Kamis, 10 Desember 2015

Tiger Work Kembali Dengan Album Terbaru "For Unity"

Unit hardcore berhaluan berat, Tiger Work, kembali merilis album terbaru bertajuk For Unity. Album yang dirilis secara mandiri tersebut, secara resmi telah beredar sejak 7 Desember kemarin dalam format cakram padat. Tidak hanya itu, mereka pun merilisnya dalam format digital melalui platform musik iTunes, AmazonMP3, Spotify, dan Deezer.

Meskipun sempat terkendala oleh salah dua personil yang sedang mengemban ilmu di luar kota. Bukan menjadi halangan berarti untuk band yang digawangi oleh Memet pada vokal, Ewink drum, Bimo gitar, dan Erfan gitar untuk terus merampungkan karya mereka. "Kendalanya hanyalah jarak yang berdampak pada waktu, dikarenakan kondisi Bimo dan Ewink yang masih menjalani studi di Yogyakarta dan Bandung. Tapi, itu semua sudah terlewati dan akhirnya album For Unity bisa dirilis dan dinikmati oleh khalayak," ungkap mereka.

Album terbaru milik band asal Tasikmalaya ini adalah rangkuman berbagai cerita mengenai perjuangan, kebersamaan, kritik sosial, dan keberadaan media hari ini, yang kemudian dikemas dalam sound yang cukup berbeda dari album terdahulunya yakni Responsibility (2013). "Selamat mendengarkan karya dari Tiger Work!" pungkas mereka. (AL)

Selasa, 08 Desember 2015

Ayo Bikin Album, Karena Band Bukan Brand

Para personil Sex Pistols saat tekan kontrak dengan A&M
Records ntuk album God Save the Queen pada
Maret 1977 di Buckingham Palace, London.
Photo by bettman/CORBIS
Salah satu impian dari sebuah band adalah memiliki albumnya sendiri, yang kemudian dapat diperdengarkan ke telinga khalayak. Karena memang sejatinya produk utama dari sebuah band ialah karya, entah formatnya extended play, long play, atau hanya single. Terlepas pula dari apapun orientasi band tersebut, entah sekedar untuk bersenang-senang atau bahkan memang untuk menambah pendapatan ekonomi. Semua band perlu menghasilkan albumnya sendiri, karena band bukan brand (clothing).

Untuk band yang terlahir dari rahim budaya non-pop atau katakanlah underground, terbilang cukup beruntung. Kenapa ? karena pada tatanan musik tersebut memiliki kedekatan yang erat dengan etos mandiri atau Do It Your Self (DIY). Setidaknya mereka bisa merekam, merilis, lalu mendistribusikan albumnya sendiri atau yang dikenal dengan istilah self released. Yang diperlukan hanyalah semangat dan pengetahuan yang mumpuni untuk melakukan itu semua.

Namun bagaimana jika tak ingin merilis album sendiri ? Apakah perlu menunggu A&R label major menawari kontrak kerja ? Untuk pertanyaan yang kedua, sepertinya terlalu mustahil, selama jenis musik yang dimainkan tidak "beraroma" rupiah. Beruntungnya lagi, etos DIY pada sebuah komunitas underground tidak hanya melahirkan band, melainkan records label. Dua elemen yang pada akhirnya saling beriringan.

Yaps, solusi telah didapatkan. Yang diperlukan oleh sebuah band hanyalah mempersiapkan materi dengan sebaik-baiknya, menghubungi pihak records label yang sesuai, dan membuat kesepakatan -yang tentunya tidak merugikan kedua belah pihak. Berikut ini, Lemarikota akan merangkum beberapa records label Indonesia, yang bisa merealisasikan mimpi sebuah band untuk memiliki album. (AL)

1. Samstrong Records
Salah satu label produktif yang dimiliki skena hardcore/punk pada dekade ini. Berbasis di Jogyakarta, Samstrong telah menjadi rumah bagi band-band lokal seperti Knockdown, Revolt, Striker, LKTDOV, To Die, The Shantoso, Reason To Die, Dirty Glass, dan masih banyak lagi. Tidak hanya bermain pada ranah lokal, label yang dinahkodahi oleh Aditya Ageng ini, tercatat pernah merilis band-band bertaraf internasional seperti Second Combat, Nine Eleven, Alea Jacta Est, Rykers, dsb.

Mereka juga didaulat sebagai distributor resmi album terbaru Terror bertajuk The 25th Hour. Tidak hanya itu, mereka juga akan merilis ulang album Live by the Code (2013) milik punggawa hardcore asal Los Angeles, Amerika Serikat, tersebut.

2. Movement Records
Kredibilitas label asal Jakarta satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Sejak eksistensinya dimulai pada 1998, Movement Records telah menjadi rumah bagi beberapa unit punk lokal seperti Error Crew, Straight Answer, Unrest, Street Voices, The Raws, Dirty Edge, The Jinxz, Triple X, The Sabotage, Septictank, Elloco, Stupidity, Silly Riot, Total Damage, Trendy Reject, The Valid, dsb.

Movement Records pun tercatat pernah merilis album The Viruz (Philadelphia punk) bertajuk Indonesian Split Release. Mereka juga menjadi distributor resmi untuk sebuah proyek kompilasi Punk Aid 2012, yang berisi berbagai band punk dari mancanegara yang diproyeksikan sebagai bentuk dukungan moral untuk insiden penangkapan punk di Aceh.

3. Alternaive
Datang dari kota Bandung, label satu ini telah berhasil menaungi beberapa band yang berasal dari Paris Van Java. Sebut saja Hooded, Milisi Kecoa, Kroia, Haramarah, Cyco Vision, Terror of Dynamite Attack, dsb. Sedangkan untuk yang di luar Bandung, mereka pernah merilis Hellowar, Peace or Annihilation, Grave Dancer, Hantamrata, GunxRose, dsb.

4. True Side Records
Tempat bersemayamnya band-band hardcore keren dari Jakarta seperti Final Attack, A Thousand Punches, Brave Heart, Feel The Burn, Strike Hard, dsb.

Apabila dilihat dari daftar band yang mereka rilis, label asal Jakarta satu ini memfokuskan diri pada genre hardcore.

5. Necros Division
Salah satu label asal Depok yang sedang on fire. Beberapa band lintas genre, mulai dari punk rock, hardcore, hingga post-metal berada dibawah naungan label satu ini. Meskipun dominan merilis nama-nama yang masih asing di telinga khalayak, namun Necros cukup jitu melirik potensi yang ada. Hasilnya label ini berhasil memberikan penyegaran pada skena musik underground, khususnya hc/punk.

Sebut saja Total Jerks, The Kuda, True Hell, Koteka Is The Reason, Tarrkam, Limerence, Ensena, adalah nama-nama yang masih asing. Namun jangan lihat seberapa lama umur band-band tersebut, silakan dengar apa yang mereka mainkan.

Necros beberapa kali menjadi rumah bagi band-band mancanegara seperti Latest Fashion (Swedia), Data Control (Swedia), dan Teenagers (Swedia).

6. Sailboat Records
Rumah bagi band-band berhaluan skramz, post-hardcore, post-rock, screamo, dsb. Yang mana menjadikan label asal Jakarta ini menjadi pelabuhan bagi beberapa nama seperti Amuk Redam, A City Sorrow Built, Senja Dalam Prosa, Forever Always, Woodcabin, dan Seems Like Yesterday.


p.s. keenam label di atas, tidak hanya bertindak sebagai pihak yang memproduksi dan mendistribusikan album band saja. Terkadang label-label tersebut turut serta menjadi organizer gigs, tour booking, dan menjual merchandise band.

Minggu, 06 Desember 2015

Album Terbaru PENs+ Akan Dirilis Label Bandung

Para personil PENs+ saat melegalisir poster mini album
terbaru mereka beberapa waktu lalu. Photo by PENs+ doc.
Setelah berhasil merilis debut mini album Rules (2014) yang kemudian dilanjutkan oleh Soccer (2014), kini PENs+ hadir dengan mini album terbaru bertajuk Our Days. inki/melancholy records yakni sebuah label rekaman asal Bandung yang akan merilis mini album terbaru milik kuartet math-rock Jepang tersebut. Rencananya mini album ini akan rilis dalam bentuk kaset pita pada 23 Desember mendatang.

"PENs+ merupakan salah satu unit musikal dari Jepang yang pantas mendapat atensi lebih," ujar pihak inki/melancholy records, menjelaskan alasannya merilis mini album terbaru PENs+. Sebelumnya mini album milik grup band yang berbasis di Tokyo ini, telah lebih dulu dirilis secara nasional oleh Walk Records pada 2 Desember kemarin. Rencananya juga sebuah label rekaman asal Amerika Serikat, Lauren Records, akan merilisnya dalam format piringan hitam 12".

inki/melancholy records sendiri merupakan label rekaman yang memfokuskan diri pada musik Jepang yang berkualitas. Sebelumnya mereka telah merilis debut mini album dari cetow, unit post rock Tokyo, bertajuk Normal Temperature pada April 2015 lalu. (AL)

Sabtu, 05 Desember 2015

#review | Silampukau "Dosa, Kota, dan Kenangan", CD (Moso'Iki Records, 2015)

Perkenalan dengan Silampukau adalah suatu kebetulan pun keberkahan untuk saya. Sebuah artikel di salah satu fanzine lokal, Another Space, menyatut nama duo Surabaya ini sebagai band yang perlu didengar, yang kemudian membuat saya terkesima. Ketika itu sekitar pertengahan 2013, jika tidak salah, dan Silampukau sudah berstatus bubar dengan meninggalkan jejak rekam mini album Sementara Ini yang dirilis pada 2009.

Ketika itu saya cukup merasa kesal, karena telat mengetahui mereka. Namun selang beberapa tahun kemudian, tepatnya Agustus 2014, SUB/SIDE merilis ulang mini album mereka melalui ayorek.org. Yang kemudian menjadi pertanda bahwa Silampukau akan bangkit kembali. Benar saja, selang setahun kemudian, mereka hadir dengan album penuh bertajuk Dosa, Kota, dan Kenangan.

Pada album penuhnya tersebut mereka tampil dengan musik yang lebih ramai, tidak hanya mengandalkan gitar kopong semata, namun tidak menjauhkan mereka dari kesan sederhana. Yang tak kalah penting adalah mereka masih mempertahankan gaya penulisan lirik yang bersahaja: pemilihan kata yang tak sukar dipahami dan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia khususnya Surabaya.

Saya menahan senyum malu ketika mendengar trek "Lagu Rantau", sebab memiliki kesamaan emosional dengan muatan liriknya. Lalu "Doa 1", sebuah tembang yang bercerita tentang tanggung jawab seorang anak kepada ibu nya juga pada dirinya sendiri, dikemas dalam cerita yang jenaka. Simaklah Silampukau dalam menceritakan lokasi prostitusi termasyhur Dolly pada trek "Si Pelanggan", yang saya taksir sebagai bentuk dukungan moral pasca penutupan lokalisasi tersebut. Kemudian ada "Bola Raya" yang berkisah tentang permainan sepak bola juga menyinggung soal pembangunan, sebuah lagu kritik yang halus pun mengena. Ada juga trek "Sang Juragan" yang tak kalah jenaka-nya, menceritakan kehidupan seorang penjual minuman keras. Total ada sepuluh lagu yang mereka sajikan pada album penuh ini.

Mendengarkan Silampukau saya merasa mendengarkan musik folk yang dulu pernah saya dapatkan dari Iwan Fals. Silampukau tampil manis namun tidak lemah, dalam arti mereka tidak gandrung mabuk dengan tema asmara yang bahkan dibanjiri kata-kata puitis nan sukar dipahami.

Mengutip perkataan Arlo Guthrie bahwa "Folk music is music that everyday people can play, and it inspired a lot of people to make their own music." Lalu saya pikir, sudah saatnya para pemuda mengulik lagu-lagu Silampukau untuk dinyanyikan sebagai teman nongkrong disela-sela padatnya pemukiman dan sudut gang. Setidaknya pemuda tongkrongan hari ini, punya pilihan lagu selain tembang hits Iwan Fals dan Slank. (AL)

Gawking Geek Music: Ajang Tukar Lagu Saturday Night Karaoke dan Aggi

Penampilan SNK di Jakarta.
Photo by Prabu doc.
Trio pop punk Bandung, Saturday Night Karaoke (SNK) berencana saling tukar lagu dengan kuartet twee-pop Jakarta, Aggi. Di mana nantinya SNK akan membawakan lagu "Spill My Blood" sedangkan Aggi dengan "Indie Rock 101 : How To Melt A Hipster In Less Than 10 Minutes".

Proyek tukar lagu ini adalah bagian dari split album mereka yang bertajuk Gawking Geek Music, yang akan rilis pada Januari 2016 mendatang melalui label Rizkan Records. Dengan total enam lagu, album split tersebut rencananya akan dirilis dalam format kaset dengan disertai kupon bebas unduh untuk mendapatkan versi digitalnya.

Bagi kalian yang menggemari Descendents, The Riverdales, Martha, Milk Crime, The Spook School, etc, perlu rasanya menantikan rilisan ini. (AL)

Jumat, 04 Desember 2015

Malem Gitar: Kumpulnya Para Gitaris Hardcore Punk Depok

Zam ketika sedang beraksi bersama CBA.
Photo by Zam doc.
Tiga orang gitaris hardcore-punk kota Depok yakni Zam (CBA), Giring (LOA), dan Ali Akbar (ex-Real Project & Straight Answer), berinisiatif untuk mengadakan Malem Gitar: Gila Sebentar yakni sebuah diskusi seputar gitar yang akan berlangsung di Edisan Cafe pada 08 Desember mendatang. Acara ini berawal dari ketiganya yang sering bertukar informasi seputar alat yang digunakan ketika manggung, harga alat, dan karakter sound masing-masing.

"Hal yang terakhir, sering bersinggungan juga dengan bagaimana sound kita tetap maksimal ditengah seringnya seorang gitaris bercumbu dengan ampli gitar yang maaf, kurang layak tempur," ujar Ali Akbar.

Selain itu, Ali menambahkan, perkembangan yang cukup signifikan terhadap skena hardcore/punk di kota Depok dan semakin banyaknya band yang bermunculan juga mempengaruhi terselenggaranya Malem Gitar ini.

"Menjadi sangat ideal apabila dikonversikan menjadi sebuah acara real yaitu sebuah malam berkumpulnya para gitaris (mungkin nanti akan ada Bassist night?) membahas secara santai tentang kebutuhan akan perlengkapan teknis untuk perform di sebuah panggung."

Acara Malem Gitar ini, tidak hanya diisi oleh mereka bertiga, turut serta Pradit (Limerence) dan Alee (Owner dari Amtech Handwired). Yang secara bergantian akan mempresentasikan mengenai alat yang digunakan ketika manggung dan bagaimana cara memaksimalkannya. Acara ini tidak hanya diperuntukan untuk para gitaris hardcore/punk saja, namun kepada masyarakat umum yang memiliki rasa ingin tau.

"Dan akhirnya, objektif dari event ini adalah banyaknya orang yang mendapatkan masukan-masukan bermanfaat tentang bagaimana mendapatkan karakter gitar yang khas (sesuai kebutuhan) dan lebih berani ber-eksplore dan menabung tentunya," tutupnya. (AL)

Sabtu, 07 Maret 2015

Debut Album Black//Hawk Telah Rilis

Kuartet muda berbahaya dari Palembang, Black//Hawk merilis debut Self Titled EP. Album ini berisi 6 lagu yang proses pengerjaannya dibantu oleh Farid Amriansyah sebagai produser dan dirilis oleh Rimauman Music yang bekerja sama dengan Blacksheep Records.

Debut album ini adalah buah dari amarah yang bergelut dalam jiwa yang memberontak. "Frustrasi akan kehidupan sosial yang direnggut kekuasaan dan ketamakan disuntikkan dengan berat ke dalam musiknya," tulis mereka dalam press release yang kami terima.

Musik yang menyampurkan sludge dan hardcore punk sebagai ramuan peletup lava pijar agresi. Antara ritma cepat dan distorsi berat sludge yang kotor dan kasar. Fuzz kasar, bass distortif dan diakhiri lagu penutup yang introspektif. Menggambarkan bagaimana album tersebut mampu menjadi teman telinga yang menggugah.

Album ini hanya dirilis dalam format tape kaset dengan kuantitas yang terbatas. (Carlo)

Minggu, 01 Maret 2015

[LK019] VA. Not So Quiet On The Starfruitcity


Sejujurnya, keinginan untuk membuat proyek kompilasi bagi skena musik Depok sudah terlintas dalam benak sejak 2 tahun silam. Kami masih ingat, kala itu sudah memulai proses kurasi namun entah hal apa yang membuatnya tertunda tanpa kejelasan. Akhir tahun 2014 lalu kami kembali tersentil lalu teringat dengan proyek ini lagi. Tanpa banyak pertimbangan, kami mulai proses kurasi. Walaupun jadwal rilis yang kami targetkan mundur sebulan, namun kami tak mau patah arang.

Pada akhirnya, ini lah yang sedang ada dihadapan kalian semua. Sebuah proyek kompilasi berisi band-band yang dalam lima tahun terakhir ini mewarnai perkembangan skena musik di Depok. Selamat menikmati. (AL)

Band:
Afraid // SickXRead // Brains Youth // Arcyellow // Disdain // Deal Statement // Day Dream // False Away // Fighter Straight // Limerence // Gowkil // Looking Back // CBA // Modern Guns // In Difference // Still Burn // Stride // Total Jerks // True Hell

Dengarkan lagu:



Download: VA. Not So Quiet On Starfruitcity

Kamis, 26 Februari 2015

#event | Serangan Singkat Chapter Depok

Haramarah dan Brigade of Crow (keduanya dari Bandung) dan Free Speech (Malang) bersama akan melangsungkan rangkaian mini tur ke Jawa Barat. Tajuk tur yang mereka berinama Serangan Singkat Weekend Mini Tour 2015 ini akan berlangsung di empat kota antara lain: Bandung, Bogor, Cipanas, dan Depok.

Khusus di Depok, show mereka akan di organisir oleh Kolektif D'Jahat Crew -sebuah gabungan dari berbagai kolektif yang ada di Depok. Setelah sempat mengalami kendala venue yang mendadak tutup, show tetap akan bergulir tanggal 4 Maret mendatang. "Awalnya kami milih tempat di Edisan Pasar Segar tapi secara mendadak tempatnya tutup," tukas Giring Ichwan mewakili D'Jahat Crew. "Akhirnya DF Studio menjadi pilihannya. Setelah opsi kedua Ramanda ternyata gak menyanggupi mengadakan gig di hari biasa," lanjutnya.

Beberapa band lokal seperti Disdain, CBA, Our Spirit, Limerence, Total Jerks, dan masih banyak lagi, akan turut serta memeriahkan gig tanpa tiket tersebut. Mengingat gig akan berlangsung di dalam studio, maka penerapat ticketing tidak dilakukan. Sebagai gantinya sistem donasilah yang akan dilakukan. Diharapkan teman-teman yang hadir, secara sukarela mengisi kotak donasi yang akan disediakan pihak panitia pada hari H, yang hasilnya akan digunakan untuk keperluan band tur dan juga untuk mengadakan gig selanjutnya. (AL)



Hear the sounds, click more.

Senin, 23 Februari 2015

Lemarikota Records Rilis Teaser Not So Quiet on the Starfruit City

Seperti yang telah diberitahu sebelumnya bahwa Lemarikota Records sedang menggarap sebuah proyek kompilasi bertajuk Not So Quiet on the Starfruit City. Yakni sebuah kompilasi yang menyajikan wajah-wajah baru nan segar yang mengramaikan skena musik Depok dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Meski jadwal rilis sempat tertunda karna beberapa kendala internal, namun pihak Lemarikota Records tetap optimis melanjutkan proyek ini. "Jadwal rilis mundur menjadi awal Maret mendatang," tutur Alfian Putra selaku editor in chief Lemarikota Webzine dan juga kurator.

Kesiapan tersebut dibuktikan dengan dirilisnya teaser berdurasi 3 menit yang menampilkan cuplikan dari band-band yang turut serta dalam proyek kompilasi tersebut.

Total terdapat 18 band yang akan siap membombardir telinga kalian semua. (M. Farul)



Band:
01. Afraid
02. SickXRead
03. Arcyellow
04. Brains Youth
05. CBA
06. Daydream
07. Deal Statement
08. Disdain
09. False Away
10. Fighter Straight
11. Gowkill
12. Limerence
13. Looking Back
14. Modern Guns
15. Still Burn
16. Stride
17. Total Jerks
18. True Hell

Sabtu, 21 Februari 2015

Video of Today: Bedchamber - Perennial (Official Music Video)


Unit indiepop Jakarta yang lagi jadi buah bibir, Bedchamber, mengeluarkkan video klip teranyar mereka untuk lagu "Perennial". Pengambilan gambarnya sampai ke Amerika Serikat segala. Keren deh.

Rabu, 18 Februari 2015

Video of Today: Straight Answer - Live in Japan


Veteran hardcore asal Jakarta, Straight Answer, belum lama ini menggelar touring ke Jepang. Straight Answer bisa dikatakan adalah band hardcore pertama yang menggelar beberapa show di Jepang. Berikut ini kami sematkan sebuah video live mereka sewaktu tampil di Jepang. Mengagumkan sekali! Semoga setelah mereka, ada band Indonesia lain yang juga melakukan hal yang sama.

Minggu, 15 Februari 2015

Superglad Tampilkan Sisi Romantis Dalam Single Baru "Aku Jatuh Cinta"

Ada sesuatu yang baru dari sosok Superglad. Unit rock asal Jakarta dengan predikat ugal-ugalannya ini, kini justru mendadak menjadi manis. Hal tersebut nampak dari single terbaru mereka berjudul "Aku Jatuh Cinta" yang dirilis sekaligus untuk merayakan hari Valentine.

Dengan menggandeng penyanyi wanita pendatang baru, Jess Harwig, Superglad memasuki ranah baru yang sama sekali berbeda dengan apa yang telah mereka jelajahi selama berkiprah 12 tahun di kancah musik nasional. Meski begitu, Superglad tetaplah Superglad. Karakter rock yang selama ini identik dengan mereka tetap tak bisa lepas di single ini.

"Selain single ini, rencananya akan ada dua lagu lain yang memang secara konsep sengaja dibuat jauh dari karakter Superglad yang sudah terbangun selama ini," tulis mereka dalam press release yang kami terima.

Single "Aku Jatuh Cinta" ini baru akan resmi dilepas pada 16 Maret besok melalui website www.rollingstone.co.id. Single ini merupakan salah satu lagu yang akan ada di mini album terbaru mereka, bertajuk 12. Mini album tersebut akan segera rilis pada Maret 2015 nanti, yang mana bertepatan dengan ulang tahun Superglad yang ke 12. (AL)

Video of Today: ALICE - Memberangus di Kaki Langit (Official Music Video)


Yo, pasukan dark hardcore/punk/metal dari Bandung, ALICE, mengeluarkan video musik terbaru untuk lagu "Memberangus di Kaki Langit". Lagu tersebut adalah bagian dari album Self Titled mereka yang dirilis oleh Lawless Records dalam format piringan hitam 7".

Kamis, 12 Februari 2015

Disdain Keluarkan "In Ordinary" Sebelum Album

Photo by Disdain doc.
Unit post-hardcore/screamo asal Depok, Disdain, rilis single dengan judul “In Ordinary” pada 11 Maret kemarin melalui akun bandcamp. Single tersebut diproyeksikan sebagai perkenalan kepada khalayak luas sebelum debut album mereka dengan tajuk yang sama rilis pada 14 Februari mendatang.

Band yang terbentuk pada 2012 silam ini bekerja sama dengan Optical Records untuk merilis debut album dalam bentuk CD dan Tape Cassette.

Optical Records selaku label yang menaungi mereka akan menyajikan 3 jenis bundlepack: 1. CD+Kaset+Kaos+Poster dengan harga Rp. 160.000; 2. CD+Kaos+Poster dengan harga Rp. 145.000; 3. CD+Kaset+Poster dengan harga Rp. 60.000.

Saat ini sistem pre-order sudah dibuka dan untuk pemesan bisa langsung mengisi form yang tertera dalam link berikut: https://docs.google.com/forms/d/14EatZR0cLTWYCDQ6asQ7E8a6b9oKV6K7d7fy_xDOU2k/viewform?c=0&w=1, untuk pemesan internasional atau dengan pembayaran menggunakan paypal bisa langsung ke http://opticalrecords.tictail.com/products . (AL)

Rabu, 11 Februari 2015

Video of Today: Mooseo - Punk Percontohan (Official Music Video)


Video ini keren! (Sepertinya) wajib ditonton semua orang! Cukup sekian! Terima kasih!

CBA Rilis Lagu Cinta "Heavenly Night"

Memasuki bulan kedua di tahun 2015 ini, CBA mempunyai sebuah persembahan yakni lagu baru berjudul “Heavenly Night”. Bulan Februari yang disebut-sebut sebagai bulan penuh kasih sayang menjadi pertimbangan mereka untuk merilis lagu baru tersebut. “Pokok pikiran utama dalam lagu tersebut memang cinta dan kami merasa pas saja dengan bulan ini,” ujar band asal Depok ini.

Lebih lengkapnya mereka menuturkan bahwa, “Sebenernya lagu ini mau dirilis pas suasana politik negeri ini sedang panas pertengahan tahun lalu. Biar semua jadi adem. Namun banyak faktor yang menjadi kendalanya.”

Lagu berjudul “Heavenly Night” ini sejatinya mengkisahkan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara pada sebuah malam disaat Pemilihan Umum Presiden berlangsung. Alih-alih ikut ambil pusing dalam dua kubu satu dan dua, mereka lebih memilih untuk memadu kasih.

Sebelumnya CBA telah merilis sebuah single berjudul “Out of Box” pada bulan kemarin. Saat ini mereka sedang dalam persiapan untuk rekaman guna keperluan mini album terbaru nantinya. (Rezky Maulana)

Neurosesick Rilis Single Kedua "Terungku"

Photo by Neurosesick doc.
Setelah beberapa waktu lalu Neurosesick melepas single instrumen "Sic Semper Tyrannis", kini mereka kembali melepas single terbaru berjudul "Terungku". Dalam bahasa Indonesia, Terungku memiliki arti penjara. Hal tersebut mereka ibaratkan seperti kehidupan yang bebas secara harfiah namun terkungkung dalam tatanan yang berpihak.

"Kehidupan kami atau mungkin Anda yang suatu saat akan sap dicerabut demi kepentingan mereka yang berkuasa. Hanya bisa terbungkan ketika ujung senjata mengacung di atas kepala dan pasrah dengan nominal yang tak sebanding, atau bahkan nominal itu tak ada sama sekali," ujar mereka dalam press release yang LK terima.

Band asal Malang yang digawangi oleh Fajar (Vocal), Antox (Guitar), Hajar (Bass) and Ubed (drum) ini sedang mempersiapkan mini album masih dalam proses pengerjaan. Terdapat 6 buah lagu termasuk dua single yang sudah dirilis dan akan dirilis oleh Alaium Records pada April mendatang. (AL)

#review | Righting Wrong "Muda Berbahaya", CD (Samstrong records, 2014)

Righting Wrong segerombolan hc/metal asal kota batik Pekalongan (BCHC) akhirnya berhasil membuat rilisan terbadass lewat Muda Berbahaya.

Band yang digawangi Rezha, Zaenuri, Saddam, dan Kemal ini cukup berhasil meramu 90's hc dengan sound bulat ala metalcore Dan beat cacthcy ala Beastie boys yang menambah kegaharan mereka dialbum ini.

Bila kalian penikmat setia Madball, Hatebreed, dan Final Attack saya dedikasikan album ini untuk dikonsumsi dengan volume maksimal. (Budi Cole)

Jumat, 30 Januari 2015

Video of Today: The borstal - Gimme Your Anger (Official Music Video)


Video klip terbaru dari unit punk rock Jakarta, The Borstal. Lagu "Gimmie Your Anger" sekaligus menjadi single untuk album terbaru mereka Gimmie Your Anger yang dirilis oleh Warriors Records. Enjoy punx!