drum Alex yang bit-chy banget ditambah suara vocal Sheena membuat badan badan terbang di depan, euforia! Lalu “Bloomer” disuguhkan, crowd mengira ini lagu terakhir, tapi ternyata tidak, mereka diam sebentar mengambil minum dan nafas sejenak. Crowd mulai berteriak teriak dan ternyata benar bahwa ini bukan yang terakhir, show must go on! “Pleaser”, “Length Away”, dan terakhir “Mechanical” menjadi penutup malam itu. (Fauzan/Al)

Sabtu, 22 Februari 2014

Apparatus "Degeneration Overdrive - 4Trakk EP!", Tape Cassette (Dod Records)

Saya gak tahu harus bilang apa? buat saya ini rilisan yang cukup menginspirasi. Jadi saya dapet kaset ini setelah saya melewatkan show mereka di Bandung bareng sama Crutches. Dan tentunya itu bikin saya kecewa kalo tahu mereka bakalan lebih keren lagi di EP terbarunya.

Walaupun cuma 4 lagu tapi ini udah cukup bagi saya, ada sedikit nuansa Motorhead kedengeran dari part-part gitar yang dimaenkan. Saya juga lebih suka style vokalnya dibanding materi "Hardcore Religion" yang mirip sama vokalnya Disarm itu.

Dengan kover yang dicetak di kertas HVS BWmenurut saya gak mengurangi kerennya rilisan ini. Apparatus adalah salah satu band D-Beat yang mempunyai potensi di SEA (South East Asia.Red). Dan ini bukti kalau di SEA memang gak kehabisan stock band keren. Total Hardcore Killer. (Ahmad Alif Ivanka)

Apparatus "Lost Demo", Tape Cassette (Doombringer Records)

Butuh penjelasan apalagi? Apparatus adalah band yang mampu bermain D-Beat ke tingkat maksimal. Gak mengecewakan, sama puasnya ketika ngedengerin “Hardcore Religion” yang kurang lagunya cuman dikit 5 doang. Demo ini dibikin buat ngerayain 12 tahun eksistensi mereka sebagai pecandu Discharge Beat. Wah congrats yaa! Btw, Apparatus artinya apaan sih? (Ahmad Alif Ivanka)

Durga "Kuldesak", Tape Cassette (D-Kolektif Records, 2013)

Saya kira tipe music model begini sudah habis. Ternyata saya salah. Apa mau dikata perguruan neo-crust kembali hadir dengan bentukan yang baru bernama Durga.

Bukan maksud ngebandingin dengan Hark! It’s a Crawling Tar-tar tapi di beberapa bagian emang cenderung mirip. Sayang suara yang keluar dari kasetnya agak mendem, entah karena ada masalah saat proses duplikasi atau ada faktor lainnya.

Liriknya menggunakan majas metafora. Dicetak di kertas warna coklat yang bagus dan berwarna lagi. Apalagi artworknya, wuidih top pak! Oh iyaa ini rilisan dari label baru asal Bandung, hmm pintar juga buat permulaan. (Ahmad Alif Ivanka)

Vaarallinen “Sosiaalinen Kontrolli”, Tape Cassette (Cactus Records, 2013)

Shit! kegilaan macam mana pula ini ? Trio Finnish dari Singapore membombardir dengan hentakan-hentakan yang diambil dari dua materi sebelumnya: Demo 2010 dan Hautausmaa Flexi 7”. Kayaknya tahun ini emang tahun keberuntungan saya, gimana gak coba? Menjelang akhir tahun saya dapetin rilisan-rilisan keren. Gak perlu banyak basa-basi, cukup satu kata KNUP! (Punk.Red)

Vaarallinen emang band ngehe yang bisa bikin saya ngulang-ngulang tracknya sembari nyetak emblem sebagai aktualisasi diri dalam rangka “Hidup Mandiri Tanpa Bantuan Korporasi”.

Kurang punk gimana lagi? Seluruhnya ada 14 lagu, tapi saya suka materi 7” nya soalnya drumnya lebih najong?! Najong bujur aslina (Kick Ass.Red)! Hehehe... Punk Rakastaa Anarkiaa!!!!!!!!!!!!! (Ahmad Alif Ivanka)

Kontrasosial "Vol.04", CD (Self Released, 2013)

Apa yang harus saya katakan? kalo perlu saya bilang ini bakalan jadi rilisan yang lagi-lagi masuk kategori esensial. Kurang apa lagi coba? Oke mungkin ini terdengar berlebihan, tapi apa yang kamu perlu lakuin adalah berhenti jahit patches butut kamu dan luangkan waktu buat dengerin rilisan ini. Kontrasosial kembali lagi dengan materi terbaru ditambah satu cover dari Disclose “Conquest”.

Pertama kita bakalan disambut sama intro yang isinya noise doang yang kemudian disambung track pertama “Milik Kita” di awali sama permainan bass nan lihai, langsung geber irama D-Beat tanpa henti. Wuaaaah! mantap sekali! Saya terlalu males buat ngereview satu per satu materi mereka. Yang pasti saya suka banget track “Dunia Dalam Depresi” yang lagi-lagi di sini Ken Terrror memperlihatkan kepiawaiannya bermain bass selain dia jago bikin studs jacket yang keren. Hehehe...

Ngomongin lirik, nah ini yang saya suka dari mereka karena Kontrasosial benar-benar memanfaatkan media lirik sebagai penyampai pesan. Pemilihan kosa katanya juga bagus, tau sendirilah kalo bikin lirik pake bahasa Indonesia salah dalam pemakaian kata kedengarannya jadi jelek!

Bagi saya sendiri sih rilisan ini tuh jadi semacam titik balik dari album sebelumnya, Endless War, soalnya saya butuh waktu lama sih buat suka sama materi mereka di album itu. Mungkin karena di materi mereka kali ini intensitasnya meningkat, jadi saya cepat banget sukanya. Bukti bahwa band lokal emang gak kalah keren sama band luar sana. Dukung aktivitas kemandirian dengan membeli rilisan ini! (Ahmad Alif Ivanka)

Kamis, 20 Februari 2014

#youshouldknow | Treasure Hiding

Terbentuk di tengah padatnya Ibu Kota Jakarta pada tahun 2011 silam. Kelima muda-mudi yang terdiri dari Adelyna (vokal), Andy (drum), Panji (gitar), Alvin (gitar), dan Wilman (bass) membangung sebuah band.

Pada masa-masa awal band ini terbentuk, mereka mengcover sejumlah nomer milik Cocteau Twins dan My Bloody Valentine. Bahkan untuk sebuah nama band, mereka meminjam dari salah satu lagu milik Cocteau Twins dari album Milk and Kisses yang berjudul "Treasure Hiding".

Pemilihan nama untuk band bukan didasari tanpa sebab yang jelas. Mereka mengakui bahwa Treasure Hiding dapat berarti sebagai harta yang tersembunyi yang serta merta mencerminkan meski mereka terdiri dari para personil yang telah lama berkecimpung dalam dunia musik, namun masih merasa bahwa setiap karya yang dihasilkan harus terus digali kembali.

Beberapa nama dalam band ini adalah nama-nama yang dulu sempat malang melintang di skena indie lokal sejak era-Poster Cafe bersama band-band macam Glue dan Devotion.

Selayaknya band kebanyakan, perjalanan mereka tidak mulus begitu saja. Keluar-masuk personil turut pula mereka rasakan. Pada akhir 2013, Alvin memutuskan untuk hengkang dari band dan menyiskan empat personil lainnya.

Namun kejadian tersebut tidak membuat langkah mereka terhenti. Agustus 2013 lalu mereka merilis sebuah single berjudul "Kiss The Sky" via Soundcloud, yang diputar pula di beberapa stasiun radio.

Puncaknya, mereka berhasil merilis sebuah mini album dengan judul Sang Cahaya, berisi tiga track: "Sang Cahaya", "Into Nothingness", dan "Kiss The Sky". Yang berhasil mereka rilis bertepatan dengan perayaan hari valentine kemarin (14/2). (AL)