Selasa, 01 Oktober 2013

Rasakan Pesan Perjuangan Starlit

Starlit. Photo by Starlit doc.
Mungkin bagi sebagian besar penggemar pop-punk, khususnya yang berdomisili di Jakarta sudah tidak asing dengan kehadiran band yang satu ini, Starlit. Pasalnya band yang digawangi oleh Shitdock bass, Fadel gitar, Sadam drum, Djati keyboard, dan Tiara vokal sudah sering malang melintang di gigs-gigs bahkan pentas seni sekolah-sekolah di Ibu Kota.

Bahkan, band yang baru berusia empat tahun ini sudah mampu mencuri perhatian pendengarnya diluar kota. Dan belum lama ini mereka baru saja menyelesaikan sebuah mini tour ke Magelang dan Solo.

Dan pada kesempatan kali ini, mereka akan sedikit membagi cerita mengenai perjalanan mini tour kemarin, kesan dalam sebuah gig, dan rencana mereka kedepan. (AL)


Bagaimana kondisi kalian saat menjawab interview ini ?
Alhamdulillah baik, stabil.

Kalian baru saja menyelesaikan tour ke Solo dan Magelang. Hal menarik apa yang terjadi selama perjalanan tour kemarin ?
Iya bener, kita baru aja menyelesaikan mini tour kita ke solo dan magelang, bareng Straight Answer juga dari Jakarta, tiap kota seru, atmosfir energinya luar biasa, respon positif ke kita, dan kita seneng bisa tour bareng Straight Answer walaupun beda umur ngeband sangat jauh, tapi sosialisasi mereka dan respect nya luar biasa, udah kayak manggung tapi bawa om-om yang bantu ngedidik kita.


Aksi Starlit di Solo. Photo by Starlit doc.

Jika diberi kesempatan untuk kembali melakukan tour. Kemana kalian akan memilih tujuan ?
Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Magelang, Malang, Blitar, Surabaya, Bali, Makasar, Medan, Jambi.

Bisa ceritakan sedikit tentang Starlittle ?
STARLITTLE, mereka adalah orang yang selalu support kita sampai saat ini dalam bentuk dukungan apapun, sampai saat ini sih mereka terbentuk dari wilayah daerahnya masing-masing, mudah-mudahan nanti bisa diadakan acara buat kumpul-kumpul bareng mereka.

Untuk skena punk lokal. Pembentukan fanbase masih terbilang tabu bahkan tak jarang dianggap kurang begitu penting. Apa pendapat kalian soal itu ?
Masing-masing deskripsinya aja sih, kalo menurut kita lumayan penting, soalnya kita butuh media yang bantu promo-promo kita, dan fanbase salah satu media yang cukup mendukung untuk promo-promo yang kita jalankan.

Starlit foto bersama Starlittle. Photo by Starlit doc.

Kalian sering bermain di acara Pentas Seni Sekolah. Perbedaan apa yang kalian rasakan bermain disebuah Pensi Sekolah dengan gig yang dikelola oleh komunitas ?
Bedanya, kita pribadi lebih suka main di gigs sih daripada di pensi, soalnya lebih seru aja, gada batasan, kita bisa bener-bener ngelakuin apa yang kita suka, nah kalo di pensi lebih sedikit lebih teratur aja, soalnya kan dominan anak sekolah, jadi kita harus kasih contoh yang baik juga.

Untuk seukuran band yang belum lama terbentuk. Kalian sudah banyak mendapat respon yang baik dari para pendengar. Ada rencana untuk go major seperti Pee Wee Gaskins atau Last Child ?
Saat ini sih kita belum kepikiran untuk kearah sana, masih dijalur indie buat promoin album pertama kita dulu.

Diluar aktivitas bermusik. Apa yang kalian lakukan ?
Kerja sama Kuliah.

Dengan jadwal manggung yang terbilang cukup padat. Bagaimana kalian membagi waktu antara urusan band dengan personal ?
Biasanya sih kita kordinasi sama manager kita untuk schedule. Manggung juga rata-rata di weekend, jadi weekday kerja sama kuliah. Weekendnya manggung sama starlit. Jadi selama ini gada masalah kok, sekalipun bentrok di weekday, ya ijin kerja. Pokoknya gaboleh ganggu band apapun itu hahaha.

Apa makna Starlit untuk kalian semua ?
Makna starlit menurut kami? Ini keluarga kedua kita yang bener-bener dibangun dari nol, coba berkarya untuk orang lain biar bisa menikmatinya, coba bikin lagu dari hati, nyanyikan dengan sepenuh hati dan insyaallah bakal sampai ke hati para pendengarnya.

Apa nih rencana jangka pendek kalian ?
Saat ini kita lagi proses garap album pertama kita yang bertittle Rasa Pesan Dan Perjuangan doain aja mudah-mudahan selesai dalam waktu dekat ini.

Oh yah, apa yang kalian ketahui soal Lemari Kota Webzine ? Berikan pendapat kalian soal itu ?
Kita baru ngecek nih ke blog nya, keren-keren menurut kita, mudah-mudahan bisa lebih produktif lagi dan jangkauannya lebih luas lagi.

Last word!
Selama masih bisa nafas dan punya mimpi,jangan pernah nyerah ! LAKUKAN.

Starlit di ulang tahun clothing line. Photo by IresthART

Senin, 30 September 2013

Helpline: Saluran Anti-Kekerasan



Apa sih helpline itu?
Helpline adalah medium curhat melalui komunikasi via telpon, email, atau tatap muka (jika dibutuhkan) bagi teman-teman yang merasa perlu teman bicara ketika menemui situasi Kekerasan dalam Hubungan atau Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD). Tapi kalau mau colongan ngobrolin tentang seksualitas juga yuuuk!
Akan ada nomor-nomor telpon yang bisa dihubungi langsung, atau melalui email jika belum siap bicara. Kami akan mendengarkan dan memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kemampuan kami. Keputusan kembali pada individu, kami hanya membantu dengan menjadi pendengar yang setia (ciyeh…), menyediakan informasi, serta memberikan rujukan jika dibutuhkan.

Keuangan project ini murni berasal dari kas kami (yang sialnya tak seberapa) dan dukungan pertemanan. Kalo gak percaya liat aja di segala medium kami ada gak logo atau ucapan terimakasih pada lembaga atau funding donor hehe… Panjang umur network of friendship!!!

Kenapa kami melakukannya?
Oke tanya & jawablah dengan jujur dalam hatimu, siapa diantara kita yang pernah mengalami atau tau orang disekitar kita yang pernah mengalami situasi Kekerasan dalam Hubungan atau Kehamilan Tidak Direncanakan? Jawabannya bisa beragam; diri kita sendiri, teman, kakak, adik, sepupu, ibu, dll. Lalu kenapa kita terus mendiamkannya saja? Apakah kita ingin melatenkan budaya kekerasan dan patriarki?

Kita menganggap ini hal personal, “urusan dapur masing-masing” demikian yang kerap menjadi alasan pengabaia. Sementara dampak dari Kekerasan & KTD sangat luar biasa berpengaruh baik secara fisik maupun psikologis seseorang dalam jangka waktu pendek dan panjang (trauma). Dan jangan salah duga kalau hanya perempuan saja yang menjadi ‘korban’, pihak pelaku turut menjadi korban dalam bentuk yang lain, kami juga bersedia bagi kalian yang merasa pernah melukai orang lain untuk bercerita dan membantu kalian sebisa kami.

Sederhanya, karena hal ini terus terjadi disekitar kita. Orang-orang yang kita sayangi (termasuk diri kita sendiri) terus terlukai & dihakimi. Susah mendapat informasi serta dukungan dari sekitarnya. Kami juga letih dengan pengabaian dan penghakiman tanpa solusi. Jadi anggap saja ini inisiatif kecil dari kami dan tidak mungkin berjalan tanpa dukungan kalian semua juga.

Apa ini untuk perempuan saja?
Nggak, teman laki-laki atau transgender, atau apapun orientasi kamu dipersilahkan menghubungi kami saat kalian mengalami situasi Kekerasan dalam Hubungan atau Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD).

Mau berpartisipasi?
Boleleboooo… silahkan hubungi kami dan beritahu kami apa yang ingin kamu dukung. Kami juga sebaliknya akan menginformasikan dukungan-dukungan apa yang kami butuhkan. Tapi paling tidak sejauh ini beberapa hal yang bisa kamu dukung:

  • Membantu menyebarkan informasi nomor dan email helpline kami ke lingkungan kamu.
  • Menjadi ‘sahabat dadakan’ di wilayah kalian masing-masing. Maksudnya; kalian bersedia untuk menemani jika seseorang (misalnya) karena keadaan fisik, psikologis atau keamanannya butuh ditemani visum ke rumah sakit, periksa ke klinik, menemani membuat laporan pengaduan, mengantar ke LBH, dll…
  • Menjadi donatur dadakan (pas lagi ada rejeki aja), atau menjadi donatur tetap setiap bulan untuk kebutuhan seperti ; pulsa, penggadaan materi publikasi (cetak, print, fotocopy, dll).


Kontak mereka di :
0856-4364-9400
0877-3974-5800
E : helplinennb@gmail.com

Seperak Zine Mengadakan Lapak Gratis

Klik gambar untuk memperbesar


KAMI AKAN RILIS CETAKAN PERTAMA
GAMBAR INI di KAOS KALIAN
!!!!!!!GRATIS!!!!!!!

cuma di LAPAK BEBAS BERBAGI

MAKAN GRATIS - CURHAT GRATIS - BACA GRATIS - SABLON GRATIS "Bawa Kaos Polos Warna Cerah Yaw!!!"

Minggu 6 Oktober 2013, jam 10 pagi - sore
Di Belakang Robinson, Tepian Kali Cisadane, Tangerang

Informasi: 08561765846 - 085693667069

Yudha Artcore: Tukang Gambar Yang Senang Tengkorak

Yudha Artcore. Photo by Yudha doc.
Yudha aka Ucrit adalah seorang artworker potensial dari Kota Depok. Progesivitas karya-karyanya kini membuat ia dipercaya oleh sejumlah band-band hardcore/punk lokal dan mancanegara dalam menangani artwork mereka.

Melihat gambar-gambarnya yang dominan tengkorak tentu akan mengingatkan kita pada Arian13, Sunya Raw, atau bahkan Pushead, artworker yang juga identik dengan tengkorak.

Tidak hanya sebagai seorang tukang gambar. Yudha pun sempat pula menerbitkan sebuah fanzine Coret Kertas yang sedikitnya fokus mendokumentasikan skena hardcore/punk lokal serta buah tangan para artworker lainnya.

Berikut ini adalah obrolan singkat Lemari Kota bersama pria yang gemar dengan kopi tersebut. So, baca segera. (AL)

Hallo Yudha. Sebelum mulai panjang lebar. Kenalin diri dulu dong.
Nama gua Yudha dan gua jomblo saat ini..hahaha dan ga ada yang spesial di diri gua.. :D haha

Bagaimana kondisi lu saat menjawab interview ini ?
Ehmm lagi pilek aja si. Ya tapi kuat lah buat jawab esay lu.. :D

Ceritain dong sejak kapan sih mulai tertarik dengan dunia gambar ?
Tertarikk??? Kalo tertarik ya dari gua SD, tapi kalo minat serius, gua sejak 2009an.

Terus bagaimana prosesnya hingga lu tertarik menggambar dalam lingkup scene ini ?
Sebenernya tertarik karena hobi gua aja, dan kayaknya seru gambar di lingkup scene, karena keterbatasan skill aja. Jadi gua lebih sering gambar buat lingkup di scene. (cuma bisa gambar tengkorak haha)

Gambar apa dan untuk siapa yang pertama kali lu buat ?
Gambar apa? Gambar 4 zombie, lagi saling merangkul, dan se-inget gua itu buat Pasal13 (Kediri), itu waktu jaman Friendster. Jadul banget hahaha.

Gambar-gambar lu dominan tengkorak. Ada apa dengan tengkorak ? apa yang membuat lu tertarik dengan itu ?
Ada apa dengan tengkorak?? Sebenernya ga ada apa-apa, hanya hubungan ketertarikan aja hahaha. Ketertarikan dengan gambar tengkorak itu sebuah spontanitas aja dan menurut gua tengkorak itu keren.

Art by Yudha Artcore

Tengkorak mengingatkan pada Pushead. Apa pendapat lu tentang dia ?
Yesss. Pushead salah satu artworker yang jadi inspirasi gua, ibaratkan kitab hahahaha. Tapi gua salute sama karya-karyanya. Dia luar biasa.. :D

Siapa sih biasanya yang menjadi inspirasi lu menggambar ?
Inspirasi gua ya para artworker yang gua suka, terkadang yang bikin mood jadi on lagi ya mikirin seseorang yang gua suka.. hahahaha

Bagaimana proses suatu gambar itu tercipta ?
Wah panjang kalo cerita.. haha kalo gua standart aja: sketsa, doting, finishing.

Sebutin dong siapa saja yang sudah pernah lu buatkan gambar ?
Kalau lokal nya: Busuk, CintaxFitri, Ninja Hatorry, ProyekxGagal, Batosai-x, Autodestruction, Diexfast, Sonata, Big Stand, ProxAktif, Fat Bastard, dan beberapa lagi.

Kalau buat luar: Attitude (Italy), Common Enemy (Pennsylvania), The&rules merch (Malaysia), dan Christer Petterson (Swedia).

Art by Yudha Artcore

Denger-denger salah satu gambar lu pernah ada yang dijadiin tattoo yah sama seorang wanita dari negri seberang sana. Bisa ceritain tentang hal tersebut ?
Nah kalo itu engga sengaja, jadi waktu itu gua main poker online, nah doi nge-add gua dari game itu, kita saling kenalan, dan profesi kita pun sama, sebagai penjaga cybercafé (warnet) dan mungkin dia tertarik sama gambar gua, dari situ dia minta buatin gambar untuk tatto di lengannya. Ya gua si cukup terkejut aja, ada yg mau make gambar gua buat tatto..hahaha “and you still a beautiful”

Menurut lu, apakah gambar bisa menjadi basis ekonomi alternatif ? Maksudnya apakah bisa menjadi sumber penghasilan ketimbang harus kerja formal ?
Sumber ekonomi alternatif ? Bisa, buat artworker yang profesional, nah kalo gua ga bisa buat di patok gitu, soalnya kalo gua tergantung mood, makanya gua jadiin gambar buat hobi, dan sampingan aja.

Pernah punya pengalaman dengan pembajakan ? apa pendapat lu tentang pembajakan ?
Pernah, pendapat gua tentang pembajakan (artwork) ?? ehmm fukk you.

Apa pencapaian tertinggi lu dari apa yang lu lakukan ini ?
Pencapaian gua?? tertinggi?? apa yaa?? pas lu tanya ini, gua blank... ga tinggi-tinggi sih, cuma pengen ikut exhibition artwork sama artworker lokal.

Sebutin dong, artworker yang menjadi favorite lu.
Kalo lokalnya : Varises Otak (Jogja), Blackrajah, Ken Terror Filthy Finger Manufakture, Tremor, Devilreject Art Bustarinov, SilencerEight Artwork, Slez Artsick, banyak yang belum disebut termasuk kamu haha

Kalo buat luarnya: Pushead, Monkeymouth, Shunsuke shimizu, Akihiko Sugimoto, Miguel Endara, Ramon Costa, dan masih banyak lagi yang ga kesebut.

Ada rencana untuk membuat pameran tunggal ?
Wah ga kepikiran, ga PD ..hahaha

Sedikit bicara soal zine. Apa kabarnya Coret Kertas Zine ?
Wahh kabar nya Cokerz lagi ga bagus, lagi nemeuin titik stag hahaha tapi diusahakan agar tetap muncul kepermukaan... aminnn :D

Apa yang lu ketahui soal Lemari Kota Webzine ? Berikan pendapat lu soal itu.
Lemari Kota Webzine itu udah kaya lemari es, selalu fresh (update) kalo dibuka, setiap gua online ada aja yang baru.. hahaha pokoknya maju teruss.. :D

Terakhir. Adakah tips and trick untuk yang mau mulai belajar gambar ?
Tips and trick nya, sabar dan mau berusaha. Gambar hal yang menyenangkan, yang ada di pikiran kamu, imajinasikan aja dan drawing kan aja.

Art by Yudha Artcore
Art by Yudha Artcore
Art by Yudha Artcore

Art by Yudha Artcore

Art by Yudha Artcore

Tujuh Tahun Diam, Joan Jett Kembali Produktif

Terakhir ia, Joan Marie Larkin atau yang lebih familiar disapa Joan Jett merilis Sinner pada 2006 silam melalui Blackheart Records. Album kesembilan milik wanita berusia 55 tahun tersebut menjadi album terakhirnya sebelum pada akhirnya vakum tanpa satu karyapun.

Dan pada tahun 2013 ini, Jett kembali dengan album baru bertajuk Unvarnished yang akan dirilis resmi pada 1 Oktober mendatang. Dalam album kesepulahnya bersama band bentukannya The Blackhearts, ia melakukan kolaborasi dengan Dave Grohl dari Foo Fighters dan juga Laura Jane Grace dari Against Me!.

Dilansir dari situs www.usatoday.com, Jett mengatakan ini akan menjadi sesuatu yang berbeda dari yang biasa ia lakukan sebelumnya. Jika dulu ia terkenal dengan pembahasan lagu seputar seks, cinta, dan pesta. Di usia nya yang tidak lagi muda ia sedikit lebih menjadi bijaksana. "Bagi saya, selama beberapa tahun terakhir ini, telah terjadi transisi yang berbeda dalam hidup," ungkapnya. "Belajar untuk tumbuh lebih dari sekedar pengalaman-pengalaman, dan berbicara tentang aspek kehidupan yang berbeda dari yang menyenangkan."

Lantas akan seperti apa album Jett secara keseluruhan ? Kalian bisa nikmati dan nilai sendiri nantinya. Saat ini album tersebut dapat didengarkan secara gratis melalui situs www.usatoday.com. (AL)

Video of Today: Strife - Carry The Torch (Official Video)


Video terbaru dari Strife yang diambil dari album terakhir mereka Witness a Rebirth yang rilis akhir tahun lalu.

Kamis, 26 September 2013

[LK-013] V/A. One Way One Mind Vol.02


Sebuah kompilasi yang kaya akan beragam sound serta style yang berbeda. Ketika kita menekan tombol unduh maka otomatis akan mendapatkan satu paket yang di dalamnya terdapat 20 band dengan style yang mulai dari grindcore, fastcore, oldschool hardcore, thrash/metal, punk rock, crust punk, hingga surf punk.
Kompilasi ini sempat pula dirilis dalam format cakram padat oleh sebuah clothing line bernama The Poor. Dan secara sahih dirilis ulang dengan format yang berbeda oleh Lemari Kota Records.

Tanggal rilis: 26 September 2013

Bands:
1. Rotten Youth (USA)
2. Sarjan Hassan (Malaysia)
3. CBA
4. Strength Thru
5. Fast Kick
6. Deal Statement
7. Drugstore
8. Teletubies
9. Blakblakan
10. L.O.L.I.T.A.
11. Ever Slade
12. Duri Tajam
13. For Sample
14. Pasukan Kuliner
15. Pete Pete Proyek
16. WC Umum
17. Kriak!
18. Smoke Killer
19. Sub Chaos
20. Doomasscrust

Download: V/A. One Way One Mind Vol.02

Senin, 09 September 2013

Photo Set: Cassette Store Day 2013 (Bandung)

Seperti yang sudah di gembor-gemborkan sebelumnya. Tanggal 7 September di tetapkan sebagai hari Cassette Store Day. Sebuah perayaan untuk mengenang sekaligus membudayakan lagi sebuah format rekam fisik yang cukup klasik namun kini mengalami kolaps (khususnya di Indonesia). Di Indonesia sendiri, perayaan ini turut di meriahkan dibeberapa kota antara lain Malang, Jakarta, dan Bandung.

Dan pada hari Sabtu(7/9) kemarin, kami berkesempatan menyambangi lokasi Cassette Store Day di Bandung yang bertempat di sebuah Taman Bawah Jembatan Pasupati. Beberapa label seperti Grimloc Records, Alternaive, dan Doombringer turut pula menyemarakan acara tersebut. Tidak hanya itu kolektif Pyrate Punx dan band punk rock Milisi Kecoa pun turut meramaikan jalannya acara. Kehadiran Milisi Kecoa dalam acara tersebut bukan untuk bermain musk, mereka hanya menggelar lapakan yang menjual berbagai stuff demi kebutuhan biaya tour yang akan di lakukan dalam waktu dekat ini.

Berikut ini ada beberapa bukti kemeriahan Cassette Store Day untuk chapter Bandung.

Semua foto adalah hasil jepretan kamera Alfian Putra A.





Minggu, 08 September 2013

Photo Set: Walk Together Rock Together For Acid Septic

Sedikit telat mempublish memang, karna gigs Walk Together Rock Together For Acid Septic yang terselenggara di Carburator Springs Cafe, Jakarta Selatan ini sudah berlangsung pada 24 Agustus kemarin. Namun lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali bukan ?

So, untuk kalian yang tidak bisa hadir pada malam penghormatan untuk mendiang Acid (gitaris Antiseptic) yang telah berpulang pada Juli lalu karena sakit. Berikut ini ada beberapa bingkisan manis dari redaksi Lemari Kota.

Semua foto adalah hasil jepretan kamera Alfian Putra A.


Thinking Straight tampil memukau.

Aksi gokil dari band rock 'n' roll, Black Amplifier.

The End in action.

Mari bernyanyi bersama Straight Answer.

Salam Fuck You dari Antiseptic.


Saling bantu antara
Moegky (Papergangster) dan Ayib (Triple X).

Anak mendiang Acid (baju kuning)
menyimak MC. Alay Error

Teriakan penuh cahaya dari
Raymond RGB.

Pipinx (Straightout) tampil gahar.

Video Dokumenter Bandung Zine Fest 2012

Pagelaran zine akbar se-Indonesia yang sudah terselenggara sebanyak dua kali: 2012 dan 2013 di Bandung. Baru-baru ini merilis sebuah video dokumenter yang berkenaan dengan acara tersebut.

Tanpa harus banyak berkomentar lagi, langsung saja simak video dokumenter yang satu ini:

Selasa, 20 Agustus 2013

Gebrakan Baru Skena Hardcore Depok

Photo by Limerence Official
Skena hardcore kota Depok kembali mengalami pancaroba dalam kurun waktu belakangan ini. Setelah invasi musik cepat (baca: fastcore/thrashcore/grindcore) memudar dan dilanjutkan oleh new school/beatdown yang tak terlalu lama menjajah, kemudian beranjak keranah youth crew/oldschool hardcore, kini Modern/melodic /post-hardcore yang mengambil tatah.

Adalah Limerence sebuah kuintet melodic hardcore/post-hardcore asal Depok yang baru saja menetas pada awal 2013. Berangkat dari embrio Elmer Fadhillah vokal, Ichad Prataman gitar, Ryan Alfa gitar, Fithra Agung bass, dan Kevin Bukhari drum. Mereka mencoba menyemarakan siklus pancaroba yang sebelumnya telah dilakukan oleh Struggle Of Youth, Our Spirit, Fuise, Modern Guns, Looking Back, dan Disdain.

Berangkat dari wahyu yang tersampaikan berkat intens mendengarkan Miles Away, To The Wind, The Ghost Inside, dan Landscapes. Mereka mencoba menghadirkan repetoar yang agresif namun tetap dibalut secara se-melodius mungkin. Sehingga pendengar seperti mendengarkan “bajingan bijak” berkeluh kesah.

Dan pada Agustus ini mereka merilis dua buah single teaser dengan masing-masing judul ‘The Only Reason” dan ‘A Story To Tell’ yang dapat di akses secara gratis melalui akun Soundcloud (https://soundcloud.com/LimerenceHC). Dimana rencananya dua buah single ini akan menjadi pintu utama menuju mini album yang akan dirilis pada akhir tahun ini melalui sebuah label sederhana, Optical Records. Sesuatu yang rasanya patut dinantikan buat para hardcore kids. (AL)





Contact:
LimerenceHC@yahoo.com
https://twitter.com/LimerenceHC
https://soundcloud.com/LimerenceHC

Rabu, 07 Agustus 2013

Video of Today: Ayuniawati - Anak Punk (The best song ever!)


Fuck off! Damn! Siapa penyanyi dengan talenta melebihi Adele ini ? Krisdayanti-pun akan bersembah sujud. Tuli-kan semua senior jurnalis Rolling Stone jika tidak memberi applause bagus terhadap musik ini. Ayuniawati, adalah penyanyi yang kami taksir akan melebihi kejayaannya Madonna atau Doris Day dimana silam. Interscope Records harus berani menjadikan Ayuniawati sebagai salah satu artis-nya jika ia tidak mau kolaps. Beyonce pun harus bermawas diri, jika suatu saat Columbia Records tidak lagi meng-anak emas-kan dirinya karena teken kontrak sang label dengan Ayuniawati. Satu hal yang perlu diingat, musik sebagus ini tentu memiliki lirik yang begitu jenius. Yups! Bagaimana tidak jenius, lirik ini penuh pencerahan layaknya pendengar disuguhi petuah Mario Teguh.

Namun sayangnya ia kurang mengkaji lagi mengenai muatan lirik-nya. Ia tidak mencoba mempelajari tentang sejarah Punk itu sendiri. Dan hanya menilai dari luarnya saja. Terlihat banal memang. Jika kita hanya melihat orang dari luarnya saja dan mencoba menyamakan semua orang yang berpenampilan sama. Sialnya, Ayuniawati adalah calon penyanyi yang akan meramaikan industri musik tanah air. Ini sebuah lelucon, industri musik tanah air di isi oleh orang-orang yang instan; dalam musikalitas dan pemikiran (pragmatis).

Oh yah, siapa anak punk yang jadi talent dalam video clip ini yah ? Semoga saja mereka hanyalah model yang dibayar dan di suruh berdandan ala Casualties. Terlihat sama menjijikannya. (AL)

Selasa, 23 Juli 2013

LK-Channel: Suguhan Romantis Tapi Eighties Dari Total Jerks

LK-Channel adalah sesuatu yang baru bagi Lemari Kota Webzine. Penyajiannya fokus pada format video dengan kontennya meliputi interview dan tidak menutup kemungkinan gigs report. Dalam tayangan perdananya ini, LK-Channel menghadirkan sebuah band hardcore/punk asal Jakarta Selatan, Total Jerks, yang di wakili oleh vokalis Ricky untuk bercerita dan berbagai pengalaman serta sudut pandangannya terhadap 80's hardcore/punk music. Oke, dari pada banyak basa-basi lagi, lebih baik langsung saja di tonton. Happy watching guys! (AL)

Jumat, 19 Juli 2013

The Telephone Akhiri Puasa Karya Dengan Lugas

Setelah puasa berkarya pasca rilisnya mini album "Materialisme Dialektika Logika" pada 2011 lalu. Unit Post-Punk Revival asal Purwokerto, The Telephone hadir dengan single terbaru bertajuk "Mafia Humaniora" tahun ini. Dalam single kali ini mereka seakan mencoba menghanyutkan pendengar kedalam kalem-nya Interpol namun berusaha tampil seliar The Vines meski pada faktanya mereka tetap saja bersahaja.

Mereka cukup lugas, merangkum semua sudut pandang terhadap kondisi negara seperti saat ini menjadi sebuah lelucon yang begitu satir terdengar. Dalam detik-detik awal pendengar langsung di sambut dengan sentilan, tengok saja bait berikut ini: "Selamat datang di negara yang bertuhan uang/Disini hukum hanyalah oceh untuk di pandang/Selamat datang di negara dengan banyak hutang/Hak asasi hanya untuk di tendang". Tidak berhenti sampai disitu, mereka pun masih tetap satir hingga detik-detik selanjutnya, "Jangan kau tuntut keadilan/Jika tak punya banyak uang/Ini negara preman yang benar jadi pecundang".

Kritik pedas yang disajikan dengan atmosfer mengawang namun tetap asik di nikmati sembari mengayunkan kepala, sebagai sarana penghantar pembakar masalah-masalah negara. Tidak menutup kemungkinan, pendengar akan dituntun pada titik apatisme akan sebuah bentuk negara yang memang telah bobrok ini. (AL)

Senin, 15 Juli 2013

Video of Today: Hand Made Zine Fair 2013


Akhirnya pagelaran Hand Made Zine Fair 2013 yang terselenggara dua hari berturut-turut dari tanggal 13 hingga 14 Juli kemarin berakhir dengan penuh suka cita. Dan, berikut ini adalah sebuah bingkisan manis hasil euforia dua hari lalu. Selamat menyaksikan. Long live zine! Long live creativity!

Download  Zine

Senin, 08 Juli 2013

Youth Of Today Sukses Legitimasi Ratusan Hardcore Kids

Ray Cappo sedang melegitimasi jamaah Jayabaya.
Basket Hall Universitas Jayabaya, Jakarta, menjadi tempat dengan kadar spiritual tertinggi pada Minggu(7/7) tadi. Bagaimana tidak, ratusan orang rela menerabas sesaknya jalan raya serta teriknya ibu kota hanya untuk menjadi legitimaris skena hardcore. Yah, siang itu proses legitimasi di pimpin langsung oleh empat orang "nabi" hardcore yang datang langsung dari New York Amerika Serikat, siapa lagi kalau bukan Youth Of Today.

Prosesi legitimasi lebih dulu dibuka oleh para utusan hardcore seperti Stand Off, Braveheart, No Request, Quest For Justice, dan R.U.Suck yang sukses menambah khidmat siang itu. Kerumunan jamaah yang telah berpeluh di atas pelataran moshpit-pun semakin menyelami jalannya acara manakala ke empat "nabi" mereka berada tepat dihadapan, gitaris John Porcell, bassis Ken Olden, drummer Vinny Panza, dan terakhir vokalis Ray Cappo membuat suasana seketika menjadi sakral.

Tanpa menunggu banyak waktu lagi, mereka langsung menghentakan beberapa nomor klasik macam "Honesty", "Positive Outlook", "Can't Close My Eyes", "Potential Friends", "No More", "Thinking Straight", "Make A Change", dan masih banyak lagi, total mereka membawakan kurang lebih 20 lagu. Jamaah semakin menggila manakala Ray Cs. menghentak dengan sebuah tembang klasik milik 7Seconds "Young Till I Die" yang menyebabkan koor sepanjang lagu.

Meski mereka sudah tidak lagi muda seperti ketika melakukan adegan lipsync untuk video clip "No More" namun penampilan mereka seakan membantah bahwa mereka pantas dibilang orang tua. Terbukti, Ray begitu atraktif nan agresif, Porcell masih begitu liar nan buas. Bagaimana dengan Ken Olden ? Yah, pria yang bergabung bersama Youth Of Today sejak tahun 2010 ini cukup bisa mengimbangi dua sahabatnya tadi. Sedangkan sang drumer Panza adalah pemanis sekaligus pemantik semangat siang itu.

Perjalanan spiritual itu diakhiri oleh sebuah tembang lawas milik Minor Threat yang berjudul sama. Dan prosesi legitimasi pun selesai. Semua yang hadir kini merasa mabrur. (AL)

Ken Olden (kiri) mengadu
terharu pada Porcell (kanan).
AkuTerjebakDanTakBisaKemana-Mana #1.
AkuTerjebakDanTakBisaKemana-Mana #2.

Ray Cappo adu siapa yang paling tinggi
mengangkat tangan.
Ray tak sadar ada seseorang yang menginginkan
microphone nya.
Ken menahan tawa melihat mimik Ray.
AkuTerjebakDanTakBisaKemana-Mana #3.

Video of Today: Quest For Justice - Rebel Till The End (Live)

Sabtu, 06 Juli 2013

#youshouldknow | A Curious Voynich

Adalah sebuah proyek alter-ego dari satu individu yang sebelumnya berkarya melalui entitas berbeda. Dengan dibantu oleh tiga orang kolaborator lainnya, A Curious Voynich lahir sebagai interpretasi dari sebuah manuskrip kuno yang ditemukan oleh Wilfrid M Voynich pada tahun 1912.

A Curious Voynich berusaha menerjemahkan ulang semangat dari citra manuskrip Voynich yang diselimuti misteri dan mengundang kontroversi mengenai kemungkinan hoax atau rekayasa dengan menjadikan proyek ini sebagai sebuah entitas baru yang juga penuh anonimitas, dengan begitu mereka berharap para pendengar musiknya dapat lebih fokus terhadap kualitas musik sebelum mereka fokus pada latar belakang dan identitas dari proyek ini.

Post-Hardcore dan Melodic Hardcore mungkin merupakan gambaran yang pas untuk mendefinisikan genre yang mereka mainkan dengan bauran lirik personal berisi pertanyan dan pernyataan terhadap pemikiran manusia secara general. Proses rekaman yang berlangsung cukup singkat menghasilkan dua buah single yang saling terhubung dan bukan kebetulan berdurasi sama, 2 menit 12 detik, sebuah kode yang menunggu untuk dipecahkan sebagai sebuah pesan.

Kamis, 04 Juli 2013

Mengenang Kembali Glorifikasi 1988 Bersama Quest For Justice

Setelah merilis secara DIY EP album "Rebel Till The End" di tahun 2011 lalu, kali ini salah satu unit hardcore punk asal Jakarta, Quest For Justice resmi meluncurkan full studio album mereka bertajuk "Choose Not To Fall" di awal bulan Juni 2013 ini. Album tersebut dirilis secara kolektif oleh empat label sekaligus, yaitu Citizen Record, Samstrong Records, Here To Stay Records, serta Akashic Records yang merupakan label records asal Jepang yang banyak merilis band-band hardcore Asia.

Album “Choose Not To Fall” direkam di bulan Oktober 2012 lalu sampai selesai proses mixing dan mastering di bulan April 2013 lalu. Menjelang pembuatan full album mereka, Quest For Justice mencoba merekrut Edy Zanetti (Strike Hard, Feel The Burn, Sense of Pride) untuk membantu Bagus dalam sesi latihan, rekaman, maupun di panggung. Termasuk saat mengisi part gitar saat recording album terbaru tersebut.

Judul album “Choose Not To Fall” terinspirasi dari video pendek milik Daniel Illabaca, salah satu penggiat olahraga parkour dan freerunning asal Inggris yang memiliki filosofi menarik tentang parkour yang bisa diterapkan di kehidupan. Di sela-sela kesibukan para personilnya yang bekerja, mereka akhirnya bisa merampungkan album mereka yang pertama. Menurut Fadli yang dikenal dengan panggilan Jim Bull ini, album "Choose Not To Fall" awalnya dibuat karena ketidakpuasan kita dengan rilisan EP mereka sebelumnya.

"Banyak yang kurang di EP kita yang dulu. Termasuk di soundnya. Ya akhirnya kita perbaiki di album perdana kita, tapi kita nggak ngoyo dan proses produksisinya santai dan nggak dikejar-dikejar gitu," tukas Jim Bull.

Sebelum album ini dirilis, lagu mereka yang bertajuk "Welcome To The Show" sudah dipajang di situs reverbnation.com dan bisa diunduh secara gratis. Di lagu ini, Jim Bulls sang vokalis sekaligus yang membuat lirik, terinspirasi dengan suasana gigs hardcore punk yang pernah ia kunjungi. Bahkan ia bercerita tentang pengalaman dia menonton acara hardcore punk lokal semasa dia masih duduk di bangku sekolah beberapa tahun lalu.

Selain lagu tersebut, Quest For Justice menawarkan beberapa track menarik lainnya seperti "Lame" dengan sentuhan hardcore punk yang kental dengan lead gitar yang kentara, "Help Is On The Way" dengan alunan catchy berbalut unsur melodic, serta "Rebel Till The End" yang anthemik. Lagu "Vampires Of The Night" juga tak kalah untuk dinikmati, karena satu-satunya lagu bernuansa gelap dengan sentuhan musik ala Youth Of Today. Tembang "Face The Tragedy" dan "Stay Punk, Stay Clean" juga cukup membuat yang mendengar untuk singalong bersama. Sedangkan track "Eternal Flame" merupakan lagu dengan tempo santai namun cukup untuk mengajak untuk stage diving dan singalong bersama. Apalagi di lagu tersebut ada guest vocal dari Sweet Widi, vokalis youth crew dari Feel The Burn dan Ochan Rayhan dari In Our Hands.

Dengan adanya album ini, para pecinta hardcore nuansa oldschool akan kembali direminder tentang kejayaan hardcore era kejayaan hardcore youth crew era tahun 88 yang tentunya dengan citarasa era sekarang.

Rabu, 03 Juli 2013

#youshouldknow | Gunblasting

Gunblasting adalah sebuah band yang terbentuk pada akhir tahun 2009. Band ini merupakan gabungan dari pecahan beberapa band hardcore / punk / metal lokal kota Bandung. Band yang beranggotakan: Sony Mulyana (drums), Arfianto (bass), Gelar Ginanjar (gitar), Pranadipa Karendra (gitar) dan Syafri (vokal) ini pada awalnya diniatkan untuk mengarah ke style southern stoner-metal / groove-metal, namun setelah berjalan ternyata arahnya malah berbeda. Mathcore / chaotic-metal / noisecore / progressive-hardcore adalah genre yang pas untuk menggambarkan musik dari Gunblasting.

Pada awal tahun 2010 Gunblasting merilis debut EP-nya berjudul South Side From The East, yang kemudian disusul oleh rilisan yang lebih progresif, Protagonist EP, dua tahun berikutnya. Gunblasting sangat kami rekomendasikan buat kalian yang menggemari band-band macam: Coalesce, Drowningman, Knut, Ananda, Botch dan Candiria.

Diskografi:
- Protagonist EP (self-released, 2012)
- South Side From The East EP (self-released, 2010)

Kontak:
@gunblastingfaxx
http://www.facebook.com/GUNBLASTING

Link streaming lagu sampel:
https://soundcloud.com/wrrecs/gunblasting-octopus-aritmethic

Cara Dogies Barks Membuat Pendengar Tersenyum

Make Me Smile adalah title debut album dari band DOGIES BARKS berisikan 12 track yang rilis pada bulan Februari 2013. Dengan karakter khas band pop-punk asal Kota Batu,Malang ini yang terdiri dari tiga personil, yaitu: Yoshua (Bass,Vokal), Gaby (Gitar,Vokal), dan Rony (Drum).

Jika dilihat dari judul album ini sudah jelas sekali ini DOGIES BARKS mengangkat tema percintaan secara universal.Musik
yang ada di dalamnya pun mengatakan demikian. Single hits lagu di album ini adalah “Ingin Ku Berlari” yang bercerita tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, juga ada “Pecundang Cinta” yang bercerita tentang cinta seorang yang diduakan oleh kekasihnya. DOGIES BARKS juga membuat versi akustik lagu “Ingin Ku Berlari” supaya bisa membuat para pendengarnya merasakan cerita yang dibawakan dan lebih merasuk ke jiwa.

Lagu “Boring” bercerita tentang kebosanan dengan acara televisi yang isinya itu-itu saja. Ada juga lagu yang diperuntukkan untuk seorang ibu yang berjudul “My Day’s For Mom”. Ada juga bonus track selain “Ingin Ku Berlari (Acoustic)” yaitu “Suka-Suka” yang bercerita tentang keinginan seseorang untuk bersenang-senang dengan melakuakan apa yang ia sukai, lagu ini special dinyanyikan langsung oleh Rony(Drummer) yang siap mengocok perut dengan lirik dan celotehan aneh yang bernuansa Malang-an.

Selain lagu, DOGIES BARKS juga menyuguhkan musik yang lain yang bisa juga dinamakan sequencer, atau semacam musik looping yang dibuat dari sebuah software, adalah di awal sebelum lagu “My Day’s For Mom” dan juga 1 track penuh sekitar 2 menit adalah “Interlude Just Like Last Time”. Musik ini dibuat oleh Rony(Drummer), ini juga semacam hobi bagi dia karena kecintaannya terhadap seni, khususnya seni musik, terus berkembang dan tidak berhenti belajar.

Sebagian besar lagu yang ada dalam album “Make Me Smile” ini ditulis oleh Gaby(Gitaris, Vokal) dan Rony(Drummer) karena merekalah yang ada dari awal band ini terbentuk. Sedangkan Yoshua(Bassist,Vokal) masih terbilang baru disini. Tetapi segi aransemen semua berperan untuk mengusulkan pendapat supaya band lebih baik dan lebih baik lagi. Ini adalah album pertama DOGIESBARKS dan mereka tidak akan berhenti disini, akan terus berkembang dan berkarya untuk semua penikmat music juga penikmat musik pop-punk, dan akan terus mengusung aliran yang sudah dijalani mereka selama ini.

Check: http://www.reverbnation.com/dogiesbarks

Senin, 01 Juli 2013

Konflik 'Experimental Diorama' CD (Simpleton Melodies Records, 2013)

Setelah mengalami pasang-surut-bongkar-pasang personil dan sempat stuck pasca dirilisnya split album bersama Stupidity yang sudah berlalu nyaris tujuh tahun silam. Eksistensi Konflik perlahan demi perlahan kembali bergelora. Puncaknya mereka merilis album ketiga dengan tajuk “Experimental Diorama” awal tahun ini.

Menghilang begitu saja dan kemudian muncul kembali dengan amunisi yang baru serta nuansa yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Konflik yang sekarang adalah grup musik punk rock yang masih tetap cepat, agresif, namun totally wise. Bisa dilihat dari bagaimana cara Arie bassis yang merangkap sebagai vokalis menulis lirik untuk bandnya ini. Pemilihan tema yang mayoritas menceritakan tentang dinamika sosial dan keluarga menjadi fokusnya. Tak ada lagi tema lirik super nyeleneh seperti “Kucing Belang” atau tema percintaan super klise ala “Nova” dan “Epilog” yang terdapat pada album pertama mereka “4 Sehat 5 Sempurna”. Wajar saja tiga dari empat personil Konflik: Arie, gitaris Jovie, dan gitaris Deden, sudah bukan lagi dapat dikategorikan remaja terkecuali drummer mereka, Aca, yang baru lulus sekolah menengah dua tahun lalu. Semakin dewasa, maka semakin bijak pula mereka dalam memandang dunia dengan beragam konflik didalamnya.

Untuk urusan musikalitas, bisa dibilang Konflik adalah band yang masih bertenaga. Masuknya Aca menggantikan Rexa pada medio 2011 ternyata mampu menjadi motor bertenaga kuda dibalik drumset Konflik. Seperti yang tertulis pada paragraf diatas, Konflik masih meliki sisi agresif meski tidak se-liar waktu mereka merekontruksi lagu-lagu Stupidity. Namun mustahil para pendengar tidak terangsan untuk pogo ketika menyaksikan mereka secara live. Kembalinya Arie dalam memegang kendali lead vokal di album ini turut pula mengubah atmosfer Konflik menjadi lebih bijak dalam penyampaian pesan sekaligus keluar dari bayang-bayang vokalis terdahulu, Endang, yang berkarakter childish.

Kehadiran kembali sang veteran punk rock ke ranah underground lokal, ditaksir mampu mengobati kerinduan kita (ataupun jika boleh berharap lebih mengembalikan) akan kejayaan punk rock/melodic punk pada dekade awal 2000-an silam. Serta sedikit bernostalgia saat Balai Rakyat Depok II dan Dejavu Café masih sedang memanasnya. (AL)

Selasa, 18 Juni 2013

Video of Today: Thinking Straight - Beauty Is Pain (Official)


Veteran hardcore straight edge asal Depok, Thinking Straight mengeluarkan video clip pertama untuk single terbaru mereka "Beauty is Pain". Yang mana single terbaru tersebut adalah lagu baru demi kebutuhan di album ketiga nanti.

Selasa, 11 Juni 2013

The Julie Ruin Akan Rilis Album Baru

The Julie Ruin
(Photo by Julie Ruin Doc.)
The Julie Ruin akan merilis full-length terbaru bertajuk "Run Fast" pada September mendatang. Album band besutan Kathleen Hanna (Bikini Kill/Le Tigre) tersebut nantinya akan dirilis oleh TJR Records dan pendistribusiannya dibantu oleh Dischord Records.

The Julie Ruin sendiri awalnya adalah proyek solo Hanna yang telah merilis sebuah album self-titled pada 1998 dibawah label Kill Rock Stars Records. Namun, pada 2010 lalu Hanna me-reformasi menjadi sebuah band dengan melibatkan bandmate-nya sewaktu di Bikini Kill, Kathi Wilcox, dan dibantu oleh beberapa rekan lainnya seperti Kenny Mellman, Carmine Covelli, dan Sara Landeau.

Sebagai introduksi album terbaru, The Julie Ruin merilis "Oh Come On" sebagai single pemanja telinga. (AL)

Video of Today: The Bouncing Souls - Comet


Video terbaru dari kuartet punk rock asal New Jersey, Amerika Setikat. Album terbaru mereka dengan judul yang sama akan segera dirilis dalam waktu dekat ini. Belum jelas label mana yang akan merilisnya. The Bouncing Souls terakhir merilis sebuah extended play "Complete Control Recording Sessions" pada 2011 lalu dibawah label SideOneDummy Records. (AL)

Sabtu, 08 Juni 2013

Youth Of Today Live In Jakarta


Free Streaming: Up Close - Back Again From 2009


Semeninggalnya gitaris mereka, Rian Kurniawan, karena sakit pada awal tahun lalu. Tidak membuat unit pop punk asal Depok yang terbentuk sejak 2009 ini berhenti begitu saja. Melainkan kian memacu semangat rekan-rekannya yang tersisa untuk terus berkarya.

Band yang kini digawangi oleh Fadel Wahyudi(bass & lead vocal), Aji(drum), dan Razi(gitar) ini kembali meluncurkan tiga buah lagu. Setelah sebelumnya mereka hanya merilis single pada tahun-tahun sebelumnya.

Tiga buah lagu tersebut dapat di streaming dan unduh gratis melalui account soundcloud mereka.(AL)