Kamis, 29 Januari 2015

Selesai Lepas Album, Gerram Siap Dengan Genderang Bencana Polyarchy Tour

Photo by Gerram doc.
Merilis album lalu hendak melakukan tour, nampaknya menjadi suatu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dari band. Begitu juga dengan unit hardcore/punk asal Palembang satu ini, Gerram. Pasca merilis debut album Genderang Bencana pada akhir 2014 kemarin, mereka lantas menyiapkan energi untuk mengadakan mini tour.

Rangkaian mini tour akan berlangsung selama 4 hari tanpa henti. Memilih Jakarta sebagai titik mulai lalu Bogor, Cipanas, dan berakhir di Bandung. Sedikit ada masalah dalam penjadwalan tour mereka, namun hal tersebut dapat segera teratasi. "perubahan salah satu jadwal
di Depok yang tidak dapat diwujudkan karena satu lain hal dan digantikan dengan gig di Bogor yang masih menunggu konfirmasi,' tulis pihak Gerram melalui press release yang kami terima.

Pada tour kali ini Gerram tidak sendirian, sebuah band drone doom asal Bandung yakni Deathless yang juga baru saja merilis single "Polyarchy" turut serta dalam rangkaian tour. Yang oleh mereka akhirnya memberikan tajuk tour “Genderang Bencana”-­‐ “Polyarchy” Tour 2015, perpaduan dari judul album dan single dari masing-masing band. (AL)

– Jakarta, 29 Januari 2015 – Grieving The Earth #7 di Rossi Musik
- Bogor, 30 Januari - TBA
– Cipanas, 31 Januari 2015 di Toxic Music
– Bandung, 1 Januari 2015 – Fevrier Amore di Basement UNISBA

Rabu, 28 Januari 2015

Belajar Dari Kesalahan, Optical Records Siap Rilis Disdain

Setelah merilis mini album Leave The Cage milik CBA pada 2013 lalu, Optical Records seakan menghilang tanpa jejak. Sebelumnya pada medio 2014 kemarin mereka sempat mengabarkan akan merilis sebuah band post-hardcore dari Depok. Namun hal menemui kendala yang mana berujung pada mandeknya rilisan tersebut. "Kesalahan pada pembukuan finansial yang menjadikan kami gagal merilis band tersebut," ujar pihak Optical saat kami wawancarai.

Namun mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Setelah melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, khususnya finansial. Kini mereka siap dengan rilisan terbaru. "Bagaimanapun juga, entah label besar atau kecil, pembukuan itu penting. Kini kami belajar dari kesalahan yang lalu dan siap dengan rilisan terbaru di awal tahun ini," ungkap mereka.

Rilisan terbaru Optical Records adalah Disdain, band post-hardcore/screamo asal Depok yang akan segera merilis album bertajuk In Ordinary pada Februari mendatang. Pihak Optical sendiri menyajikan paket bundling spesial yang akan dijual bersamaan dengan kaset. Sementara ini untuk informasi lebih lanjut tentang rilisan tersebut, dapat diperoleh melalui akun twitter mereka: @OpticalRecs. (AL)

SelamART menikMATI art exhibition

Photo by Fauzan doc.
Pameran yang di inisiasi oleh grup/klub gambar hari minggu, Sketching Sunday ini diadakan di tempat penyebrangan bawah underpass yang di multifungsikan menjadi gallery. Sebelumnya anak-anak Sketching Sunday ini membuat eksibisi serupa di tempat yang sama, namun hanya berjalan tiga hari saja karena adanya masalah protokoler, aseeekk.

Nah kali ini mereka diberi kesempatan memakaigallery tersebut selama sebulan penuh, dari tangga 23 November – 23 Desember 2014 kemarin. Mengambil tema Selamart menikmat, sebagai satir terhadap aktivitas kesenian yang mati suri di Bogor.

Dengan memajang hampir 60 karya perupa muda kota hujan(baca:Bogor), yang memiliki style gambar berbeda-beda, membuat ejakulasi mata ini bung,halah hihi. Eksibisi ini juga didukung penuh dari berbagai komunitas yang ada di Bogor sendiri, jadi banyak konten acara nya, tak hanya pameran seni rupa saja. Disetiap weekend nya disuguhkan berbagai acara, dari mulai akustik, screening film, teater, video mapping, seni tari, hingga gigs di penghujung acaranya, edan. Dan rencananya merekaa bakalan ngadain eksibisi serupa tapi tak sama di bulan maret nanti. Dinanti ya gaish, segan. (Fauzan)

Seems Like Yesterday Rangkum Empat Tahun Perjalanan Bermusik Dalam Satu Video

Photo by Seems Like YEsterday doc.
Band post-hardcore/screamo kawakan dari Jakarta, Seems Like Yesterday merilis sebuah video clip untuk lagu "The Untitled". Dalam video tersebut berisi footage mereka tampil live selama 2011 hingga 2014. Video clip tersebut pun menjadi cerita tentang perjalanan menggarap album baru, The Length Between.

Album The Length Between sendiri menjadi album full kedua untuk band yang sudah terbentuk sejak 2002 ini. Dan akan segera dirilis pada Februari mendatang. Berisikan 8 track dan dikemas dalam format CD oleh Sailboat Records.

Sistem pre-order untuk album The Length Between ini pun sudah dibuka dengan mengisi form melalui situs: http://bit.ly/thelengthbetween. Paket pre-order ini berisi kaos dan juga poster. (AL)

Stride Akui Materi Baru Lebih Beda

Photo by Stride doc.
Band hardcore berhaluan berat asal Depok, Stride, sedang bersiap meracik materi demi materi untuk kebutuhan album terbaru mereka. Menurut perkiraan yang kami peroleh dari mereka, album tersebut akan dirilis awal tahun ini. Rumah Musik Zafran ditunjuk sebagai "rumah" untuk album kedua bagi band yang beranggotakan Reza (Vokal), Kicuy (Gitar), Jaya (Gitar), Dana (Bass) dan Edo (Drum).

Meski tanggal pasti rilis album tersebut masih berwujud rahasia, Stride lebih dulu membeberkan satu materi yang lebih dulu rampung dari 10 materi yang mereka siapkan. Sebuah single berjudul "Wild World" ditasbihkan sebagai gambaran tentang musikalitas mereka di album nanti. "Dari segi materi musik memang sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang ada di album pertama," ungkap mereka.

Untuk mengetahui keganasan materi Stride yang baru, single "Wild World" dapat kalian unduh secara cuma-cuma di link yang tertera di bawah. (AL)

DOWNLOAD

Kamis, 15 Januari 2015

#youshouldknow | Deafness: Era Kegelapan Kota Hujan

Meraba raba di tahun 2014 kemarin banyak unit band kelam nan hitam gelap yang hadir mengejutkan belantika nax underground nusantara, ah luar biasa memang indonesia, apeuu. Scene ini memang terus berkembang, kali ini rooster baru dari scene Bogor, bernafaskan Post-Blackmetal/ Crust hadir mengendap-ngendap menuju telinga kalian. Nuansa Black metal yang sangat kental dengan petikan kelam, ditambah ngebutnya beat drum yang mau tak mau kepala kalian akan bergoyang malu,yuhuu. Eh personilnya juga unyu-unyu sih ga serem sueerrr hihi. Untuk fans deafheaven, Burzum, Cradle of Filth, sampe Motorhead, dengerin deh. Band ini bulan depan rencananya bakalan merilis mini album lhoo, patut ditunggu. (Fauzan)

Jumat, 09 Januari 2015

Photo Set: Bandung Reborn United

Berikut ini adalah foto-foto betapa serunya gig musik Bandung Reborn United yang terselenggara pada 27 Desember kemarin di Westcoast Voltage Bar, Bandung. Band-band seperti Under18, Sendal Jepit, Forgotten Generation, dll didaulat menjadi line-up gig ini.




Yesterday Akhirnya Rilis Album Setelah di Bujuk Label

Menjadi sesuatu yang sia-sia apabila ada sebuah band yang sudah lama merekam lagu-lagunya lalu memendamnya hingga tiga tahun lamanya. Seperti yang dilakukan Yesterday, band hardcore asal Cipanas satu ini. Yang lalu memancing ketidaksabaran pihak Spreads Records, label records dari kota yang sama.

"Kami berhasil membujuk mereka untuk bergila dan bersemangat kembali tentunya di skena musik Hardcore/Punk lokal yang ada di Kota kami," ungkap pihak Spreads Records dalam siaran pers yang kami terima.

Proses negosiasi tersebut akhirnya berjalan mulus, Yesterday berhasil merilis materi yang pernah mereka rekam pada 2012 silam dan merangkumnya menjadi Self Titled EP dalam format kaset pada Januari kemarin.

"Sangat senang bagi kami bisa merilis mereka (Yesterday. Red) dalam bentuk fisik, disaat band yang sudah berumur lama dan tidak memiliki dokumentasi kenangan fisik sedikit pun," ungkap pihak Spreads Records

Untuk kalian yang menggemari hardcore style ala Miles Away, More Than Life, Final Fight, etc. Silahkan hubungi pihak Spreads Records untuk mendapatkan debut album dari Yesterday. (AL)


Info: Spreadsrecord@gmail.com
Link: http://www.reverbnation.com/ydhc

Senin, 05 Januari 2015

Video of Today: Dead End - Symphony (Official Music Video)


Unit pop punk/rock asal Depok, Dead End, kembali rilis video clip teranyar untuk single terbaru mereka yang berjudul "Symphony". Kalau dilihat dari konsepnya sih, lagu ini menceritakan hubungan cinta namun berbeda keyakinan. Menarik sekali lagu dan video clip ini.

Minggu, 04 Januari 2015

Lemarikota Records Garap Kompilasi Untuk Skena HC/Punk Depok

Didasari oleh pesatnya perkembangan skena musik arus bawah khususnya hardcore/punk/grunge/etc Kota Depok dalam lima tahun kebelakang. Membuat Lemarikota Records, subdivisi dari Lemarikota Webzine yang bertindak sebagai netlabel untuk membuat sebuah pendokumentasian. Hal ini dimaksudkan untuk merangkum sound-sound yang ada, terutama para nama-nama baru di skena Depok kepada khalayak luas.

Bentuk dari pendokumentasian tersebut ialah audio dengan konsep kompilasi bertajuk Not So Quiet On The Starfruit City, meminjam nama dari sebuah kompilasi yang menampilkan band-band dari California Utara dan Nevada bertajuk Not So Quiet On The Western Front.

Kompilasi tersebut rencananya akan diisi oleh 20 band diantaranya Modern Guns, Total Jerks, CBA, Real Project, Still Burn, Deal Statement, True Hell, dsb.

Nantinya album kompilasi tersebut akan dirilis dalam format free download, sebagimana kerja dari netlabel pada umumnya, dengan tentunya berlisensikan Creative-Commons. Rencannya album kompilasi ini sudah akan rampung pada awal Februari mendatang. (AL)

Jumat, 02 Januari 2015

#youshouldknow | True Hell

Apa jadinya jika para personil Ice Cream Attack, Bad Heroes Academy, Thinking Straight, dan Modern Guns membentuk sebuah band ? Jawaban sederhananya, True Hell. Adalah Gaga dari Modern Guns (vokal), Donal Fury dari Thinking Straight (gitar), Mp dari Ice Cream Attack (drum), dan Dennis Mandalyca dari Bad Heroes Academy (bass) yang mencoba keluar dari pattern kebiasaan bermusik dari yang biasa mereka lakukan.

True Hell menawarkan permainan hardcore/punk dengan style power violence/dark hardcore ala Trask Talk, From Ashes Rise, Converge, etc. Musik mereka seakan menggambarkan gejolak anak muda yang muak terhadap dunia dan mengaplikasikannya dengan cara-cara yang gila. True Hell akan segera merilis debut album bertajuk Deliverance dibawah label Necros Division bulan ini. (AL)

Minggu, 28 Desember 2014

Agung Prabowo: Dari Zine Vegetarian Hingga Komik Gundul

Ketika itu Agung Prabowo duduk di kelas 1 Sekolah Dasar, ia mendapatkan hadiah komik dari Ibu-nya karna berhasil meraih ranking kelas. Doraemon dan Kungfu Boy adalah komik yang Ibu-nya berikan. Menjadi cikal bakal ketertarikan pria kelahiran Semarang 29 tahun silam ini terhadap komik. "Sejak itulah saya mulai berfikir, membuat komik itu keren sekali," ungkapnya.

Namun tidak lantas membuat ia langsung menerbitkan komik. Ia lebih dulu menerbitkan sebuah fanzine vegetarian/hc-punk dengan nama For Tomorrow dan juga malang melintang diberbagai band, salah satunya Scream Of Oi.

Berikut ini hasil obrolan LK dengan Agung Prabowo soal statusnya menjadi komikus, zinemaker, anak band, dan juga seorang guru. (AL)


Apa yang membuat kamu pada akhirnya tertarik untuk menjadi komikus ?
Menjadi komikus sudah menjadi cita – cita saya sejak kecil, nah baru setelah lulus kuliah saya berkesempatan untuk terjun di dunia komik. Sekitar tahun 2010an saya mulai iseng – iseng meng-upload komik strip (komik 1 halaman) di facebook. Tanpa diduga, sambutannya begitu positif, dan beberapa penerbit pun mulai berdatangan untuk mengajak join dipenerbitan mereka, dream come true.

Video of Today: Error Crew - Pulang (Official Music Video)

Rabu, 24 Desember 2014

Video of Today: Strength of Change - Better Day (Official Music Video)

CBA: Karna Bosan Dan Ingin Keluar Kotak

CBA merilis single terbaru berjudul "Out Of Box" via soundcloud pada hari ini (24/12). Single tersebut merupakan wujud dari kebosanan dan 'mentok' nya musik yang telah mereka mainkan selama kurang lebih 5 tahun terakhir.

"Single “Out Of Box” ini kami rancang sebagai petanda untuk keluar dari kegelisahan tersebut. Mencari ruang-ruang baru untuk bersenang-senang tanpa harus membuang esensi ataupun mengurangi semangat bermusik kami sebelumnya," tulis mereka dalam press release yang kami terima.

Sebelumnya mereka sudah memberikan isyarat pada mini album Leave The Cage yang rilis 2013 lalu. Mereka mengatakan bahwa mini album tersebut adalah penjembatan antara pendengar sebagai gambaran bagaimana musik CBA di kemudian hari. “Ini lah kami (CBA) yang sekarang. Kami sudah sampai diujung seberang yang kami khendaki," tulis mereka.

Jika melihat kebelakang dan merunut dari diskografi yang mereka punya, pada awalnya CBA memainkan musik hardcore dengan sentuhan old school. Sekarang bisa didengar melalui single tersebut, band asal Depok ini memainkan musik yang sedikit bernuansa punk rock. "Tidak perlu dulu musik mu seperti apa lalu berubah menjadi apa. Selagi gairah dan semangat yang dibawakan masih sama. Tentu perkara diterima atau tidak itu kembali kepada telinga masing-masing. Kami hanya ingin memainkan musik seperti yang memang kami inginkan."

Selain merilisnya, single "Out Of Box" ini dapat didownload bebas. (Mario)


Selasa, 23 Desember 2014

Feast "Camkan" Kebebasan Beragama

Adalah Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha (gitar), Adrianus Aristo Haryo (drum), Dicky Renanda (gitar), dan Fadli Fikriawan (bass), lima pemuda asal Jakarta yang tergabung dalam unit hardrock/psychedelic, Feist, yang merasakan kegelisahan kebebasan beragama di Indonesia.

Secara gamblang mereka mempertanyakan hubunganan pribadi yang sangat intim dengan Alam Semesta dan tuhan. "Harus diatur secara massal ?" tegas mereka melalui press release yang kami terima.

Hal tersebut yang merangsang band bentukan 2012 ini untuk merangkumnya menjadi sebuah single berjudul "Camkan". Melalui lagu tersebut, mereka mengajak pendengar untuk ikut mempertanyakan kembali hal-hal esensial yang bersentuhan dengan keseharian.

Single "Camkan" dapat segera didengar via tautan di bawah ini. (AL)

Total Jerks Akan Split Album Dengan The Kuda

Band hardcore dengan nuansa musik early hardcore 80an nya yang kental, Total Jerks, mengabarkan akan melakukan split dengan The Kuda. Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh sang vokalis Ricky disela-sela proses rekaman materi baru Total Jerks di Zafran Music Studio Depok, Minggu(21/12) kemarin.

Rencananya split album tersebut akan dirilis pada Februari tahun 2015 mendatang dengan bantuan label Necros Division. Album split tersebut pun menampilkan materi yang baru dari masing-masing band.

Kepada LK, Ricky memberikan bocorkan satu buah materi yang berjudul "Go To The Beach" yang juga sebagai gambaran bagaimana musik Total Jerks dialbum split tersebut. Sebuah lagu dengan nuansa surf-punk yang catchy nan binal. Silahkan simak lagu nya pada tautan di bawah ini. (AL)

Kamis, 18 Desember 2014

#gigreport | Vicious Divine "Loathe Relese Party"

Vicious Divine. Photo by Rumah Rimba doc.
13 Desember 2014 adalah hari yang membahagiakan haha. Sabtu itu adalah hari besar band Vicious Divine, yang mana kami akan melaksanakan ibadah Release Party Debut EP yang berjudul Loathe.

Rumah Rimba menjadi saksi bisu pesta pora yang kami lakukan malam itu. Studio yang terbagi menjadi 3 ruangan kamar mandi, backstage, dan ruanganutama. Ruangan utama yang kurang lebih berukuran 6mx14m sudah bukan lagi ruangan bersih dengan tembok coklat dan lantai yang rata. Gambaran bodoh kami sudah mengotori semua dinding. Ada panggung setinggi 1m dengan lightning disekitarnya. Tak luput dari pandangan semua orang yang datang ke venue ada Graffiti bertuliskan Vicious Divine dengan warna dominan Merah, Kuning, Hijau menyambut di belakang Gerbang Masuk Rumah Rimba yang digambar oleh FJS. Di depan ada Booth kecil dengan sofa sofa yang berhias lampu lampu kecil yang digunakan teman teman untuk bersantai sebelum masuk ke venue dan tepat disamping gerbang ada lapakan kecil yang tentunya menjual Rilisan fisik dari band band lokal seperti AJTHC danBully Brat yang baru merilis Debut Album mereka ikut serta juga beberapa Rilisan keren dari Arabian Records, Sidoarjo.

Video of Today: Tarling Padi - Bus Jemaat Karyawan (Official Music Video)

Rabu, 17 Desember 2014

"Be Strong" A Fundraising Gig For Dimas "Dipaw" Prabowo

Gallstone. Terdengar seram dan keren seperti nama band metal yang menghiasi sampul majalah Kerrang bukan ? Tidak untuk yang ini. Gallstone jika ditranslasikan artinya adalah batu empedu. Batu yang eksistensinya bisa mengganggu organ kantung empedu manusia. Tidak terkecuali untuk Dimas Prabowo aka Dipaw. Dipaw adalah kakak, adik, saudara dan teman yang loyal dan sangat mencintai skena indie ibukota (terutama skena pop-punk, emo dan hardcore). Saking cintanya, Dipaw sampai punya 3 band, Dagger Stab, Miss Universe, dan Volk.

Tapi, sudah hampir sebulan aktivitas Dipaw, baik ngeband ataupun kerja terhenti. Sampai sekarang, Dipaw masih berada di Rumah Sakit Umum Pertamina (RSPP) gegara gallstone ini. "Be Strong Dipaw", begitulah caption dari banyak teman-teman Dipaw yang sempat menjenguk Dipaw di RSPP. Caption yang akhirnya menginspirasi teman-teman Dipaw untuk membuat suatu karya yang bisa membantu Dipaw. Akhirnya, teman-teman yang sayang dan rindu dengan Dipaw berinisiatif untuk membuat fundraising gig ini.

Gig ini adalah bentuk dukungan kita untuk meringankan beban Dipaw dan keluarga. Fundraising gig ini akan diramaikan oleh teman-teman Dipaw yaitu: Last Child, Monkey Boots, Story Starry Nite, Koboy Insaf, My Name Is, Viscral, S2V, Tinkerbell, Miss Universe dan Volk. Tidak cuma ngeband, gig ini juga akan diramaikan oleh sesi lelang merchandise band-band yang hasil penjualannya nanti akan disumbangkan untuk pengobatan Dipaw.

Kami mengundang teman-teman, baik yang kenal ataupun yang belum kenal dengan Dipaw, untuk ikutan menyemangati Dipaw dengan cara datang dan mengapresiasi fundraising gig ini pada hari Minggu, 21 Desember 2014 di Maitrin Cafe, Pulo Mas-Jakarta Timur. Semakin banyak teman-teman yang datang dan membeli tiket + merchandise, semakin besar dukungan yang bisa kita berikan buat Dipaw.

Be Strong Dipaw !