BEESWAX adalah nama baru skena indie Malang yang sedang ramai dibicarakan. Mereka menawarkan musik tipikal mid-west sound layaknya American Football, Capz N Jazz, Texas is the Reason, dan sejenisnya. Belum lama ini mereka merilis sebuah single bertajuk "Wellspring", sebuah lagu yang berangkat dari fenomena pembangunan hotel di Kota Batu.
"Wellspring adalah refleksi tentang format kepedulian tentang sebuah masalah. Apakah kami terlalu sibuk dengan masalah sendiri sehingga tidak peduli dengan masalah lingkungan atau kami peduli tapi dengan effort minim," ungkap mereka.
Mereka mengkritisi dampak yang terjadi dari pembangunan hotel The Rayja yang terletak di Kota Batu, lalu menyebabkan Mata Air Gemulo yang hanya berjarak 100M dari lokasi hotel tidak dapat berfungsi lagi. Padahal, menurut penuturan mereka, sebelum adanya pembangunan hotel saja, kondisi Mata Air Gemulo sudah mulai mengkhawatirkan karena tingkat debutnya menurun.
Polemik pembangunan hotel The Rayja yang dimodali oleh PT. Panggon Sarkasa Sukses Mandiri (PT PSSM), sudah bergulir sejak 2013 lalu. Ketika itu warga sekitar dibantu oleh Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) Kota Batu, mencoba mengajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri Malang. Mereka menuntut ganti rugi Rp 318 miliar karena pembangunan hotel tiga lantai dengan 88 kamar itu mengancam kelestarian sumber air Gemulo yang berfungsi untuk pertanian dan air minum.
Pada 2014, warga menang melalui putusan Pengadilan Negeri Kota Malang. Namun awal Januari 2016 ini, kasasi hotel The Rayja diterima dan pembangunan kembali berjalan.
"Warga sempat demo, beberapa kali sampai saat ini, tapi nampaknya perjuangan belum usai. BEESWAX sebagai musisi punya hak untuk ikut andil dalam protes dalam bentuk lagu. Prospek lagu sebagai media protes bisa membantu lewat berbagai media," tandas mereka. (AL)
Senin, 11 Januari 2016
Arc Yellow Rekam 'Blow Project' Dalam Garasi
Ketika itu trio Arc Yellow baru saja menyelesaikan setnya untuk pagelaran Senandung Semesta: Pre-event Pasar Seni ITB 2014. Alih-alih langsung balik ke Depok, mereka mampir dulu ke rumah seorang teman di Kiara Condong, Bandung. Kunjungan kali itu dijadikan momentum untuk berkarya, dengan memanfaatkan studio garasi, akhirnya secara spontan merekam tiga lagu secara live yang kemudian mereka beri tajuk Blow Project.
"Proses rekamannya sendiri terbilang nekat, one kill one shoot, karena memang awalnya kami hanya iseng nge-jam dan ingin merasakan equipment studio yang terbilang antik dan sangat berdebu. Karena memang selain studio band, garasi tersebut juga dijadikan gudang," tutur mereka.
Mereka menambahkan, bahwa hanya butuh waktu 30 menit untuk merekam tiga lagu tersebut: "Alfa Male", "The Pink Stripes", dan "Not Right" dari The Stooges. Hal tersebut dikarenakan waktu yang mepet sementara mereka harus kembali pulang ke Depok. Sementara itu untuk urusan mixing dan mastering pun berjalan dengan singkat. Mereka hanya membutuhkan waktu sehari semalam tanpa adanya revisi sama sekali.
"Karena kami tidak ingin terlalu banyak mengubah sound gitar, bass, drum, dan vokal. Kami ingin semua terdengar mentah dan apa adanya," ungkap mereka.
Dalam Blow Project ini, mereka dibantu oleh Yopi Rizkia untuk mixing dan mastering dan Eggy Surachman untuk artwork. Blow Project bisa dinikmati secara gratis melalui akun soundcloud Arc Yellow terhitung tanggal 9 Januari kemarin. (AL)
"Proses rekamannya sendiri terbilang nekat, one kill one shoot, karena memang awalnya kami hanya iseng nge-jam dan ingin merasakan equipment studio yang terbilang antik dan sangat berdebu. Karena memang selain studio band, garasi tersebut juga dijadikan gudang," tutur mereka.
Mereka menambahkan, bahwa hanya butuh waktu 30 menit untuk merekam tiga lagu tersebut: "Alfa Male", "The Pink Stripes", dan "Not Right" dari The Stooges. Hal tersebut dikarenakan waktu yang mepet sementara mereka harus kembali pulang ke Depok. Sementara itu untuk urusan mixing dan mastering pun berjalan dengan singkat. Mereka hanya membutuhkan waktu sehari semalam tanpa adanya revisi sama sekali.
"Karena kami tidak ingin terlalu banyak mengubah sound gitar, bass, drum, dan vokal. Kami ingin semua terdengar mentah dan apa adanya," ungkap mereka.
Dalam Blow Project ini, mereka dibantu oleh Yopi Rizkia untuk mixing dan mastering dan Eggy Surachman untuk artwork. Blow Project bisa dinikmati secara gratis melalui akun soundcloud Arc Yellow terhitung tanggal 9 Januari kemarin. (AL)
Jumat, 08 Januari 2016
Warmouth Bergabung Dengan Samstorng Records Untuk Debut Album
Trio Made Dharma (gitar-vokal), Rahmat Gunawan (drum), dan Kurniawan Laksono (bass) yang tergabung dalam Warmouth, mengabarkan telah tekan kontrak dengan Samstrong Records. Sebagai langkah pertama, dua pegiat skena asal Yogyakarta tersebut akan bekerja sama untuk merilis debut album Warmouth dengan judul yang masih dirahasiakan. "Setelah 2 tahun sejak pertama kita terbentuk di akhir 2013, kita sangat senang untuk bisa bekerjasama dengan Aditya Ageng dari Samstrong Records untuk album perdana kita. Kita telah mengenal dia sejak sebelum proyek band ini terbentuk. Dia adalah salah satu orang yang sangat berdedikasi di scene hardcore/bawah tanah," ujar Made Dharma.
Made menambahkan, proses yang panjang dan cobaan yang banyak dalam Warmouth selama ini, membuat bandnya mencoba melihat kembali pada apa yang sebelumnya dilakukan dan menaruh mereka pada perspektif yang berbeda sekarang.
Warmouth terbentuk pada akhir tahun 2013 oleh Made Dharma, setelah keluar dari Deadly Weapon, dengan mengajak Rahmat Gunawan (Energy Nuclear, LKTDOV, Maur) untuk mengisi drum dan kawannya, Kurniawan Laksono pada bass. Trio ini telah memiliki demo pertama, yang dirilis hanya beberapa minggu sejak terbentuk. Juga album split dengan Cloudburst yang dilanjutkan dengan melakukan tur Jawa bersama. Sementara ini, untuk kebutuhan debut album nanti, Warmouth masih dalam tahap rekaman 11 lagu yang dimulai per-Januari tahun 2016. Rencananya album tersebut sudah bisa rilis pada April nanti. (AL)
Made menambahkan, proses yang panjang dan cobaan yang banyak dalam Warmouth selama ini, membuat bandnya mencoba melihat kembali pada apa yang sebelumnya dilakukan dan menaruh mereka pada perspektif yang berbeda sekarang.
Warmouth terbentuk pada akhir tahun 2013 oleh Made Dharma, setelah keluar dari Deadly Weapon, dengan mengajak Rahmat Gunawan (Energy Nuclear, LKTDOV, Maur) untuk mengisi drum dan kawannya, Kurniawan Laksono pada bass. Trio ini telah memiliki demo pertama, yang dirilis hanya beberapa minggu sejak terbentuk. Juga album split dengan Cloudburst yang dilanjutkan dengan melakukan tur Jawa bersama. Sementara ini, untuk kebutuhan debut album nanti, Warmouth masih dalam tahap rekaman 11 lagu yang dimulai per-Januari tahun 2016. Rencananya album tersebut sudah bisa rilis pada April nanti. (AL)
Kamis, 07 Januari 2016
Take Kontrol Rilis "The Time" Sebagai Pemanasan
Kuartet oldschool hardcore asal Sukoharjo, Take Kontrol, belum lama ini merilis single bertajuk "The Time". Single bebas unduh tersebut, sengaja mereka keluarkan sebagai pemanasan sebelum rilisnya mini album. Rencananya label kota yang sama, Hit And Burn Records yang akan bertugas merilis mini album milik Anggit (vokal), Fareza (gitar), Iwan (bass), dan Bintoro (drum) satu ini.
Direkomendasikan untuk para pendengar Pointing Finger, Youth of Today, Floorpunch, etc.
Download single mereka, di sini. (Babai)
Direkomendasikan untuk para pendengar Pointing Finger, Youth of Today, Floorpunch, etc.
Download single mereka, di sini. (Babai)
Rimauman Music Rilis Kompilasi Album Band Palembang
| CD Artmoshpit Compilation Album. Photo by Rimauman |
Penggarapan Artmoshpit Compilation Album dilatar belakangi oleh perkembangan masif yang terjadi pada scene musik Palembang dalam beberapa tahun terakhir. Indikator perkembangan tersebut dapat lihat dari maraknya band-band Palembang mempublikasikan karya kreatif, merilis album, hingga melakukan tur. Dinamika tersebut terjadi di tengah kurangnya hingar-bingar scene Palembang jika dibandingkan dengan kota-kota utama seperti Jakarta dan Bandung. "Sebuah awal dari proses panjang yang bahan bakarnya adalah semua yang terlibat di depan dan belakang layar sebagai sebuah usaha untuk tidak mengekor tapi mencoba realistis dengan mengambil sikap proaktif terhadap kekurangan yang ada," tutur Rimauman Music.
Mereka menambahkan, kompilasi ini adalah bentuk usaha untuk membakar batas lokalitas bahwa apa yang dilakukan di level lokal pun bisa mendapat apresiasi secara nasional, sebuah usaha kecil yang semoga memiliki dampak yang besar.
CD kompilasi tersebut bisa didapatkan dengan harga Rp. 40.000,- dan tersebar dibeberapa titik distribusi seperti Ammunition (Medan), Flush Store (Pekanbaru), Rimbun Coffee (Padang), Rimbun Coffee (Bukit Tinggi), JCG Store (Jambi), Raw Rock Art Wear (Palembang), Obscure Division (Palembang), BringHopeToday Store (Batam), Lawless (Jakarta), Warung Musik (Jakarta), Omuniuum (Bandung), Thief Shop (Yogyakarta), Vitus Record Store (Semarang), Alpha Omega (Solo), Toko Houtenhand (Malang), C2O Library (Surabaya), dan Musick Bus (Makassar). Atau bisa kontak langsung ke rimaumanmusic@gmail.com. (AL)
Berikut daftar band yang ikut andil dalam Artmoshpit Compilation Album:
Rabu, 06 Januari 2016
[LK020] Brainwashed - EP 2015
Band: Braindwashed
Album: EP 2015
Year: 2015
Tracks:
01. Brainwashed
02. For the Kids
03. Passion
04. Stand and Fight
05. Together We Stand
Note:
Pendatang baru skena hardcore Depok. Mereka menawarkan musik energic ala band-band oldschool hardcore semacam Youth of Today, Gorilla Biscuits, CIV, etc. Namun dikemas dengan gaya yang modern.
Dengarkan lagu:
Download (Klik kanan+save as)
Album: EP 2015
Year: 2015
Tracks:
01. Brainwashed
02. For the Kids
03. Passion
04. Stand and Fight
05. Together We Stand
Note:
Pendatang baru skena hardcore Depok. Mereka menawarkan musik energic ala band-band oldschool hardcore semacam Youth of Today, Gorilla Biscuits, CIV, etc. Namun dikemas dengan gaya yang modern.
Dengarkan lagu:
Download (Klik kanan+save as)
Selasa, 05 Januari 2016
Video Live Session Homegrown YK vol. 2 Telah Rilis
Video live session HOMEGROWN YK VOL.2 secara resmi telah beredar di kanal youtube HOMEGROWN YK pada hari Minggu kemarin (3/1). Video tersebut menampilkan dua band dari Bandung yakni Diocreatura dan Poylester Embassy, juga dua band dari Yogyakarta yakni KAVVAH dan NERVOUS. Hal ini menyusul rilisnya video aftermovie HOMEGROWN YK VOL.2 di kanal yang sama sebelumnya.
Rencananya setelah video aftermovie dan live session dirilis, nantinya akan diikuti oleh peluncuran album kompilasi HOMEGROWN YK VOL.2 yang akan dirilis oleh K30Netlabel dalam format digital bebas unduh.
Pagelaran HOMEGROWN YK VOL. 2 sendiri berlangsung di Rooftop Galeria Mall, Yogyakarta pada 2 Oktober 2015 yang lalu. (Bobby)
Click here for watch
Rencananya setelah video aftermovie dan live session dirilis, nantinya akan diikuti oleh peluncuran album kompilasi HOMEGROWN YK VOL.2 yang akan dirilis oleh K30Netlabel dalam format digital bebas unduh.
Pagelaran HOMEGROWN YK VOL. 2 sendiri berlangsung di Rooftop Galeria Mall, Yogyakarta pada 2 Oktober 2015 yang lalu. (Bobby)
Click here for watch
Selasa, 29 Desember 2015
Berjuang Melawan Kanker, Lemmy Kilmister Meninggal Dunia
![]() |
| Lemmy Kilmister. Photo by google |
Pria kelahiran Inggris 1945 ini, sebelumnya dikabarkan juga mengalami masalah pada kesehatannya, musim panas lalu ia terjangkit infeksi paru-paru yang harus membuatnya membatalkan sejumlah jadwal pertunjukan. Lemmy juga pernah menderita hematoma dan mengharuskannya menggunakan defibrillator untuk jantungnya.
Bersama Motorhead, Lemmy telah menghasilkan 22 album studio yang dirilis dalam rentang waktu 1977 hingga 2015 dan beberapa proyek kolaborasi bersama beberapa figur musik ternama dunia seperti The Damned, Wendy O. Williams, Ramones, Sex Pistols, dsb. Bahkan disela-sela proses penyembuhannya, Lemmy berhasil merilis album Bad Magic pada Agustus kemarin. "Ternyata, saya masih tidak bisa dihancurkan," candanya ketika itu.
Kepergian Lemmy menjadi pukulan yang sangat berat, khususnya untuk Motorhead sendiri. Mereka mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mengungkapkan perasaan kaget dan kesedihan ini bahkan kata-kata sekalipun. "Kami akan mengatakannya beberapa hari mendatang. Tapi untuk saat ini, silakan putar kencang Motorhead, Hawkwind, atau musik-musik Lemmy dengan keras," tandas mereka. (AL)
Senin, 21 Desember 2015
Stars and Rabbit Rilis Single Kedua
Setelah merilis album penuh perdana Constellation pada bulan Mei 2015 lalu, kini Stars and Rabbit merilis single “Like It Here”. Ini merupakan single kedua mereka, menyusul “The House” yang lebih dahulu dirilis. “Lagu ini merupakan lagu pertama yang aku ciptakan untuk Stars and Rabbit,” kata Elda. Lagu ini bercerita tentang situasi yang semakin memburuk dalam sebuah hubungan, dan berusaha untuk tetap bertahan dengan harapan keadaan akan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. “Namun pada titik tertentu kita harus membuat keputusan terhadap hal yang tidak layak untuk dipertahankan,” ungkap Elda.
Belum lama ini sebuah kabar gembira datang dari seorang sutradara Indonesia, Joko Anwar, yang meminta lagu "Like It Here" untuk digunakan dalam trailer film terbarunya, A Copy of My Mind. Melalui film tersebut, ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2015. Film ini telah ditayangkan di beberapa festival film internasional di Toronto, Venezia, Korea Selatan, dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada bulan Februari 2016.
Belum lama ini sebuah kabar gembira datang dari seorang sutradara Indonesia, Joko Anwar, yang meminta lagu "Like It Here" untuk digunakan dalam trailer film terbarunya, A Copy of My Mind. Melalui film tersebut, ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2015. Film ini telah ditayangkan di beberapa festival film internasional di Toronto, Venezia, Korea Selatan, dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada bulan Februari 2016.
Minggu, 20 Desember 2015
Grunge Kicks: Masih Ada Grunge Yang Potensial
![]() |
| Click pic for enlarge |
Sehingga hal tersebut yang melatarbelakangi Grunge Kicks untuk mengadakan sebuah gigs dengan menampilkan beberapa band grunge berpotensial, serta mencoba menggandeng media baik yang berada di dalam maupun di luar skena grunge untuk berpartisipadi di dalamnya. "Sehingga besar kemungkinan akan membantu kita untuk mempublikasi kan gigs ini hingga tercipta maksud dan tujuan, yaitu mengenalkan ke khalayak luar, pecinta musik indie khususnya. Bahwa masih banyak band potensial dan sangat produktif dari skena grunge," tutur mereka.
Gigs tersebut bertajuk Endless Movement yang akan berlangsung pada 26 Desember mendatang di Rossi Music Fatmawati Lt.4. Menampilkan enam band yang menurut mereka berpotensi dan layak dilihat juga didengar, yakni Arc Yellow, Syndrome Noise, Sugar Kane, Shine Valley, SAD 94, dan Emdisi. Yang mana masing-masing band akan mendapatkan jatah durasi tampil yang cukup lama sehingga materi yang dibawakan akan tersaji secara maksimal. "Semoga kami dan semua orang yang melakukan pergerakan untuk memajukan skena grunge tidak kenal lelah, banyak membuat ide gila yang inovatif dan yang pasti nya tanpa akhir," tandas mereka. (AL)
Menuai Pro Kontra, The Sabotage Tetap Rilis Video Klip
![]() |
| The Sabotage. Photo by TS doc. |
Hal itu pula yang membuat timbulnya banyak pertimbangan dalam penggarapan video klip The Sabotage untuk lagu berjudul "No Peace Today Life Tomorrow" yang dirilis pada 12 Desember kemarin. "Awalnya kita ragu soal klip ini, ternyata banyak juga dari teman – teman yang support," terang vokalis," Fuckguy.
Penggarapannya sendiri dibantu oleh duo Geral Dwitama dan Denny Yosua dari Kecebur Di Tipi serta melibatkan beberapa teman dari Anti Noda69 Production, DPR Sablon, Fukker Record, Bombshell Rock Prod, Movement Record & Distribution dan Hitam Putih Musik.
Pemilihan "No Peace Today Life Tomorrow" sebagai lagu yang digarap dalam bentuk audio-visual, dikarenakan lagu tersebut cukup mewakilkan dan menyuarakan pemikiran dari The Sabotage. Lagu tersebut adalah bagian dari mini album Give Us A Freedom yang dirilis oleh Movement Records. (AL)
Jumat, 18 Desember 2015
TO DIE: Dari Floppy Disk Hingga Piringan Hitam, Kandang Burung Hingga Lunch Box
![]() |
| Indra Menus. Photo by IM doc. |
Tidak hanya itu, band yang dinahkodahi oleh Indra Menus ini pun terbilang inovatif, jika bisa dikatakan ekstrim. Cara To Die merilis albumnya terkadang diluar kebiasaan band pada umumnya. Mereka seakan menjadi band yang tak pernah puas dengan format rilisan yang begitu-begitu saja: kaset pita, CD, vinyl, dan digital. Bahkan cara pengemasan albumnya pun, terbilang gila. Dalam arti, (lagi-lagi) mereka seakan tidak puas dengan rilisan yang hanya di packaging ala kadarnya. Tak jarang mereka mengemas albumnya tersebut dengan hal-hal yang membuat kita terheran-heran sekaligus takjub.
Mau tau betapa inovatifnya To Die ? Simak hasil pantauan Lemarikota soal rilisan dengan format dan pengemasan tergila yang pernah mereka lakukan. Siapa tau pembaca ada yang tertarik mengikuti jejak mereka atau bahkan ada yang ingin lebih ekstrim lagi. (AL)
Efek Rumah Kaca Akhirnya Rilis Album Ketiga
![]() |
| (ki-ka) Cholil, Adrian, dan Akbar. Photo by ERK doc |
Trio Adrian, Cholil, dan Akbar mencoba merangkum dinamika perjalanan karir bermusik mereka dalam album ini dan berusaha mengajak penggemarnya untuk turut serta di dalamnya. "Album Sinestesia mengajak penggemar Efek Rumah Kaca bersama-sama menikmati perjalanan musikalitas Efek Rumah Kaca dari album pertama, kedua, hingga perubahan gaya bermusiknya di album ketiga ini," tulis mereka dalam press release yang LK terima.
Lebih lanjut, mereka menuturkan bahwa, album ini begitu sinematis, karena akan mengajak pendengarnya mengembara menuju alam khayal masing-masing.
Album Sinestesia ini bisa didapatkan melalui platform music iTunes. Klik di sini untuk mendapatkan album terbaru mereka. (AL)
Rabu, 16 Desember 2015
#youshouldknow | Kelakar: Merasakan Musik Humor Kompleks
![]() |
| Kelakar (ki-ka: Didi, Bistok, 'r, dan Wisnu) Photo by Kelakar doc. |
Hal tersebut yang menjadi titik awal kumpulnya Didi sebagai vokal dan gitaris, Wisnu pada synthesizer dan back up vokal, Bistok pada drum dan back up vokal, dan 'r sendiri pada piano dan back up vokal. Yang kemudian pula menjadi cikal bakal Kelakar sebagai sebuah band.
Momentum bagus tersebut langsung direspon dengan cekatan oleh para personil Kelakar untuk mulai memikirkan sebuah album. "Kita mulai mengonsepkan pembuatan album agar pada saat performance, album sudah dapat diedarkan dengan quota kecil," terang mereka.
Bagi mereka yang masih asing dengan konsep musik yang Kelakar mainkan tentu akan mengernyitkan dahi. Pasalnya Kelakar tidak berada pada ranah aman, dalam maksud bermain dengan satu genre. Mereka menabrak semua batasan genre lalu memadukannya menjadi komposisi yang eksperimental. Mereka sendiri menyebutnya dengan istilah, An Indonesian band that present experimental crossover. A music that travels beyond boundaries of categorizations. "Banyak beberapa pendapat bagi mereka yang mengetahui musik jenis ini mengatakan bahwa kita seperti representasi dari beberapa proyek musik dari John Zorn & Mike Patton," tambah mereka.
Ketukan drum yang intensif dengan distorsi gitar berpadu denting grand piano dan synthesizer. Serta komposisi musik dengan improvisasi spontan, motif musik dan riff yang tak terduga, gila, menantang, dan kompleks, yang pada akhirnya mengilhami Didi mencetuskan nama Kelakar untuk band ini. "Makna penamaan dibalik Kelakar adalah memberikan sense of humor yang merupakan esensi dari kekompleksitasan karya yang kita hasilkan ini," ungkap mereka.
Di tengah kesibukan 'r sebagai pengajar piano dan pembuat music score film, Didi sebagai pengajar musik, Wisnu sebagai pengajar piano klasik, dan Bistok pengajar drums. Kelakar masih sempat untuk melangsungkan pertunjukan, terhitung selama terbentuk band Jakarta ini sudah tujuh kali manggung dan menelurkan satu buah album bertajuk Mari Kita Mulai yang dirilis CD via Apa Lo! Records, pita kaset via Alaium Records, dan re-issue CD via Indonesian Progressive Society Records.
Rencananya pada tahun 2016 mendatang mereka akan segera masuk studio rekaman demi kebutuhan album ke dua. Sembari itu, mereka sedang mencari beberapa label rekaman luar yang tertarik untuk merilis album Kelakar untuk pasaran internasional. (AL)
Jumat, 11 Desember 2015
Mengenang Panggung Pertama, Rajasinga Rilis Video Animasi
Ada yang tak biasa pada 10 Desember kemarin, khususnya untuk trio grindcore liar, Rajasinga. Pasalnya pada hari tersebut adalah titik awal perjalanan karir band yang digawangi oleh Biman pada gitar, Morrg bass, dan Revan drum. "10 Desember sebelas tahun silam, panggung pertama Rajasinga digelar. Dari situlah semua dimulai dan inilah Rajasinga, sebelas tahun kemudian. Hingga dihari ini, detik ini, kita masih tetap disini. Karena bermain musik dan berdiri di depan kalian semua, adalah sebuah kehormatan besar didalam hidup kami," ujar mereka.
Sebagai sebuah bentuk penghormatannya, mereka merilis single terbaru bertajuk "Stoned Magrib" dalam format video animasi. Lagu tersebut ditulis oleh Revan dan Morrg pada suatu magrib di kota Bukittinggi Sumatra Barat, di tengah lembah Ngarai Sianok. "Disela-sela tour, kami suka menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis, santai sejenak dan menuai inspirasi. Karena magrib itu selalu singkat, berhentilah sebentar, nikmatilah," terang mereka.
Video animasinya sendiri digarap langsung oleh bassis Morrg, dengan tema yang berangkat dari rangkuman perjalanan Rajasinga selama sebelas tahun terakhir. Mulai dari pengalaman mendatangi tempat indah hingga menggerikan, dihadapkannya pada kondisi yang datar hingga penuh konflik, keadaan yang mengharuskan mereka mendaki lalu menurun terjal, semuanya mereka kemas menjadi dalam saga fiksi singkat yang menarik.
Namun jika ditelisik, ada yang unik. Apabila biasanya setiap band selalu merayakan momentum spesial di angka sepuluh, Rajasinga justru merayakannya pada angka sebelas. Hal ini terjadi lantaran ketidak sengajaan para personil. "Kenapa 11 ? Kenapa bukan pas di angka 10 ? Jujur saja, karena kita lupa. Skip. Hehehe," ungkap mereka.
Hal tersebut dipicu juga oleh aktivitas bermusik yang benar-benar menyita perhatian mereka dan ditambah kondisi personil yang sekarang menetap di tiga kota berbeda. Meski begitu mereka mengatakan, jarak dan komunikasi menjadi problema baru yang harus di hadapi. Tapi ya, bermusik harus tetap bisa jalan bagaimanapun caranya.
Single terbaru "Stoned Magrib" diambil sebagai single pertama dari album mendatang, III: RAJASINGA, yang rencananya dikeluarkan resmi pada tahun 2016 nanti. (AL)
Sebagai sebuah bentuk penghormatannya, mereka merilis single terbaru bertajuk "Stoned Magrib" dalam format video animasi. Lagu tersebut ditulis oleh Revan dan Morrg pada suatu magrib di kota Bukittinggi Sumatra Barat, di tengah lembah Ngarai Sianok. "Disela-sela tour, kami suka menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis, santai sejenak dan menuai inspirasi. Karena magrib itu selalu singkat, berhentilah sebentar, nikmatilah," terang mereka.
Video animasinya sendiri digarap langsung oleh bassis Morrg, dengan tema yang berangkat dari rangkuman perjalanan Rajasinga selama sebelas tahun terakhir. Mulai dari pengalaman mendatangi tempat indah hingga menggerikan, dihadapkannya pada kondisi yang datar hingga penuh konflik, keadaan yang mengharuskan mereka mendaki lalu menurun terjal, semuanya mereka kemas menjadi dalam saga fiksi singkat yang menarik.
Namun jika ditelisik, ada yang unik. Apabila biasanya setiap band selalu merayakan momentum spesial di angka sepuluh, Rajasinga justru merayakannya pada angka sebelas. Hal ini terjadi lantaran ketidak sengajaan para personil. "Kenapa 11 ? Kenapa bukan pas di angka 10 ? Jujur saja, karena kita lupa. Skip. Hehehe," ungkap mereka.
Hal tersebut dipicu juga oleh aktivitas bermusik yang benar-benar menyita perhatian mereka dan ditambah kondisi personil yang sekarang menetap di tiga kota berbeda. Meski begitu mereka mengatakan, jarak dan komunikasi menjadi problema baru yang harus di hadapi. Tapi ya, bermusik harus tetap bisa jalan bagaimanapun caranya.
Single terbaru "Stoned Magrib" diambil sebagai single pertama dari album mendatang, III: RAJASINGA, yang rencananya dikeluarkan resmi pada tahun 2016 nanti. (AL)
Kamis, 10 Desember 2015
Pesta Peluncuran Album The Edge Tanpa Jarak
![]() |
| Bernyanyi bersama di pesta peluncuran album The Edge. Photo by The Edge doc. |
Waktu menunjukan pukul 20.30 WIB menandakan band pertama untuk tampil memanaskan party malamitu. Total ada 12band yang meramaikan party malam itu, satu hal yang menarik perhatian adalah di mana lineup yang akan tampil 80% merupakan band baru yang menjamur diranah skena hc/punk Jakarta, Tanggerang Selatan, Bogor, dan Depok. Diantaranya adalah No Choice, Tsamscore, B.U.R.R.I.E.D, One Step Beyond, Aerlele, Antahberantah, The Silent, Whereless, Perfectshionshit, Nutmeg, Roosterfight, dan Beneath the Whele.
Para band pembuka tampil secara gerilya nyaris tanpa jeda memanaskan ruang sempit 5x5m stage diving dan circlepit pun tak terelakan dengan oksigen yang semakin berkurang, menambah euphoria pada launching album jilid 2 ini. Keintiman dan intensitas pertemanan menambah semarak acara malam itu, di mana tidak ada jarak sama sekali anatara penonton dan penampil.
The Edge yang digawangi oleh Lepoy, Amon, Apong, Hendra, dan Tommy berhasil mengorganisir acara dengan baik plus menghadirkan band-band baru yang berkembang di sekelilingnya secara kasat mata tittle Don’t Foget Your Roots memulai genderangnya dengan baik.
Bagi yang suka mendengarkan 80’shc/punk seperti Bad Brains, Black Flag dan Minor Threat, sila memburu album mereka. (Budi Cole)
Tiger Work Kembali Dengan Album Terbaru "For Unity"
Unit hardcore berhaluan berat, Tiger Work, kembali merilis album terbaru bertajuk For Unity. Album yang dirilis secara mandiri tersebut, secara resmi telah beredar sejak 7 Desember kemarin dalam format cakram padat. Tidak hanya itu, mereka pun merilisnya dalam format digital melalui platform musik iTunes, AmazonMP3, Spotify, dan Deezer.
Meskipun sempat terkendala oleh salah dua personil yang sedang mengemban ilmu di luar kota. Bukan menjadi halangan berarti untuk band yang digawangi oleh Memet pada vokal, Ewink drum, Bimo gitar, dan Erfan gitar untuk terus merampungkan karya mereka. "Kendalanya hanyalah jarak yang berdampak pada waktu, dikarenakan kondisi Bimo dan Ewink yang masih menjalani studi di Yogyakarta dan Bandung. Tapi, itu semua sudah terlewati dan akhirnya album For Unity bisa dirilis dan dinikmati oleh khalayak," ungkap mereka.
Album terbaru milik band asal Tasikmalaya ini adalah rangkuman berbagai cerita mengenai perjuangan, kebersamaan, kritik sosial, dan keberadaan media hari ini, yang kemudian dikemas dalam sound yang cukup berbeda dari album terdahulunya yakni Responsibility (2013). "Selamat mendengarkan karya dari Tiger Work!" pungkas mereka. (AL)
Meskipun sempat terkendala oleh salah dua personil yang sedang mengemban ilmu di luar kota. Bukan menjadi halangan berarti untuk band yang digawangi oleh Memet pada vokal, Ewink drum, Bimo gitar, dan Erfan gitar untuk terus merampungkan karya mereka. "Kendalanya hanyalah jarak yang berdampak pada waktu, dikarenakan kondisi Bimo dan Ewink yang masih menjalani studi di Yogyakarta dan Bandung. Tapi, itu semua sudah terlewati dan akhirnya album For Unity bisa dirilis dan dinikmati oleh khalayak," ungkap mereka.
Album terbaru milik band asal Tasikmalaya ini adalah rangkuman berbagai cerita mengenai perjuangan, kebersamaan, kritik sosial, dan keberadaan media hari ini, yang kemudian dikemas dalam sound yang cukup berbeda dari album terdahulunya yakni Responsibility (2013). "Selamat mendengarkan karya dari Tiger Work!" pungkas mereka. (AL)
Selasa, 08 Desember 2015
Ayo Bikin Album, Karena Band Bukan Brand
![]() |
| Para personil Sex Pistols saat tekan kontrak dengan A&M Records ntuk album God Save the Queen pada Maret 1977 di Buckingham Palace, London. Photo by bettman/CORBIS |
Untuk band yang terlahir dari rahim budaya non-pop atau katakanlah underground, terbilang cukup beruntung. Kenapa ? karena pada tatanan musik tersebut memiliki kedekatan yang erat dengan etos mandiri atau Do It Your Self (DIY). Setidaknya mereka bisa merekam, merilis, lalu mendistribusikan albumnya sendiri atau yang dikenal dengan istilah self released. Yang diperlukan hanyalah semangat dan pengetahuan yang mumpuni untuk melakukan itu semua.
Namun bagaimana jika tak ingin merilis album sendiri ? Apakah perlu menunggu A&R label major menawari kontrak kerja ? Untuk pertanyaan yang kedua, sepertinya terlalu mustahil, selama jenis musik yang dimainkan tidak "beraroma" rupiah. Beruntungnya lagi, etos DIY pada sebuah komunitas underground tidak hanya melahirkan band, melainkan records label. Dua elemen yang pada akhirnya saling beriringan.
Yaps, solusi telah didapatkan. Yang diperlukan oleh sebuah band hanyalah mempersiapkan materi dengan sebaik-baiknya, menghubungi pihak records label yang sesuai, dan membuat kesepakatan -yang tentunya tidak merugikan kedua belah pihak. Berikut ini, Lemarikota akan merangkum beberapa records label Indonesia, yang bisa merealisasikan mimpi sebuah band untuk memiliki album. (AL)
1. Samstrong Records
Salah satu label produktif yang dimiliki skena hardcore/punk pada dekade ini. Berbasis di Jogyakarta, Samstrong telah menjadi rumah bagi band-band lokal seperti Knockdown, Revolt, Striker, LKTDOV, To Die, The Shantoso, Reason To Die, Dirty Glass, dan masih banyak lagi. Tidak hanya bermain pada ranah lokal, label yang dinahkodahi oleh Aditya Ageng ini, tercatat pernah merilis band-band bertaraf internasional seperti Second Combat, Nine Eleven, Alea Jacta Est, Rykers, dsb.
Mereka juga didaulat sebagai distributor resmi album terbaru Terror bertajuk The 25th Hour. Tidak hanya itu, mereka juga akan merilis ulang album Live by the Code (2013) milik punggawa hardcore asal Los Angeles, Amerika Serikat, tersebut.
2. Movement Records
Kredibilitas label asal Jakarta satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Sejak eksistensinya dimulai pada 1998, Movement Records telah menjadi rumah bagi beberapa unit punk lokal seperti Error Crew, Straight Answer, Unrest, Street Voices, The Raws, Dirty Edge, The Jinxz, Triple X, The Sabotage, Septictank, Elloco, Stupidity, Silly Riot, Total Damage, Trendy Reject, The Valid, dsb.
Movement Records pun tercatat pernah merilis album The Viruz (Philadelphia punk) bertajuk Indonesian Split Release. Mereka juga menjadi distributor resmi untuk sebuah proyek kompilasi Punk Aid 2012, yang berisi berbagai band punk dari mancanegara yang diproyeksikan sebagai bentuk dukungan moral untuk insiden penangkapan punk di Aceh.
3. Alternaive
Datang dari kota Bandung, label satu ini telah berhasil menaungi beberapa band yang berasal dari Paris Van Java. Sebut saja Hooded, Milisi Kecoa, Kroia, Haramarah, Cyco Vision, Terror of Dynamite Attack, dsb. Sedangkan untuk yang di luar Bandung, mereka pernah merilis Hellowar, Peace or Annihilation, Grave Dancer, Hantamrata, GunxRose, dsb.
4. True Side Records
Tempat bersemayamnya band-band hardcore keren dari Jakarta seperti Final Attack, A Thousand Punches, Brave Heart, Feel The Burn, Strike Hard, dsb.
Apabila dilihat dari daftar band yang mereka rilis, label asal Jakarta satu ini memfokuskan diri pada genre hardcore.
5. Necros Division
Salah satu label asal Depok yang sedang on fire. Beberapa band lintas genre, mulai dari punk rock, hardcore, hingga post-metal berada dibawah naungan label satu ini. Meskipun dominan merilis nama-nama yang masih asing di telinga khalayak, namun Necros cukup jitu melirik potensi yang ada. Hasilnya label ini berhasil memberikan penyegaran pada skena musik underground, khususnya hc/punk.
Sebut saja Total Jerks, The Kuda, True Hell, Koteka Is The Reason, Tarrkam, Limerence, Ensena, adalah nama-nama yang masih asing. Namun jangan lihat seberapa lama umur band-band tersebut, silakan dengar apa yang mereka mainkan.
Necros beberapa kali menjadi rumah bagi band-band mancanegara seperti Latest Fashion (Swedia), Data Control (Swedia), dan Teenagers (Swedia).
6. Sailboat Records
Rumah bagi band-band berhaluan skramz, post-hardcore, post-rock, screamo, dsb. Yang mana menjadikan label asal Jakarta ini menjadi pelabuhan bagi beberapa nama seperti Amuk Redam, A City Sorrow Built, Senja Dalam Prosa, Forever Always, Woodcabin, dan Seems Like Yesterday.
p.s. keenam label di atas, tidak hanya bertindak sebagai pihak yang memproduksi dan mendistribusikan album band saja. Terkadang label-label tersebut turut serta menjadi organizer gigs, tour booking, dan menjual merchandise band.
Minggu, 06 Desember 2015
Album Terbaru PENs+ Akan Dirilis Label Bandung
![]() |
| Para personil PENs+ saat melegalisir poster mini album terbaru mereka beberapa waktu lalu. Photo by PENs+ doc. |
"PENs+ merupakan salah satu unit musikal dari Jepang yang pantas mendapat atensi lebih," ujar pihak inki/melancholy records, menjelaskan alasannya merilis mini album terbaru PENs+. Sebelumnya mini album milik grup band yang berbasis di Tokyo ini, telah lebih dulu dirilis secara nasional oleh Walk Records pada 2 Desember kemarin. Rencananya juga sebuah label rekaman asal Amerika Serikat, Lauren Records, akan merilisnya dalam format piringan hitam 12".
inki/melancholy records sendiri merupakan label rekaman yang memfokuskan diri pada musik Jepang yang berkualitas. Sebelumnya mereka telah merilis debut mini album dari cetow, unit post rock Tokyo, bertajuk Normal Temperature pada April 2015 lalu. (AL)
Sabtu, 05 Desember 2015
#review | Silampukau "Dosa, Kota, dan Kenangan", CD (Moso'Iki Records, 2015)
Perkenalan dengan Silampukau adalah suatu kebetulan pun keberkahan untuk saya. Sebuah artikel di salah satu fanzine lokal, Another Space, menyatut nama duo Surabaya ini sebagai band yang perlu didengar, yang kemudian membuat saya terkesima. Ketika itu sekitar pertengahan 2013, jika tidak salah, dan Silampukau sudah berstatus bubar dengan meninggalkan jejak rekam mini album Sementara Ini yang dirilis pada 2009.
Ketika itu saya cukup merasa kesal, karena telat mengetahui mereka. Namun selang beberapa tahun kemudian, tepatnya Agustus 2014, SUB/SIDE merilis ulang mini album mereka melalui ayorek.org. Yang kemudian menjadi pertanda bahwa Silampukau akan bangkit kembali. Benar saja, selang setahun kemudian, mereka hadir dengan album penuh bertajuk Dosa, Kota, dan Kenangan.
Pada album penuhnya tersebut mereka tampil dengan musik yang lebih ramai, tidak hanya mengandalkan gitar kopong semata, namun tidak menjauhkan mereka dari kesan sederhana. Yang tak kalah penting adalah mereka masih mempertahankan gaya penulisan lirik yang bersahaja: pemilihan kata yang tak sukar dipahami dan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia khususnya Surabaya.
Saya menahan senyum malu ketika mendengar trek "Lagu Rantau", sebab memiliki kesamaan emosional dengan muatan liriknya. Lalu "Doa 1", sebuah tembang yang bercerita tentang tanggung jawab seorang anak kepada ibu nya juga pada dirinya sendiri, dikemas dalam cerita yang jenaka. Simaklah Silampukau dalam menceritakan lokasi prostitusi termasyhur Dolly pada trek "Si Pelanggan", yang saya taksir sebagai bentuk dukungan moral pasca penutupan lokalisasi tersebut. Kemudian ada "Bola Raya" yang berkisah tentang permainan sepak bola juga menyinggung soal pembangunan, sebuah lagu kritik yang halus pun mengena. Ada juga trek "Sang Juragan" yang tak kalah jenaka-nya, menceritakan kehidupan seorang penjual minuman keras. Total ada sepuluh lagu yang mereka sajikan pada album penuh ini.
Mendengarkan Silampukau saya merasa mendengarkan musik folk yang dulu pernah saya dapatkan dari Iwan Fals. Silampukau tampil manis namun tidak lemah, dalam arti mereka tidak gandrung mabuk dengan tema asmara yang bahkan dibanjiri kata-kata puitis nan sukar dipahami.
Mengutip perkataan Arlo Guthrie bahwa "Folk music is music that everyday people can play, and it inspired a lot of people to make their own music." Lalu saya pikir, sudah saatnya para pemuda mengulik lagu-lagu Silampukau untuk dinyanyikan sebagai teman nongkrong disela-sela padatnya pemukiman dan sudut gang. Setidaknya pemuda tongkrongan hari ini, punya pilihan lagu selain tembang hits Iwan Fals dan Slank. (AL)
Ketika itu saya cukup merasa kesal, karena telat mengetahui mereka. Namun selang beberapa tahun kemudian, tepatnya Agustus 2014, SUB/SIDE merilis ulang mini album mereka melalui ayorek.org. Yang kemudian menjadi pertanda bahwa Silampukau akan bangkit kembali. Benar saja, selang setahun kemudian, mereka hadir dengan album penuh bertajuk Dosa, Kota, dan Kenangan.
Pada album penuhnya tersebut mereka tampil dengan musik yang lebih ramai, tidak hanya mengandalkan gitar kopong semata, namun tidak menjauhkan mereka dari kesan sederhana. Yang tak kalah penting adalah mereka masih mempertahankan gaya penulisan lirik yang bersahaja: pemilihan kata yang tak sukar dipahami dan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia khususnya Surabaya.
Saya menahan senyum malu ketika mendengar trek "Lagu Rantau", sebab memiliki kesamaan emosional dengan muatan liriknya. Lalu "Doa 1", sebuah tembang yang bercerita tentang tanggung jawab seorang anak kepada ibu nya juga pada dirinya sendiri, dikemas dalam cerita yang jenaka. Simaklah Silampukau dalam menceritakan lokasi prostitusi termasyhur Dolly pada trek "Si Pelanggan", yang saya taksir sebagai bentuk dukungan moral pasca penutupan lokalisasi tersebut. Kemudian ada "Bola Raya" yang berkisah tentang permainan sepak bola juga menyinggung soal pembangunan, sebuah lagu kritik yang halus pun mengena. Ada juga trek "Sang Juragan" yang tak kalah jenaka-nya, menceritakan kehidupan seorang penjual minuman keras. Total ada sepuluh lagu yang mereka sajikan pada album penuh ini.
Mendengarkan Silampukau saya merasa mendengarkan musik folk yang dulu pernah saya dapatkan dari Iwan Fals. Silampukau tampil manis namun tidak lemah, dalam arti mereka tidak gandrung mabuk dengan tema asmara yang bahkan dibanjiri kata-kata puitis nan sukar dipahami.
Mengutip perkataan Arlo Guthrie bahwa "Folk music is music that everyday people can play, and it inspired a lot of people to make their own music." Lalu saya pikir, sudah saatnya para pemuda mengulik lagu-lagu Silampukau untuk dinyanyikan sebagai teman nongkrong disela-sela padatnya pemukiman dan sudut gang. Setidaknya pemuda tongkrongan hari ini, punya pilihan lagu selain tembang hits Iwan Fals dan Slank. (AL)
Gawking Geek Music: Ajang Tukar Lagu Saturday Night Karaoke dan Aggi
![]() |
| Penampilan SNK di Jakarta. Photo by Prabu doc. |
Proyek tukar lagu ini adalah bagian dari split album mereka yang bertajuk Gawking Geek Music, yang akan rilis pada Januari 2016 mendatang melalui label Rizkan Records. Dengan total enam lagu, album split tersebut rencananya akan dirilis dalam format kaset dengan disertai kupon bebas unduh untuk mendapatkan versi digitalnya.
Bagi kalian yang menggemari Descendents, The Riverdales, Martha, Milk Crime, The Spook School, etc, perlu rasanya menantikan rilisan ini. (AL)
Jumat, 04 Desember 2015
Malem Gitar: Kumpulnya Para Gitaris Hardcore Punk Depok
![]() |
| Zam ketika sedang beraksi bersama CBA. Photo by Zam doc. |
"Hal yang terakhir, sering bersinggungan juga dengan bagaimana sound kita tetap maksimal ditengah seringnya seorang gitaris bercumbu dengan ampli gitar yang maaf, kurang layak tempur," ujar Ali Akbar.
Selain itu, Ali menambahkan, perkembangan yang cukup signifikan terhadap skena hardcore/punk di kota Depok dan semakin banyaknya band yang bermunculan juga mempengaruhi terselenggaranya Malem Gitar ini.
"Menjadi sangat ideal apabila dikonversikan menjadi sebuah acara real yaitu sebuah malam berkumpulnya para gitaris (mungkin nanti akan ada Bassist night?) membahas secara santai tentang kebutuhan akan perlengkapan teknis untuk perform di sebuah panggung."
Acara Malem Gitar ini, tidak hanya diisi oleh mereka bertiga, turut serta Pradit (Limerence) dan Alee (Owner dari Amtech Handwired). Yang secara bergantian akan mempresentasikan mengenai alat yang digunakan ketika manggung dan bagaimana cara memaksimalkannya. Acara ini tidak hanya diperuntukan untuk para gitaris hardcore/punk saja, namun kepada masyarakat umum yang memiliki rasa ingin tau.
"Dan akhirnya, objektif dari event ini adalah banyaknya orang yang mendapatkan masukan-masukan bermanfaat tentang bagaimana mendapatkan karakter gitar yang khas (sesuai kebutuhan) dan lebih berani ber-eksplore dan menabung tentunya," tutupnya. (AL)
Sabtu, 07 Maret 2015
Debut Album Black//Hawk Telah Rilis
Kuartet muda berbahaya dari Palembang, Black//Hawk merilis debut Self Titled EP. Album ini berisi 6 lagu yang proses pengerjaannya dibantu oleh Farid Amriansyah sebagai produser dan dirilis oleh Rimauman Music yang bekerja sama dengan Blacksheep Records.
Debut album ini adalah buah dari amarah yang bergelut dalam jiwa yang memberontak. "Frustrasi akan kehidupan sosial yang direnggut kekuasaan dan ketamakan disuntikkan dengan berat ke dalam musiknya," tulis mereka dalam press release yang kami terima.
Musik yang menyampurkan sludge dan hardcore punk sebagai ramuan peletup lava pijar agresi. Antara ritma cepat dan distorsi berat sludge yang kotor dan kasar. Fuzz kasar, bass distortif dan diakhiri lagu penutup yang introspektif. Menggambarkan bagaimana album tersebut mampu menjadi teman telinga yang menggugah.
Album ini hanya dirilis dalam format tape kaset dengan kuantitas yang terbatas. (Carlo)
Debut album ini adalah buah dari amarah yang bergelut dalam jiwa yang memberontak. "Frustrasi akan kehidupan sosial yang direnggut kekuasaan dan ketamakan disuntikkan dengan berat ke dalam musiknya," tulis mereka dalam press release yang kami terima.
Musik yang menyampurkan sludge dan hardcore punk sebagai ramuan peletup lava pijar agresi. Antara ritma cepat dan distorsi berat sludge yang kotor dan kasar. Fuzz kasar, bass distortif dan diakhiri lagu penutup yang introspektif. Menggambarkan bagaimana album tersebut mampu menjadi teman telinga yang menggugah.
Album ini hanya dirilis dalam format tape kaset dengan kuantitas yang terbatas. (Carlo)
Minggu, 01 Maret 2015
[LK019] VA. Not So Quiet On The Starfruitcity
Sejujurnya, keinginan untuk membuat proyek kompilasi bagi skena musik Depok sudah terlintas dalam benak sejak 2 tahun silam. Kami masih ingat, kala itu sudah memulai proses kurasi namun entah hal apa yang membuatnya tertunda tanpa kejelasan. Akhir tahun 2014 lalu kami kembali tersentil lalu teringat dengan proyek ini lagi. Tanpa banyak pertimbangan, kami mulai proses kurasi. Walaupun jadwal rilis yang kami targetkan mundur sebulan, namun kami tak mau patah arang.
Pada akhirnya, ini lah yang sedang ada dihadapan kalian semua. Sebuah proyek kompilasi berisi band-band yang dalam lima tahun terakhir ini mewarnai perkembangan skena musik di Depok. Selamat menikmati. (AL)
Band:
Afraid // SickXRead // Brains Youth // Arcyellow // Disdain // Deal Statement // Day Dream // False Away // Fighter Straight // Limerence // Gowkil // Looking Back // CBA // Modern Guns // In Difference // Still Burn // Stride // Total Jerks // True Hell
Dengarkan lagu:
Download: VA. Not So Quiet On Starfruitcity
Kamis, 26 Februari 2015
#event | Serangan Singkat Chapter Depok
Haramarah dan Brigade of Crow (keduanya dari Bandung) dan Free Speech (Malang) bersama akan melangsungkan rangkaian mini tur ke Jawa Barat. Tajuk tur yang mereka berinama Serangan Singkat Weekend Mini Tour 2015 ini akan berlangsung di empat kota antara lain: Bandung, Bogor, Cipanas, dan Depok.
Khusus di Depok, show mereka akan di organisir oleh Kolektif D'Jahat Crew -sebuah gabungan dari berbagai kolektif yang ada di Depok. Setelah sempat mengalami kendala venue yang mendadak tutup, show tetap akan bergulir tanggal 4 Maret mendatang. "Awalnya kami milih tempat di Edisan Pasar Segar tapi secara mendadak tempatnya tutup," tukas Giring Ichwan mewakili D'Jahat Crew. "Akhirnya DF Studio menjadi pilihannya. Setelah opsi kedua Ramanda ternyata gak menyanggupi mengadakan gig di hari biasa," lanjutnya.
Beberapa band lokal seperti Disdain, CBA, Our Spirit, Limerence, Total Jerks, dan masih banyak lagi, akan turut serta memeriahkan gig tanpa tiket tersebut. Mengingat gig akan berlangsung di dalam studio, maka penerapat ticketing tidak dilakukan. Sebagai gantinya sistem donasilah yang akan dilakukan. Diharapkan teman-teman yang hadir, secara sukarela mengisi kotak donasi yang akan disediakan pihak panitia pada hari H, yang hasilnya akan digunakan untuk keperluan band tur dan juga untuk mengadakan gig selanjutnya. (AL)
Khusus di Depok, show mereka akan di organisir oleh Kolektif D'Jahat Crew -sebuah gabungan dari berbagai kolektif yang ada di Depok. Setelah sempat mengalami kendala venue yang mendadak tutup, show tetap akan bergulir tanggal 4 Maret mendatang. "Awalnya kami milih tempat di Edisan Pasar Segar tapi secara mendadak tempatnya tutup," tukas Giring Ichwan mewakili D'Jahat Crew. "Akhirnya DF Studio menjadi pilihannya. Setelah opsi kedua Ramanda ternyata gak menyanggupi mengadakan gig di hari biasa," lanjutnya.
Beberapa band lokal seperti Disdain, CBA, Our Spirit, Limerence, Total Jerks, dan masih banyak lagi, akan turut serta memeriahkan gig tanpa tiket tersebut. Mengingat gig akan berlangsung di dalam studio, maka penerapat ticketing tidak dilakukan. Sebagai gantinya sistem donasilah yang akan dilakukan. Diharapkan teman-teman yang hadir, secara sukarela mengisi kotak donasi yang akan disediakan pihak panitia pada hari H, yang hasilnya akan digunakan untuk keperluan band tur dan juga untuk mengadakan gig selanjutnya. (AL)
Hear the sounds, click more.
Senin, 23 Februari 2015
Lemarikota Records Rilis Teaser Not So Quiet on the Starfruit City
Seperti yang telah diberitahu sebelumnya bahwa Lemarikota Records sedang menggarap sebuah proyek kompilasi bertajuk Not So Quiet on the Starfruit City. Yakni sebuah kompilasi yang menyajikan wajah-wajah baru nan segar yang mengramaikan skena musik Depok dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Meski jadwal rilis sempat tertunda karna beberapa kendala internal, namun pihak Lemarikota Records tetap optimis melanjutkan proyek ini. "Jadwal rilis mundur menjadi awal Maret mendatang," tutur Alfian Putra selaku editor in chief Lemarikota Webzine dan juga kurator.
Kesiapan tersebut dibuktikan dengan dirilisnya teaser berdurasi 3 menit yang menampilkan cuplikan dari band-band yang turut serta dalam proyek kompilasi tersebut.
Total terdapat 18 band yang akan siap membombardir telinga kalian semua. (M. Farul)
Band:
01. Afraid
02. SickXRead
03. Arcyellow
04. Brains Youth
05. CBA
06. Daydream
07. Deal Statement
08. Disdain
09. False Away
10. Fighter Straight
11. Gowkill
12. Limerence
13. Looking Back
14. Modern Guns
15. Still Burn
16. Stride
17. Total Jerks
18. True Hell
Meski jadwal rilis sempat tertunda karna beberapa kendala internal, namun pihak Lemarikota Records tetap optimis melanjutkan proyek ini. "Jadwal rilis mundur menjadi awal Maret mendatang," tutur Alfian Putra selaku editor in chief Lemarikota Webzine dan juga kurator.
Kesiapan tersebut dibuktikan dengan dirilisnya teaser berdurasi 3 menit yang menampilkan cuplikan dari band-band yang turut serta dalam proyek kompilasi tersebut.
Total terdapat 18 band yang akan siap membombardir telinga kalian semua. (M. Farul)
Band:
01. Afraid
02. SickXRead
03. Arcyellow
04. Brains Youth
05. CBA
06. Daydream
07. Deal Statement
08. Disdain
09. False Away
10. Fighter Straight
11. Gowkill
12. Limerence
13. Looking Back
14. Modern Guns
15. Still Burn
16. Stride
17. Total Jerks
18. True Hell
Sabtu, 21 Februari 2015
Video of Today: Bedchamber - Perennial (Official Music Video)
Unit indiepop Jakarta yang lagi jadi buah bibir, Bedchamber, mengeluarkkan video klip teranyar mereka untuk lagu "Perennial". Pengambilan gambarnya sampai ke Amerika Serikat segala. Keren deh.
Rabu, 18 Februari 2015
Video of Today: Straight Answer - Live in Japan
Veteran hardcore asal Jakarta, Straight Answer, belum lama ini menggelar touring ke Jepang. Straight Answer bisa dikatakan adalah band hardcore pertama yang menggelar beberapa show di Jepang. Berikut ini kami sematkan sebuah video live mereka sewaktu tampil di Jepang. Mengagumkan sekali! Semoga setelah mereka, ada band Indonesia lain yang juga melakukan hal yang sama.
Minggu, 15 Februari 2015
Superglad Tampilkan Sisi Romantis Dalam Single Baru "Aku Jatuh Cinta"
Ada sesuatu yang baru dari sosok Superglad. Unit rock asal Jakarta dengan predikat ugal-ugalannya ini, kini justru mendadak menjadi manis. Hal tersebut nampak dari single terbaru mereka berjudul "Aku Jatuh Cinta" yang dirilis sekaligus untuk merayakan hari Valentine.
Dengan menggandeng penyanyi wanita pendatang baru, Jess Harwig, Superglad memasuki ranah baru yang sama sekali berbeda dengan apa yang telah mereka jelajahi selama berkiprah 12 tahun di kancah musik nasional. Meski begitu, Superglad tetaplah Superglad. Karakter rock yang selama ini identik dengan mereka tetap tak bisa lepas di single ini.
"Selain single ini, rencananya akan ada dua lagu lain yang memang secara konsep sengaja dibuat jauh dari karakter Superglad yang sudah terbangun selama ini," tulis mereka dalam press release yang kami terima.
Single "Aku Jatuh Cinta" ini baru akan resmi dilepas pada 16 Maret besok melalui website www.rollingstone.co.id. Single ini merupakan salah satu lagu yang akan ada di mini album terbaru mereka, bertajuk 12. Mini album tersebut akan segera rilis pada Maret 2015 nanti, yang mana bertepatan dengan ulang tahun Superglad yang ke 12. (AL)
Dengan menggandeng penyanyi wanita pendatang baru, Jess Harwig, Superglad memasuki ranah baru yang sama sekali berbeda dengan apa yang telah mereka jelajahi selama berkiprah 12 tahun di kancah musik nasional. Meski begitu, Superglad tetaplah Superglad. Karakter rock yang selama ini identik dengan mereka tetap tak bisa lepas di single ini.
"Selain single ini, rencananya akan ada dua lagu lain yang memang secara konsep sengaja dibuat jauh dari karakter Superglad yang sudah terbangun selama ini," tulis mereka dalam press release yang kami terima.
Single "Aku Jatuh Cinta" ini baru akan resmi dilepas pada 16 Maret besok melalui website www.rollingstone.co.id. Single ini merupakan salah satu lagu yang akan ada di mini album terbaru mereka, bertajuk 12. Mini album tersebut akan segera rilis pada Maret 2015 nanti, yang mana bertepatan dengan ulang tahun Superglad yang ke 12. (AL)
Video of Today: ALICE - Memberangus di Kaki Langit (Official Music Video)
Yo, pasukan dark hardcore/punk/metal dari Bandung, ALICE, mengeluarkan video musik terbaru untuk lagu "Memberangus di Kaki Langit". Lagu tersebut adalah bagian dari album Self Titled mereka yang dirilis oleh Lawless Records dalam format piringan hitam 7".
Kamis, 12 Februari 2015
Disdain Keluarkan "In Ordinary" Sebelum Album
![]() |
| Photo by Disdain doc. |
Band yang terbentuk pada 2012 silam ini bekerja sama dengan Optical Records untuk merilis debut album dalam bentuk CD dan Tape Cassette.
Optical Records selaku label yang menaungi mereka akan menyajikan 3 jenis bundlepack: 1. CD+Kaset+Kaos+Poster dengan harga Rp. 160.000; 2. CD+Kaos+Poster dengan harga Rp. 145.000; 3. CD+Kaset+Poster dengan harga Rp. 60.000.
Saat ini sistem pre-order sudah dibuka dan untuk pemesan bisa langsung mengisi form yang tertera dalam link berikut: https://docs.google.com/forms/d/14EatZR0cLTWYCDQ6asQ7E8a6b9oKV6K7d7fy_xDOU2k/viewform?c=0&w=1, untuk pemesan internasional atau dengan pembayaran menggunakan paypal bisa langsung ke http://opticalrecords.tictail.com/products . (AL)
Rabu, 11 Februari 2015
Video of Today: Mooseo - Punk Percontohan (Official Music Video)
Video ini keren! (Sepertinya) wajib ditonton semua orang! Cukup sekian! Terima kasih!
CBA Rilis Lagu Cinta "Heavenly Night"
Memasuki bulan kedua di tahun 2015 ini, CBA mempunyai sebuah persembahan yakni lagu baru berjudul “Heavenly Night”. Bulan Februari yang disebut-sebut sebagai bulan penuh kasih sayang menjadi pertimbangan mereka untuk merilis lagu baru tersebut. “Pokok pikiran utama dalam lagu tersebut memang cinta dan kami merasa pas saja dengan bulan ini,” ujar band asal Depok ini.
Lebih lengkapnya mereka menuturkan bahwa, “Sebenernya lagu ini mau dirilis pas suasana politik negeri ini sedang panas pertengahan tahun lalu. Biar semua jadi adem. Namun banyak faktor yang menjadi kendalanya.”
Lagu berjudul “Heavenly Night” ini sejatinya mengkisahkan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara pada sebuah malam disaat Pemilihan Umum Presiden berlangsung. Alih-alih ikut ambil pusing dalam dua kubu satu dan dua, mereka lebih memilih untuk memadu kasih.
Sebelumnya CBA telah merilis sebuah single berjudul “Out of Box” pada bulan kemarin. Saat ini mereka sedang dalam persiapan untuk rekaman guna keperluan mini album terbaru nantinya. (Rezky Maulana)
Lebih lengkapnya mereka menuturkan bahwa, “Sebenernya lagu ini mau dirilis pas suasana politik negeri ini sedang panas pertengahan tahun lalu. Biar semua jadi adem. Namun banyak faktor yang menjadi kendalanya.”
Lagu berjudul “Heavenly Night” ini sejatinya mengkisahkan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara pada sebuah malam disaat Pemilihan Umum Presiden berlangsung. Alih-alih ikut ambil pusing dalam dua kubu satu dan dua, mereka lebih memilih untuk memadu kasih.
Sebelumnya CBA telah merilis sebuah single berjudul “Out of Box” pada bulan kemarin. Saat ini mereka sedang dalam persiapan untuk rekaman guna keperluan mini album terbaru nantinya. (Rezky Maulana)
Neurosesick Rilis Single Kedua "Terungku"
![]() |
| Photo by Neurosesick doc. |
"Kehidupan kami atau mungkin Anda yang suatu saat akan sap dicerabut demi kepentingan mereka yang berkuasa. Hanya bisa terbungkan ketika ujung senjata mengacung di atas kepala dan pasrah dengan nominal yang tak sebanding, atau bahkan nominal itu tak ada sama sekali," ujar mereka dalam press release yang LK terima.
Band asal Malang yang digawangi oleh Fajar (Vocal), Antox (Guitar), Hajar (Bass) and Ubed (drum) ini sedang mempersiapkan mini album masih dalam proses pengerjaan. Terdapat 6 buah lagu termasuk dua single yang sudah dirilis dan akan dirilis oleh Alaium Records pada April mendatang. (AL)
#review | Righting Wrong "Muda Berbahaya", CD (Samstrong records, 2014)
Righting Wrong segerombolan hc/metal asal kota batik Pekalongan (BCHC) akhirnya berhasil membuat rilisan terbadass lewat Muda Berbahaya.
Band yang digawangi Rezha, Zaenuri, Saddam, dan Kemal ini cukup berhasil meramu 90's hc dengan sound bulat ala metalcore Dan beat cacthcy ala Beastie boys yang menambah kegaharan mereka dialbum ini.
Bila kalian penikmat setia Madball, Hatebreed, dan Final Attack saya dedikasikan album ini untuk dikonsumsi dengan volume maksimal. (Budi Cole)
Band yang digawangi Rezha, Zaenuri, Saddam, dan Kemal ini cukup berhasil meramu 90's hc dengan sound bulat ala metalcore Dan beat cacthcy ala Beastie boys yang menambah kegaharan mereka dialbum ini.
Bila kalian penikmat setia Madball, Hatebreed, dan Final Attack saya dedikasikan album ini untuk dikonsumsi dengan volume maksimal. (Budi Cole)
Jumat, 30 Januari 2015
Video of Today: The borstal - Gimme Your Anger (Official Music Video)
Video klip terbaru dari unit punk rock Jakarta, The Borstal. Lagu "Gimmie Your Anger" sekaligus menjadi single untuk album terbaru mereka Gimmie Your Anger yang dirilis oleh Warriors Records. Enjoy punx!
Kamis, 29 Januari 2015
Selesai Lepas Album, Gerram Siap Dengan Genderang Bencana Polyarchy Tour
![]() |
| Photo by Gerram doc. |
Rangkaian mini tour akan berlangsung selama 4 hari tanpa henti. Memilih Jakarta sebagai titik mulai lalu Bogor, Cipanas, dan berakhir di Bandung. Sedikit ada masalah dalam penjadwalan tour mereka, namun hal tersebut dapat segera teratasi. "perubahan salah satu jadwal
di Depok yang tidak dapat diwujudkan karena satu lain hal dan digantikan dengan gig di Bogor yang masih menunggu konfirmasi,' tulis pihak Gerram melalui press release yang kami terima.
Pada tour kali ini Gerram tidak sendirian, sebuah band drone doom asal Bandung yakni Deathless yang juga baru saja merilis single "Polyarchy" turut serta dalam rangkaian tour. Yang oleh mereka akhirnya memberikan tajuk tour “Genderang Bencana”-‐ “Polyarchy” Tour 2015, perpaduan dari judul album dan single dari masing-masing band. (AL)
– Jakarta, 29 Januari 2015 – Grieving The Earth #7 di Rossi Musik
- Bogor, 30 Januari - TBA
– Cipanas, 31 Januari 2015 di Toxic Music
– Bandung, 1 Januari 2015 – Fevrier Amore di Basement UNISBA
Rabu, 28 Januari 2015
Belajar Dari Kesalahan, Optical Records Siap Rilis Disdain
Setelah merilis mini album Leave The Cage milik CBA pada 2013 lalu, Optical Records seakan menghilang tanpa jejak. Sebelumnya pada medio 2014 kemarin mereka sempat mengabarkan akan merilis sebuah band post-hardcore dari Depok. Namun hal menemui kendala yang mana berujung pada mandeknya rilisan tersebut. "Kesalahan pada pembukuan finansial yang menjadikan kami gagal merilis band tersebut," ujar pihak Optical saat kami wawancarai.
Namun mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Setelah melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, khususnya finansial. Kini mereka siap dengan rilisan terbaru. "Bagaimanapun juga, entah label besar atau kecil, pembukuan itu penting. Kini kami belajar dari kesalahan yang lalu dan siap dengan rilisan terbaru di awal tahun ini," ungkap mereka.
Rilisan terbaru Optical Records adalah Disdain, band post-hardcore/screamo asal Depok yang akan segera merilis album bertajuk In Ordinary pada Februari mendatang. Pihak Optical sendiri menyajikan paket bundling spesial yang akan dijual bersamaan dengan kaset. Sementara ini untuk informasi lebih lanjut tentang rilisan tersebut, dapat diperoleh melalui akun twitter mereka: @OpticalRecs. (AL)
Namun mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Setelah melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, khususnya finansial. Kini mereka siap dengan rilisan terbaru. "Bagaimanapun juga, entah label besar atau kecil, pembukuan itu penting. Kini kami belajar dari kesalahan yang lalu dan siap dengan rilisan terbaru di awal tahun ini," ungkap mereka.
Rilisan terbaru Optical Records adalah Disdain, band post-hardcore/screamo asal Depok yang akan segera merilis album bertajuk In Ordinary pada Februari mendatang. Pihak Optical sendiri menyajikan paket bundling spesial yang akan dijual bersamaan dengan kaset. Sementara ini untuk informasi lebih lanjut tentang rilisan tersebut, dapat diperoleh melalui akun twitter mereka: @OpticalRecs. (AL)
SelamART menikMATI art exhibition
![]() |
| Photo by Fauzan doc. |
Nah kali ini mereka diberi kesempatan memakaigallery tersebut selama sebulan penuh, dari tangga 23 November – 23 Desember 2014 kemarin. Mengambil tema Selamart menikmat, sebagai satir terhadap aktivitas kesenian yang mati suri di Bogor.
Dengan memajang hampir 60 karya perupa muda kota hujan(baca:Bogor), yang memiliki style gambar berbeda-beda, membuat ejakulasi mata ini bung,halah hihi. Eksibisi ini juga didukung penuh dari berbagai komunitas yang ada di Bogor sendiri, jadi banyak konten acara nya, tak hanya pameran seni rupa saja. Disetiap weekend nya disuguhkan berbagai acara, dari mulai akustik, screening film, teater, video mapping, seni tari, hingga gigs di penghujung acaranya, edan. Dan rencananya merekaa bakalan ngadain eksibisi serupa tapi tak sama di bulan maret nanti. Dinanti ya gaish, segan. (Fauzan)
Seems Like Yesterday Rangkum Empat Tahun Perjalanan Bermusik Dalam Satu Video
![]() |
| Photo by Seems Like YEsterday doc. |
Album The Length Between sendiri menjadi album full kedua untuk band yang sudah terbentuk sejak 2002 ini. Dan akan segera dirilis pada Februari mendatang. Berisikan 8 track dan dikemas dalam format CD oleh Sailboat Records.
Sistem pre-order untuk album The Length Between ini pun sudah dibuka dengan mengisi form melalui situs: http://bit.ly/thelengthbetween. Paket pre-order ini berisi kaos dan juga poster. (AL)
Stride Akui Materi Baru Lebih Beda
![]() |
| Photo by Stride doc. |
Meski tanggal pasti rilis album tersebut masih berwujud rahasia, Stride lebih dulu membeberkan satu materi yang lebih dulu rampung dari 10 materi yang mereka siapkan. Sebuah single berjudul "Wild World" ditasbihkan sebagai gambaran tentang musikalitas mereka di album nanti. "Dari segi materi musik memang sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang ada di album pertama," ungkap mereka.
Untuk mengetahui keganasan materi Stride yang baru, single "Wild World" dapat kalian unduh secara cuma-cuma di link yang tertera di bawah. (AL)
DOWNLOAD
Kamis, 15 Januari 2015
#youshouldknow | Deafness: Era Kegelapan Kota Hujan
Meraba raba di tahun 2014 kemarin banyak unit band kelam nan hitam gelap yang hadir mengejutkan belantika nax underground nusantara, ah luar biasa memang indonesia, apeuu. Scene ini memang terus berkembang, kali ini rooster baru dari scene Bogor, bernafaskan Post-Blackmetal/ Crust hadir mengendap-ngendap menuju telinga kalian. Nuansa Black metal yang sangat kental dengan petikan kelam, ditambah ngebutnya beat drum yang mau tak mau kepala kalian akan bergoyang malu,yuhuu. Eh personilnya juga unyu-unyu sih ga serem sueerrr hihi. Untuk fans deafheaven, Burzum, Cradle of Filth, sampe Motorhead, dengerin deh. Band ini bulan depan rencananya bakalan merilis mini album lhoo, patut ditunggu. (Fauzan)
Jumat, 09 Januari 2015
Photo Set: Bandung Reborn United
Berikut ini adalah foto-foto betapa serunya gig musik Bandung Reborn United yang terselenggara pada 27 Desember kemarin di Westcoast Voltage Bar, Bandung. Band-band seperti Under18, Sendal Jepit, Forgotten Generation, dll didaulat menjadi line-up gig ini.
Yesterday Akhirnya Rilis Album Setelah di Bujuk Label
Menjadi sesuatu yang sia-sia apabila ada sebuah band yang sudah lama merekam lagu-lagunya lalu memendamnya hingga tiga tahun lamanya. Seperti yang dilakukan Yesterday, band hardcore asal Cipanas satu ini. Yang lalu memancing ketidaksabaran pihak Spreads Records, label records dari kota yang sama.
"Kami berhasil membujuk mereka untuk bergila dan bersemangat kembali tentunya di skena musik Hardcore/Punk lokal yang ada di Kota kami," ungkap pihak Spreads Records dalam siaran pers yang kami terima.
Proses negosiasi tersebut akhirnya berjalan mulus, Yesterday berhasil merilis materi yang pernah mereka rekam pada 2012 silam dan merangkumnya menjadi Self Titled EP dalam format kaset pada Januari kemarin.
"Sangat senang bagi kami bisa merilis mereka (Yesterday. Red) dalam bentuk fisik, disaat band yang sudah berumur lama dan tidak memiliki dokumentasi kenangan fisik sedikit pun," ungkap pihak Spreads Records
Untuk kalian yang menggemari hardcore style ala Miles Away, More Than Life, Final Fight, etc. Silahkan hubungi pihak Spreads Records untuk mendapatkan debut album dari Yesterday. (AL)
Info: Spreadsrecord@gmail.com
Link: http://www.reverbnation.com/ydhc
"Kami berhasil membujuk mereka untuk bergila dan bersemangat kembali tentunya di skena musik Hardcore/Punk lokal yang ada di Kota kami," ungkap pihak Spreads Records dalam siaran pers yang kami terima.
Proses negosiasi tersebut akhirnya berjalan mulus, Yesterday berhasil merilis materi yang pernah mereka rekam pada 2012 silam dan merangkumnya menjadi Self Titled EP dalam format kaset pada Januari kemarin.
"Sangat senang bagi kami bisa merilis mereka (Yesterday. Red) dalam bentuk fisik, disaat band yang sudah berumur lama dan tidak memiliki dokumentasi kenangan fisik sedikit pun," ungkap pihak Spreads Records
Untuk kalian yang menggemari hardcore style ala Miles Away, More Than Life, Final Fight, etc. Silahkan hubungi pihak Spreads Records untuk mendapatkan debut album dari Yesterday. (AL)
Info: Spreadsrecord@gmail.com
Link: http://www.reverbnation.com/ydhc
Senin, 05 Januari 2015
Video of Today: Dead End - Symphony (Official Music Video)
Unit pop punk/rock asal Depok, Dead End, kembali rilis video clip teranyar untuk single terbaru mereka yang berjudul "Symphony". Kalau dilihat dari konsepnya sih, lagu ini menceritakan hubungan cinta namun berbeda keyakinan. Menarik sekali lagu dan video clip ini.
Minggu, 04 Januari 2015
Lemarikota Records Garap Kompilasi Untuk Skena HC/Punk Depok
Didasari oleh pesatnya perkembangan skena musik arus bawah khususnya hardcore/punk/grunge/etc Kota Depok dalam lima tahun kebelakang. Membuat Lemarikota Records, subdivisi dari Lemarikota Webzine yang bertindak sebagai netlabel untuk membuat sebuah pendokumentasian. Hal ini dimaksudkan untuk merangkum sound-sound yang ada, terutama para nama-nama baru di skena Depok kepada khalayak luas.
Bentuk dari pendokumentasian tersebut ialah audio dengan konsep kompilasi bertajuk Not So Quiet On The Starfruit City, meminjam nama dari sebuah kompilasi yang menampilkan band-band dari California Utara dan Nevada bertajuk Not So Quiet On The Western Front.
Kompilasi tersebut rencananya akan diisi oleh 20 band diantaranya Modern Guns, Total Jerks, CBA, Real Project, Still Burn, Deal Statement, True Hell, dsb.
Nantinya album kompilasi tersebut akan dirilis dalam format free download, sebagimana kerja dari netlabel pada umumnya, dengan tentunya berlisensikan Creative-Commons. Rencannya album kompilasi ini sudah akan rampung pada awal Februari mendatang. (AL)
Bentuk dari pendokumentasian tersebut ialah audio dengan konsep kompilasi bertajuk Not So Quiet On The Starfruit City, meminjam nama dari sebuah kompilasi yang menampilkan band-band dari California Utara dan Nevada bertajuk Not So Quiet On The Western Front.
Kompilasi tersebut rencananya akan diisi oleh 20 band diantaranya Modern Guns, Total Jerks, CBA, Real Project, Still Burn, Deal Statement, True Hell, dsb.
Nantinya album kompilasi tersebut akan dirilis dalam format free download, sebagimana kerja dari netlabel pada umumnya, dengan tentunya berlisensikan Creative-Commons. Rencannya album kompilasi ini sudah akan rampung pada awal Februari mendatang. (AL)
Jumat, 02 Januari 2015
#youshouldknow | True Hell
Apa jadinya jika para personil Ice Cream Attack, Bad Heroes Academy, Thinking Straight, dan Modern Guns membentuk sebuah band ? Jawaban sederhananya, True Hell. Adalah Gaga dari Modern Guns (vokal), Donal Fury dari Thinking Straight (gitar), Mp dari Ice Cream Attack (drum), dan Dennis Mandalyca dari Bad Heroes Academy (bass) yang mencoba keluar dari pattern kebiasaan bermusik dari yang biasa mereka lakukan.
True Hell menawarkan permainan hardcore/punk dengan style power violence/dark hardcore ala Trask Talk, From Ashes Rise, Converge, etc. Musik mereka seakan menggambarkan gejolak anak muda yang muak terhadap dunia dan mengaplikasikannya dengan cara-cara yang gila. True Hell akan segera merilis debut album bertajuk Deliverance dibawah label Necros Division bulan ini. (AL)
True Hell menawarkan permainan hardcore/punk dengan style power violence/dark hardcore ala Trask Talk, From Ashes Rise, Converge, etc. Musik mereka seakan menggambarkan gejolak anak muda yang muak terhadap dunia dan mengaplikasikannya dengan cara-cara yang gila. True Hell akan segera merilis debut album bertajuk Deliverance dibawah label Necros Division bulan ini. (AL)
Langganan:
Postingan (Atom)












































