Bagaimana komunitas musik tumbuh dan berkembang di Tanah Air kita? Komunitas-komunitas musik di Tanah Air ini tidak hanya mengajarkan musik klasik Barat yang baku, tetapi juga mengajarkan peserta didiknya mengenal dan menafsir kembali alunan musik tradisional dan kontemporer yang beraneka ragam. Tradisi pentas musik yang dihadiri masyarakat luas adalah salah satu bentuk laporan kepada publik tentang hasil dari kegiatan selama latihan.
Musical Prologue adalah konser tahunan yang diadakan oleh Autodidact Violin Community (AVC) Depok. Dengan mengambil momen Valentine sebagai salah satu pendukung diadakannya konser ini. Kebebasan berekspresi serta peningkatan kreativitas selama latihan telah merangsang para peserta didik menemukan gaya musik yang berbeda. Konser ini berusaha untuk menyampaikan maksud dari seorang komposer ataupun seorang tokoh yang dikemas melalui alunan musik orkestra.
Musical Prologue tahun 2014 ini adalah kedua kalinya konser musik yang diadakan AVC. Musical Prologue kali ini bertajuk “Let The Music Explain” dengan mengangkat kisah nyata dua insan yang sejak dari kecil hingga tumbuh dewasa, mereka tumbuh bersama mulai dari tempat tinggal yang berdekatan, sekolah yang sama, bermain, dsb. Dalam masa pertumbuhan itu sudah tumbuh perasaan cinta diantara mereka, hanya saja mereka malu untuk mengungkapkan perasaan tersebut. Sampai suatu ketika Sang Pria, ingin mengungkapkan perasaannya. Akan tetapi disaat ia ingin mengungkapkan perasaannya, ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Sang Pria meninggal dunia. Hal ini membuat hancur perasaan Sang Wanita, bahkan kata-kata pun tidak mampu untuk menjelaskannya. Oleh karena itu, biarkan musik yang menjelaskan, kenangan suka maupun duka “Let The Music Explain”.
Konser Music yang telah dipersiapkan dari jauh-jauh hari ini, akan diselenggarakan pada hari minggu, tanggal 23 Februari 2014, pukul 19.00 WIB, di Teater Salihara, Jl. Salihara No. 16 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Agung Saputra)
Selasa, 18 Februari 2014
Jumat, 14 Februari 2014
For The Flames Beneath Your Bridge “LXX.VII”, CD (Avenue Road Records, 2010)
Begitu banyak rilisan-rilisan epik dalam negeri yang tidak tertangkap media, bahkan terdengar para pendengar. LXX.VII, adalah salah satu contohnya. Debut album dari chaostic hardcore / mathcore unit asal Jakarta ini sungguh akan membuat para pendengar berfikir dua kali untuk menganggap remeh band yang endorsement clothing line ternama ibu kota yang digandrungi anak muda. Dengan konsep seven deadly sins yang diangkat dari kitab Bible, mengingatkan kita akan dosa-dosa yang kita lakukan setiap hari pada lirik-liriknya. Sounds religious, huh? Who’s give a fuck, this guys crazy!
Diawali dengan lagu pembuka instrumental, “Annex”, yang bertugas untuk menjadi penyapa telinga pendengar. Band ini pun langsung menghantam pendengar dengan teriakan-teriakan Ekrig pada nomor “Luxurious Lust” dan “Gluttony”, melolong layaknya serigala ditengah malah. Dibalut dengan distorsi gitar dan drum yang cukup padat.
“My Pride Is The Greatest” dimulai dengan shredding guitar yang cukup cepat, bersamaan dengan brutalnya pukulan drum Abinara Savatri. Sang vokalis menyanyikan lagu tentang kebanggaan terlalu dipuja-puja. Distorsi gitar pada nomor ini pun memainkan riff-riff ala southern rock pada pertengahan lagu, yang mengingatkan akan Every Time I Die. For your info, lagu ini adalah lagu rename dari Vanity, lagu awal demo mereka yang cukup terkenal. Dan langsung di sambung dengan “Sloth” yang membawa riff yang melodik nan melankolis hingga nuansa kelam diakhir lagu.
Seperti kurang puas akan hasil pada track nomer satu, “Annexed” menjadi interlude pada album ini. Lanjut pada “Avaritia” yang cukup menampilkan sedikit perbedaan dari sebelum-sebelumnya. Banyak clean vocal sing-a-long yang diselipkan pada nomer ini. Dan tak lupa teriakan menggema dengan nada memohon pada detik-detik terakhir.
Dua lagu terakhir menjadi amunisi penghabisan akan serangan teriakan dan distorsi. Seluruh personel mengerahkan seluruh tenaga pada “I Am The Wrath” dan “Envy: The Rottenness of The Bones”. Mengakhiri betapa berhayanya album ini.
Dari segi lirik, Ekrig-lah dalang di balik semua kata-kata yang tertuang pada album ini. Penggemar berat dari Converge dan Thursday berhasil menulis lirik-lirik tepat dengan tema tujuh dosan mematikan tanpa menimbulkan unsur kristiani, bahkan dapat dilihat dari sudut pandang universal layaknya dua band kesayangannya tersebut. Ekrig such a genius man!
Tapi entah kenapa semenjak band ini menetaskan debut album dan bermain di beberapa gig 2011. Namanya sudah tak terdengar lagi. Selain beberapa personelnya yang cukup sibuk (sang vokalis mempunyai toko bisnis CD dan piringan hitam di daerah Kemang), dan juga kurangnya terdengar album mereka ke pendengar luas yang membuat band ini sangat underrated. (Haris Prbw)
For the fans of : Converge, The Chariot, Botch, The Number Twelve Looks Like You.
Diawali dengan lagu pembuka instrumental, “Annex”, yang bertugas untuk menjadi penyapa telinga pendengar. Band ini pun langsung menghantam pendengar dengan teriakan-teriakan Ekrig pada nomor “Luxurious Lust” dan “Gluttony”, melolong layaknya serigala ditengah malah. Dibalut dengan distorsi gitar dan drum yang cukup padat.
“My Pride Is The Greatest” dimulai dengan shredding guitar yang cukup cepat, bersamaan dengan brutalnya pukulan drum Abinara Savatri. Sang vokalis menyanyikan lagu tentang kebanggaan terlalu dipuja-puja. Distorsi gitar pada nomor ini pun memainkan riff-riff ala southern rock pada pertengahan lagu, yang mengingatkan akan Every Time I Die. For your info, lagu ini adalah lagu rename dari Vanity, lagu awal demo mereka yang cukup terkenal. Dan langsung di sambung dengan “Sloth” yang membawa riff yang melodik nan melankolis hingga nuansa kelam diakhir lagu.
Seperti kurang puas akan hasil pada track nomer satu, “Annexed” menjadi interlude pada album ini. Lanjut pada “Avaritia” yang cukup menampilkan sedikit perbedaan dari sebelum-sebelumnya. Banyak clean vocal sing-a-long yang diselipkan pada nomer ini. Dan tak lupa teriakan menggema dengan nada memohon pada detik-detik terakhir.
Dua lagu terakhir menjadi amunisi penghabisan akan serangan teriakan dan distorsi. Seluruh personel mengerahkan seluruh tenaga pada “I Am The Wrath” dan “Envy: The Rottenness of The Bones”. Mengakhiri betapa berhayanya album ini.
Dari segi lirik, Ekrig-lah dalang di balik semua kata-kata yang tertuang pada album ini. Penggemar berat dari Converge dan Thursday berhasil menulis lirik-lirik tepat dengan tema tujuh dosan mematikan tanpa menimbulkan unsur kristiani, bahkan dapat dilihat dari sudut pandang universal layaknya dua band kesayangannya tersebut. Ekrig such a genius man!
Tapi entah kenapa semenjak band ini menetaskan debut album dan bermain di beberapa gig 2011. Namanya sudah tak terdengar lagi. Selain beberapa personelnya yang cukup sibuk (sang vokalis mempunyai toko bisnis CD dan piringan hitam di daerah Kemang), dan juga kurangnya terdengar album mereka ke pendengar luas yang membuat band ini sangat underrated. (Haris Prbw)
For the fans of : Converge, The Chariot, Botch, The Number Twelve Looks Like You.
Video of Today: Indische Party - Hey Girl (Official Video)
Video clip teranyar milik unit garagerock asal Jakarta, Indische Party, berjudul "Hey Girl". Indische Party merilis debuat album self-titled pada pertengahan tahun lalu di bawah bendera label Demajors.
The Kuda: "Punk Juga Punya The Kuda, Emangnya Cewek Sexy Doang"
Hey siapa yang belum tau The Kuda? Ayoo ngacung. Sini kumpul-kumpul imoet dulu, tanya jawab menegangkan yang membuat sebuah komite perdamaian dunia terdecak kagum, aduh jadi pusing kenapa harus komite padahal gak penting juga. Langsung aja ya, 5 unit punk rock 70an asal kota “hujan” Bogor ini sudah malang melintang menggagahi gigs-gigs meriah di kota-kota besar. Sudah mengeluarkan EP di tahun 2011 yang dirilis juga oleh netlabel tersohor asal Yogyakarta yaitu Yesnowave. Ingin mengetahui lebih dalam tentang mereka ? Simak interview hangat bersama The Kuda, criinggg... (Fauzan)
Helo The Kuda apa kabar teranyarnya?
Halo... Kabar teranyar kita penuh sama rencana membuat rilisan sebanyak banyaknya. Take-take-take..rilis-rilis-rilis... Bersiap-lah. heheee... Kita bakal banyakin lagu berlirik bahasa Indonesia.
Boleh dikenalin The Kuda tuh siapa aja tciih?
The Kuda masih formasi dulu: Adipati (pokal), Idam (gitarz), Ahong (dram), Aanu (basz), & Jamur (gitars).
Kenapa dinamain The Kuda gak the rusa? Ceritain awal mula sejarah nya kebentuk orkes dumprak sumbawanya?
Awalnya kita ngasih nama Kebon Jahe. Itu nama tempat di Bogor yang jadi paporit anak-anak berburu barang-barang bekas. Yup, itu nama kawasan pasar loak yang kami cintai dan kagumi. Dan entah kenapa tiba-tiba Ahong bilang 'pake nama kuda aja', yang lain pun sontak entah kenapa untuk setuju. Ditambahin the biar gaya-gayaan aja.. hehehe...
Ngomong-ngomong dumprak sumbawa 77s rock band , bisa dijelasin maksudnya?
Dumprak tuh layaknya derap langkah kuda yang penuh power dan gagah. Kuda liar yang bebas tidak di tunggangi seperti kuda sumbawa. Yeahhh... Susu kuda liar yang fenomenal itu. Angka 77 keren-kerenan aja sok-sok-an semangat band-band liar di tahun 1977. Sudah ada angka 77 jadi gausah pake kata punk lagi. Aduhhh... ini cerita apa? jadi bingung...
Mystery Torpedo EP, bisa diceritain proses produksinya?
Prosesnya kita take live satu jam, pulang ng-take kita begadang di warnet temen buat numpang miksing. Kita miksing cuma pake headset yang udah jelek, sialan banget pokoknya. Besoknya kita puyeng buat bikin cover dan pekejing segala macem. Tiba-tiba kita liat ada majalah gadis edisi taun 90an, gak pake lama, langsung kita gunting tempel gambar-gambar dan kata-kata yang keren dan menakjubkan. Terus masternya kita potokopiin. Beli cd kosong patungan dan jadi deh. Kita buat dan melakukan apa yang kita suka, udah-sederhana.
Lirik The Kuda biasanya dibikin sama siapa? Inspirasinya dari mana aja?
Urusan lirik si Adipati yang bikin. Anak-anak yang laen aja bingung dia cerita apaan. Sok-sok-an bahasa Inggris segala. Ahh, dia mah inspirasinya wanita. Gak beda kaya band-band melayu.
Lagu "Hey Jansen" masuk jadi Ost. Film Rocket Rain, gimana tuh awal mula terjadi seperti demikian?
Awal mulanya gimana kita juga bingung. Tau-tau diajakin buat nyumbang lagu di Rocket Rain. Baiknya ditanyakan sama yang buat pilemnya deh awal mulanya, lupa. Hahahahaha...
Bisa diceritain sedikit tentang artwork The Kuda yang terpampang di 7th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art Australia ?
Hehehe... Silahkan masuk ke website apt7. Disitu Indonesia yang diwakili oleh ruang rupa memilih The Kuda sebagai band Indonesia yang pernah ada di era 70an. Semua instalasi di sana dipersiapkan seakan-akan sungguhan, semacam hoax. Selama beberapa minggu pameran tersebut menyajikan segala sesuatu tentang The Kuda tidak hanya artwork, lagu, photo, alat-alat musik, sampai barang-barang pribadi milik para personil The Kuda. Panjang ceritanya. Jelasnya gimana, tanya aja sama ruang rupa tuh dalang nya.
Setelah split album dengan Gangrena Surf (Chili) dan Night Stalkers (Prancis), ada rencana split album lagi?
Wah, rencana sedang berlangsung sudah lama. Banyak banget pr (baca: pekerjaan rumah.red) dan hutang split sama band-band Indonesia dan bukan Indonesia.
Di taun kuda ini apakah rencana kalian? apakah album full The Kuda bakal segera direalisasikan? Kemaren katanya sempet ada sesuatu ganjalan ? Bisa di tell-tell ke kita?
Tahun ini kita bakal banyakin banyak rilisan. Rencana kita dulu, The Kuda bakal ngeluarin album sebanyak banyaknya. Sampe tua nanti. Ganjelan nya kita jarang konak aja. Lagi pada sibuk nyari duit buat hidup. Hehehe...
Apakah ada niatan untuk membuat lagu yang berdurasi lama?
Kita bikin lagu kebanyakan spontan. Nanti mungkin album kita bukan pnjang panjang lagu nya. Tapi banyak.
Bagaimana menurut The Kuda perkembangan scene hc/punk atau sejawatnya di kota asal (Bogor) ? Band Bogor apa yang direkomendasiin buat didenger pemirsyah ?
Scene di bogor menurut kita tetap asoy. Kita semua lahir di Bogor, dari kecil di Bogor. Semuanya keren-keren dah. Cuma sekarang-sekarang sudah gak rame kayak dulu. Ayoo dong rame-in lagi. Hehe... Band Bogor yang keren itu buat kita KLUB DJAHAT, band idola para kaula muda :*. Banyak deh band-band yang bagus di Bogor: Revolt, Let's Go, Adopta, Reidvoltus, Sex Sux, Eyeliner, Mary Ann, Cause, dan lain-lain.
Kegiatan The Kuda selain ngeband?
Kegiatan kita banyak, ada yang tukang oprek website, tukang serpis vespa, tukang disen, juragan keramik. Wkwkwkwk... Kita biasa nya kumpul-kumpul, liatin mbak-mbak sexy di sore hari, becanda, bir, bir, alkohol lagi, dll. Tapi kita belum pernah mandi bareng, BENERAN.
Apa yang the kuda tau tentang Lemari Kota Webzine?
Lemari kota webzine itu asoy. Informasi-informasi seputar punk, hc, dll nya dapet banget. Semoga terus ada sampe tua nanti. Jangan kayak webzine-webzine lain nya yang hilang tiba-tiba. "Punk juga punya media, emang nya lo doang" Kalo kita "Punk juga punya the kuda, emang nya cewe-cewe sexy doang". hehe...
Mimpi basah pertama kalian umur berapa?
Kita gak mimpi basah, tapi kita mimpi di elus-elus sama basahin cewe-cewe, sampe crottttt, beuhhhh..
Kata kata terakhir untuk pemirsyah. Coba apa?
Tetap semangat, jangan lupain alkohol buat yang doyan minum, jangan lupain ngeband, nongkrong, semangat terus sampe tua.
Satu lagi ada bocoran nih. Kita bakal ngeluarin kaos terbaru bonus-nya album kita.
Makasih yah The Kuda. Sukses terus buat semuanya. Kita tunggu loh ya albumnya. Terima kasih The Kuda yang telah menginspirasi anak bangsa. loh? hehe..
Helo The Kuda apa kabar teranyarnya?
Halo... Kabar teranyar kita penuh sama rencana membuat rilisan sebanyak banyaknya. Take-take-take..rilis-rilis-rilis... Bersiap-lah. heheee... Kita bakal banyakin lagu berlirik bahasa Indonesia.
Boleh dikenalin The Kuda tuh siapa aja tciih?
The Kuda masih formasi dulu: Adipati (pokal), Idam (gitarz), Ahong (dram), Aanu (basz), & Jamur (gitars).
Kenapa dinamain The Kuda gak the rusa? Ceritain awal mula sejarah nya kebentuk orkes dumprak sumbawanya?
Awalnya kita ngasih nama Kebon Jahe. Itu nama tempat di Bogor yang jadi paporit anak-anak berburu barang-barang bekas. Yup, itu nama kawasan pasar loak yang kami cintai dan kagumi. Dan entah kenapa tiba-tiba Ahong bilang 'pake nama kuda aja', yang lain pun sontak entah kenapa untuk setuju. Ditambahin the biar gaya-gayaan aja.. hehehe...
Ngomong-ngomong dumprak sumbawa 77s rock band , bisa dijelasin maksudnya?
Dumprak tuh layaknya derap langkah kuda yang penuh power dan gagah. Kuda liar yang bebas tidak di tunggangi seperti kuda sumbawa. Yeahhh... Susu kuda liar yang fenomenal itu. Angka 77 keren-kerenan aja sok-sok-an semangat band-band liar di tahun 1977. Sudah ada angka 77 jadi gausah pake kata punk lagi. Aduhhh... ini cerita apa? jadi bingung...
Mystery Torpedo EP, bisa diceritain proses produksinya?
Prosesnya kita take live satu jam, pulang ng-take kita begadang di warnet temen buat numpang miksing. Kita miksing cuma pake headset yang udah jelek, sialan banget pokoknya. Besoknya kita puyeng buat bikin cover dan pekejing segala macem. Tiba-tiba kita liat ada majalah gadis edisi taun 90an, gak pake lama, langsung kita gunting tempel gambar-gambar dan kata-kata yang keren dan menakjubkan. Terus masternya kita potokopiin. Beli cd kosong patungan dan jadi deh. Kita buat dan melakukan apa yang kita suka, udah-sederhana.
Lirik The Kuda biasanya dibikin sama siapa? Inspirasinya dari mana aja?
Urusan lirik si Adipati yang bikin. Anak-anak yang laen aja bingung dia cerita apaan. Sok-sok-an bahasa Inggris segala. Ahh, dia mah inspirasinya wanita. Gak beda kaya band-band melayu.
Lagu "Hey Jansen" masuk jadi Ost. Film Rocket Rain, gimana tuh awal mula terjadi seperti demikian?
Awal mulanya gimana kita juga bingung. Tau-tau diajakin buat nyumbang lagu di Rocket Rain. Baiknya ditanyakan sama yang buat pilemnya deh awal mulanya, lupa. Hahahahaha...
Bisa diceritain sedikit tentang artwork The Kuda yang terpampang di 7th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art Australia ?
Hehehe... Silahkan masuk ke website apt7. Disitu Indonesia yang diwakili oleh ruang rupa memilih The Kuda sebagai band Indonesia yang pernah ada di era 70an. Semua instalasi di sana dipersiapkan seakan-akan sungguhan, semacam hoax. Selama beberapa minggu pameran tersebut menyajikan segala sesuatu tentang The Kuda tidak hanya artwork, lagu, photo, alat-alat musik, sampai barang-barang pribadi milik para personil The Kuda. Panjang ceritanya. Jelasnya gimana, tanya aja sama ruang rupa tuh dalang nya.
Setelah split album dengan Gangrena Surf (Chili) dan Night Stalkers (Prancis), ada rencana split album lagi?
Wah, rencana sedang berlangsung sudah lama. Banyak banget pr (baca: pekerjaan rumah.red) dan hutang split sama band-band Indonesia dan bukan Indonesia.
Di taun kuda ini apakah rencana kalian? apakah album full The Kuda bakal segera direalisasikan? Kemaren katanya sempet ada sesuatu ganjalan ? Bisa di tell-tell ke kita?
Tahun ini kita bakal banyakin banyak rilisan. Rencana kita dulu, The Kuda bakal ngeluarin album sebanyak banyaknya. Sampe tua nanti. Ganjelan nya kita jarang konak aja. Lagi pada sibuk nyari duit buat hidup. Hehehe...
Apakah ada niatan untuk membuat lagu yang berdurasi lama?
Kita bikin lagu kebanyakan spontan. Nanti mungkin album kita bukan pnjang panjang lagu nya. Tapi banyak.
Bagaimana menurut The Kuda perkembangan scene hc/punk atau sejawatnya di kota asal (Bogor) ? Band Bogor apa yang direkomendasiin buat didenger pemirsyah ?
Scene di bogor menurut kita tetap asoy. Kita semua lahir di Bogor, dari kecil di Bogor. Semuanya keren-keren dah. Cuma sekarang-sekarang sudah gak rame kayak dulu. Ayoo dong rame-in lagi. Hehe... Band Bogor yang keren itu buat kita KLUB DJAHAT, band idola para kaula muda :*. Banyak deh band-band yang bagus di Bogor: Revolt, Let's Go, Adopta, Reidvoltus, Sex Sux, Eyeliner, Mary Ann, Cause, dan lain-lain.
Kegiatan The Kuda selain ngeband?
Kegiatan kita banyak, ada yang tukang oprek website, tukang serpis vespa, tukang disen, juragan keramik. Wkwkwkwk... Kita biasa nya kumpul-kumpul, liatin mbak-mbak sexy di sore hari, becanda, bir, bir, alkohol lagi, dll. Tapi kita belum pernah mandi bareng, BENERAN.
Apa yang the kuda tau tentang Lemari Kota Webzine?
Lemari kota webzine itu asoy. Informasi-informasi seputar punk, hc, dll nya dapet banget. Semoga terus ada sampe tua nanti. Jangan kayak webzine-webzine lain nya yang hilang tiba-tiba. "Punk juga punya media, emang nya lo doang" Kalo kita "Punk juga punya the kuda, emang nya cewe-cewe sexy doang". hehe...
Mimpi basah pertama kalian umur berapa?
Kita gak mimpi basah, tapi kita mimpi di elus-elus sama basahin cewe-cewe, sampe crottttt, beuhhhh..
Kata kata terakhir untuk pemirsyah. Coba apa?
Tetap semangat, jangan lupain alkohol buat yang doyan minum, jangan lupain ngeband, nongkrong, semangat terus sampe tua.
Satu lagi ada bocoran nih. Kita bakal ngeluarin kaos terbaru bonus-nya album kita.
Makasih yah The Kuda. Sukses terus buat semuanya. Kita tunggu loh ya albumnya. Terima kasih The Kuda yang telah menginspirasi anak bangsa. loh? hehe..
Kamis, 13 Februari 2014
#youshouldknow | Indoriot dan Street Gigs Boper
Merunut catatan sejarah skena punk Kota hujan (baca: Bogor) tidak lengkap rasanya tidak menyebutkan unit punk rock kawakan bernama Indoriot. Pada awalnya band yang terbentuk pada tahun 2005 ini hanya sekedar genjrang genjreng tongkrongan di jalanan. Bila di ibaratkan, ini band unite dimana dari semua tongkrongan punk di Bogor hadir menjadi kolaboratornya, seperti Matahari, Selot, Salak, dan Telkom.
Formasi awal Indoriot, Mad mad mad (vocal) Oki (gitar, back vocal), Adul (gitar),Alm. Jacob (bass), Toge (drum), sempat masuk Boker ( gitar, vocal), dan formasi terkini yaitu Oki (vocal), Adul (gitar) Egi (gitar), Reza (bass), Toge (drum).
Indoriot adalah band yang hampir selalu tampil di street gigs Boper yang me”legenda”. Sedikit info tentang street gigs Boper di Bogor, street gigs ini diadakan setiap malam minggu dari tengah malam hingga menjelang subuh berada di depan toko roti bernama Bogor Permai. Acara yang dikerjakan secara kolektif, udunan dari seluruh performer, dengan etos DIY yang begitu kental, sayang karena terjadi kesalahpahaman dengan warga sekitar yang menimbulkan korban, gigs ini pun mati suri sampai saat ini.
Kembali ke Indoriot, unit punk rock kota hujan yang terinfluence oleh semua band band punk lokal dan mancanegara lintas genre ini sayangnya baru menelurkan satu buah di tahun 2011, berisi 4 tracks yang bebas unduh. Tapi kalian tidak perlu kawatir punk! Indoriot berencana merilis full album nya di tahun ini, sejauh ini progress nya baru sampai merekam drum, dikarenakan kesibukan dari masing- masing kolaborator. Mudah- mudah an target berjalan sesuai rencana ya guys,kita tunggu saja!
Ada hadiah nih kaya di tutup botol minuman soda, sebuah testimoni dan unduhan gretong, cuuuss
Hey indoriot, kesan-kesan tentang street gigs boper?
Street gigs boper???? Edan! Seru! Penuh kenangan hahahah. Satu wisata malam di bogor yang seharusnya gak pernah hilang dari kota ini, lebih murah dari lokalisasi, lebih bising dari club dugem. (Fauzan)
Link unduh:
http://www.mediafire.com/?nraqhutucmaz05l#1
Formasi awal Indoriot, Mad mad mad (vocal) Oki (gitar, back vocal), Adul (gitar),Alm. Jacob (bass), Toge (drum), sempat masuk Boker ( gitar, vocal), dan formasi terkini yaitu Oki (vocal), Adul (gitar) Egi (gitar), Reza (bass), Toge (drum).
Indoriot adalah band yang hampir selalu tampil di street gigs Boper yang me”legenda”. Sedikit info tentang street gigs Boper di Bogor, street gigs ini diadakan setiap malam minggu dari tengah malam hingga menjelang subuh berada di depan toko roti bernama Bogor Permai. Acara yang dikerjakan secara kolektif, udunan dari seluruh performer, dengan etos DIY yang begitu kental, sayang karena terjadi kesalahpahaman dengan warga sekitar yang menimbulkan korban, gigs ini pun mati suri sampai saat ini.
Kembali ke Indoriot, unit punk rock kota hujan yang terinfluence oleh semua band band punk lokal dan mancanegara lintas genre ini sayangnya baru menelurkan satu buah di tahun 2011, berisi 4 tracks yang bebas unduh. Tapi kalian tidak perlu kawatir punk! Indoriot berencana merilis full album nya di tahun ini, sejauh ini progress nya baru sampai merekam drum, dikarenakan kesibukan dari masing- masing kolaborator. Mudah- mudah an target berjalan sesuai rencana ya guys,kita tunggu saja!
Ada hadiah nih kaya di tutup botol minuman soda, sebuah testimoni dan unduhan gretong, cuuuss
Hey indoriot, kesan-kesan tentang street gigs boper?
Street gigs boper???? Edan! Seru! Penuh kenangan hahahah. Satu wisata malam di bogor yang seharusnya gak pernah hilang dari kota ini, lebih murah dari lokalisasi, lebih bising dari club dugem. (Fauzan)
Link unduh:
http://www.mediafire.com/?nraqhutucmaz05l#1
Rabu, 12 Februari 2014
Interview: Modern Guns
Modern Guns adalah band melodic hardcore asal Depok yang saat ini menjadi buah bibir tak sedikit orang, berkat karya-karyanya yang gemilang. Band yang terbentuk tahun 2010 dan sempat bongkar pasang personil hingga satu tahun berikutnya ini, sedang menggarap debut mini album. Dan dalam interview ini Gaga (vokalis) akan menceritakan kelanjutan dari proyek debut mini album tersebut hingga berbagi pandangan soal gigs dan fashion dalam skena hardcore. So langsung saja kita simak bersama. (Reza)
Sebelum kita mulai interview ini tolong perkenalkan dulu siapa saja orang-orang di balik modern guns ini ? dan kesibukan kalian masing-masing ?
Saya sendiri Gaga (vocal) kesibukan saya kerja aja sebagai admin di sebuah clothing company di Jakarta. Calvin (guitar) mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Rendy (guitar) bekerja di salah satu printing company di Jakarta. Partanx (bass) pemain bass disalah satu band pop di Bali dan sekarang pindah ke Jakarta. Dan Edy (drum) drummer band pop asal Jakarta.
Ada band yang meng-influence kalian sehinggga membentuknya Modern Guns ?
Banyak band-band yang menginfluence kita dari lokal sampai luar, di antaranya Saints Never Surender, Continuance, More Than Life, dan Modern Life is War. Tapi bagi kami Thinking Straight adalah sebuah band yang sangat meng-influence MG, dan banyak hal-hal yang diajarkan mereka dari masalah me-ngeset sound waktu live, bagaimana cara memilih gear, dan bagaimana cara recording semua mereka ajarin ke kita.
Saya dengar dalam beberapa waktu dekat ini kalian akan merilis album
pertama, bisa tolong jelaskan dan sudah sejauh mana prosesnya ?
Sebenernya bukan album, EP sih kayanya karna di dalamnya cuma ada 6 lagu
waktu itu Adit (Thinking Straight) menawarkan untuk merelease album kita di label nya, GOLDEN YEARS RECORDS. Dan kita setuju, lalu pada bulan September kita mulai start recording.
Saya mendapat kabar kalau beberapa track di album kalian nanti juga akan diproses mixing disalah satu studio recording di perancis, bagaimana prosesnya ?
Ya album kita akan di mixing dan di mastering di Snapcut Studio di Nice, Prancis.
Begini ceritanya kenapa album kita bisa di mastering disana ? Kebetulan owner dari Snapcut Studio itu adalah vocalist dari Can't Bear This Party dan kebetulan lagi kita waktu itu main bareng sama dia di sebuah gigs di Pasar Segar Depok. Kita main sebelum mereka dan sehabis acara dia menanyakan "kalian sudah punya album?" tanya si vokalis itu. Dan saya menjawab "Yah album kami sedang dikerjakan, mungkin sebentar lagi selesai." dan dia bertanya lagi "lalu nanti albumnya mau di mixing di mana ?" dan saya menjawab "Belum tau. Mungkin sama teman kita di Malaysia." terus dia menjawab lagi "saya punya studio di sana (Prancis). Ini studio saya," dia mengeluarkan kartu namanya. Terus dia bilang gini "kalian mixing sama saya aja" terus saya menjawab "kira-kira biayanya berapa ?" Dan kami akhirnya mendapatkan sebuah kesepakan dan kami memutuskan untuk mixing dan mastering di sana.
Saya sangat suka lagu kalian “1939” bisa ceritakan tentang lagu ini ? Liriknya tentang apa sih ? dan Siapa yang membuat lagu ini ?
Lagu "1939" itu yang buat Partanx. Lagu itu menceritakan tentang kebencian terhadap kebohongan-kebohongan dan konspirasi yang banyak di buat oleh mereka yang menganggap diri mereka pahlawan dengan cara membodohi para manusia untuk melakukan semua hal-hal yang menyenangkan mereka dengan cara memecah persatuan dan menimbulkan peperangan antar sesama.
Seberapa penting sih suatu rilisan fisik menurut kalian ?
Bagi kami rilisan fisik sangat penting karna salah satu tujuan kami nge-band selain senang-senang dan hobi, adalah mempunyai rilisan fisik.
Ada niat untuk promo tour untuk debut album pertama kalian nanti ? Kalau ada kota mana saja sih yang kalian ingin singgahi ?
Kita sangat pengen main di Kediri, Semarang, Sidoarjo mungkin akan kita sambangi kota-kota itu setelah album kita release nanti. Mungkin akan menyusul kota2 di indonesia lainnya .
Seiring perjalanan waktu, ada beberapa band hardcore yang lebih aktif bermain di event besar (seperti Pensi dan sejenisnya) dibandingkan di acara teman-teman sendiri (gigs). Apa pendapat kalian?
Mungkin bagi kita main di stage besar adalah sebuah tantangan dan main di gigs juga sangat menyenangkan. Bagi kita untuk band-band yang main di event besar bukan suatu masalah semua tergantung pada individu band itu masing-masing. Kalau mereka main di event besar ok-ok saja dan jika menolak main di event besar ya gak apa-apa juga. Saya percaya masing-masing band pasti punya visi, misi dan comitment bersama. Semua keputusan yang mereka ambil pasti punya alasan.
Tanggapan kalian mengenai fenomena band modern hardcore yang banyak bermunculan saat ini ?
Kami sangat senang dengan banyaknya band-band melodic hc bermunculan di scene Indonesia sekarang karna bagi saya memainkan musik hardcore yang berbeda akan menambah warna di scene kita sekarang ini.
Tentang gaya dan busana Jaket hoodie, celana pendek dan sepatu, ketiga barang ini seakan menjadi fashion yang wajib di pakai oleh beberapa scanester untuk datang ke gigs hardcore/punk, apakah fashion begitu penting di scene hardcore/punk ?
Bagi saya sejujurnya musik itu gak bisa jauh dari jauh fashion. Musik itu saling connect dengan fashion dan fashion di musik itu adalah salah satu identitas bagi pelaku di scene tersebut.
itulah perspective saya mengenai fashion di scene tapi argument saya bisa saja salah.
Banyak band yang mengalami pembajakan merchandise oleh distro/toko merchandise saat ini, yang membuat baju sebuah band tanpa izin terlebih dahulu oleh band tersebut ,apakah kalian pernah mengalami hal seperti ini ? dan seberapa penting sih merchandise untuk kalian ?
Kami pernah mengalami nya dan kami menegur secara halus aja dan akhirnya orang tersebut pun mengerti. Bagi kita sebuah merch sangat lah penting, karna dari situlah kita bisa mebiayai recording album dan untuk biaya tour tapi pada akhirnya tetep harus patungan juga hahaha
Terima kasih untuk waktunya sukses untuk album kalian nanti iyaa hehehe
Thank you lemari kota yang sudah interview kita. Jangan kapok-kapok yah hahahha
Sebelum kita mulai interview ini tolong perkenalkan dulu siapa saja orang-orang di balik modern guns ini ? dan kesibukan kalian masing-masing ?
Saya sendiri Gaga (vocal) kesibukan saya kerja aja sebagai admin di sebuah clothing company di Jakarta. Calvin (guitar) mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Rendy (guitar) bekerja di salah satu printing company di Jakarta. Partanx (bass) pemain bass disalah satu band pop di Bali dan sekarang pindah ke Jakarta. Dan Edy (drum) drummer band pop asal Jakarta.
Ada band yang meng-influence kalian sehinggga membentuknya Modern Guns ?
Banyak band-band yang menginfluence kita dari lokal sampai luar, di antaranya Saints Never Surender, Continuance, More Than Life, dan Modern Life is War. Tapi bagi kami Thinking Straight adalah sebuah band yang sangat meng-influence MG, dan banyak hal-hal yang diajarkan mereka dari masalah me-ngeset sound waktu live, bagaimana cara memilih gear, dan bagaimana cara recording semua mereka ajarin ke kita.
Saya dengar dalam beberapa waktu dekat ini kalian akan merilis album
pertama, bisa tolong jelaskan dan sudah sejauh mana prosesnya ?
Sebenernya bukan album, EP sih kayanya karna di dalamnya cuma ada 6 lagu
waktu itu Adit (Thinking Straight) menawarkan untuk merelease album kita di label nya, GOLDEN YEARS RECORDS. Dan kita setuju, lalu pada bulan September kita mulai start recording.
Saya mendapat kabar kalau beberapa track di album kalian nanti juga akan diproses mixing disalah satu studio recording di perancis, bagaimana prosesnya ?
Ya album kita akan di mixing dan di mastering di Snapcut Studio di Nice, Prancis.
Begini ceritanya kenapa album kita bisa di mastering disana ? Kebetulan owner dari Snapcut Studio itu adalah vocalist dari Can't Bear This Party dan kebetulan lagi kita waktu itu main bareng sama dia di sebuah gigs di Pasar Segar Depok. Kita main sebelum mereka dan sehabis acara dia menanyakan "kalian sudah punya album?" tanya si vokalis itu. Dan saya menjawab "Yah album kami sedang dikerjakan, mungkin sebentar lagi selesai." dan dia bertanya lagi "lalu nanti albumnya mau di mixing di mana ?" dan saya menjawab "Belum tau. Mungkin sama teman kita di Malaysia." terus dia menjawab lagi "saya punya studio di sana (Prancis). Ini studio saya," dia mengeluarkan kartu namanya. Terus dia bilang gini "kalian mixing sama saya aja" terus saya menjawab "kira-kira biayanya berapa ?" Dan kami akhirnya mendapatkan sebuah kesepakan dan kami memutuskan untuk mixing dan mastering di sana.
Saya sangat suka lagu kalian “1939” bisa ceritakan tentang lagu ini ? Liriknya tentang apa sih ? dan Siapa yang membuat lagu ini ?
Lagu "1939" itu yang buat Partanx. Lagu itu menceritakan tentang kebencian terhadap kebohongan-kebohongan dan konspirasi yang banyak di buat oleh mereka yang menganggap diri mereka pahlawan dengan cara membodohi para manusia untuk melakukan semua hal-hal yang menyenangkan mereka dengan cara memecah persatuan dan menimbulkan peperangan antar sesama.
Seberapa penting sih suatu rilisan fisik menurut kalian ?
Bagi kami rilisan fisik sangat penting karna salah satu tujuan kami nge-band selain senang-senang dan hobi, adalah mempunyai rilisan fisik.
Ada niat untuk promo tour untuk debut album pertama kalian nanti ? Kalau ada kota mana saja sih yang kalian ingin singgahi ?
Kita sangat pengen main di Kediri, Semarang, Sidoarjo mungkin akan kita sambangi kota-kota itu setelah album kita release nanti. Mungkin akan menyusul kota2 di indonesia lainnya .
Seiring perjalanan waktu, ada beberapa band hardcore yang lebih aktif bermain di event besar (seperti Pensi dan sejenisnya) dibandingkan di acara teman-teman sendiri (gigs). Apa pendapat kalian?
Mungkin bagi kita main di stage besar adalah sebuah tantangan dan main di gigs juga sangat menyenangkan. Bagi kita untuk band-band yang main di event besar bukan suatu masalah semua tergantung pada individu band itu masing-masing. Kalau mereka main di event besar ok-ok saja dan jika menolak main di event besar ya gak apa-apa juga. Saya percaya masing-masing band pasti punya visi, misi dan comitment bersama. Semua keputusan yang mereka ambil pasti punya alasan.
Tanggapan kalian mengenai fenomena band modern hardcore yang banyak bermunculan saat ini ?
Kami sangat senang dengan banyaknya band-band melodic hc bermunculan di scene Indonesia sekarang karna bagi saya memainkan musik hardcore yang berbeda akan menambah warna di scene kita sekarang ini.
Tentang gaya dan busana Jaket hoodie, celana pendek dan sepatu, ketiga barang ini seakan menjadi fashion yang wajib di pakai oleh beberapa scanester untuk datang ke gigs hardcore/punk, apakah fashion begitu penting di scene hardcore/punk ?
Bagi saya sejujurnya musik itu gak bisa jauh dari jauh fashion. Musik itu saling connect dengan fashion dan fashion di musik itu adalah salah satu identitas bagi pelaku di scene tersebut.
itulah perspective saya mengenai fashion di scene tapi argument saya bisa saja salah.
Banyak band yang mengalami pembajakan merchandise oleh distro/toko merchandise saat ini, yang membuat baju sebuah band tanpa izin terlebih dahulu oleh band tersebut ,apakah kalian pernah mengalami hal seperti ini ? dan seberapa penting sih merchandise untuk kalian ?
Kami pernah mengalami nya dan kami menegur secara halus aja dan akhirnya orang tersebut pun mengerti. Bagi kita sebuah merch sangat lah penting, karna dari situlah kita bisa mebiayai recording album dan untuk biaya tour tapi pada akhirnya tetep harus patungan juga hahaha
Terima kasih untuk waktunya sukses untuk album kalian nanti iyaa hehehe
Thank you lemari kota yang sudah interview kita. Jangan kapok-kapok yah hahahha
Selasa, 11 Februari 2014
Senin, 10 Februari 2014
Thursdayriot Lebih Dewasa Di Single Terbaru
![]() |
| Photo by Thursdayriot doc. |
“Kalian masih tetap konsisten dan cukup dewasa!” – Yuki Karinding Attack
“Sesi clean vocal nya terdengar asing, tapi secara keseluruhan cukup baik” – Abah Sani ‘Jeruji’
Setelah penantian beberapa lama, pada akhirnya single ini dapat rilis. Di selang pengumpulan dan produksi materi debut album, kami memutuskan untuk merilis single ini terlebih dahulu. Beberapa desakan untuk kembali bangkit setelah mengalami vakum lebih dari setahun menjadi salah satu alasan kami untuk merilis single ini terlebih dahulu. Proses produksi single ini sendiri memakan waktu hampir sebulan dan dikerjakan di studio Masterplan oleh Aji ‘Goodboy Badminton’ dan juga melalui proses mastering di studio pribadi milik drummer kami, Iqbal.
Pendewasaan terjadi pada musik baru Thursdayriot dimulai dari riff guitar, ritme bahkan warna musik. Selain itu juga, kesegaran musik turut dipengaruhi oleh Iqbal yang mengisi posisi drummer di awal 2013. Namun begitu, secara lirikal tidak begitu bergeser karena masih berada pada bahasan isu sosial dan sekelilingnya. Cukup banyak musik yang mempengaruhi materi Thursdayriot saat ini, dari mulai Trivium, As I Lay Dying, Megadeth, KSE sampai ke Trap Them dan Corrosion of Conformity. Secara lirikal sendiri, Escape from North ini lebih bercerita mengenai penentangan akan tirani berkepanjangan di Korea sebelah Utara.
Dengan lahirnya kembali single ini, kami berharap ini menjadi awal baru dan juga pembuktian bahwa distorsi kami masih terdengar nyaring. Kami anggap beberapa pengalaman pahit di masa lalu seperti batalnya tur dan kontrak dengan salah satu label rekaman asal Malaysia kemarin menjadi pelajaran tersendiri bagi kami. Di tahun 2013 ini, setelah single ‘Escape from North’ rilis, mini album kami direncanakan akan rampung di akhir tahun ini.
https://soundcloud.com/thursdayriotid/escape-from-the-north
Limerence Rilis Video Footage Untuk Lagu "A Story To Tell"
![]() |
| Photo by Limerence doc. |
Sementara itu, dikabarkan pula mereka sedang mempersiapkan debut mini album yang rencananya akan dirilis oleh Optical Records. Soal kepastian kapannya, belum ada konfirmasi lebih lanjut soal itu. (AL)
Minggu, 09 Februari 2014
Zaggle Griff Rilis Single Kedua Dari Album Debut 'Cold Sun'
Band alternative-rock/Garage-rock asal Bandung, Zaggle Griff, yang pada September 2013 lalu merilis debut album bertajuk Cold Sun di bawah naungan Demajors, baru saja meluncurkan sebuah single kedua berjudul "The Sun Behind The Rain".
Sebuah lagu berdurasi empat menit lebih yang sarat akan distorsi dan tempo yang tidak terlalu terburu-buru. Dalam lagu tersebut, mereka menyoroti soal gejolak jiwa pasca peristiwa perpisahaan dari sebuah hubungan:
Single kedua tersebut bisa kalian dengar di sini:
Zaggle Griff sendiri digawangi oleh Garzibaldi (vokal/gitar), Dinaltri (gitar), Azhar (bass), dan Jordi (drums). Empat pemuda yang menjadikan Arctic Monkeys, The Kooks, Black Rebel Motorcycle Club, dan Kings of Leon sebagai bagian dari pengaruh bermusik mereka. (AL)
Sebuah lagu berdurasi empat menit lebih yang sarat akan distorsi dan tempo yang tidak terlalu terburu-buru. Dalam lagu tersebut, mereka menyoroti soal gejolak jiwa pasca peristiwa perpisahaan dari sebuah hubungan:
Ada saatnya di mana kita berdiri di atas hubungan yang rapuh, seakan siap menyerah begitu saja terhadap perasaan yang telah lama terbangun, namun berakhir dengan begitu dingin. Setelah ratusan kenangan yang dilewati bersama, kini hanya menjadi mimpi buruk yang ingin dilupakan. Tetapi pahitnya perpisahan seketika hilang sesaat sesosok idaman datang dengan tiba-tiba dan mencuri perhatian layaknya gaya gravitasi, di mana manusia tiada kuasa untuk menolak, apalagi melawannya.
Hanya dari pandangan mata, berhasil mencuri hati sedari awal. Hati yang sebelumnya ibarat langit yang gelap tertutup oleh tirai hujan, seketika menjadi cerah. Mulai saat itu, semuanya terasa lebih terang dan jelas arahnya, seakan dia adalah cahaya yang keluar dari sela-sela hujan, mencoba menjadi cahaya yang menerangi gelap.
Single kedua tersebut bisa kalian dengar di sini:
Zaggle Griff sendiri digawangi oleh Garzibaldi (vokal/gitar), Dinaltri (gitar), Azhar (bass), dan Jordi (drums). Empat pemuda yang menjadikan Arctic Monkeys, The Kooks, Black Rebel Motorcycle Club, dan Kings of Leon sebagai bagian dari pengaruh bermusik mereka. (AL)
Let's Go Mengumumkan Akan Kembali Rilis Mini Album Terbaru
Belum hilang dari ingatan perihal bagaimana Let's Go merilis debut mini albumnya beberapa waktu lalu di bawah bendera label Alternaive. Kini, kuartet hardcore asal Bogor tersebut sudah bersiap dengan mini album terbaru.
Saat ini band yang terbentuk 2013 lalu sedang berada dalam studio guna merekam empat lagu demi kebutuhan mini album tersebut. Di mana keempat lagu tersebut masing-masing adalah dua lagu lama dan dua lagu milik band lawas asal Bogor yang mereka aransemen ulang. Mini album yang akan datang nanti ialah sambungan dari lirik lagu mereka berjudul "The Story", yang mana lagu tersebut adalah bagian dari debut mini album sebelumnya. (AL)
https://letsxgo.bandcamp.com/
Saat ini band yang terbentuk 2013 lalu sedang berada dalam studio guna merekam empat lagu demi kebutuhan mini album tersebut. Di mana keempat lagu tersebut masing-masing adalah dua lagu lama dan dua lagu milik band lawas asal Bogor yang mereka aransemen ulang. Mini album yang akan datang nanti ialah sambungan dari lirik lagu mereka berjudul "The Story", yang mana lagu tersebut adalah bagian dari debut mini album sebelumnya. (AL)
https://letsxgo.bandcamp.com/
Sabtu, 08 Februari 2014
Sailboat Records Rilis Debut Solo Hikari Todo
Album The Joys In Not Knowing di tulis dan direkam sepanjang tahun 2013, EP ini adalah album yang juga projekan curhatan emosi-nya emil. Hangat dan menyakitkan, dua kata yang bisa kita mendeskripsikan album berisi enam lagu ini. Album ini menunjukkan kemampuan musikal emil jika dilihat dari album EP sebelumnya yang dirilis pertengahan tahun 2012. This is no nonsense melodic atmospherical music with 6 tracks just hitting the 15 minutes mark.
CD The Joys In Not Knowing hanya dirilis terbatas sebanyak 100 buah, setiap CD, di tulis tangan 1 sampai 100. Walaupun rilisan ini cukup sedikit dalam jumlah, namun ini adalah rilisan terbanyak Sailboat Records sampai saat ini. CD dijual seharga Rp.35.000,- (atau US$ 5 untuk internasional).
Jika ingin order CD EP The Joys In Not Knowing, email kita di: sailboatrecords@hotmail.com, atau message di facebook page kita (https://www.facebook.com/sailboatrecords), or mention kita di @sailboatrecords. Or untuk yang lebih personal bisa SMS +62 856 9216 5944 or BBM 75E6016f.
tenang! versi digital download Sailboat Records tetap gratis! pergi ke bandcamp kita (www.sailboatrecords.bandcamp.com), klik "Name Your Price" di rilisan, ketik '0' di ketika diminta jumlah yang ingin dibayar, however donations are very much welcomed.
listen now here: http://sailboatrecords.bandcamp.com/album/the-joys-in-not-knowing
CD The Joys In Not Knowing hanya dirilis terbatas sebanyak 100 buah, setiap CD, di tulis tangan 1 sampai 100. Walaupun rilisan ini cukup sedikit dalam jumlah, namun ini adalah rilisan terbanyak Sailboat Records sampai saat ini. CD dijual seharga Rp.35.000,- (atau US$ 5 untuk internasional).
Jika ingin order CD EP The Joys In Not Knowing, email kita di: sailboatrecords@hotmail.com, atau message di facebook page kita (https://www.facebook.com/sailboatrecords), or mention kita di @sailboatrecords. Or untuk yang lebih personal bisa SMS +62 856 9216 5944 or BBM 75E6016f.
tenang! versi digital download Sailboat Records tetap gratis! pergi ke bandcamp kita (www.sailboatrecords.bandcamp.com), klik "Name Your Price" di rilisan, ketik '0' di ketika diminta jumlah yang ingin dibayar, however donations are very much welcomed.
listen now here: http://sailboatrecords.bandcamp.com/album/the-joys-in-not-knowing
Rabu, 29 Januari 2014
Relamati Records Menggarap Album Kompilasi Paling Romantis
Sebuah kabar menggembirakan datang dari Relamati Records, khususnya untuk para pasangan yang aktif dalam satu proyek musik. Pasalnya label asal Yogyakarta tersebut sedang menggarap album kompilasi yang diperuntukan untuk para pasangan: kekasih ataupun pasutri.
Label yang terkenal dengan rilisan band-band cadasnya ini, membebaskan untuk segala macam genre. Rencananya kompilasi tersebut akan dirilis dalam format tape kaset dan 3" CDr berbentuk hati. Untuk deadline-nya sendiri, mereka akan menunggu hingga 10 Februari mendatang. Untuk tanggal rilisnya sendiri, mereka menjadwalkan 14 Februari sudah bisa dilempar ke pasaran.
Saat ini sudah ada delapan band yang masuk dalam list kompilasi terhitung hari ini (29/01), diantaranya Ballerina Killer, Owol Owol Murah, Sulfur, Qualtagh, Antara Lain, se_l_o, Extreme Hate, dan Æ. Jadi tunggu apalagi, bagi kalian yang aktif di bermusik bersama pasangan tidak ada salahnya ikut serta dalam proyek kompilasi ini. (AL)
Contact: Relamati Records Fanpage
Label yang terkenal dengan rilisan band-band cadasnya ini, membebaskan untuk segala macam genre. Rencananya kompilasi tersebut akan dirilis dalam format tape kaset dan 3" CDr berbentuk hati. Untuk deadline-nya sendiri, mereka akan menunggu hingga 10 Februari mendatang. Untuk tanggal rilisnya sendiri, mereka menjadwalkan 14 Februari sudah bisa dilempar ke pasaran.
Saat ini sudah ada delapan band yang masuk dalam list kompilasi terhitung hari ini (29/01), diantaranya Ballerina Killer, Owol Owol Murah, Sulfur, Qualtagh, Antara Lain, se_l_o, Extreme Hate, dan Æ. Jadi tunggu apalagi, bagi kalian yang aktif di bermusik bersama pasangan tidak ada salahnya ikut serta dalam proyek kompilasi ini. (AL)
Contact: Relamati Records Fanpage
Selasa, 28 Januari 2014
Last Pain Dedikasikan Single Baru Untuk Para Pendengar Setia
Veteran metalcore Bogor yang dulu intens menjadi headliners gig setiap minggu di kota hujan. Kembali menyeruak setelah kemarin tampil di Rockaddict Metalfest 2014 Bogor. Mereka Membagikan cd single di acara tersebut, seperti sebuah sinyal kembalinya Endra, Qicol, Kidot, T’nar, dan Bella setelah terakhir mengeluarkan The Abomination Of Destiny EP pada tahun 2009. Dengan materi baru yang terdengar lebih tajam. Dan yang lebih asik, ada part-part dimana ada sedikit ornamen sound seperti Kvelertak, yeah!. "Hellraisers" dipilih sebagai judulnya, yang didedikasikan kepada penikmat Last Pain, yang mereka sebut Hellraisers. Apakah juga ini sinyal coming soon nya album perdana mereka? Kita tunggu saja. (Fauzan)
Senin, 27 Januari 2014
Katuamidruta: Upaya Pengarsipan Rilisan Lokal Dalam Bentuk Digital
Setan apa yang telah merasuki jiwa saya hingga melupakan file short-interview bersama Roy Ferris yang dilakukan pada Oktober 2012 silam. Dan baru saya temukan secara tidak sengaja baru-baru ini.
Sekedar info, Roy Ferris adalah seseorang di belakang Katuamidruta yang fokus mengarsipkan data audio dari skena hardcore/punk lokal. Bukan maksud untuk melatih seseorang untuk lebih cenderung gemar mendownload. Bung Roy yang juga aktif di band Zudas Krust bermaksud untuk mengarsipkan berbagai rilisan yang sudah tidak ada lagi bentuk fisiknya. Seperti yang ia tulis pada sisi kanan blog tersebut, "Blog ini, hanya sebagai review dari semua produk yang dihasilkan. Juga sebagai arsip dari banyak stuff-stuff awal yang sudah tidak ada lagi kaset atau Cd-nya. Kami share kembali, hanya untuk mengingatkan kalian, bahwa banyak band-band bagus ketika awal-awal scene ini berkembang." (AL)
Ceritain sedikit dong tentang Katuamidruta; Kapan lahirnya? Dan atas dasar apa sih membuat Katuamidruta?
Hmmm, gimana ya mulai ceritanya ?! Karena saya kurang tahu pasti kapan saya mulai membuat blog ini. Kalau tidak salah sekitaran tahun 2010 dan pertama kalinya share adalah Demo pertama band Jogja, yaitu Atret. Yang Demo ini beredar sekitar tahun 1997-an. Ada cerita seru pas saya share mp3 Demo Atret ini, ternyata ada beberapa teman yang tidak tahu tentang Demo ini, sampai akhirnya salah satu personil band ini memberikan komentarnya bahwa mereka pernah mengeluarkan Demo pertama mereka dengan title "Kill The Gasser". Hahahaha...
Menarik kalau mengingat awal-awal saya mulai share di blog yang saya jalanin itu. Hahaha... Kalo ditanya dasarnya, kenapa saya membuat Katuamidruta itu, karena saya suka mentransfer Demo-Demo Tape koleksi saya menjadi format mp3. Ini sudah saya lakukan sejak tahun kurang lebih 2004-an. Dan tahun 2010 lah, saya mulai membuat blog ini untuk mempermudah men-share info tentang rekaman-rekaman awal mulai berkembangnya scene Hardcore/Punk disini. Walaupun tidak banyak tapi saya berharap bisa memberikan kontribusi untuk teman-teman. Pada dasarnya, saya juga menekankan juga untuk teman-teman supaya membuat sebuah bentuk fisik dari Demo-Demo yang mereka share. Sangat disayangkan kalau saja hanya membuat Demo hanya sebatas share data Audio dalam bentuk download. Setidaknya ada bentuk yang bisa dijadikan cerita menarik dikemudian hari ketika Demo-Demo tersebut sudah tidak lagi beredar atau band yang bersangkutan bubar atau hal lainnya yang terjadi. Kadang ketika ada teman-teman yang share Demo mereka, saya juga menanyakan tentang kover Demo mereka dalam bentuk Jpeg atau format lainnya dalam ukuran maksimal. Karena biasanya, saya akan melakukan print dan membuat bentuk fisiknya sendiri. Setidaknya untuk saya pribadi selain saya mendapatkan share Audio dalam bentuk mp3, saya juga ingin memiliki dalam bentuk fisiknya.
Di Katuamidruta, ada team work atau kerja sendirian bang?
Pada dasarnya tidak ada team-work yang terbentuk secara terorganisir. Lagipula siapapun bisa terlibat menjadi team-work blog ini, secara tidak langsung. Awalnya memang saya mengerjakannya sendiri dari mulai me-layout blog sampai meng-upload data-data yang mau di-share. Lalu setelah itu, saya mulai dapat bantuan dari Dani Tremor. Dia memberikan sentuhan kreasinya dalam bentuk artwork untuk banner dan juga membantu banyak upload-an data-data Audio. Dari sini juga, akhirnya saya melibatkan teman-teman yang ingin share Demo mereka untuk memberikan link download yang sudah mereka upload. Sehingga memudahkan saya untuk melakukan update dengan cepat. Kalo dilihat kan, secara tidak langsung sudah terbentuk team-work dengan sendirinya.
Gimana sih prosesnya supaya karya band kita bisa ada di Katuamidruta?
Sebenarnya tidak diharuskan wajib share Demo melalui blog yang saya jalanin ini. Banyak juga kok, Blog yang bagus-bagus yang juga mempunyai fungsi sama, yaitu melakukan share informasi yang dijalani teman-teman lainnya. Mungkin karena blog yang saya jalani ini, saya khususkan untuk scene Hardcore/Punk lokal, maka beberapa teman-teman mempunyai ekspetasi lain melihat blog yang saya jalani ini...Hahahaha... Memang tidak ada peraturan baku yang tertulis, tapi memang kalo ada beberapa teman yang ingin share Demo mereka di Katuamidruta, biasanya saya hanya meminta Genre musik yang mereka mainkan, asal band, tahun rilisan/rekaman dan link download (itupun kalo mereka memilikinya), karena tidak sedikit juga yang mengirimkan Demo-Demo mereka melalui email dalam bentuk data Audio dan saya pun harus meng-upload ulang sendiri. Dan tentunya yang tidak ribet dengan urusan perihal Hak Cipta atau Copyrights... Itu saja sebenarnya prosesnya, walaupun kadang saya juga sedikit terharu jika ada beberapa teman yang memang memiliki keinginan untuk melakukan share lewat blog yang saya jalani ini...Hahaha...
Tanggapan ente terhadap SOPA/PIPA?
Untuk beberapa pihak sebenarnya ini sangat menguntungkan mereka, seperti halnya label-label besar dan band-band yang terlibat dalam hukum Hak Cipta tersebut. Tapi yang menjadi permasalahan, hal ini mencakup banyak ruang dalam hal share data. Banyak akses-akses yang awalnya mudah dilakukan menjadi sangat sulit karena adanya peraturan-peraturan yang dikeluarkan pihak SOPA/PIPA, juga tidak sedikit yang akhirnya diblokir secara tidak langsung. Ini yang menjadi banyak pihak-pihak pengguna situs sharing data di dunia menjadi tidak suka dengan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh SOPA/PIPA. Tapi bagi saya pribadi hal ini bukan menjadi hal yang besar yang juga ditanggapi teman-teman lainnya. Yang ternyata banyak juga teman-teman yang share situs untuk ruang berbagi dalam bentuk lain.
Apa sih artinya Katuamidruta? Kenapa pake nama yang susah diingat dan diucap bang?
KATUAMIDRUTA, saya ambil dari lagu band Punk lamanya kota Malang, THE LIAR. Katuamidruta itu maksudnya Tak Mau Di Atur...Karena kebiasaan orang Malang itu menggunakan Bahasa balikan. Karena saya dulu sempat lama tinggal di Malang, hampir 10 tahunan, dan saya mendapatkan Demo ini langsung dari salah satu personil mereka. Ini saya pakai, ketika saya mendata koleksi Demo yang saya miliki. Dan saya suka dengan kata "Katuamidruta" pada lagu band The Liar. Makanya saya pakai untuk blog yang saya jalani ini. Memang sedikit rumit untuk diingat, mungkin disitu daya tariknya...Hahahahaha...
Oh iya, selain ngurus Katuamidruta. Ente aktif di band juga kan? Sebutin bang sekarang aktif di band apa aja?
Waktu masih di Jakarta, saya main Drums untuk ZUDAS KRUST. Sekarang semenjak saya tinggal di Sumatera Utara, saya main Drums untuk band JAHAT. Masih bermain musik yang tidak jauh beda dengan Zudas Krust. Saya jarang mempunyai band lebih dari satu, biasanya satu juga sudah repot...Hahahahaha... Eh, sedikit promosi, JAHAT sudah keluar album-nya dibawah label Doombringer Records... Hahahaha...
Menurut ente, sejauh ini perihal pendokumentasian untuk scene Punk/Hardcore lokal bagaimana?
Sebenarnya banyak yang melakukan pen-dokumentasi-an untuk stuff Hardcore/Punk lokal tapi tidak banyak juga yang melakukannya secara serius dan menyimpan dengan baik. Kadang ada yang membeli, setelah mendengarkan hilang begitu saja atau hal lainnya. Menurut saya pribadi, kalo dilihat sekarang, banyak teman-teman yang sudah mengumpulkan stuff-stuff lokal mulai dari rilisan terbaru sampai rilisan ulang. Dan tidak sedikit juga, yang terlihat mulai mencari rilisan-rilisan lama yang sudah tidak atau jarang beredar. Jadi point-nya untuk support stuff lokal, memang tidak akan pernah mati. Dan memang jangan pernah mati. Karena apa yang saya rasakan, produksi lokal dalam bentuk Audio sudah tidak kalah dengan band-band dari luar sana.
Check: http://katuamidruta.blogspot.com/
Sekedar info, Roy Ferris adalah seseorang di belakang Katuamidruta yang fokus mengarsipkan data audio dari skena hardcore/punk lokal. Bukan maksud untuk melatih seseorang untuk lebih cenderung gemar mendownload. Bung Roy yang juga aktif di band Zudas Krust bermaksud untuk mengarsipkan berbagai rilisan yang sudah tidak ada lagi bentuk fisiknya. Seperti yang ia tulis pada sisi kanan blog tersebut, "Blog ini, hanya sebagai review dari semua produk yang dihasilkan. Juga sebagai arsip dari banyak stuff-stuff awal yang sudah tidak ada lagi kaset atau Cd-nya. Kami share kembali, hanya untuk mengingatkan kalian, bahwa banyak band-band bagus ketika awal-awal scene ini berkembang." (AL)
Ceritain sedikit dong tentang Katuamidruta; Kapan lahirnya? Dan atas dasar apa sih membuat Katuamidruta?
Hmmm, gimana ya mulai ceritanya ?! Karena saya kurang tahu pasti kapan saya mulai membuat blog ini. Kalau tidak salah sekitaran tahun 2010 dan pertama kalinya share adalah Demo pertama band Jogja, yaitu Atret. Yang Demo ini beredar sekitar tahun 1997-an. Ada cerita seru pas saya share mp3 Demo Atret ini, ternyata ada beberapa teman yang tidak tahu tentang Demo ini, sampai akhirnya salah satu personil band ini memberikan komentarnya bahwa mereka pernah mengeluarkan Demo pertama mereka dengan title "Kill The Gasser". Hahahaha...
Menarik kalau mengingat awal-awal saya mulai share di blog yang saya jalanin itu. Hahaha... Kalo ditanya dasarnya, kenapa saya membuat Katuamidruta itu, karena saya suka mentransfer Demo-Demo Tape koleksi saya menjadi format mp3. Ini sudah saya lakukan sejak tahun kurang lebih 2004-an. Dan tahun 2010 lah, saya mulai membuat blog ini untuk mempermudah men-share info tentang rekaman-rekaman awal mulai berkembangnya scene Hardcore/Punk disini. Walaupun tidak banyak tapi saya berharap bisa memberikan kontribusi untuk teman-teman. Pada dasarnya, saya juga menekankan juga untuk teman-teman supaya membuat sebuah bentuk fisik dari Demo-Demo yang mereka share. Sangat disayangkan kalau saja hanya membuat Demo hanya sebatas share data Audio dalam bentuk download. Setidaknya ada bentuk yang bisa dijadikan cerita menarik dikemudian hari ketika Demo-Demo tersebut sudah tidak lagi beredar atau band yang bersangkutan bubar atau hal lainnya yang terjadi. Kadang ketika ada teman-teman yang share Demo mereka, saya juga menanyakan tentang kover Demo mereka dalam bentuk Jpeg atau format lainnya dalam ukuran maksimal. Karena biasanya, saya akan melakukan print dan membuat bentuk fisiknya sendiri. Setidaknya untuk saya pribadi selain saya mendapatkan share Audio dalam bentuk mp3, saya juga ingin memiliki dalam bentuk fisiknya.
Di Katuamidruta, ada team work atau kerja sendirian bang?
Pada dasarnya tidak ada team-work yang terbentuk secara terorganisir. Lagipula siapapun bisa terlibat menjadi team-work blog ini, secara tidak langsung. Awalnya memang saya mengerjakannya sendiri dari mulai me-layout blog sampai meng-upload data-data yang mau di-share. Lalu setelah itu, saya mulai dapat bantuan dari Dani Tremor. Dia memberikan sentuhan kreasinya dalam bentuk artwork untuk banner dan juga membantu banyak upload-an data-data Audio. Dari sini juga, akhirnya saya melibatkan teman-teman yang ingin share Demo mereka untuk memberikan link download yang sudah mereka upload. Sehingga memudahkan saya untuk melakukan update dengan cepat. Kalo dilihat kan, secara tidak langsung sudah terbentuk team-work dengan sendirinya.
Gimana sih prosesnya supaya karya band kita bisa ada di Katuamidruta?
Sebenarnya tidak diharuskan wajib share Demo melalui blog yang saya jalanin ini. Banyak juga kok, Blog yang bagus-bagus yang juga mempunyai fungsi sama, yaitu melakukan share informasi yang dijalani teman-teman lainnya. Mungkin karena blog yang saya jalani ini, saya khususkan untuk scene Hardcore/Punk lokal, maka beberapa teman-teman mempunyai ekspetasi lain melihat blog yang saya jalani ini...Hahahaha... Memang tidak ada peraturan baku yang tertulis, tapi memang kalo ada beberapa teman yang ingin share Demo mereka di Katuamidruta, biasanya saya hanya meminta Genre musik yang mereka mainkan, asal band, tahun rilisan/rekaman dan link download (itupun kalo mereka memilikinya), karena tidak sedikit juga yang mengirimkan Demo-Demo mereka melalui email dalam bentuk data Audio dan saya pun harus meng-upload ulang sendiri. Dan tentunya yang tidak ribet dengan urusan perihal Hak Cipta atau Copyrights... Itu saja sebenarnya prosesnya, walaupun kadang saya juga sedikit terharu jika ada beberapa teman yang memang memiliki keinginan untuk melakukan share lewat blog yang saya jalani ini...Hahaha...
Tanggapan ente terhadap SOPA/PIPA?
Untuk beberapa pihak sebenarnya ini sangat menguntungkan mereka, seperti halnya label-label besar dan band-band yang terlibat dalam hukum Hak Cipta tersebut. Tapi yang menjadi permasalahan, hal ini mencakup banyak ruang dalam hal share data. Banyak akses-akses yang awalnya mudah dilakukan menjadi sangat sulit karena adanya peraturan-peraturan yang dikeluarkan pihak SOPA/PIPA, juga tidak sedikit yang akhirnya diblokir secara tidak langsung. Ini yang menjadi banyak pihak-pihak pengguna situs sharing data di dunia menjadi tidak suka dengan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh SOPA/PIPA. Tapi bagi saya pribadi hal ini bukan menjadi hal yang besar yang juga ditanggapi teman-teman lainnya. Yang ternyata banyak juga teman-teman yang share situs untuk ruang berbagi dalam bentuk lain.
Apa sih artinya Katuamidruta? Kenapa pake nama yang susah diingat dan diucap bang?
KATUAMIDRUTA, saya ambil dari lagu band Punk lamanya kota Malang, THE LIAR. Katuamidruta itu maksudnya Tak Mau Di Atur...Karena kebiasaan orang Malang itu menggunakan Bahasa balikan. Karena saya dulu sempat lama tinggal di Malang, hampir 10 tahunan, dan saya mendapatkan Demo ini langsung dari salah satu personil mereka. Ini saya pakai, ketika saya mendata koleksi Demo yang saya miliki. Dan saya suka dengan kata "Katuamidruta" pada lagu band The Liar. Makanya saya pakai untuk blog yang saya jalani ini. Memang sedikit rumit untuk diingat, mungkin disitu daya tariknya...Hahahahaha...
Oh iya, selain ngurus Katuamidruta. Ente aktif di band juga kan? Sebutin bang sekarang aktif di band apa aja?
Waktu masih di Jakarta, saya main Drums untuk ZUDAS KRUST. Sekarang semenjak saya tinggal di Sumatera Utara, saya main Drums untuk band JAHAT. Masih bermain musik yang tidak jauh beda dengan Zudas Krust. Saya jarang mempunyai band lebih dari satu, biasanya satu juga sudah repot...Hahahahaha... Eh, sedikit promosi, JAHAT sudah keluar album-nya dibawah label Doombringer Records... Hahahaha...
Menurut ente, sejauh ini perihal pendokumentasian untuk scene Punk/Hardcore lokal bagaimana?
Sebenarnya banyak yang melakukan pen-dokumentasi-an untuk stuff Hardcore/Punk lokal tapi tidak banyak juga yang melakukannya secara serius dan menyimpan dengan baik. Kadang ada yang membeli, setelah mendengarkan hilang begitu saja atau hal lainnya. Menurut saya pribadi, kalo dilihat sekarang, banyak teman-teman yang sudah mengumpulkan stuff-stuff lokal mulai dari rilisan terbaru sampai rilisan ulang. Dan tidak sedikit juga, yang terlihat mulai mencari rilisan-rilisan lama yang sudah tidak atau jarang beredar. Jadi point-nya untuk support stuff lokal, memang tidak akan pernah mati. Dan memang jangan pernah mati. Karena apa yang saya rasakan, produksi lokal dalam bentuk Audio sudah tidak kalah dengan band-band dari luar sana.
Check: http://katuamidruta.blogspot.com/
Kamis, 23 Januari 2014
Tigapagi "Roekmana’s Repertoire", CD (Helat Tubruk, 2013)
Segala sesuatu yang dipersiapkan matang dan tak terburu-buru memang selalu akan menuai hasil yang maksimal. Begitulah yang terjadi pada trio folk/pop Tigapagi. Proses produksi album debut mereka yang memakan waktu lebih dari dua tahun, ternyata berbuah epic.
Dengan cermat mereka menggabungkan unsur musik diatonik (do, re, mi, fa sol, la, si, do) dan pentatonik. (da, mi, na, ti, la, da) yang terdapat dalam Karawitan Sunda. Keduanya menyatu tanpa harus saling merajai. Harmonisasi keduanya terjaga.
Bersemayam empat belas lagu dalam satu track tanpa jeda dengan jembatan notasi yang tidak terkesan memaksa. Mari simak “Alang-alang” yang begitu teduh dan kental akan nuansa sunda, lengkap dengan karakter vokal tamu Firza Achmar Paloh (Sore) yang menuntun pendengar menyelami bait demi bait lirik. Banyak musisi tamu yang diikut sertakan dalam album ini. Tengok lagu “Erika” yang begitu menawan dibawakan oleh Ida Ayu Made Paramita Sarasvati dari Nada Fiksi. “Tertidur” yang sukses dieksekusi oleh Aji Gergaji (The Milo). “Pasir” yang dengan begitu menegangkannya berhasil disajikan secara khas oleh Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca/Pandai Besi). Baik vokal tamu ataupun vokalis Sigit Agung Pramudita memberikan impresi yang berbeda-beda namun terdapat benang merah diantaranya; mereka berhasil memberi nyawa pada setiap lagu yang dibawakan.
Beragam bunyian dari violin, viola, cello, hingga kecapi kian menambah semarak album ini. Ditunjang dengan gaya penulisan lirik Sigit yang sarat akan metafora bahasa. Alih-alih rumit dan sukar dimengerti, lirik mereka justru menawarkan sebaliknya. Begitu puitis tapi tak berlebihan. Roekmana’s Repertoire adalah salah satu nafas baru yang kian menambah semarak skena folk lokal. Mereka begitu anggun sekaligus mencekam.
Dan satu hal lagi. Poin plus terletak dari bagaimana mereka mencoba mengemas album ini. Menyajikannya menjadi semacam kumpulan data yang tersimpan dalam satu paket dokumen rahasia, hasil dari investigasi orang-orang yang dicap “kiri”. Nuansa era Indonesia 65-66 terpancar dari kemasan album ini.
Tigapagi menjadi semacam penetralisir dari kondisi di mana folk tidak melulu soal cinta klise dan nada-nada riang. Kalian akan mendapatkan sesuatu yang berbeda. Jika bisa dikatakan, mendengarkan Tigapagi sama halnya seperti menonton adegan action yang menegangkan -penuh lika liku- namun sayang untuk dilewatkan. (AL)
Dengan cermat mereka menggabungkan unsur musik diatonik (do, re, mi, fa sol, la, si, do) dan pentatonik. (da, mi, na, ti, la, da) yang terdapat dalam Karawitan Sunda. Keduanya menyatu tanpa harus saling merajai. Harmonisasi keduanya terjaga.
Bersemayam empat belas lagu dalam satu track tanpa jeda dengan jembatan notasi yang tidak terkesan memaksa. Mari simak “Alang-alang” yang begitu teduh dan kental akan nuansa sunda, lengkap dengan karakter vokal tamu Firza Achmar Paloh (Sore) yang menuntun pendengar menyelami bait demi bait lirik. Banyak musisi tamu yang diikut sertakan dalam album ini. Tengok lagu “Erika” yang begitu menawan dibawakan oleh Ida Ayu Made Paramita Sarasvati dari Nada Fiksi. “Tertidur” yang sukses dieksekusi oleh Aji Gergaji (The Milo). “Pasir” yang dengan begitu menegangkannya berhasil disajikan secara khas oleh Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca/Pandai Besi). Baik vokal tamu ataupun vokalis Sigit Agung Pramudita memberikan impresi yang berbeda-beda namun terdapat benang merah diantaranya; mereka berhasil memberi nyawa pada setiap lagu yang dibawakan.
Beragam bunyian dari violin, viola, cello, hingga kecapi kian menambah semarak album ini. Ditunjang dengan gaya penulisan lirik Sigit yang sarat akan metafora bahasa. Alih-alih rumit dan sukar dimengerti, lirik mereka justru menawarkan sebaliknya. Begitu puitis tapi tak berlebihan. Roekmana’s Repertoire adalah salah satu nafas baru yang kian menambah semarak skena folk lokal. Mereka begitu anggun sekaligus mencekam.
Dan satu hal lagi. Poin plus terletak dari bagaimana mereka mencoba mengemas album ini. Menyajikannya menjadi semacam kumpulan data yang tersimpan dalam satu paket dokumen rahasia, hasil dari investigasi orang-orang yang dicap “kiri”. Nuansa era Indonesia 65-66 terpancar dari kemasan album ini.
Tigapagi menjadi semacam penetralisir dari kondisi di mana folk tidak melulu soal cinta klise dan nada-nada riang. Kalian akan mendapatkan sesuatu yang berbeda. Jika bisa dikatakan, mendengarkan Tigapagi sama halnya seperti menonton adegan action yang menegangkan -penuh lika liku- namun sayang untuk dilewatkan. (AL)
BVAS Yang Berbahaya Dari Surabaya
Satu lagi band yang me-sounding akan rilis albumnya tahun 2014 ini, Surabaya stoner metal rookie, BVAS. Tepatnya mereka akan merilis extended play album yang bertajuk Agresi dalam format CD Februari mendatang, dinaungi oleh Radioactive Force Records yang juga berasal dari Surabaya.
Cukup beberapa bulan saja untuk merilis ep sejak terbentuknya pada bulan Juni 2013. "Ilustrasi Berhala Dunia", preview single ep mereka yang dilemparkan lewat media sosial cukup membuat tidak sabar menunggu ep mereka. Yah apa mau jujur dikata ? Memang begitu adanya, riff-riff gitar itu begitu menggoda. Buat para fans Down, Black Label Society, High On Fire hingga Seringai. (Fauzan)
Cukup beberapa bulan saja untuk merilis ep sejak terbentuknya pada bulan Juni 2013. "Ilustrasi Berhala Dunia", preview single ep mereka yang dilemparkan lewat media sosial cukup membuat tidak sabar menunggu ep mereka. Yah apa mau jujur dikata ? Memang begitu adanya, riff-riff gitar itu begitu menggoda. Buat para fans Down, Black Label Society, High On Fire hingga Seringai. (Fauzan)
Rabu, 22 Januari 2014
Review Zine: AmmunitionXUnited Blood "Split Zine"
Pasca menghilang dan macetnya arus zine yang konsen terhadap hardcore-punk dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Sejujurnya gua rindu ketika menikmati Hantamstagnansi, Salah Cetax, BtBW, Jalur Bebas, New Born Fire, Bootstraps sedang bergeloranya. Yang mana membuat scene ini tidak melulu soal pertunjukan, bagaimana menciptakan sound yang bagus, dan sablon merchandise saja.
Kongsi antara clothing line asal Medan, Ammunition dengan blogzine asal Jakarta, United Blood dalam merilis zine dengan strategi split, setidaknya mampuh mengobati kerinduan tersebut.
Perlu diakui bahwa edisi United Blood versi split kali ini adalah edisi paling bertaring. Entah kenapa pada edisi split ini lah gua merasa "tertembak" oleh apa yang Dody Sadath Cs. (editor United Blood.Red) sajikan.
Pada part UB, kita dapat menemui beragam esay menarik soal punk dengan judul Menghidupi, Dihidupi...Mati!, cerita Ito tentang label Madafaka nya, gig report Dead In The Dirt di Medan, celoteh Bagoes (Brave Heart) dengan judul Titik Koma, dan tiga esay dari Ari (Grave Dancers/POA) yang masing-masing membahas kegemarannya terhadap kaset pita dan betapa superiornya piringan hitam kini; para punk jalanan; dan cerita mengenai seseorang yang memakai kaos hanya demi mengikuti idolanya.
Ammunition sendiri tidak kalah menariknya. Meski lebih dominan oleh interview namun tetap saja masih layak disimak. Mereka menyajikan interview bersama Encrot (Empat Belas), dan masing-masing editor yakni Yullipopes (Ammunition) dan Dody saling balas membalas menginterview, dan juga tak lupa interview terakhir dengan Sweet Widi (Feel The Burn) yang tidak melulu membahas soal band. Yah, gua setuju dengan si pewawancara yang sudah jenuh dengan isi interview seputar musik belaka. Sekali-kali memang perlu untuk sedikit membahas mengenai apa yang band tulis dalam lirik ataupun hal-hal non-music lainnya.
Overall, split zine ini benar-benar mengobati kerinduaan gua terhadap zine yang konsen pada hardcore-punk scene. Untuk kalian yang tertarik dengan split zine ini, bisa menghubungi kontak yang gua sediakan di bawah. Sudah saat nya lo bukan cuma konsumsi kaos-topi-patch-button doang! Sesekali lo keluarin uang untuk membeli/mengganti ongkos foto kopi dari sebuah zine tidak akan membuat lu miskin. (AL)
Contact:
idodtadas@gmail.com / http://unitedxblood.blogspot.com/
Kongsi antara clothing line asal Medan, Ammunition dengan blogzine asal Jakarta, United Blood dalam merilis zine dengan strategi split, setidaknya mampuh mengobati kerinduan tersebut.
Perlu diakui bahwa edisi United Blood versi split kali ini adalah edisi paling bertaring. Entah kenapa pada edisi split ini lah gua merasa "tertembak" oleh apa yang Dody Sadath Cs. (editor United Blood.Red) sajikan.
Pada part UB, kita dapat menemui beragam esay menarik soal punk dengan judul Menghidupi, Dihidupi...Mati!, cerita Ito tentang label Madafaka nya, gig report Dead In The Dirt di Medan, celoteh Bagoes (Brave Heart) dengan judul Titik Koma, dan tiga esay dari Ari (Grave Dancers/POA) yang masing-masing membahas kegemarannya terhadap kaset pita dan betapa superiornya piringan hitam kini; para punk jalanan; dan cerita mengenai seseorang yang memakai kaos hanya demi mengikuti idolanya.
Ammunition sendiri tidak kalah menariknya. Meski lebih dominan oleh interview namun tetap saja masih layak disimak. Mereka menyajikan interview bersama Encrot (Empat Belas), dan masing-masing editor yakni Yullipopes (Ammunition) dan Dody saling balas membalas menginterview, dan juga tak lupa interview terakhir dengan Sweet Widi (Feel The Burn) yang tidak melulu membahas soal band. Yah, gua setuju dengan si pewawancara yang sudah jenuh dengan isi interview seputar musik belaka. Sekali-kali memang perlu untuk sedikit membahas mengenai apa yang band tulis dalam lirik ataupun hal-hal non-music lainnya.
Overall, split zine ini benar-benar mengobati kerinduaan gua terhadap zine yang konsen pada hardcore-punk scene. Untuk kalian yang tertarik dengan split zine ini, bisa menghubungi kontak yang gua sediakan di bawah. Sudah saat nya lo bukan cuma konsumsi kaos-topi-patch-button doang! Sesekali lo keluarin uang untuk membeli/mengganti ongkos foto kopi dari sebuah zine tidak akan membuat lu miskin. (AL)
Contact:
idodtadas@gmail.com / http://unitedxblood.blogspot.com/
Selasa, 21 Januari 2014
Review Zine: Disorder #1 "Special Debut"
Zine ini jika diibaratkan buah tuh bervitamin banget, senggaknya buat kalian yang haus akan segala macam tentang musik. Para penulis Disorder sepertinya tau betul bagaimana menyajikan sesuatu yang asing namun layak untuk dikonsumsi. Beberapa nama yang masih tabu di telinga mereka ulas penuh dengan suka cita, sebut saja Two Cold Fingers (Indie rock asal Jepang yang mereka sebut-sebut sebagai band brilian), Whisper Desire (Unit Indie-pop lokal yang membuat penulis terkagum-kagum), dan mungkin yang menurut gua paling sakti adalah feature tentang Fehlfarben -dedengkot post-punk Jerman yang politis. Yang terakhir gua sebutkan itu sejujurnya adalah tulisan yang paling nyaman sekaligus bernutrisi, ditulis dengan gaya penulisan yang khas dari seorang Raka Ibrahim (Barang siapa yang suka menyibukan dirinya membuka Jakartabeat dan Gigsplay tentu tidak asing dengan pemuda tampan satu ini).
Oh tunggu dulu, ternyata ada yang hampir terlewatkan. Kalian tentu tidak akan sudi apabila melewatkan membaca esay-nya Jiwa Singa dengan judul "Nama Saya Iwan Fals", yang ditulis seolah-olah dirinyalah seorang Iwan Fals. Ia mengkupas habis pelantun lagu "Bongkar" tersebut. Tentu menjadi sayang, apabila kita lewatkan begitu saja.
Dan Raka kembali melancarkan amunisinya pada halaman-halaman terakhir Disorder. Kali ini ia mengulas album klasik-album legenda-album paling dipuja penggiat indie tanah air: JKT:SKRG. Dan Disorder edisi debut di tutup oleh testimonial beberapa pegiat skena indie Jakarta, mengenai venue-venue yang kandas ditelan zaman seperti Poster, BB's, hingga Parc.
Oh yah Disorder Zine ini adalah versi fisik dari webzine mereka. Jika kalian beruntung, bisa mendapatkan versi hardcopy-nya. Jika tidak mintalah dengan baik soft-copy-nya. Jika tidak juga, berkunjunglah ke website mereka di wearedisorder.net. (AL)
Oh tunggu dulu, ternyata ada yang hampir terlewatkan. Kalian tentu tidak akan sudi apabila melewatkan membaca esay-nya Jiwa Singa dengan judul "Nama Saya Iwan Fals", yang ditulis seolah-olah dirinyalah seorang Iwan Fals. Ia mengkupas habis pelantun lagu "Bongkar" tersebut. Tentu menjadi sayang, apabila kita lewatkan begitu saja.
Dan Raka kembali melancarkan amunisinya pada halaman-halaman terakhir Disorder. Kali ini ia mengulas album klasik-album legenda-album paling dipuja penggiat indie tanah air: JKT:SKRG. Dan Disorder edisi debut di tutup oleh testimonial beberapa pegiat skena indie Jakarta, mengenai venue-venue yang kandas ditelan zaman seperti Poster, BB's, hingga Parc.
Oh yah Disorder Zine ini adalah versi fisik dari webzine mereka. Jika kalian beruntung, bisa mendapatkan versi hardcopy-nya. Jika tidak mintalah dengan baik soft-copy-nya. Jika tidak juga, berkunjunglah ke website mereka di wearedisorder.net. (AL)
Senin, 20 Januari 2014
Barefood: "Band Serius Itu Harus Punya Rilisan Fisik"
![]() |
| Photo by Barefood doc. |
Pada bulan suci ramadhan 2009, Rachmat Triyadi atau yang lebih akrab dipanggil Mamat, memiliki beberapa bahan lagu dan mengajak Dito untuk ngejam. Dari ngejam bareng, akhirnya mereka mencari seorang drumer additional dan dibantu oleh Tio (Mellon Yellow). Lalu, mereka memilih untuk mencari drumer tetap, masuklah Ugeng, untuk menjadi pemain drum. Akan tetapi, drum yang diisi oleh Ugeng, tak berjalan cukup lama, ia keluar dan digantikan oleh Niko.
Pada tahun 2010, mereka bertiga membuat sebuah demo yang berisi empat buah lagu dari Mamat. Alasan membuat sebuah demo ini awalnya hanya untuk sebuah dokumentasi, supaya ketika dimainkan kembali tidak lupa dan tidak berniat untuk dirilis. Akan tetapi, saat mendegarkan demo tersebut, hasilnya lumayan bagus, akhirnya diupload di sebuah situs internet. Banyak orang yang mengetahui band ini atas bantuan Dede (Wastred Rockers) yang telah mengepostkan link untuk mengunduh lagu mereka di sebuah media sosial dan di sinilah awal keserisusan Barefood. Berikut adalah interview dngan Dito (Gitar & vokal) dan Mamat (Bass). (Agung Saputra)
Bagaimana kabar kalian setelah rilis EP album Sullen ?
Alhamdulillah, itu semua juga atas bantuan dari Anoa Records. Mereka yang telah bertanggung jawab atas distribusi EP album Sullen sehingga terdapat di kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Malang, Yogya, Bali, dan lainnya.
Bagaimana proses pra-produksi Sullen ini?
Sebelum mengerjakn Sullen, kami itu suka tektok lagu gitu. Sebenernya sih untuk Sullen ini ada lebih dari lima lagu, kita sudah menyiapkan sembilan lagu. Terus kita rekam dan kita dengarkan nah yang lima ini hasilnya bagus. Jadi terpililah kelima lagu ini untuk masuk Sullen. Maret kita masuk studio, rekam-rekam dan jadi. Saat itu kita sedang mencari drumer, dapatlah Bowo dari (The Porno). Kita ajak Bowo, terus kasih materinya ke Bowo, untuk dipelajarin.
Untuk track Sullen, kami dibantu oleh Uci (Sarespring) dalam pembuatan lirik dan vokal. Awalnya untuk lagu ini kami ingin vokal dari suara cowo. Akan tetapi, Uci bersedia untuk membantu mengisi suara karena dia telah memuat lirik. Jadi, mungkin dia lebih tahu suasana dari lirik Sullen ini.
Bisa diceritakan bagaimana proses produksi Sullen ini?
Saat proses mixing master kami yang menyesuaikan hasilnya dengan operator, jadi sullen ini pure 90% dari segi sound dan lain-lain itu Barefood sendiri yang nge-drive Sang Operator. Proses mixing mastering bener-bener lama banget karena kita kan juga outputnya pake pita. Jadi kalau pakai pita itu kan hasil jadi dan hasil sebelumnya itu beda. Terus setelah itu kita menyiapkan design, packaging, dan siaplah utnuk dirilis pada September.
Cerita dibalik pembuatan lirik?
Untuk pembuatan lirik track "Sullen", kami dibantu oleh Uci. Untuk lirik lainnya itu ya tentang perjalanan cinta sesorang yang patah hati, saat sedang kesal sama bos, dan di saat kita tidak tahu harus ngapain untuk menghilangkan kejenuhan.
Sullen ini bukan merupakan karya pertama, pada tahun 2010 kalian sempat memproduksi Demo yang berisi empat buah lagu ("Deep and Crush", "Truth", "Breath", dan "Hard"). Apa ada perbedaan musik dengan album Sullen ini?
Perbedaan antara demo pada tahun 2010 dan Sullen ini, mungkin perbedaannya hanya sedikit karena warna dari kedua itu gak jauh beda. Mungkin dari hasil suara, kalau Sullen lebih baik musiknya. Sedangkan demo 2010, lebih raw atau kasar karena itu demo live, juga latihannya belum cukup.
![]() |
| Photo by Barefood doc. |
Barefood sendiri sih bukan band yang menepatkan diri. Sebenernya sih ya kesenangan, dari lirik dan musik yang simple. Supaya seperti anak SD misalkan mendengarkan lagu Barefood, ya langsung paham tentang musiknya dan bisa memainkannya.
Kenapa kalian memilih tanggal 30 September lalu untuk merilis EP kalian?
Awalnya kami ingin awal September, tapi ternyata ada salah cetak gitu, padahal kita sudah cetak 500 CD. Ternyata ada kesalah di masternya, jadi keluaran suaranya itu beda jauh dengan CD yang sekarang. Dari 500 CD itu kami sudah sempat menaruhnya di toko-toko musik juga karena ada kesalahan, akhirnya ditarik kembali dan diganti dengan yang baru. Jadi itulah kami memilih mundur untuk merilisnya, menjadi tanggal 30 September, mungkin biar lebih komunis banget. [Tertawa]
Soal cover, kenapa kalian memilih warna dasar hijau tua dan foto seorang wanita yang duduk misterius sambil memegang gitar?
Sebenernya konsep awalnya bukan seperti itu. Itu juga dibantu oleh Rici untuk foto sesinya. Dan ternyata masternya cuma ada yang itu. Waktu itu juga sudah banyak banget konsep untuk covernya, akhirnya pas dipilih-pilih pakai ini aja, foto cewe, sebenernya biar suasana covernya lebih sejuk aja. Kan kalau kita berdua terlihatnya gersang gitu. [Tertawa]. Akhirnya pakai model cewe sedang memegang gitar, supaya kita dapat mempengaruhi orang-orang bahwa lagu kita juga manis seperti cewe yang di cover itu. [Tertawa]. Hanya untuk lebih bagus aja kok dan ga ada arti.
Saat ini, sedang marak band yang merilis karyanya dalam format vinyl. Apakah kalian mempunyai keinginan untuk melakukan hal yang sama di kemudian hari?
Keinginan sih ada, cuma belum kepikiran sampai situ karena produksinya juga mahal. Mungkin kalau ada yang mau meproduksiin ya ga apa-apa sih.
Bagaimana tanggapan kalian terhadap turunnya minat penikmat musik dalam membeli rilisan fisik?
M: Sebenernya itu pilihan sih dia mau beli atau tidak beli. Cuma, yang pasi kalau menurut gw sih. Band yang serius itu lu harus punya rilisan fisik. Sebenernya kalau dia gamau beli juga ga apa-apa sih. Itu pilihan mereka. Bukan gw anti download juga yaa hehehe. Pilihan aja sih itu.
D: Ya memang sekarang internet, kalau lu mau liat video yang di ambil dari satu tahun yang lalu, lu juga bisa lihat itu. Tapi kan lu ga bisa menghanddle itu dengan seksama, bisa aja sih kalau barefood ada yang mengupload lagunya di mediafire atau link download lainnya, ya kita juga ga bisa berbuat apa sih selain pasrah. Tapi kalau memang kalian suka dengan bandnya lebih baik belilah rilisan fisiknya, selain membantu juga mensuppourt bandnya. Ya asal downloadnya sih ga apa-apa dan tidak legal dari bandnya hehe. Rilisan fisik itu penting banget.
Apa kegiatan kalian selain bermusik?
Kegiatan kami selain bermusik adalah berkerja karena dengan itu kami bisa memenuhi kebutuhan kami.
Harapan kalian di tahun 2014 yang akan datang apa?
Harapan kami di tahun 2014 adalah realisasi tour, bikin EP lagi, atau apalah yang penting rilisan gitu. Kami juga ada rencana ingin merilis sebuah komplikasi lagi bersama salah satu band di Jakarta.
Misalkan di tahun baru nanti kalian tahu kalau kalian akan meninggal, apa yang akan kalian lakukan ?
M: kalau mati yaa, ngewe dulu, abis itu sholat deh hehe
D: kalau mamat ngewe, gw yang ngerekam dia ngewe terus sholat juga hehe
Minggu, 19 Januari 2014
Tepati Janji, Gerbang Singa Rilis Mini Album Gratis

Setelah sebelumnya merilis single sebagai permulaan untuk mini album ketiga mereka. Kini, Gerbang Singa akhirnya merilis Beast EP secara gratis pada Jumat (17/01) kemarin.
Mereka sengaja merilis Beast secara gratis unduh, karna menyadari bahwa mereka belum bisa maksimal dalam hal pendistribusian album fisik. Selain itu mereka mengatakan, "Kami yakin teman-teman sekalian bila benar-benar suka dengan materi EP ini pasti juga akan membeli rilisan fisik kami," ungkap mereka.
Jadi, tunggu apalagi. Mari unduh mini album ini dan kita sama-sama nantikan album fisiknya benar terwujud. (AL)
Download
Jumat, 17 Januari 2014
Hurt Is Hurt - Debut EP
Sound gitar kering dan raw dengan beat yang kencang tapi berat seberat beban hidup yang harus kutanggung, endyangg. hehe.. Balik lagi lanjut, disempurnakan dengan growl vocal yang agresif dan latar belakang sound penuh noise sungguh ektrim adanya, yap sebuah geng crust punk asal Padang yang menautkan HURT sebagai nama geng mereka.
Baru saja merilis ep mandiri bertitle Hurt, sama seperti nama band nya. 7 tracks dengan semua lirik yang berbahasa Inggris yang kental bertemakan sosial yang straight to the point. Seperti menjadi suatu konspirasi penyambutan band gaek crust punk asal negeri ratu elizabeth, DOOM Pada februari mendatang, terus apa yang kalian tunggu crusties? Buruan cek preview ep mereka dibawah ini nih. (Fauzan)
Baru saja merilis ep mandiri bertitle Hurt, sama seperti nama band nya. 7 tracks dengan semua lirik yang berbahasa Inggris yang kental bertemakan sosial yang straight to the point. Seperti menjadi suatu konspirasi penyambutan band gaek crust punk asal negeri ratu elizabeth, DOOM Pada februari mendatang, terus apa yang kalian tunggu crusties? Buruan cek preview ep mereka dibawah ini nih. (Fauzan)
Titik Balik ‘Hell Gate’, Tape Cassette (Madafaka Records/Forthcoming Records, 2013)
Satu lagi band potensial datang dari scene Medan Crew. Nuansa modern hardcore dibalut dengan sangat apik bersama lirik yang terdengar puitis. Totally Ruiner! Walaupun saya kurang suka dengan soundnya kalau saja lebih diulik pasti outpoutnya lebih bagus. Cukuplah buat permulaan setidaknya membuat saya menantikan materi-materi selanjutnya.
Titik Balik membuktikan kalau band lokal gak kalah keren dari band yang notabene jadi “influence umum”. Nice. Semoga aja band ini cepet tour, gak sabar lihat performnya nih. Hmm… satu cover song dari Judge? Good choice! Eh track Purnama keren juga bro! (Ahmad Alif Ivanka)
Titik Balik membuktikan kalau band lokal gak kalah keren dari band yang notabene jadi “influence umum”. Nice. Semoga aja band ini cepet tour, gak sabar lihat performnya nih. Hmm… satu cover song dari Judge? Good choice! Eh track Purnama keren juga bro! (Ahmad Alif Ivanka)
Sectarian Violence ‘Upward Hostility’, Tape Cassette (Commitment Asia Records)
Sebuah rilisan keren dari Commitment Asia Records menampilkan band lintas benua: Eopa dan Amerika. Dengan packaging yang menarik, terutama casenya mirip sama kaset-kaset jadul. Disertai lyric sheet dan artwork b/w. Salah satu proyekannya Nick Tape (vocalist Coke Bust). Cukup menjanjikan dan menarik perhatian, fast sxe hardcore to the max dengan direksi lirik bertema sosial politik yang dibuat dengan serius. Suka dengan WHN?! or Scholastic Deth ? Nih buat kamu! (Ahmad Alif Ivanka)
Fukk Bar Culture/Seized 'Split', Tape Cassette (Time Up Records/Suhatkor Records, 2013)
Tra-la-laaa split keren yg bakalan jadi esensial nih. Dimulai dari seized band yg maenin style ala Charles Bronson, Infest, Hellnation, etc. Jadi sudah pasti ngebut deh! Nyuguhin 4 track plus satu cover song dari Minor Threat "I Don't Wanna Hear It" yang dibawain rapi.
Selanjutnya gerombolan pecinta jengkol dari tanah pasundan, yup Fukk Bar Culture. Penggabungan antara umea sound plus dc sound tidak lain tidak bukan adalah DS-13 meet Coke Bust. Part gitarnya semakin variatif ditambah style vokalnya semakin nakal! Satu lagi yang keren dari band ini, lirik mereka gak klise agak berbeda, kamu bisa baca sendiri, saya pribadi suka dengan lirik 'Late Youth' sepertinya based on true story hehehe ;) Oh iyaa mereka ngecover track yang menurut saya pas dibawain "Lie" dari DS-13.
Kalo kamu belum dapet nih rilisan, kasian amat deh! Btw cover artworknya bagus, anak kecil lagi maen ayunan yg dibuat dari ban, kerenlah. (Ahmad Alif Ivanka)
Selanjutnya gerombolan pecinta jengkol dari tanah pasundan, yup Fukk Bar Culture. Penggabungan antara umea sound plus dc sound tidak lain tidak bukan adalah DS-13 meet Coke Bust. Part gitarnya semakin variatif ditambah style vokalnya semakin nakal! Satu lagi yang keren dari band ini, lirik mereka gak klise agak berbeda, kamu bisa baca sendiri, saya pribadi suka dengan lirik 'Late Youth' sepertinya based on true story hehehe ;) Oh iyaa mereka ngecover track yang menurut saya pas dibawain "Lie" dari DS-13.
Kalo kamu belum dapet nih rilisan, kasian amat deh! Btw cover artworknya bagus, anak kecil lagi maen ayunan yg dibuat dari ban, kerenlah. (Ahmad Alif Ivanka)
Morfem 'Hey Makan Tuh Gitar!', CD (MRFM Records, 2013)
Ada dua alasan yang mempengaruhi kenapa album kedua Morfem ini patut berada dalam tumpukan cakram padat dirumah. Adalah pertama, sebuah video testimoni para personil yang meliputi cerita betapa seru nan penuh eksperimentalnya sewaktu sesi produksi hingga kenapa album ini patut untuk dibeli, yang begitu persuasif. Kedua, single “180 Derajat” yang begitu catchy dan memikat melalui untaian kata dalam liriknya dilepas gratis beberapa bulan sebelum album ini resmi rilis, sontak menimbulkan pertanyaan ‘apakah semua lirik ditulis dengan keindahan kata yang sama ?’. Dua alasan tersebut menimbulkan impuls yang akhirnya mengiring langkah menuju toko cd terdekat.
Benar saja, alasan pertama terjawab, beragam bebunyian hadir dalam kontruksi musik Morfem kali ini. Mulai dari bebunyian ala klenengan sapi di “180 Derajat” hingga kinciran yang biasa anak balita mainkan di “Jalan Darat (Anti-Boring)” yang menyemarakan instrument yang drummer Freddie mainkan. Belum lagi ditambah kekayaan akan karakter sound milik gitaris Pandu Fathoni yang dominan raw namun terdengar mengalir di telinga, memberi kesan ramah. Di dukung oleh bass line berdistorsi milik bassis Yanu Fuadi yang menambah kekayaan bebunyian dalam album ini.
Morfem dalam album kali ini bisa dibilang lebih berwarna secara musikal ketimbang satu album terdahulunya “Indonesia” ataupun mini album “Seka Ingus Mu”. Selain mempertahankan image raw ala indie rock, mereka juga memasukan beberapa sentuhan garage rock pada “Legenda Berbalut Ngeri” yang bernuansa 60-an, atmosfer psikedelia meraung dalam “Era Gelap Sirna” yang instrumental, membumbui “Senjakala Cerita” dengan taburan noise rock, bermain punk rock dalam “Seka Ingus Mu” yang kembali mereka persembahkan dalam album ini dan terdengar lebih out ketimbang versi mini album. Kesemuanya dikemas oleh karakter sang vokalis Jimi Multhazam yang terdengar bebas.
Kepiawaian Jimi dalam menulis lirik pun tak perlu diragukan. Ia berhasil merangkum cerita saat melaksanakan Jalan Darat Tour 2012 bersama Jude dan The Experience Brother yang ditransformasi oleh nya menjadi sebuah lagu “Jalan Darat (Anti-Boring)” adalah sebuah hal yang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, pendengar disuguhi sebuah tour diary versi audio berdurasi 2:21 menit lengkap dengan berbagai kesan serta beberapa penampil pendukung di masing-masing kota yang mereka singgahi. Sinis namun cerdas nan humoris-nya Jimi tergambar dalam “180 Derajat” dan “Hey Tuan Boti Men”, sedikit sarkas pada “Berlagak Gila” (Tumben sekali kau Roni/Kantong mu sedikit berisi/Kau hidup tuk hari ini/Dan esok kaupun kembali merki), dan sedikit bijak pada “Cerdas dan Taktis” (Dunia penuh tipu daya/Jangan sampai kau yang di kadali/Kaulah yang kendali keadaan/Berbahagialah/Senantiasa tertawa). Sebuah nilai plus yang jarang dimiliki oleh musisi lokal yang terkadang lebih terbuai menyanyikan lirik dalam berbahasa asing.
Pemilihan tajuk album ini pun patut diacungi jempol, jika tidak bisa dikatakan menjadi daya tarik bagi siapapun yang pertama kali melihat kepingan cakram padat ini. Applause untuk Morfem! (AL)
Benar saja, alasan pertama terjawab, beragam bebunyian hadir dalam kontruksi musik Morfem kali ini. Mulai dari bebunyian ala klenengan sapi di “180 Derajat” hingga kinciran yang biasa anak balita mainkan di “Jalan Darat (Anti-Boring)” yang menyemarakan instrument yang drummer Freddie mainkan. Belum lagi ditambah kekayaan akan karakter sound milik gitaris Pandu Fathoni yang dominan raw namun terdengar mengalir di telinga, memberi kesan ramah. Di dukung oleh bass line berdistorsi milik bassis Yanu Fuadi yang menambah kekayaan bebunyian dalam album ini.
Morfem dalam album kali ini bisa dibilang lebih berwarna secara musikal ketimbang satu album terdahulunya “Indonesia” ataupun mini album “Seka Ingus Mu”. Selain mempertahankan image raw ala indie rock, mereka juga memasukan beberapa sentuhan garage rock pada “Legenda Berbalut Ngeri” yang bernuansa 60-an, atmosfer psikedelia meraung dalam “Era Gelap Sirna” yang instrumental, membumbui “Senjakala Cerita” dengan taburan noise rock, bermain punk rock dalam “Seka Ingus Mu” yang kembali mereka persembahkan dalam album ini dan terdengar lebih out ketimbang versi mini album. Kesemuanya dikemas oleh karakter sang vokalis Jimi Multhazam yang terdengar bebas.
Kepiawaian Jimi dalam menulis lirik pun tak perlu diragukan. Ia berhasil merangkum cerita saat melaksanakan Jalan Darat Tour 2012 bersama Jude dan The Experience Brother yang ditransformasi oleh nya menjadi sebuah lagu “Jalan Darat (Anti-Boring)” adalah sebuah hal yang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, pendengar disuguhi sebuah tour diary versi audio berdurasi 2:21 menit lengkap dengan berbagai kesan serta beberapa penampil pendukung di masing-masing kota yang mereka singgahi. Sinis namun cerdas nan humoris-nya Jimi tergambar dalam “180 Derajat” dan “Hey Tuan Boti Men”, sedikit sarkas pada “Berlagak Gila” (Tumben sekali kau Roni/Kantong mu sedikit berisi/Kau hidup tuk hari ini/Dan esok kaupun kembali merki), dan sedikit bijak pada “Cerdas dan Taktis” (Dunia penuh tipu daya/Jangan sampai kau yang di kadali/Kaulah yang kendali keadaan/Berbahagialah/Senantiasa tertawa). Sebuah nilai plus yang jarang dimiliki oleh musisi lokal yang terkadang lebih terbuai menyanyikan lirik dalam berbahasa asing.
Pemilihan tajuk album ini pun patut diacungi jempol, jika tidak bisa dikatakan menjadi daya tarik bagi siapapun yang pertama kali melihat kepingan cakram padat ini. Applause untuk Morfem! (AL)
Rabu, 15 Januari 2014
Warmouth - Demo 2014
![]() |
| Photo by Warmouth doc. |
Minggu, 12 Januari 2014
Gerbang Singa Rilis Single Sebelum Mini Album
Band hardcore asal Solo, Gerbang Singa, kembali akan merilis mini album ketiga nya di tahun ini. Prosesnya sendiri sejauh ini baru menyelesaikan satu lagu yang rampung di mastering dan mixing. Dan seperti yang sebelumnya mereka janjikan melalui akun resmi di Facebook, "Insya ALLAH beberapa hari ke depan akan kita keluarkan versi free download," tulis mereka pada 9 Januari kemarin.
Band yang terpengaruh oleh 50 Lions, Sick Of It All, Madball, dan Throwdown ini, akhirnya pun menepati janji mereka. Kemarin (11/01), mereka merilis single teranyar secara gratis*. Meski mereka mengakui hasil mastering pada lagu tersebut baru rampung 90% namun mereka berjanji hasil akhir akan lebih maksimal. Single tersebut diharapkan bisa menjadi gambaran akan bagaimana musik mereka pada mini album nanti. Saat ini belum ada kabar kelanjutan tentang tanggal resmi perilisan mini album tersebut. Tentu tidak jadi barang yang salah untuk menantikannya. (AL)
*Download
Band yang terpengaruh oleh 50 Lions, Sick Of It All, Madball, dan Throwdown ini, akhirnya pun menepati janji mereka. Kemarin (11/01), mereka merilis single teranyar secara gratis*. Meski mereka mengakui hasil mastering pada lagu tersebut baru rampung 90% namun mereka berjanji hasil akhir akan lebih maksimal. Single tersebut diharapkan bisa menjadi gambaran akan bagaimana musik mereka pada mini album nanti. Saat ini belum ada kabar kelanjutan tentang tanggal resmi perilisan mini album tersebut. Tentu tidak jadi barang yang salah untuk menantikannya. (AL)
*Download
Sabtu, 11 Januari 2014
Transformasi Death Of President
![]() |
| Photo by DOP doc. |
Dan pada akhir Desember kemarin, DOP kembali melakukan split dengan sebuah band Italia, Carlos Dunga, di bawah bendera Tarung Records dan CKPYH Records. Apa yang kamu temukan ? Sebuah pendewasaan musik. Yah begitulah kami menyebutnya. Meski belum bisa move on dari tempo cepat. Namun line gitar mereka kini bernuansa thrash metal, kian heavy terdengar. Seperti mendengarkan Bones Brigade, D.R.I. era Dirty Rotten rasanya.
Jika kami perhatikan memang ada beberapa band lokal yang sebelumnya bermain dengan style fastcore/thrashcore awalnya kemudian seiring waktu merambah ke thrash metal/crossover. Dan sayangnya beberapa dari band tersebut terkesan gagal bertransformasi. Tapi DOP ? mereka tidak termasuk yang gagal namun juga sukses. Mereka berada di antara. Meski begitu bukan berarti apa yang mereka lakukan sia-sia, tentu masih layak didengar. Dan salahkan Katon W. De Pena jika DOP tidak bisa membuat mu meliar di moshpit (Apa hubungannya ?.Red). (AL)
Album Split Tersanjung13xLocal Fruits Dirilis Gratis
Veteran grindcore Jakarta, Tersanjung13 merilis album splitnya bersama Local Fruits dari Malang pada akhir Desember lalu (29/12).
Tidak seperti album Ears Slaughter 2002-2013 mereka yang dirilis dalam format CD. Kini mereka merilis splitnya dengan cara sistem download via Stone Age Records.
Terdapat sembilan track beringas, cepat, a la Unholy Grave hingga No Comment. (AL)
Download
Tidak seperti album Ears Slaughter 2002-2013 mereka yang dirilis dalam format CD. Kini mereka merilis splitnya dengan cara sistem download via Stone Age Records.
Terdapat sembilan track beringas, cepat, a la Unholy Grave hingga No Comment. (AL)
Download
Debut EP Cyco Vision Akan Dirilis Alternaive
Setelah sukses dengan debut demo nya yang rilis tahun kemarin. Kini, Cyco Vision berencana untuk menggarap debut EP yang masih dirahasiakan judulnya. Namun para prajurit crossover asal Bandung ini mengabarkan bahwa EP tersebut nantinya akan dirilis oleh label Alternaive, salah satu label kondang yang juga menaungi beberapa band seperti Hellowar (RIP), Hooded, Hantamrata, Grave Dancers, dan Milisi Kecoa. Rencananya EP tersbut akan rilis awal tahun ini. Sepertinya tidak dalam waktu yang lama lagi. (AL)
Bankeray Berbagi Pengalaman Lewat Thrash Attack
![]() |
| Photo by Bankeray doc. |
Tidak hanya itu. Mereka-pun melanjutkan cerita, "Venue acaranya memanglah pinggiran, namun semangat dan niat penonton yang datang memang untuk bersenang-senang, moshpit liar, persetan debu tanah lapangan yang membumbung saat mereka pogo. Tak perduli mau band besar atau kecil, tak perduli darimana asalnya, mereka benar-benar menikmatinya. Semangat dan pengalaman ini, ditambah beberapa hal dari keseharian kami, coba kami tulis dalam lirik lagu," terang mereka. Dan "Thrash Attack" lah yang mereka maksudkan.
Saat ini mereka sedang dalam tahap pengerjaan artwork dan layout cover guna kebutuhan debut album Liar. Nantinya, album tersebut akan berisi sepuluh lagu dan satu lagu akustik. Mereka merencanakan semuanya akan terealisasi pada tahun 2014 ini. "Semoga segera kelar!" tandas mereka. (AL)
Jumat, 10 Januari 2014
LKTDOV 'Self Tilted', Tape Cassette (Optical Records, 2013)
Belum apa-apa rilisan ini sudah mengharu biru pendengar melalui sampling milik salah satu iklan asuransi jiwa Thailand yang mampuh mengundang tangis di sela-sela track "Welcome To Another World" bergema. Yang kemudian disusul petikan manis berpadu dentuman piano dari track "Is It a Dream Within Dream ?" yang lembut mengiringi Janitra Ayu bekeluh kesah. Sebelum akhirnya gelegar vokal Indra Menus menghentak. Track "Parting Away From You" bernuasa tak jauh berbeda dengan track lainnya. Yah, jangan harapkan kamu akan mendapatkan nuansa ceria di sini karna LKTDOV akan mengajak mu untuk merenung sembari menyelami nuansa musik mereka yang kelam nan membuai a la Post-rock dan seagresif Screamo. Semua itu kamu bisa dapatkan pada side A rilisan tape kaset ini.
Sementara untuk side B kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih kotor, raw, sekaligus suram. Dua track yakni "This Love Has No Jealousy" dan "Live at JNM" semua direkam secara langsung ketika mereka latihan dan manggung.
Rilisan ini adalah hasil kerja sama berbagai label di antaranya Optical Records, Sailboat Records, Relamati Records, dan Rizkan Records. Kamu bisa mendapatkan rilisan ini dengan cara menghubungi label-label terkait ataupun bisa langsung mengkontak Optical Records (kontak tersedia di bawah.Red).
Rilisan ini direkomendasikan untuk kalian pendengar setia Envy, Russian Circles, Mogwai, etc. (AL)
Kontak: Optical Records (Phone: +6285779200282)
Sementara untuk side B kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih kotor, raw, sekaligus suram. Dua track yakni "This Love Has No Jealousy" dan "Live at JNM" semua direkam secara langsung ketika mereka latihan dan manggung.
Rilisan ini adalah hasil kerja sama berbagai label di antaranya Optical Records, Sailboat Records, Relamati Records, dan Rizkan Records. Kamu bisa mendapatkan rilisan ini dengan cara menghubungi label-label terkait ataupun bisa langsung mengkontak Optical Records (kontak tersedia di bawah.Red).
Rilisan ini direkomendasikan untuk kalian pendengar setia Envy, Russian Circles, Mogwai, etc. (AL)
Kontak: Optical Records (Phone: +6285779200282)
Prabu Pramayougha 'YA! WAH!', Tape Cassette (Rizkan Records/Blah Records, 2013)
Prabu Pramayougha sebelumnya dikenal sebagai frontman unit pop-punk, Saturday Night Karaoke. Sebelum akhirnya memutuskan untuk bersolo karir. Bisa jadi ini adalah trik atau semacam aspirin dari mandeknya langkah bersama SNK yang memang dalam beberapa tahun terakhir ini seperti kehilangan arah -sempat dikabarkan bubar namun sesekali aktif bermain.
YA! WAH! sebenarnya adalah dua album berbeda yang dirilis bersama. YA! lebih dulu dirilis pada 2012 dalam format cakram padat via label Jepang, SP Records. Sementara WAH! adalah album paling muktahir, direkam akhir Agustus 2013 dan rilis via Blah! Records. Yang akhirnya kedua album tersebut dipersatukan layaknya sepasang suami-istri yang telah lama pisah ranjang oleh Rizkan Records yang berkongsi dengan Blah! Records dalam format tape kaset. Bersampulkan pink yang dominan, album ini seperti seruan iklan soda "membawa kebahagiaan".
Secara keseluruhan (dalam segi musik) Prabu masih belum menawarkan sesuatu yang berbeda dari apa yang ia mainkan ketika di SNK dulu. Masih menyediakan Pop-Punk enerjik, ceria, dan penuh warna begitulah kiranya kalimat untuk menggambarkan bagaimana musiknya. Sekilas, kita akan tetap menerka bahwa ini adalah SNK. Sepertinya bayang-bayang SNK masih melekat pada Prabu (atau bisa jadi sebaliknya) layaknya Morrissey ketika hijrah dari The Smiths atau Sammy Simorangkir ketika hijrah dari Kerispatih.
Tapi siapa yang peduli dengan itu ? Halah! Bagaimanapun juga album ini tetap mampuh membuat kita meliar di kamar. Mampuh membuat kita merasakan muda selayaknya remaja belasan tahun -meskipun usia anda sudah berkepala tiga. Mampuh mengembalikan memoar kita ketika pertama kali mendengarkan Dookie-nya Greenday, Dude Ranch-nya Blink182, atau sekedar membayangkan wajah kikuknya Milo Aukerman.
Total ada delapan track dengan bonus-bonus yang tidak akan kamu kira sebelumnya, bahwa bonus lagu seperti itu yang Prabu masukan dalam albumnya. Sedikit bocoran, ada Prabu versi Punk-kentrung (WTF!!! Term apa lagi itu?!.Red). (AL)
YA! WAH! sebenarnya adalah dua album berbeda yang dirilis bersama. YA! lebih dulu dirilis pada 2012 dalam format cakram padat via label Jepang, SP Records. Sementara WAH! adalah album paling muktahir, direkam akhir Agustus 2013 dan rilis via Blah! Records. Yang akhirnya kedua album tersebut dipersatukan layaknya sepasang suami-istri yang telah lama pisah ranjang oleh Rizkan Records yang berkongsi dengan Blah! Records dalam format tape kaset. Bersampulkan pink yang dominan, album ini seperti seruan iklan soda "membawa kebahagiaan".
Secara keseluruhan (dalam segi musik) Prabu masih belum menawarkan sesuatu yang berbeda dari apa yang ia mainkan ketika di SNK dulu. Masih menyediakan Pop-Punk enerjik, ceria, dan penuh warna begitulah kiranya kalimat untuk menggambarkan bagaimana musiknya. Sekilas, kita akan tetap menerka bahwa ini adalah SNK. Sepertinya bayang-bayang SNK masih melekat pada Prabu (atau bisa jadi sebaliknya) layaknya Morrissey ketika hijrah dari The Smiths atau Sammy Simorangkir ketika hijrah dari Kerispatih.
Tapi siapa yang peduli dengan itu ? Halah! Bagaimanapun juga album ini tetap mampuh membuat kita meliar di kamar. Mampuh membuat kita merasakan muda selayaknya remaja belasan tahun -meskipun usia anda sudah berkepala tiga. Mampuh mengembalikan memoar kita ketika pertama kali mendengarkan Dookie-nya Greenday, Dude Ranch-nya Blink182, atau sekedar membayangkan wajah kikuknya Milo Aukerman.
Total ada delapan track dengan bonus-bonus yang tidak akan kamu kira sebelumnya, bahwa bonus lagu seperti itu yang Prabu masukan dalam albumnya. Sedikit bocoran, ada Prabu versi Punk-kentrung (WTF!!! Term apa lagi itu?!.Red). (AL)
Sailboat Records Umumkan Rilis Hikari Todo
光とど atau Hikari Todo adalah Emil Prakertia Raji, musisi muda berumur 20 tahun yang juga Vokalis dan gitaris band Screamo/Experimental A City Sorrow Built. Berdomisili di Perth dan Juga Bali. Hikari Todo adalah Solo Project Post-Rock-nya sejak 2012, sudah mengeluarkan album EP berisi 3 lagu pada tahun 2012 yang diberi judul "Light Stays" yang dirilis oleh Sailboat Records pada CD dan juga Digital Download.
Jika di album pertama Hikari Todo banyak terinspirasi dari Anime jepang, pada album EP "The Joys In Not Knowing" yang berisi 6 lagu bertotal durasi 15 menit, lebih banyak memasukkan unsur personal dengan minimalisasi instrumen dan juga menambahkan instrumen strings dan juga trumpet pada beberapa lagu, dan juga memasukkan vokal pada satu lagu.
The Joys In Not Knowing ditulis dan direkam sepanjang tahun 2013, EP ini adalah catatan personal dari seorang Emil, baik Heart warming ataupun heart breaking. EP ini memperlihatkan pengembangan dan meminilasir beberapa element yang ada di EP sebelumnya (Light Stays). This is no nonsense melodic atmospherical music with 6 tracks just hitting the 15 minutes mark.
Kami merilis complete preview dua lagu yang ada di album The Joys In Not Knowings, yang bisa didengar disini:
Album ini akan dirilis rencananya Akhir januari paling cepat. Saat ini Sailboat Records membuka Limited Pre Order CD yang akan diberi sisipan bonus Poster didalamnya. CD akan diproduksi dengan jumlah yang sangat terbatas yaitu 100 keping dengan Free Download di Bandcamp Sailboat Records (www.sailboatrecords.bandcamp.com).
Jika di album pertama Hikari Todo banyak terinspirasi dari Anime jepang, pada album EP "The Joys In Not Knowing" yang berisi 6 lagu bertotal durasi 15 menit, lebih banyak memasukkan unsur personal dengan minimalisasi instrumen dan juga menambahkan instrumen strings dan juga trumpet pada beberapa lagu, dan juga memasukkan vokal pada satu lagu.
The Joys In Not Knowing ditulis dan direkam sepanjang tahun 2013, EP ini adalah catatan personal dari seorang Emil, baik Heart warming ataupun heart breaking. EP ini memperlihatkan pengembangan dan meminilasir beberapa element yang ada di EP sebelumnya (Light Stays). This is no nonsense melodic atmospherical music with 6 tracks just hitting the 15 minutes mark.
Kami merilis complete preview dua lagu yang ada di album The Joys In Not Knowings, yang bisa didengar disini:
Album ini akan dirilis rencananya Akhir januari paling cepat. Saat ini Sailboat Records membuka Limited Pre Order CD yang akan diberi sisipan bonus Poster didalamnya. CD akan diproduksi dengan jumlah yang sangat terbatas yaitu 100 keping dengan Free Download di Bandcamp Sailboat Records (www.sailboatrecords.bandcamp.com).
Kamis, 09 Januari 2014
Real Project Perkenalkan Materi Baru
| Real Project. Photo by Alfian Putra |
Kali ini mereka rupanya gemar berbasa-basi sedikit -tidak to the point seperti biasanya. Namun tidak mengurangi energi yang terpancar dalam musik mereka yang agresif. Sepertinya mereka mencoba lebih harmonis dalam meramu komposisi pada materi kali ini. Dan, karakter vokal Mels lebih terdengar "ngotot" di sini. Keren!
Yang penasaran dengan materi baru Real Project. Kami menyediakan link streaming nya di bawah sini. (AL)
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)
























