Rabu, 11 Februari 2015

Neurosesick Rilis Single Kedua "Terungku"

Photo by Neurosesick doc.
Setelah beberapa waktu lalu Neurosesick melepas single instrumen "Sic Semper Tyrannis", kini mereka kembali melepas single terbaru berjudul "Terungku". Dalam bahasa Indonesia, Terungku memiliki arti penjara. Hal tersebut mereka ibaratkan seperti kehidupan yang bebas secara harfiah namun terkungkung dalam tatanan yang berpihak.

"Kehidupan kami atau mungkin Anda yang suatu saat akan sap dicerabut demi kepentingan mereka yang berkuasa. Hanya bisa terbungkan ketika ujung senjata mengacung di atas kepala dan pasrah dengan nominal yang tak sebanding, atau bahkan nominal itu tak ada sama sekali," ujar mereka dalam press release yang LK terima.

Band asal Malang yang digawangi oleh Fajar (Vocal), Antox (Guitar), Hajar (Bass) and Ubed (drum) ini sedang mempersiapkan mini album masih dalam proses pengerjaan. Terdapat 6 buah lagu termasuk dua single yang sudah dirilis dan akan dirilis oleh Alaium Records pada April mendatang. (AL)

#review | Righting Wrong "Muda Berbahaya", CD (Samstrong records, 2014)

Righting Wrong segerombolan hc/metal asal kota batik Pekalongan (BCHC) akhirnya berhasil membuat rilisan terbadass lewat Muda Berbahaya.

Band yang digawangi Rezha, Zaenuri, Saddam, dan Kemal ini cukup berhasil meramu 90's hc dengan sound bulat ala metalcore Dan beat cacthcy ala Beastie boys yang menambah kegaharan mereka dialbum ini.

Bila kalian penikmat setia Madball, Hatebreed, dan Final Attack saya dedikasikan album ini untuk dikonsumsi dengan volume maksimal. (Budi Cole)

Jumat, 30 Januari 2015

Video of Today: The borstal - Gimme Your Anger (Official Music Video)


Video klip terbaru dari unit punk rock Jakarta, The Borstal. Lagu "Gimmie Your Anger" sekaligus menjadi single untuk album terbaru mereka Gimmie Your Anger yang dirilis oleh Warriors Records. Enjoy punx!

Kamis, 29 Januari 2015

Selesai Lepas Album, Gerram Siap Dengan Genderang Bencana Polyarchy Tour

Photo by Gerram doc.
Merilis album lalu hendak melakukan tour, nampaknya menjadi suatu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dari band. Begitu juga dengan unit hardcore/punk asal Palembang satu ini, Gerram. Pasca merilis debut album Genderang Bencana pada akhir 2014 kemarin, mereka lantas menyiapkan energi untuk mengadakan mini tour.

Rangkaian mini tour akan berlangsung selama 4 hari tanpa henti. Memilih Jakarta sebagai titik mulai lalu Bogor, Cipanas, dan berakhir di Bandung. Sedikit ada masalah dalam penjadwalan tour mereka, namun hal tersebut dapat segera teratasi. "perubahan salah satu jadwal
di Depok yang tidak dapat diwujudkan karena satu lain hal dan digantikan dengan gig di Bogor yang masih menunggu konfirmasi,' tulis pihak Gerram melalui press release yang kami terima.

Pada tour kali ini Gerram tidak sendirian, sebuah band drone doom asal Bandung yakni Deathless yang juga baru saja merilis single "Polyarchy" turut serta dalam rangkaian tour. Yang oleh mereka akhirnya memberikan tajuk tour “Genderang Bencana”-­‐ “Polyarchy” Tour 2015, perpaduan dari judul album dan single dari masing-masing band. (AL)

– Jakarta, 29 Januari 2015 – Grieving The Earth #7 di Rossi Musik
- Bogor, 30 Januari - TBA
– Cipanas, 31 Januari 2015 di Toxic Music
– Bandung, 1 Januari 2015 – Fevrier Amore di Basement UNISBA

Rabu, 28 Januari 2015

Belajar Dari Kesalahan, Optical Records Siap Rilis Disdain

Setelah merilis mini album Leave The Cage milik CBA pada 2013 lalu, Optical Records seakan menghilang tanpa jejak. Sebelumnya pada medio 2014 kemarin mereka sempat mengabarkan akan merilis sebuah band post-hardcore dari Depok. Namun hal menemui kendala yang mana berujung pada mandeknya rilisan tersebut. "Kesalahan pada pembukuan finansial yang menjadikan kami gagal merilis band tersebut," ujar pihak Optical saat kami wawancarai.

Namun mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Setelah melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, khususnya finansial. Kini mereka siap dengan rilisan terbaru. "Bagaimanapun juga, entah label besar atau kecil, pembukuan itu penting. Kini kami belajar dari kesalahan yang lalu dan siap dengan rilisan terbaru di awal tahun ini," ungkap mereka.

Rilisan terbaru Optical Records adalah Disdain, band post-hardcore/screamo asal Depok yang akan segera merilis album bertajuk In Ordinary pada Februari mendatang. Pihak Optical sendiri menyajikan paket bundling spesial yang akan dijual bersamaan dengan kaset. Sementara ini untuk informasi lebih lanjut tentang rilisan tersebut, dapat diperoleh melalui akun twitter mereka: @OpticalRecs. (AL)

SelamART menikMATI art exhibition

Photo by Fauzan doc.
Pameran yang di inisiasi oleh grup/klub gambar hari minggu, Sketching Sunday ini diadakan di tempat penyebrangan bawah underpass yang di multifungsikan menjadi gallery. Sebelumnya anak-anak Sketching Sunday ini membuat eksibisi serupa di tempat yang sama, namun hanya berjalan tiga hari saja karena adanya masalah protokoler, aseeekk.

Nah kali ini mereka diberi kesempatan memakaigallery tersebut selama sebulan penuh, dari tangga 23 November – 23 Desember 2014 kemarin. Mengambil tema Selamart menikmat, sebagai satir terhadap aktivitas kesenian yang mati suri di Bogor.

Dengan memajang hampir 60 karya perupa muda kota hujan(baca:Bogor), yang memiliki style gambar berbeda-beda, membuat ejakulasi mata ini bung,halah hihi. Eksibisi ini juga didukung penuh dari berbagai komunitas yang ada di Bogor sendiri, jadi banyak konten acara nya, tak hanya pameran seni rupa saja. Disetiap weekend nya disuguhkan berbagai acara, dari mulai akustik, screening film, teater, video mapping, seni tari, hingga gigs di penghujung acaranya, edan. Dan rencananya merekaa bakalan ngadain eksibisi serupa tapi tak sama di bulan maret nanti. Dinanti ya gaish, segan. (Fauzan)

Seems Like Yesterday Rangkum Empat Tahun Perjalanan Bermusik Dalam Satu Video

Photo by Seems Like YEsterday doc.
Band post-hardcore/screamo kawakan dari Jakarta, Seems Like Yesterday merilis sebuah video clip untuk lagu "The Untitled". Dalam video tersebut berisi footage mereka tampil live selama 2011 hingga 2014. Video clip tersebut pun menjadi cerita tentang perjalanan menggarap album baru, The Length Between.

Album The Length Between sendiri menjadi album full kedua untuk band yang sudah terbentuk sejak 2002 ini. Dan akan segera dirilis pada Februari mendatang. Berisikan 8 track dan dikemas dalam format CD oleh Sailboat Records.

Sistem pre-order untuk album The Length Between ini pun sudah dibuka dengan mengisi form melalui situs: http://bit.ly/thelengthbetween. Paket pre-order ini berisi kaos dan juga poster. (AL)

Stride Akui Materi Baru Lebih Beda

Photo by Stride doc.
Band hardcore berhaluan berat asal Depok, Stride, sedang bersiap meracik materi demi materi untuk kebutuhan album terbaru mereka. Menurut perkiraan yang kami peroleh dari mereka, album tersebut akan dirilis awal tahun ini. Rumah Musik Zafran ditunjuk sebagai "rumah" untuk album kedua bagi band yang beranggotakan Reza (Vokal), Kicuy (Gitar), Jaya (Gitar), Dana (Bass) dan Edo (Drum).

Meski tanggal pasti rilis album tersebut masih berwujud rahasia, Stride lebih dulu membeberkan satu materi yang lebih dulu rampung dari 10 materi yang mereka siapkan. Sebuah single berjudul "Wild World" ditasbihkan sebagai gambaran tentang musikalitas mereka di album nanti. "Dari segi materi musik memang sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang ada di album pertama," ungkap mereka.

Untuk mengetahui keganasan materi Stride yang baru, single "Wild World" dapat kalian unduh secara cuma-cuma di link yang tertera di bawah. (AL)

DOWNLOAD

Kamis, 15 Januari 2015

#youshouldknow | Deafness: Era Kegelapan Kota Hujan

Meraba raba di tahun 2014 kemarin banyak unit band kelam nan hitam gelap yang hadir mengejutkan belantika nax underground nusantara, ah luar biasa memang indonesia, apeuu. Scene ini memang terus berkembang, kali ini rooster baru dari scene Bogor, bernafaskan Post-Blackmetal/ Crust hadir mengendap-ngendap menuju telinga kalian. Nuansa Black metal yang sangat kental dengan petikan kelam, ditambah ngebutnya beat drum yang mau tak mau kepala kalian akan bergoyang malu,yuhuu. Eh personilnya juga unyu-unyu sih ga serem sueerrr hihi. Untuk fans deafheaven, Burzum, Cradle of Filth, sampe Motorhead, dengerin deh. Band ini bulan depan rencananya bakalan merilis mini album lhoo, patut ditunggu. (Fauzan)

Jumat, 09 Januari 2015

Photo Set: Bandung Reborn United

Berikut ini adalah foto-foto betapa serunya gig musik Bandung Reborn United yang terselenggara pada 27 Desember kemarin di Westcoast Voltage Bar, Bandung. Band-band seperti Under18, Sendal Jepit, Forgotten Generation, dll didaulat menjadi line-up gig ini.




Yesterday Akhirnya Rilis Album Setelah di Bujuk Label

Menjadi sesuatu yang sia-sia apabila ada sebuah band yang sudah lama merekam lagu-lagunya lalu memendamnya hingga tiga tahun lamanya. Seperti yang dilakukan Yesterday, band hardcore asal Cipanas satu ini. Yang lalu memancing ketidaksabaran pihak Spreads Records, label records dari kota yang sama.

"Kami berhasil membujuk mereka untuk bergila dan bersemangat kembali tentunya di skena musik Hardcore/Punk lokal yang ada di Kota kami," ungkap pihak Spreads Records dalam siaran pers yang kami terima.

Proses negosiasi tersebut akhirnya berjalan mulus, Yesterday berhasil merilis materi yang pernah mereka rekam pada 2012 silam dan merangkumnya menjadi Self Titled EP dalam format kaset pada Januari kemarin.

"Sangat senang bagi kami bisa merilis mereka (Yesterday. Red) dalam bentuk fisik, disaat band yang sudah berumur lama dan tidak memiliki dokumentasi kenangan fisik sedikit pun," ungkap pihak Spreads Records

Untuk kalian yang menggemari hardcore style ala Miles Away, More Than Life, Final Fight, etc. Silahkan hubungi pihak Spreads Records untuk mendapatkan debut album dari Yesterday. (AL)


Info: Spreadsrecord@gmail.com
Link: http://www.reverbnation.com/ydhc

Senin, 05 Januari 2015

Video of Today: Dead End - Symphony (Official Music Video)


Unit pop punk/rock asal Depok, Dead End, kembali rilis video clip teranyar untuk single terbaru mereka yang berjudul "Symphony". Kalau dilihat dari konsepnya sih, lagu ini menceritakan hubungan cinta namun berbeda keyakinan. Menarik sekali lagu dan video clip ini.

Minggu, 04 Januari 2015

Lemarikota Records Garap Kompilasi Untuk Skena HC/Punk Depok

Didasari oleh pesatnya perkembangan skena musik arus bawah khususnya hardcore/punk/grunge/etc Kota Depok dalam lima tahun kebelakang. Membuat Lemarikota Records, subdivisi dari Lemarikota Webzine yang bertindak sebagai netlabel untuk membuat sebuah pendokumentasian. Hal ini dimaksudkan untuk merangkum sound-sound yang ada, terutama para nama-nama baru di skena Depok kepada khalayak luas.

Bentuk dari pendokumentasian tersebut ialah audio dengan konsep kompilasi bertajuk Not So Quiet On The Starfruit City, meminjam nama dari sebuah kompilasi yang menampilkan band-band dari California Utara dan Nevada bertajuk Not So Quiet On The Western Front.

Kompilasi tersebut rencananya akan diisi oleh 20 band diantaranya Modern Guns, Total Jerks, CBA, Real Project, Still Burn, Deal Statement, True Hell, dsb.

Nantinya album kompilasi tersebut akan dirilis dalam format free download, sebagimana kerja dari netlabel pada umumnya, dengan tentunya berlisensikan Creative-Commons. Rencannya album kompilasi ini sudah akan rampung pada awal Februari mendatang. (AL)

Jumat, 02 Januari 2015

#youshouldknow | True Hell

Apa jadinya jika para personil Ice Cream Attack, Bad Heroes Academy, Thinking Straight, dan Modern Guns membentuk sebuah band ? Jawaban sederhananya, True Hell. Adalah Gaga dari Modern Guns (vokal), Donal Fury dari Thinking Straight (gitar), Mp dari Ice Cream Attack (drum), dan Dennis Mandalyca dari Bad Heroes Academy (bass) yang mencoba keluar dari pattern kebiasaan bermusik dari yang biasa mereka lakukan.

True Hell menawarkan permainan hardcore/punk dengan style power violence/dark hardcore ala Trask Talk, From Ashes Rise, Converge, etc. Musik mereka seakan menggambarkan gejolak anak muda yang muak terhadap dunia dan mengaplikasikannya dengan cara-cara yang gila. True Hell akan segera merilis debut album bertajuk Deliverance dibawah label Necros Division bulan ini. (AL)

Minggu, 28 Desember 2014

Agung Prabowo: Dari Zine Vegetarian Hingga Komik Gundul

Ketika itu Agung Prabowo duduk di kelas 1 Sekolah Dasar, ia mendapatkan hadiah komik dari Ibu-nya karna berhasil meraih ranking kelas. Doraemon dan Kungfu Boy adalah komik yang Ibu-nya berikan. Menjadi cikal bakal ketertarikan pria kelahiran Semarang 29 tahun silam ini terhadap komik. "Sejak itulah saya mulai berfikir, membuat komik itu keren sekali," ungkapnya.

Namun tidak lantas membuat ia langsung menerbitkan komik. Ia lebih dulu menerbitkan sebuah fanzine vegetarian/hc-punk dengan nama For Tomorrow dan juga malang melintang diberbagai band, salah satunya Scream Of Oi.

Berikut ini hasil obrolan LK dengan Agung Prabowo soal statusnya menjadi komikus, zinemaker, anak band, dan juga seorang guru. (AL)


Apa yang membuat kamu pada akhirnya tertarik untuk menjadi komikus ?
Menjadi komikus sudah menjadi cita – cita saya sejak kecil, nah baru setelah lulus kuliah saya berkesempatan untuk terjun di dunia komik. Sekitar tahun 2010an saya mulai iseng – iseng meng-upload komik strip (komik 1 halaman) di facebook. Tanpa diduga, sambutannya begitu positif, dan beberapa penerbit pun mulai berdatangan untuk mengajak join dipenerbitan mereka, dream come true.

Video of Today: Error Crew - Pulang (Official Music Video)

Rabu, 24 Desember 2014

Video of Today: Strength of Change - Better Day (Official Music Video)

CBA: Karna Bosan Dan Ingin Keluar Kotak

CBA merilis single terbaru berjudul "Out Of Box" via soundcloud pada hari ini (24/12). Single tersebut merupakan wujud dari kebosanan dan 'mentok' nya musik yang telah mereka mainkan selama kurang lebih 5 tahun terakhir.

"Single “Out Of Box” ini kami rancang sebagai petanda untuk keluar dari kegelisahan tersebut. Mencari ruang-ruang baru untuk bersenang-senang tanpa harus membuang esensi ataupun mengurangi semangat bermusik kami sebelumnya," tulis mereka dalam press release yang kami terima.

Sebelumnya mereka sudah memberikan isyarat pada mini album Leave The Cage yang rilis 2013 lalu. Mereka mengatakan bahwa mini album tersebut adalah penjembatan antara pendengar sebagai gambaran bagaimana musik CBA di kemudian hari. “Ini lah kami (CBA) yang sekarang. Kami sudah sampai diujung seberang yang kami khendaki," tulis mereka.

Jika melihat kebelakang dan merunut dari diskografi yang mereka punya, pada awalnya CBA memainkan musik hardcore dengan sentuhan old school. Sekarang bisa didengar melalui single tersebut, band asal Depok ini memainkan musik yang sedikit bernuansa punk rock. "Tidak perlu dulu musik mu seperti apa lalu berubah menjadi apa. Selagi gairah dan semangat yang dibawakan masih sama. Tentu perkara diterima atau tidak itu kembali kepada telinga masing-masing. Kami hanya ingin memainkan musik seperti yang memang kami inginkan."

Selain merilisnya, single "Out Of Box" ini dapat didownload bebas. (Mario)


Selasa, 23 Desember 2014

Feast "Camkan" Kebebasan Beragama

Adalah Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha (gitar), Adrianus Aristo Haryo (drum), Dicky Renanda (gitar), dan Fadli Fikriawan (bass), lima pemuda asal Jakarta yang tergabung dalam unit hardrock/psychedelic, Feist, yang merasakan kegelisahan kebebasan beragama di Indonesia.

Secara gamblang mereka mempertanyakan hubunganan pribadi yang sangat intim dengan Alam Semesta dan tuhan. "Harus diatur secara massal ?" tegas mereka melalui press release yang kami terima.

Hal tersebut yang merangsang band bentukan 2012 ini untuk merangkumnya menjadi sebuah single berjudul "Camkan". Melalui lagu tersebut, mereka mengajak pendengar untuk ikut mempertanyakan kembali hal-hal esensial yang bersentuhan dengan keseharian.

Single "Camkan" dapat segera didengar via tautan di bawah ini. (AL)

Total Jerks Akan Split Album Dengan The Kuda

Band hardcore dengan nuansa musik early hardcore 80an nya yang kental, Total Jerks, mengabarkan akan melakukan split dengan The Kuda. Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh sang vokalis Ricky disela-sela proses rekaman materi baru Total Jerks di Zafran Music Studio Depok, Minggu(21/12) kemarin.

Rencananya split album tersebut akan dirilis pada Februari tahun 2015 mendatang dengan bantuan label Necros Division. Album split tersebut pun menampilkan materi yang baru dari masing-masing band.

Kepada LK, Ricky memberikan bocorkan satu buah materi yang berjudul "Go To The Beach" yang juga sebagai gambaran bagaimana musik Total Jerks dialbum split tersebut. Sebuah lagu dengan nuansa surf-punk yang catchy nan binal. Silahkan simak lagu nya pada tautan di bawah ini. (AL)

Kamis, 18 Desember 2014

#gigreport | Vicious Divine "Loathe Relese Party"

Vicious Divine. Photo by Rumah Rimba doc.
13 Desember 2014 adalah hari yang membahagiakan haha. Sabtu itu adalah hari besar band Vicious Divine, yang mana kami akan melaksanakan ibadah Release Party Debut EP yang berjudul Loathe.

Rumah Rimba menjadi saksi bisu pesta pora yang kami lakukan malam itu. Studio yang terbagi menjadi 3 ruangan kamar mandi, backstage, dan ruanganutama. Ruangan utama yang kurang lebih berukuran 6mx14m sudah bukan lagi ruangan bersih dengan tembok coklat dan lantai yang rata. Gambaran bodoh kami sudah mengotori semua dinding. Ada panggung setinggi 1m dengan lightning disekitarnya. Tak luput dari pandangan semua orang yang datang ke venue ada Graffiti bertuliskan Vicious Divine dengan warna dominan Merah, Kuning, Hijau menyambut di belakang Gerbang Masuk Rumah Rimba yang digambar oleh FJS. Di depan ada Booth kecil dengan sofa sofa yang berhias lampu lampu kecil yang digunakan teman teman untuk bersantai sebelum masuk ke venue dan tepat disamping gerbang ada lapakan kecil yang tentunya menjual Rilisan fisik dari band band lokal seperti AJTHC danBully Brat yang baru merilis Debut Album mereka ikut serta juga beberapa Rilisan keren dari Arabian Records, Sidoarjo.

Video of Today: Tarling Padi - Bus Jemaat Karyawan (Official Music Video)

Rabu, 17 Desember 2014

"Be Strong" A Fundraising Gig For Dimas "Dipaw" Prabowo

Gallstone. Terdengar seram dan keren seperti nama band metal yang menghiasi sampul majalah Kerrang bukan ? Tidak untuk yang ini. Gallstone jika ditranslasikan artinya adalah batu empedu. Batu yang eksistensinya bisa mengganggu organ kantung empedu manusia. Tidak terkecuali untuk Dimas Prabowo aka Dipaw. Dipaw adalah kakak, adik, saudara dan teman yang loyal dan sangat mencintai skena indie ibukota (terutama skena pop-punk, emo dan hardcore). Saking cintanya, Dipaw sampai punya 3 band, Dagger Stab, Miss Universe, dan Volk.

Tapi, sudah hampir sebulan aktivitas Dipaw, baik ngeband ataupun kerja terhenti. Sampai sekarang, Dipaw masih berada di Rumah Sakit Umum Pertamina (RSPP) gegara gallstone ini. "Be Strong Dipaw", begitulah caption dari banyak teman-teman Dipaw yang sempat menjenguk Dipaw di RSPP. Caption yang akhirnya menginspirasi teman-teman Dipaw untuk membuat suatu karya yang bisa membantu Dipaw. Akhirnya, teman-teman yang sayang dan rindu dengan Dipaw berinisiatif untuk membuat fundraising gig ini.

Gig ini adalah bentuk dukungan kita untuk meringankan beban Dipaw dan keluarga. Fundraising gig ini akan diramaikan oleh teman-teman Dipaw yaitu: Last Child, Monkey Boots, Story Starry Nite, Koboy Insaf, My Name Is, Viscral, S2V, Tinkerbell, Miss Universe dan Volk. Tidak cuma ngeband, gig ini juga akan diramaikan oleh sesi lelang merchandise band-band yang hasil penjualannya nanti akan disumbangkan untuk pengobatan Dipaw.

Kami mengundang teman-teman, baik yang kenal ataupun yang belum kenal dengan Dipaw, untuk ikutan menyemangati Dipaw dengan cara datang dan mengapresiasi fundraising gig ini pada hari Minggu, 21 Desember 2014 di Maitrin Cafe, Pulo Mas-Jakarta Timur. Semakin banyak teman-teman yang datang dan membeli tiket + merchandise, semakin besar dukungan yang bisa kita berikan buat Dipaw.

Be Strong Dipaw !

Senin, 08 Desember 2014

Video of Today: CBA - Rocky Never Been Felt Rock (Live at Stay Here & Stay Together #3)


Kami berkesempatan menyaksikan materi terbaru dari unit punk rock asal Depok, CBA, yang menjadi penampil dalam gig Stay Here and Stay Together #3 Sabtu (6/12) kemarin di Porsea Depok.

Menurut penuturan sang vokalis sebelum memulai lagu, materi ini akan direkam akhir Desember mendatang sebagai gambaran mengenai masa depan musik CBA.

Mengenai tema lirik, mereka mengatakan, "Jika Beastie Boys punya Fight for Your Right. Kita punya lagu ini. Semangatnya sama."

Minggu, 07 Desember 2014

Gerram Rilis Video Teaser Sebelum Album Terbaru

Gerram, unit dark hardcore asal Palembang ini merilis video teaser. Hal ini sebagai kebutuhan promosi untuk debut album mereka Genderang Bencana.

Video teaser ini menggunakan latar lagu "Jeram" yang juga menjadi bagian dalam album tersebut. Dalam video ini menampilkan cuplikan-cuplikan gambar proses rekaman, potongan lagu, artwork, foto dan beberapa info.

Album Genderang Bencana sendiri niatnya akan rilis pada 10 Desember mendatang melalui sebuah label mandiri, Blacksheep Records, dalam format CD. (AL)

Kolibri: Rilis Album 'Blank Television' Karna Frustasi

Band asal Surabaya, Kolibri, merilis debut album dengan tajuk Blank Television pada Rabu (3/12) lalu. Dalam album tersebut terdapat lima buah lagu dengan tambahan satu buah intro, yang dapat diunduh secara gratis melalui akun bandcamp mereka.

Album Blank Television mempunyai makna tersendiri. Mereka mengibaratkannya seperti layaknya menonton siaran televisi dalam waktu yang lama dengan pikiran kosong, pandangan mata tertuju kepada warna-warni televisi namun isi pikiran memuai entah kemana. "Beragam imaji dari emosi yang meluap-luap, kemalasan yang penuh dengan rasa apatis, serta perjalanan spiritual yang membingungkan kami ibaratkan seperti menonton siaran televisi," jelas mereka melalui siaran pers yang kami terima.

Mereka menambahkan, "secara keseluruhan, isi dari lagu-lagu yang tertuang dalam album ini merupakan sedikit gambaran rasa frustasi di dalam sisi psikologis kehidupan manusia yang kemudian memunculkan beragam imaji abstrak yang muncul silih berganti dan seringkali secara tiba-tiba."

Album ini sendiri sebenarnya sudah sempat mereka rilis dalam sebuah pagelaran bertajuk Akhirnya Rilis Juga: a Collective Release Party pada Juni lalu. Dimana kala itu setiap penonton yang hadir mendapatkan rilisan tersebut dengan metode transfer via USB Disk, sebuah cara yang mereka berinama Offline Digital Media Share.

Untuk mendapatkan rilisan ini, kalian bisa langsung mengunjungi situ bandcamp mereka: https://kolibrisub.bandcamp.com/releases. (AL)

Tragedi anggap Album II Sebagai Shit Bomb

Photo by TRAGEDI doc.
Jumat kemarin (5/12), kuartet hardcore Bandung, TRAGEDI, merilis album baru yang bertitel II via Gr8day-Music, Malang. Sesuaijudulnya, album ini merupakan album kedua mereka setelah pada 2010 lalu merilis album pertama, Rebuild Through Resistance.

Berisi sepuluh lagu, album ini dianggap kuartet yang terdiridari Teguh (vokal), Zanoe (gitar), Reza (bass), dan Ami (drum) sebagai refleksi sederhana dari apa yang terjadi di sekitar mereka. Teguh mengatakan bahwa tidak ada tema khusus untuk albumini. Fokusnya cerita tentang arogansi yang mereka temui dan alami di keseharian. “Album ini tidak menceritakan sesuatu yang tidak kami lihat dan tidak kami rasakan langsung. Semuanya sangat dekat dengan keseharian kami. Intinya tentang arogansi yang pernah kami alamin,” jelas Teguh.

Mengenai materi lagu, dipaparkan oleh Ami dan Reza, musik yang mereka buat kebanyakan hasil dari jam session. Mereka juga mengungkapkan bahwa selain hardcore setiap personelnya punya ketertarikan lumayan dalam terhadap banyak genre musik. Oleh karena disentuh beberapa kekhasan genre musiklain, materi musik album II ini dianggap baru.

“Hardcore punk sudah pasti, dipoles progressive, thrash, stoner, dll. Alhasil crossover hardcore,” kata Reza. Ami menegaskan, “bebaslah, mau dibilang apa. Pastinya kami bikin musik yang kalau didengar, orang kira yang mainin badannya gede, gagah, pokonya tough guy banget! Hahahah!”

Lebih lanjut Zanoe menjelaskan bahwa perilisan II ini bagi TRAGEDI layaknya kado dan bukti keberhasilan merekamempertahankan eksistensi. Jujur Zanoe, selain perumusan materinya, prosespembuatan album ini juga memakan waktu yang lumayan lama. Oleh karena itu eksistensi mereka sebagai band yang produktif sempat dipertanyakan. Bahkan beberapa orang dan kelompok menganggap mereka sudah bubar.

“Kalau saya anggap album ini kayak kado, sih, sekaligus shit bomb buat yang nganggap kami nggak produktif atau malah bubar. huahahaha,” sambung Zanoe sambil canda tawa.

Sebelum merilis albumnya, mereka sempat merilis dua buah single yang juga ada di album itu, “Fuck With Your Statement” dan “Don’t Give A World A Chance”. Selain dua buah single, band yang dipayungi oleh Gr8day-Music ini juga merilis video musik untuk single pertamanya “Fuck With Your Statement.”

Rabu, 03 Desember 2014

Deal Statement: Menjadikan Band Sebagai Media Kampanye Gajah

Photo by DS doc.
Menurut WWF Indonesia, saat ini hanya tersisa 2.400 hingga 2.800 individu Gajah Sumatera di alam. Yang disebabkan oleh perburuan, deforestasi, dan hilangnya habitat, serta konflik dengan manusia. Pada September lalu tiga Gajah jantan ditemukan mati tanpa gading oleh warga di perkebunan kelapa sawit wilayah Aceh Timur (Link sumber).

Hal tersebut menggugah unit hardcore punk asal Kota Depok, Deal Statement, untuk melakukan fundraising untuk membantu menyelamatkan Gajah. Fundraising tersebut dilakukan dengan cara menjual kaos yang semua keuntungannya akan di sumbangkan melalui salah satu LSM yang fokus pada isu terkait. Tidak hanya itu, saat ini Deal Statement sedang menggarap sebuah video dokumenter. Mau tau lebih lanjut ? Mari simak hasil obrolan singkat kami dengan Giring (gitar/back voc) Deal Statement. (AL)

Minggu, 30 November 2014

Sintax: Menebus Dosa Dan Membayar Pajak

Satu lagi nih band crust-punk dari Jember, Sintax, merilis full album dengan tajuk Menebus Dosa Dan Membayar Pajak.
Mereka merilisnya dalam dua format berbeda yakni digital (free-streaming) via Soundcloud dan fisik (Cdr) oleh Akar Rumput Records.

Untuk kalian yang penasaran dengan materi Sintax, bisa langsung dengarkan dibawah sini. (AL)

Kamis, 27 November 2014

Video of Today: Bored - I Don't Need Your Shit (Live at Youth Reaction #1)

Mooikite Menggandeng Takanmati Record Rilis Strange Invitation

Seperti yang sebelumnya dikabarkan (baca beritanya disini) bahwa group musik asal Surabaya, Mooikite, akan merilis album baru bertajuk Strange Invitation.

Mooikite bekerja sama dengan sebuah label rekaman baru asal kota yang sama, Takanmati Records, untuk merealisasikan semua itu. Dirilis dalam bentuk kaset dengan disertai kode unik untuk mengunduh materi album dalam format digital. Hal ini dianggap sebagai sebuah sifat edukatif dengan harapan dapat mengurangi pembajakan karya.

Untuk mendapatkan rilisan Strange Invitation ini, cukup berkunjung ke takanmatirec.net, ikuti instruksi berserta syarat dan ketentuan yang ada di halaman situ tersebut. (AL)

Nafas Perlawanan Neurosesick Dalam "Hancurkan Tiran"

Photo by Neurosesick doc.
Band hardcore/punk asal Malang, Neurosesick, akan merilis EP terbaru bertajuk Sic Semper Tyrannis yang akan dirilis Alaium Records. Dalam EP tersebut, nantinya akan berisi 5 lagu dan 1 instrumental yang semuanya berkaitan dengan satu dan lainnya.

Sic Semper Tyrannis sebenarnya sebuah track intrumental yang kemudian dijadikan tajuk utama dalam EP tersebut. Kata ini diambil dari bahasa latin yang berarti hancurkan tiran.

Dalam arti yang lebih luas, mereka memaparkan, "Bisa kita lihat bahwa kehidupan kita masih dikelilingi oleh para tiran yang siap melumat dan menyingkirkan kita kapan mereka mau. Konflik tanah yang masih terjadi di berbagai daerah, dengan dalih atas nama peradaban."

Untuk menghindari dugaan sebagai martir dadakan dan pahlawan kesiangan, mereka mengatakan bahwa hal ini didasari dari keinginan untuk menceritakan sebuah sisi lain tentang apa yang harusnya kita perjuangkan dan pertahankan.

"Tak usah jauh-jauh ke Palestina karena di negara kita sendiri masih ada yang khawatir kita akan tinggal di mana keesokan harinya. Mungkin juga bakal menimpa Anda yang kelak tergusur dan harus pindah secara paksa. Itu yang seharusnya kalian perjuangkan," ungkap mereka.

Track "Sic Semper Tyrannis" sendiri sudah mereka rilis pertanggal 18 November kemarin via akun resmi Soundcloud. (AL)

Kamis, 20 November 2014

Ansaphone Resmi Rilis Maxi-Single Bertajuk ‘Frame’

Photo by Ansaphone doc.
Ansaphone, band bliss-pop / art-rock / post-rock andalan kota Bandung, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Frame”.

“Frame” merupakan single kedua dari album Dancing In The Colours (2013) yang telah dirilis Ansaphone pada November 2013 lalu, setelah sebelumnya meluncurkan lagu “Sirenical” sebagai single pertama.

Untuk single terbarunya ini Ansaphone yang bekerjasama dengan Wasted Rockers Recordings, merilisnya dalam bentuk fisik, tepatnya sebuah maxi-single format cassette/tape.

Maxi-single Frame berisi lagu “Frame” sebagai single utama, yang diambil dari album Dancing In The Colours (2013), plus bonus beberapa buah lagu b-sides, rarities, akustik dan live dari Ansaphone.

Ansaphone berdiri sejak awal tahun 2004. Selama eksistensinya tersebut, Ansaphone sudah tampil live di banyak tempat dan mengeluarkan cukup banyak rilisan.

Municipal Waste Bajak Jakarta

Photo by Rigel Haryanto
Municipal Waste fuck... Municipal Waste fuck... Municipal Waste fuck...

Masih terngiang ditelinga saya ketika rombongan crossover trash metal dari Richmond, Virginia, Municipal Waste membajak Jakarta dengan 18 lagu, yang nyaris membuat circlepit terlama sepanjang sejarah metal show Jakarta.

Acara yang bertajuk Teror Dari Belantara (pesta peluncuran album teranyar Kapital dari Kalimantan). Hari itu dibuka oleh unit hc/metal Burgerkill dari Bandung yang bermain cukup sore untuk membuka pagelaran tersebut. Selesai break acara dilanjutkan dengan penampilan sang punya hajat, Kapital, yang diawal penampilannya menyajikan tarian hudoq khas Kalimantan yang jarang sekali kita saksikan dimetal show sperti ini. Kapital tampil cukup energik walaupun beberapa kali sering dihinggapi kesalahan teknis.

Pesta malam itu tidak berhenti disitu, band yang ditunggu-tunggu akhirnya onstage, Municipal Waste! Tony Foresta Cs yang malam itu tidak dibantu oleh official crew cukup apik untuk mengeset peralatannya sendiri. Pemandangan yang cukup langka bagi band sekelas mereka. Ajaibnya cukup cepat.

Municipal Waste tampil cepat kilat dengan bermetode medley yang berhasil menghentak Rollingstone untuk melakukan cirlcepit. Koor-koor massal pun berkumandang ketika lagu-lagu yang dinantikan mulai dibawakan seperti "You're Cut Off", "Beer Pressure", dan "Headbanger Face Rip".

Overall, Municipal Waste sangat menghibur dengan 18 lagu (walaupun kentang aka kena tanggung). Hahaha... Kredit lebih saya berikan untuk Kapital & Distorsirock yang berhasil menggelar acara ini. (Budi Cole)

#youshouldknow | Chewing Sparkle: "Far East" dan Negri Imajiner

Photo by Chewing Sparkle doc.
Chewing Sparkle adalah band Jakarta yang dibentuk oleh Ryan (vokal/gitar) pada May 2012, dengan mengajak Dheny (Gitar), Nabyl (Bass/Vokal) dan Hars (Drum/Vokal). Dalam kompisisi bermusiknya, mereka mencoba memadukan unsur indie rock, pop noise, dan elemen musik 60's - 70's.

Hal tersebut bisa disimak melalui single perdana mereka "Far East", yang telah dirilis sejak 23 Oktober kemarin. Ketukan drum yang enerjik berbalut sound gitar yang kasar. Serta pembawaan vokal yang seakan tanpa daya. Mampuh menjadikan single tersebut teman yang asyik ketika berdansa atau (mungkin) slamming dance. Namun pada detik-detik terakhir, nuansa akan cenderung menjadi gelap. Sepertinya disitulah titik klimaks single ini.

Menurut press release yang kami terima, single ini menceritakan tentang negri imajiner. Namun Ryan selaku penulis lirik menyerahkan semua penafsiran kepada pendengar.

Single ini dapat didownload resmi, melalui Tumblr mereka: http://chewingsparkle.tumblr.com/releases. Selain itu, mereka pun mengemas single ini dalam format audio-visual yang dapat kalian saksikan di bawah. (AL)

Jumat, 07 November 2014

#YouShouldKnow | Trenggiling: Cepat, Kasar, Dan Marah

Photo by Trenggiling doc.
Trenggiling yang satu ini bukanlah nama binatang pemakan serangga yang apabila sedang terancam akan menggulung layaknya bola kaki. Trenggiling yang satu ini adalah unit fastcore/grind/power violence asal Sukoharjo.

Band ini dibentuk oleh empat remaja yang masih berseragam SMA, diantaranya Anggit gitar, Rama vokal, Harun drum, dan Nicholas bass, pada awal 2014. Berangkat dari kejenuhan rutinitas yang itu-itu saja: nongkrong dan dengerin musik. Akhirnya mereka sepakat untuk mendirikan band. "Kita membentuk band ini sih bukan karena suka saja. Melainkan ini adalah sebuah simbol kritikan keras dari kami yang berupa lagu," ujar Nicholas melalui press release yang kami terima.

Band ini benar-benar marah. Mereka mengutarakan ketidak sukaannya pada keadaan sekitar, orang-orang yang "mentuhankan" benda elektronik", dan selain itu mereka juga menyindir proses seseorang yang sedang kasmaran. "Bukannya kita melarang mereka jatuh cinta, tapi perilaku mereka sudah sok yes dan bangga. Ah itu sangat menjijikan!"

Saat ini mereka baru saja merilis Demo 2014 dengan kualitas rekaman standar latihan yang dapat distreaming dan diunduh via Soundcloud. (AL)

Kamis, 06 November 2014

#YouShouldKnow | The Dirty Glass: Band Jogyakarta Nuansa Irlandia

Photo by Dirty Glass doc.
Beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan band-band punk bernuansa Irish/Scottish yang umumnya disebut Folk Punk atau Celtic Punk dalam skena lokal. Tidak seperti band punk rock biasanya yang cenderung bermain dengan set-alat yang konvensional (gitar listrik, bass, dan drum), Celtic punk melibatkan bebunyian dari Mandolin, Banjo, dan Akordion pada kontruksi musiknya.

Adalah The Pogues dari London yang mulai memperkenalkan jenis musik Celtic punk ini. Kemudian menyebar kebelahan dunia lainnya, hingga Indonesia. Salah satu dampaknya mewabah ke Jogyakarta dan melahirkan sebuah band Celtic punk, The Dirty Glass. Dibentuk pada 2010 dengan formasi Jr. Miko vokalis, Emil bassis, Ganang violins, Ryan mandolin, Ratna gitar (kemudian digantikan oleh Brata dan akhirnya oleh Nathan), Yasu twin whistle, dan Ardyan drummer (yang kemudian digantikan oleh Rude).

Nama Dirty Glass sendiri berangkat dari kebiasaan ketika mabuk dan menjatuhkan gelas ke lantai kontrakan.

Meski berangkat dari latar kesukaan musik yang berbeda-beda, namun tetap terdapat benang merah di masing-masing personil. Benang merah tersebut ialah musik Celtic Punk. Yang menjadikan poin plus bagi karakteristik musik Dirty Glass.

Terlebih mereka memainkan Celtic punk karena menyukai semangat yang dibawa pada musik Celtic punk ini. "Walaupun seorang Shane MC Gowan memainkan musik irish nya secara pelan, tapi semangat perlawanannya tetap kuat," ungkap Jr. Miko saat kami hubungi via email.

Hingga saat ini Dirty Glass sudah mengikuti sejumlah proyek kompilasi diantaranya Kompilasi Paddy Punk untuk lagu "Let's Joke", Kompilasi Guyub Rukun Nyawidji untuk lagu yang sama, Kompilasi Wind From The Foreign Land untuk lagu "Anthem", dan sebuah debut album bertajuk Drunken Summer Night yang baru mereka rilis pada September kemarin. (AL)

Rabu, 05 November 2014

Indonesian Netaudio Festival Kembali Diselenggarakan

Setelah sukses menggelar event Indonesian Netaudio Festival pada 2012 lalu di Jogyakarta. Kini, pihak Indonesian Netlabel Union (INU) selaku penggagas dan penyelenggara dibantu Sorge Sindikasi, KKBM Unpar, IFI Bandung kembali menggelar acara serupa di Bandung pada 14 hingga 16 November mendatang.

Dimana dalam dua hari pertama pengunjung akan disuguhi oleh diskusi buku dan musik, workshop radio online,  pemutaran film, live music, booth sharing, hingga bazaar karya. Pada hari ketiga pengunjung akan di ajak untuk menikmati kota Bandung sambil berpiknik ria dan ditemani set-akustik dari performer lokal. Untuk mengikuti serangkaian acara diskusi dan workshop diharapkan calon peserta melakukan registarasi. (Lihat info kontak registrasi di bawah)

Acara Indonesian Netaudio Festival sendiri adalah festival bertujuan sebagai penyambung tali silahturami antar pelaku, pemerhati, dan penikmat netaudio (aktivitas audio di Internet).

Selain itu, acara tersebut pun menjadi ajang sosialisasi dan edukasi mengenai budaya bebas kepada khalayak luas. Didasari pula oleh semakin diminatinya Netaudio seperti Netlabel (label rekaman berbasis Internet) dan juga online streaming.

"Pentingnya sosialisasi dan edukasi mengenai budaya bebas kepada publik bisa membantu distribusi dan produksi pengetahuan yang lebih baik, berkelanjutan, dan mandiri," tulis pihak INU dalam press release yang kami terima.

Hal tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah event offline oleh para pegiat dan penikmat netaudio sebagai bentuk kontribusi kepada lingkungan terdekat dan masyarakat luas. (AL)

Berikut ini adalah susunan acara Indonesian Netaudio Festival #2 yang akan terselenggara di Bandung pada 14 hingga 16 November 2014 mendatang:

Jumat, 31 Oktober 2014

Video of Today: Merah Bercerita - Lagu Anak (Official Music Video)


Ini adalah video teranyar dari unit folk/akustik asal Surakarta, Merah Bercerita. Jika diperhatikan dari lirik lagu ini mendeskripsikan tentang sosok ayah dan ibu. Dimana di balik itu sebuah seperti terpancar kerinduan. Dinyanyikan dengan santai nan sendu oleh Fajar Merah yang tak lain adalah putra Widji Thukul.

Rabu, 29 Oktober 2014

Video of Today: Today - Yang Penting Punk (Live)


Aksi kuartet punk rock/oi asal Depok yang tengah menjalani Friends Warped Tour pada April silam. Video ini diambil sewaktu mereka bermain dalam gig Total Sumuk #2 di Semarang.

Jumat, 24 Oktober 2014

Lorong Waktu: Eksibisi Bawah Tanah

Sangat jarang kegiatan berkesenian diadakan di Bogor, baik di ruang alternatif maupun di ruang publik, entah mengapa, apa eiks yang ngga tau? Hufttt sungguh kekuperan yang setinggi fuji (red;gunung) eiks yang berdomisili di kota Bogor ini sungguh harus membubarkan geng Persatuan Cah Urban Interlokal Ranting Bogor. Ah sudahlah biar itu menjadi romansa gumaman yang melanda hati eiks, yang jelas kali ini eiks bakalan ngasih ulasan tentang eksibisi drawing dan ilustrasi yang di inisiasi oleh klub gambar minggu pagi bernama Sketching Sunday. Muda mudi asoy tersebut dikomandani oleh sesosok pria maskulin nan cool bernama Aryo Wicaksono yang merupakan inisiator eksibisi Lorong Waktu. Bertempat di ruang publik underground di dekat Botani Square dan Tugu Kujang.

Underground? Yapp, karena tempatnya berada di bawah tanah, sebagai tempat penyebrangan yang diperbaharui dan di multifungsikan sebagai gallery dan ruang terbuka yang sebenarnya dikhususkan bagi muda mudi di Kota seribu angkot tersebut. Kegiatan ini mulai dibuka pada minggu pagi tanggal 19 Oktober 2014 kemarin. Terdapat puluhan karya yang dipamerkan, setengahnya merupakan sketching wajah walikota Bogor dari masa ke masa, seperti dikatakan Aryo, ini merupakan permintaan pemkot, semacam birokrasi , sebagai syarat di izinkan nya kegiatan ini dan makanya dinamai Lorong Waktu,jadi masuk ke lorong ini berasa ada di lorong waktu,gitu hihi . Di pembukaaannya para artist yang terlibat berkumpul dan membuat wheatpaste,juga terdapat lapakan artprint,postcard dan sebagainya. Event ini sebenarnya diadakan sebulan penuh, tapi karena ada sedikit permasalahan eksternal jadi event ini hanya diadakan tiga hari saja, ditututp pada hari Selasa kemarin tanggal 21 September 2014. Aryo juga berujar karena event ini dadakan jadi persiapan kurang terkonsep dengan sempurna, yaa menurut eiks juga begitu sih. Tapi segan buat kalian semua sih, jari jempol ! Dan kabar bagusnya mereka bakalan ngadain eksibisi lagi tanggal 24 November 2014, dan kali ini sebulan penuh! Jadi buat kalian yang penasaran, bisa dateng nanti yaaa. FYI nya tempat penyebrangan underground ini dibuka pagi banget trus ditutup sekitar jam 10 malem. (Fauzan)



[LK018] VA. One Day Is Fine. Next Day Is Black


Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada keberagaman bebunyian yang telinga ini mampuh resapi. Apalagi hal itu bisa dinikmati dalam sebuah kesatuan. Itu semua dapat terwujud dalam kompilasi One Day Is Fine. Next Day Is Black ini. Segala macam jenis musik, bisa dibilang lintas genre, semuanya tersaji nikmat. Bagai soup buah yang kaya rasa dan pastinya menyegarkan. Mulai dari berbunyai kasar ala musik harsh/noise, agresifats hardcore, gelapnya metal, beat-beat aduhai delta blues; rockabilly, dendangan ajaib Ska, hingga buaian musik ambient, tersaji di sini.

Menampilkan 15 band yang tentu akan sayang untuk dilewatkan percuma. Tentu kamu tidak perlu berpikir panjang lagi untuk mendownload rilisan ini. Selain gratis dan ini semua mampuh menjadi soundtrack aktivitas kalian.

Band:
The Loads, Chicken Shill, Vellarose, CBA, Pagar Betis, Double Strenght, Djiwo, Heinous Murder, Makhluk Asing, Untrapped, Kisah Kancil dan Rusa, Medja Kosong, The Long Distance, Bergegas Mati.

Download: VA. One Day Is Fine. Next Day Is Black

Selasa, 21 Oktober 2014

#event | Atlesta Secret Party 2014


Untuk bisa berpartisipasi dalam Atlesta Secret Party, kamu harus tau dulu syarat & ketentuannya. Baca di sini.

Minggu, 19 Oktober 2014

#youshouldknow | Melawan Kebisingan Kota: Gig di Pos Polisi

Photo by MKK doc.
Kalau kalian sewaktu-waktu ke Surabaya terus menemukan sekelompok pemuda sedang asyik mengeluarkan berbagai bunyi-bunyian yang tak biasanya, jangan kaget yah. Berarti kalian sedang berada dalam kegiatan Melawan Kebisingan Kota-nya anak-anak pecinta seni alternatif Surabaya. Tenang mereka tidak sedang berbuat onar, mereka hanya ingin memberikan kontribusi terhadap keriuhan sekitar.

"Setiap detik, jam, hari, telinga kita dipaksa untuk mendengarkan suara-suara berisik yang berasal dari lingkungan sekitar.
Suara-suara bising lalu lintas macet, deru pabrik, stasiun, terminal, bandar udara, tiap hari dijejalkan, tanpa bisa kita lawan."

Karena hal tersebut-lah mereka akhirnya berkumpul di sudut-sudut jalan untuk menghasilkan suara-suara. Hal tersebut mereka anggap sebagai sebuah satire dalam melawan kebisingan-kebisingan tersebut.

"Jika Grafitti di tembok adalah bentuk vandalisme rupa, maka ini adalah VANDALISME SUARA."

Pada 11 Oktober kemarin, mereka mengadakan kembali Melawan Kebisingan Kota di sebuah Pos Polisi. Keren yah mereka ? Pastinya. Acara tersebut turut dimeriahkan oleh teman-teman dari Samarinda. Sekaligus sebagai proyek uji coba piranti bertenaga matahari. Damn, they are so awesome! Ditunggu terus aksi bisingnya yah. (AL)

"Sepanjang jalan adalah panggung kami. Audiens ada di mana-mana!" - Komunitas Melawan Kebisingan Kota

Nantikan Indonesian Netaudio Festival 2014 Segera

Yeh! Indonesian Netaudio Festival hadir kembali, kali ini akan terselenggara di Bandung. Acara akan berlangsung selama dua hari full: 14-15 November. Acara ini adalah pesta akbar untuk para pelaku, pemerhati, dan penikmat musik free sharing. Seperti biasa acara akan diisi oleh diskusi bergizi dan tentunya penampilan band-band lokal yang keren. Untuk info selanjutnya kalian bisa terus pantau website kami.

Oh iya, jangan lupa untuk membeli merchandise Indonesian Netaudio Festival 2014 yah. (AL)







WAWBAWtees x Indonesian Netlabel Union 150K
WAWBAWtotebag x Indonesian Netlabel Union 85K
tees+totebag 200K
order via whatsapp 089611241546

Peraturan Atlesta Secret Party 2014

Berikut ini adalah tata cara atau peraturan yang wajib kalian ketahuin untuk menjadi bagian dalam Atlesta Secret Party: The Great Escape 2014, yang akan berlangsung pada 09 November mendatang. Pesta rahasia tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan peluncuran album terbaru Atlesta bertajuk Sensation pada bulan September kemarin. (AL)



Tomi Wibisono: Dari Hitam Putih Hingga Berwarna dan Glossy

Photo by Tommy doc.
Kiprah Tommy Wibisono di dunia Jurnalistik di mulai dengan menerbitkan sebuah media non-profesional aka Zine dengan nama Salah Cetax, yang sudah mencapai 12 edisi dan sudah digeluti olehnya sejak 7 tahun silam.

Barulah ketika ia beranjak dari Balikpapan dan mulai menetap di Jogyakarta sebagai mahasiswa komunikasi di salah satu universitas, ia mendirikan Warning Magazine: sebuah media musik dengan tampilan full color dan glossy. Yang mana majalahnya tersebut kini sudah mencapai 4 edisi. Dan untuk mengetahui asal-usul/proses transisi dari Salah Cetax ke Warning Magazine, berikut hasil wawancaranya. (AL)





Hallo Tom. Lagi sibuk apa nih ?
Ini lagi ngedit foto-foto Carcass di Rock in Solo kemarin mas. sama ya sibuk mikir judul skripsi hehe.

Walaupun kedengerannya basi, tapi kayanya seru nih kalau kamu cerita tentang perkenalan dengan zine. Prosesnya bagaimana tom ?
Gpp, yang basi juga kadang enak hehe. Kenal zine ya, itu dulu kalo gak salah akhir 2006. Zine pertama yang kubaca Arus Bawah buatan Fitrah No Label Recs. Terus tertarik cari tau, datang kelapakan, ketemu mas-mas punk buat cari zine. Ini bukan hal yang mudah untuk kota kaya Balikpapan yang serba terbatas. hehehe. Diawal-awal itu dapat Jalur Bebas, Hantam Stagnansi. Nah dulu, dari si mas editor Jalur Bebas ini, aku suka order zine.

Jumat, 10 Oktober 2014

Video of Today: Aku Pulang Tour [Frank, Megatruh, & Young Savages]


Video di atas adalah cuplikan singkat mengenai keseruan tiga band asal Malang yang sebelumnya telah melaksanakan Aku Lagi Tour pada September kemarin.

Kamis, 02 Oktober 2014

Endless//Height Akan Mengunjungi Depok

Photo by Joorue doc.
Unit hardcore asal Sydney, Endless//Height akan berkunjung ke Depok dalam rangka tour promo album terbaru mereka The New Bloom. Pertunjukan band yang terbentuk 2009 ini akan digelar di Edisan Cafe, Pasar Segar, Depok pada Sabtu mendatang (4/9).

Beberapa band lokal seperti Modern Guns, Final Attack, Seems Like Yesterday, dan Brave Heart pun turut serta meramaikan pertunjukan yang bertajuk Loud And Clear tersebut.

Selain Indonesia, Endless//Height juga mengunjungi beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. (AL)

OUT NOW: Atlesta "Sensation" Album


Rabu, 01 Oktober 2014

#review | Vague "Footsteps", Tape Cassette/CD (Ruang Kecil & Sonic Funeral, 2014)

Sejujurnya saya perlu mendengarkannya berulang kali untuk mendapatkan perasaan bahwa album Footsteps ini memang terbaik. Karna jika tidak pada satu titik album ini terdengar memiliki komposisi yang nyaris serupa antara lagu satu dan lainnya. Trio Vague yang di gawangi oleh Yudhis vokal-gitar, Gary bass, dan Jan drum ini menyuguhkan sesuatu yang melebihi apa yang sebelumnya mereka sajikan dalam EP terdahulu. Lebih bising, karakter sound yang mumpuni, serta mampu mengombang ambing mood pendengar menjadi hal terbaik yang album ini berikan. Bisa dibilang musik Vague lebih kompleks ketimbang yang lalu, namun tidak ngjelimet di telinga.

Dalam tatanan lirikal, Vague tidak sedang berteriak-teriak lalu menggurui pendengar. Mereka introspektif dan band sebising ini ternyata mempunyai segudang kegelisahan. "...sometimes i think the only way to get out, is to get inside ourselves and tear it apart" penggalan lirik "Dissonance" yang membuat saya merinding. Setelah sebelumnya mereka menuliskan, "...We love our mistakes//But we despise regrets//Ideas are unspoken//Fragile faith gets broken..".

Mereka menyajikan 9 tracks dengan tambahan 3 tracks dari EP sebelumnya. Oh yah, album ini dirilis dalam dua format berbeda oleh dua label berbeda pula: ada Sonic Funeral yang merilisnya dalam bentuk CD dan juga Ruang Kecil dalam format Tape Cassette. (AL)