Tampilkan postingan dengan label repost. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label repost. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2012

Fat Wreck Records Rilis Kumpulan Single NOFX

Fat Wreck Records telah mengumumkan bahwa mereka akan mengeluarkan kumpulan album 7" dari NOFX dengan judul 126 Inches of NOFX: Singles Collection, berisi 18 lagu klasik dari band ini yg telah dirilis. Yang lain dari album 7" ini adalah masuknya beberapa lagu lama mereka seperti "Dont Call Me White", "Louise & Liza", "Timmy The Turtle" dan masih banyak lagi. Dan sudah pasti ada lagu-lagu dari "Fucking Terrible" demo yg batal rilis pada tahun 1984 akan ada di album ini. (PunkNews)

Ditranslate oleh: MRA

Senin, 23 Januari 2012

Making Punk A Threat Again

Sebelum saya berpanjang-panjang menulis posting tak penting ini, saya nyatakan dulu satu hal yang pasti: saya seperti kawan-kawan kebanyakan, tak sepakat dengan fenomena razia, pemukulan, penggundulan dan bentuk pelecehan lainnya yang dilakukan oleh polisi syariah di Aceh. Tak ada manusia yang layak diperlakukan demikian hanya karena stigma yang datang dari penampakan dan perilaku yang tidak sesuai -konon- dengan adat/norma setempat.

Tapi ada beberapa catatan yang baiknya saya mulai dengan yang pertama; kasus ini tidak sesederhana yang media gembar-gemborkan. Ada kompleksitas tersendiri dimana sulit dipahami oleh awam yang tidak sempat berada di dalam scene punk dimanapun. Tidak juga oleh Propagandhi atau Rancid yang memberikan pernyataan mereka. Indikator sederhananya sebut saja satu; Tidak adanya aksi solidaritas di tataran Aceh juga menimbulkan pertanyaan. Banyak faktor memang, kondisi yang tak memungkinkan misalnya. Namun dari perbincangan dengan beberapa kawan, nampaknya faktor keterasingan komunikasi dan ketidakkesepakatan atas aksi-aksi kultural komunitas lah yang menjadi penyebab.

Sabtu, 21 Januari 2012

Apa Itu SOPA Dan PIPA


SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protect IP Act) adalah undang-undang yang diajukan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi AS dengan tujuan untuk melindungi hak cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan. SOPA dan PIPA mengatur bagaimana dunia maya seharusnya menurut mereka, dan tentunya penggunanya. Namun, undang-undang ini tidak sesederhana itu, banyak hal dari undang-undang ini akan mengubah cara kerja internet saat ini.

Apa yang menjadi dasar perintah utama undang-undang SOPA dan PIPA ini ?

Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka (baca: mem-block) dari membaca nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau photo / gambar.

Selasa, 10 Januari 2012

Refused Akan Reuni di Festival Musik Coachella

Jakarta - “REFUSED ARE NOT FUCKIN’ DEAD,” begitu tulisan di akun Twitter @refusedband yang baru dibuat pada Selasa (10/1) ini. Kicauan tersebut sekaligus menjawab segala keraguan mengenai benar atau tidaknya kabar yang memberitakan bahwa unit hardcore punk asal Swedia ini akan kembali bergabung.

Sebelum kicauan tersebut dirilis, frontman Dennis Lyxzen juga telah lebih dulu mengonfirmasi adanya reuni Refused dengan sebuah pernyataan yang dirilis melalui laman resmi Facebook-nya pada Senin (9/1) kemarin satu minggu setelah pemandu acara radio Punk Show milik BBC Radio 1, Mike Davies, membeberkan bahwa Refused memang akan kembali bergabung guna menjalankan konser di Coachella 2012.

“Sudah empat belas tahun sejak band kami pecah. Kami semua tetap sibuk dengan usaha kami masing-masing, tetapi kami tetap berteman dan terus berhubungan. Memang ada beberapa tawaran reuni, dan banyak lelucon mengenai tawaran-tawaran tersebut,” tulis Lyxzen.

Ia melanjutkan, “Kami meremehkan orang-orang yang meminta kami untuk kembali melakukan apa yang biasa kami lakukan setiap malam saat baru puber. Sebuah reuni terdengar tidak penting bagi kami saat itu. Terlalu banyak hal yang harus dilakukan.”

“Tetapi tiba-tiba (bassist) Kristofer mendapatkan gelarnya dari akademi opera Swedia, studi medis (gitaris) Jon sedikit lagi selesai, sementara (drummer) David membentuk band hardcore baru bersama saya. Akhirnya, setelah satu dekade setengah berpisah, Kristofer kembali bermain gitar dan membuat David ingin menggebuk drum lagi. Yang akhirnya menyebabkan kami berempat membuat musik baru,” imbuh Lyxzen.

“Saat kami menggodok materi baru, Coachella menghubungi kami. Mereka menelepon kami beberapa kali, banyak skeptisisme dan sejumlah antusiasme yang ragu-ragu sebelum salah satu dari kami bilang: ‘Ini konyol. Ada banyak teman kami yang rela membunuh kerabat dekatnya demi menonton band di sana. Mari lakukan ini, satu kali lagi.’ Dengan begitu, sekumpulan orang brengsek pecinta komputer ini pun kembali jalan bersama,” tulisnya disana.

Tulisan tersebut lalu ditutup: “Kami merasa bahwa kalian pantas mendapatkannya dan kami harap perasaan kalian sama. Sampai bertemu di pit.”

Sebenarnya, rumor mengenai reuni Refused sudah muncul sejak dua tahun lalu, tepatnya Maret 2010, saat label rekaman Epitaph kembali mengaktifkan situs resmi Refused dan membubuhkan tulisan “Coming Soon” di laman tersebut.

Spekulasi adanya reuni pun otomatis timbul, apalagi seorang sumber yang mengaku dekat Refused menginformasikan kepada PunkNews.org bahwa mereka akan tampil di sebuah festival musik Eropa.

Rumor tersebut lantas ditampik oleh Lyxzen dikarenakan ia dan drummer David Sandstrom sedang sibuk dengan proyek baru mereka, AC4. Dan belakangan diketahui bahwa keperluan situs tersebut adalah untuk kepentingan promosi perilisan ulang album seminal The Shape of Punk to Come pada Juni 2010.

Satu tahun dan lima bulan berselang setelah perilisan ulang album tersebut, sejumlah poster untuk festival musik Coachella 2012 tersebar di Internet dan nama Refused tercantum di sana. Rumor baru mengenai reuni yang kini sudah dikonfirmasi pun muncul ke permukaan.

Festival musik Coachella akan diadakan pada 13 hingga 15 April 2012 dan juga 20 sampai 22 April 2012 di Indio, California, AS. Refused akan tampil dua kali, yaitu pada 13 dan 20 April 2012.

Sejak didirikan pada 1991 dan hanya bertahan hingga 1998, Refused telah menelurkan tiga album, yaitu This Just Might Be the Truth pada 1994, Songs to Fan the Flames of Discontent pada 1996, dan The Shape of Punk to Come pada 1998. (Rolling Stone Indonesia)

Jumat, 23 Desember 2011

BALI Late 90s Underground Music Documentary (movie)

Film dokumenter mengenai scene underground music (punk/metal/hardcore) di Bali era pertengahan hingga akhir 90-an. Di sini terlihat scene underground Bali yang masih muda waktu itu; punk-rock dan hardcore masih sarat akan muatan politik. Begitupula dengan scene metal yang masih kental nuansa mistik etnik lokal. Beberapa band dan scenester Bali macam Rudolf Dethu dan Eternal Madness turut diwawancarai di film ini. (Wastedrockers)

Kamis, 22 Desember 2011

GBH Sang Legenda Punk Bakal Gebrak Jakarta

Kendati kabar tak sedap tentang komunitas punk di Aceh sedang menjadi topik bahasan di dunia, namun hal itu tidak menyurutkan langkah GBH untuk menggelar konser di Indonesia. 21 April 2012 mendatang dipastikan band punk legendaris asal Inggris itu akan manggung di Tenis Indoor Senayan.

"Dia akan datang 4 hari sebelum hari H. Ini kan segmented, tapi mudah-mudahan dengan adanya media ini bisa di announce," ujar Yuli sang promotor pada konferensi pers di Treehouse Kuningan Village.

Menurut Yuli, justru pihak GBH sendiri yang sangat serius dan mengajukan berbagai persyaratan pada promotor. "Kebetulan GBH ini ada tur ke asia dan dia berminat ke indonesia. Kita memang sudah bayar dia tapi belum sepenuhnya. Tapi dia sendiri sudah serius dan banyak persyaratan. Kita sudah bayar hampir 50 persen," beber Yuli.

Dipilihnya Tenis Indoor sebagai venue tentu bukan hal yang biasa bagi pertunjukkan musik punk, namun Yuli buru-buru menjelaskan bahwa kali ini dia ingin menunjukkan gelaran punk yang berkelas. "Kita tampilin punk di Indoor bukan cuma sembarangan, kita pengen bikin punk bisa berkelas," ucapnya.

Dengan harga tiket Rp 275.000, banyak yang menganggap harga tersebut terlalu mahal untuk pertunjukan musik band punk, namun pihak promotor menjelaskan bahwa harga tiket bisa saja berubah. "Ya saya juga kadang berpikir kayak gitu. Tapi kan ini bisa berubah, kalo peminatnya menurun bisa aja kita turunin," pungkas Yuli.

GBH (Grievous Bodily Harm) merupakan band punk legandaris dari Inggris yang sudah cukup senior. Lahir tahun 1978 di Birmingham, GBH telah mengeluarkan puluhan album dan single dan masih aktif menggelar tur-tur dunia hingga sekarang.


Repost: Kapan Lagi