Senin, 31 Desember 2012

[LK-011] City Hunter - Self Titled


City Hunter adalah band yang terbentuk pada awal tahun 2008. Dan berjalan dengan amat singkat, yakni hanya berjalan dua tahun (Koreksi saya jika salah). Band yang di motori oleh lima orang pemuda yang berdomisili di Depok ini memainkan hardcore yang cepat dengan sentuhan thrash n roll yang kental serta muatan lirik yang begitu straight to the point.

Kini, kelima personil City Hunter terpisah dan membentuk beberapa band sebut saja sang Vokal Rommy yang terakhir tercatat sebagai vokalis dari sebuah band hardcore asal Depok, Will Be Back. Ansor sang gitaris yang gini bermain untuk Rotting Rex dan Joy Brazen dan sesekali membantu Busuk. Marra, bass, yang kini konsen bersama band punk rock-nya, Masked Hero. Dan Dedddy, sang gitaris, bersama Carry, drumer, yang sama-sama bermain dalam satu band pop-punk, Dream Off. (AL)

Tanggal rilis: 31 Desember 2012

Dengarkan lagu:



Download: City Hunter - Self Titled (12MB)

Jumat, 28 Desember 2012

Fukk Bar Culture Dukung Cintai Rilisan Fisik

(Photo by Facebook)
Sulit dipunkiri, diera digital seperti ini minat pembeli dalam hal membeli rilisan fisik semacam kaset pita, cd, ataupun piringan hitam telah menurun dibanding era sebelum dimana akses internet begitu mudah didapati seperti saat ini. Maka, tak sedikit hal ini berimbas pada records label yang gulung tikar dan band yang putar otak agar rilisan fisiknya laris.

Namun, unit hardcore/punk asal Bandung, Fukk Bar Culture sedikit memaklumi fenomena yang terjadi saat ini, khususnya yang terjadi pada scene hardcore/punk lokal. Mereka tidak lantas mengutuk keras era digital. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan mereka untuk memaklumi fenomena ini. Seperti sulitnya mendapatkan pemutar untuk kaset pita dan piringan hitam sampai faktor Ekonomi. "Kita tidak akan ambil pusing atau menyalahkan orang-orang yang mendapatkan album kita lewat link download karena mungkin mulai sulitnya di era digital ini mencari alat untuk memutar rilisan kita yang berbentuk kaset atau mungkin kurangnya faktor ekonomi untuk membeli suatu rilisan yang mereka sukai," melalui fanpage resmi mereka di Facebook.

Meski memaklumi fenomena tersebut. Band yang sedang menggarap album split dengan Seized ini tetap menganjurkan siapa saja untuk tetap mencintai rilisan fisik. Demi keberlangsungan pihak-pihak yang memang bergantung pada hasil penjualan rilisan fisik untuk tetap survive seperti records label dan band. "Tapi mungkin harus kalian ketahui masih banyak band atau record label berethoskan DIY yang masih memerlukan profit dari barang yang mereka rilis untuk kegiatan mereka mungkin bentuknya seperti membayar kolektif, ongkos untuk tour, atau melakukan recording,etc," ujar mereka di status Fanpage resmi Facebook. (AL)

Video of Today: NOFX - Xmas Has Been X'ed


Natal sudah lewat beberapa hari memang. Tapi tak ada salahnya menikmati video clip spesial natal dari band punkrock asal California ini. (AL)

Selasa, 25 Desember 2012

Holdingtrue Booking: Madball Ke Indonesia Adalah Mimpi Yang Menjadi Nyata

Seperti yang sudah banyak media musik lokal beritakan bahwa legenda Hardcore asal New York, Amerika Serikat, Madball akan berkunjung ke Indonesia pada Februari tahun depan dan bertempat di Bandung. Adalah Holding True, promotor asal Kota Kembang, Bandung yang berkesempatan menangani satu-satunya pertunjukan Madball di Asia Tenggara tersebut. Berikut ini adalah wawancara singkat kami dengan Holding True mengenai pra-pertunjukan tersebut. (AL)


Apa yang membuat pihak kalian tertarik untuk memboyong Madball ke Indonesia ?
Karena kalau kalian suka dan ingin dengar apa itu hardcore, kalian pasti kenal dan dengar musik nya Madball! Salah satu legenda di scene hardcore yang banyak meng influence band-band di dunia, baik band metal, punk maupun hardcore. selain itu HTB sejak awal terbentuk nya, kita sudah mengkhususkan diri kita untuk berkecimpung di scene musik hardcore. Tapi sebenarnya banyak hal lain yang membuat saya tertarik juga, tapi dari sekian banyak nya alasan itu kalau tidak ada kesempatan yaah sama aja bohong.

Apa kendala dalam pra-perorganisiran show untuk Madball ?
Kendala utama sudah pasti di birokrasi perijinan kepolisian. Mungkin sebagian org sudah tau kalau show Madball ini bakal di gelar 3 hari menjelang pemilihan Gubernur Jawa Barat. Yaa, masuk nya minggu tenang gitu, jadi biasanya aga sulit untuk memperoleh ijin kecuali **** ... Kalian sudah pasti tau apa yg bakal jadi pengecualian bagi pihak kepolisian ;) untungnya atas dukungan dan pertologan beberapa pihak, show ini memperoleh ijin dengan beberapa syarat, well at least we still can do the show! Dan sudah mendapatkan jaminan kalau show ini akan berlangsung.

Kendala lainnya datang dari para smartass yang menyebarkan isu-isu perihal show ini bakal di adakan di negara atau kota lain setelah/ sebelum Bandung. Walau bagaimana pun, kita terus berusaha meyakinkan orang-orang bahwa show ini pasti berlangsung di Bandung.

Madball (Photo by Google)

Apa respon dari pihak Madball saat kalian tawarkan untuk menggelar show di Indonesia ? Adakah antusiame lebih atau biasa saja dari mereka?
Respon nya cukup bagus, dan mereka sangat excited untuk datang ke Indonesia. sebenar nya sebelum saya menawarkan show untuk mereka, saya terlebih dulu menerima pesan dari email pribadi nya Freddy yg mengatakan bahwa dia mendapat rekomendasi dari beberapa band-band dan label manajemen rekaman, untuk menghubungi saya utk berkonsultasi dalam pengorganisiran tur/ show di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Pada pertengahan tahun 2012 setelah di umumkan nya line-up untuk Soundwave Fest di Australia, Freddy kembali mengirim email mengatakan bahwa Madball mendapatkan banyak tawaran melalui email manajemen mereka untuk bermain di asia tenggara di periode sebelum atau sesudah Australia. Namun dia kembali bertanya kepada saya mengenai kemungkinan melakukan show di asia tenggara sebelum Soundwave Festival mengingat Madball hanya memiliki 3 hari libur sebelum soundwave dan akan mempunyai tur di eropa setelah soundwave, dan sejak saat itulah saya coba tawarkan untuk melakukan show tunggal nya di Asia Tenggara yaitu di Indonesia. Well berdasarkan banyak rekomendasi yang dia terima dari beberapa band yang pernah bekerja bersama Holdingtrue, dan dia mempertimbangkan tawaran terbaik yang datang, akhirnya dia menerima tawaran saya untuk bermain disini. Juga seperti sebuah mimpi pribadi yang berhasil saya wujudkan jadi kenyataan.

Ada kah permintaan yang aneh-aneh dari pihak band untuk show di sini ?
Tidak, seperti layaknya band-band hardcore lain nya.
Tapi ada satu sih permintaan Freddy dan saya kira ngga aneh-aneh amat, yaitu utk di sediakan security pribadi bagi personil-personil nya, dia mengatakan bahwa Madball ga ada masalah apabila fans mreka ingin mengabadikan moment dengan photo bersama atau meminta tanda tangan, dia hanya khawatir kalau sampai terjadi suasana kacau karena terlalu banyak nya orang akan membuat suasana kacau dan tidak teratur.

Mengingat Madball adalah band penting dalam sejarah hardcore dan memiliki pendengar yang tak sedikit di indonesia. Apa hal-hal yang kalian takutkan terjadi pada pertunjukan nanti ? dan, bagaimana kalian mengantisipasi hal tersebut ?
Sebenar nya bukan hal yang di takutkan sih. Hanya di khawatir kan akan banyak penonton yang tidak tertib dan lainnya. Jadi balik lagi ke diri kalian masing-masing buat kalian semua yang support acara ini, tolong membeli tiket, datang dan tertib di acara, dan tetap support & respect orang-orang yang ada di sekitar anda di area venue (acara).

Perihal opening act, siapakah band lokal yang kalian daulat menjadi pembuka di show Madball nanti ?
Kita bakal umumkan hal itu segera, tapi sebagai bocoran saya cuman bilang bakal ada 1 band internasional lainnya, trus ada 4 band lokal masing-masing berasal dari kawasan Jatim, Jateng, Jabar dan Jakarta. Wait and see!


Senin, 24 Desember 2012

we.hum collective: "Bringing Fun and Independence Back Into the Scene"

Berikut ini, sebuah interview menarik bersama we.hum collective, sebuah kelompok yang konsen terhadap pengorganiran DIY gigs yang berdomisili di Jakarta dan sekitar. Yang telah cukup banyak mengorganisir sejumlah DIY gigs yang turut pula menghadirkan sejumlah band mancanegara untuk tampil di Jakarta. Interview ini diwakilan salah seorang pegiat kelompok tersebut yakni Toro Elmar. (AL)


Seperti biasa dan kebanyakan interviu lainnya. Ceritain sedikit dong asal muasalnya WeHum ?
We. Hum Collective itu awalnya adalah anak2 Kaskus yang biasa nongkrong di trit Hardcore dan trit SxE, lalu ketemuan di gigs HC di Delight Cafe (udah RIP itu tempat). Dari situ kita sering ngumpul-ngumpul bareng, ngegigs bareng. Lalu waktu itu tahun 2010 berkesempatan bikin acara screening film Edge: The Movie di Blok M. Mungkin itu acara pertama anak2 WeHum bikin bersama walaupun belum ada nama WeHum. Lalu baru pada sekitar awal 2011 bulan april, kita yang sering ngumpul-ngumpul bareng ga jelas, bikin sebuah ide, membuat sebuah kolektif yang membuat gigs, yang mempunyai utopia menggabungkan segala jenis musik menjadi satu, dengan mengambil sebuah tema di setiap acaranya. Acara pertama yang kita bikin itu acara akustik di restoran roemah rembang, di monas, series akustik kita namain "Escape". acaranya sendiri total DIY. semua sound dan alat musik hasil pinjem sana sini. Acaranya saat itu berlangsung intim, karena mungkin itu acara pertama ya, jadi belum banyak yang tau (walaupun sampe sekarang banyak yg belum tau haha). Setelah Escape, kita bikin series baru yang kita namain "Humming Mad", yang ini berkonsepkan full band, dan sebisa mungkin terdapat satu band touring dari luar negeri yang main. Jadi tema acara didapat dari jenis musik apakah yang band touring tersebut mainkan.

Sejauh ini apa saja kegiatan yang WeHum lakukan ?
Bikin gigs. hahahaa. kita belum ada rencana yang lain sih. habis buat ketemu ngumpul aja baru bisa H-2 minggu acara. semuanya dilakuin di social media.

Total, hingga saat interviu ini, berapa gigs yang sudah WeHum organisir ?
Seri Humming Mad sudah ada enam kali, Seri Escape sudah ada 2 kali. Jadi totalnya sudah ada delapan kali gigs hingga saat ini dari 2011.

Ceritain dong, proses pengorganisiran dari gigs itu sendiri ? Dari bagaimana konsep gigsnya sampai kendala yang kalian temui baik sebelum/saat gigs ?
Di WeHum kita ga ada leader, ceritanya pake sistem anarkisme gitu. hahahhaha.
tapi kita dibagi-bagi berdasarkan kapabilitas, dan setiap yang sudah mendapatkan jobdesk harus bertanggung jawab penuh atas pekerjaannya. Ada beberapa bagian jobdesk:

  •  Music Manager: Yang megang database band-band lokal, yang milih-milih band yang akan main, sesuai kah dengan tema yang akan dibawakan.
  • Art Director: Yang megang perdesainan, visual, seperti poster, promosi, ticketing, dan lain-lainnya yang berbau kreatif. Biasanya tiap gigs, si AD ini mencari bakat-bakat yang handal dibidang desain, fotografi, dll untuk membantu membuat poster. Tapi karena keseringan acara udah mentok, terpaksa menggunakan anak-anak WeHum.
  • Stage Manager: Yang ngurusin di Hari H untuk mengatur jadwal rundown, kontak band-band yang akan main, Ngurusin MC, dan kadang jadi Soundman.
  • Ticketing: yang megang pintu masuk, jika acaranya memakai tiket, kalau gratis dia yang megang donation box saat hari H.
  • Documentation: yang megang dokumentasi acara, biasanya documentation gabung sama social media. jadi saat band main, kita live tweet gitu. biar kaya bola. hahaha
  • Tim Wara Wiri: ini yang kerjaannya kesana kemari, ngurusin venue, nemenin band touring, ngurusin mereka tidur, dan makan.

Dari 6 jobdesk ini, sebenernya semua anggota WeHum megang semua tanggung jawabnya. dan ga tiap orang satu kerjaan, kadang ada yang semuanya dilahap. Jadi jobdesk ini cuman fondasi-nya aja. Biar ga ada yang kelupaan.

Adakah momen-momen terkonyol yang terjadi saat mengorganisir gigs ?
Duh kayanya banyak banget sih, jadi suka lupa, hahaa. Palingan kalo ngurusin band-band yang dari luar, kan mereka kulturnya berbeda ya, jadi kadang suka lucu aja ngeliat tingkah mereka, misalnya dari cara makan, sampe bingung mandi karena ga ada shower. Kalo pas di acaranya biasanya dari bagian Sound System, karena selalu aja ada masalah sound, mulai dari kabel yang ternyata ada yg belum kecolok dari band pertama mulai. Terus tiket yang udah terbeli potongannya kebuang, jadi ga tau ada berapa orang yang dateng. Ada yang ga bisa beli tiket, tapi mau dateng, akhirnya kita suruh bantu2in acara.

Sempet liat bio Twitter-nya WeHum tertulis "Bringing fun back into the scene" itu maksud tertentukah dari kalimat tersebut ?
Nah ini dia kita sendiri sebenernya masih cari cara bagaimana caranya bringing fun back into the scene. makanya itu sebenernya kita sebut utopia kita. Bikin gigs yang akrab, semua orang bisa saling kenal, jadi pertemuan banyak scene-scene musik untuk saling terbuka pemikirannya. saling sharing. Biasanya kalo buat saling ngenalin satu sama lain, kita sendiri yang saling ngenalin langsung misalnya "nah ini anak2 dari band ini, dia dari band ini lho mereka blablabla…". jadi dari organizernya sendiri yang saling mendekatkan pengunjungnya satu sama lain.

Pendapat tentang venue-venue yang ada di Jakarta sendiri, bagaimana kondisinya saat ini ?
Venue di jakarta jujur aja ada banyak banget. tapi ya you must have money. Venue yang nyediain tempat gratis bisa dibilang nyaris ga ada. tempat gratis tapi sharing profit aja deh, itu aja ga ada. Venue dijakarta sekarang harga sewa dari 1juta sampe berpuluh-puluh juta.

Tapi itu ga salah sih, karena mereka kan butuh operasional juga. membayar karyawannya. dan bagi kita harga segitu pun wajar. tapi kan semua balik lagi ke pengunjung, apakah masih bermental "gratisan", apakah masih hanya mau dateng ke acara musik hanya karena "gw suka band ini" bukannya datang "for the sake of music and support the scene". Kalo acara balik modal, kita bisa bayar venue dan bikin gigs kedepannya lagi ga repot2 lagi.

Dan tiap venue pun punya caranya berbeda-beda di sistemnya. Ada yang banyak jebakan betmen. misalnya udah teken kontrak segini biayanya, pas satu minggu sblm acara, ternyata ada biaya lain lagi, or ganti manajemen, yang kaya gitu pernah kita alamin. Or udah bayar DP, pas Hari H, harus dilunasin sebelum acara mulai, pemasukan belum ada.

Kalian punya gak sih impian/fantasi untuk membuat gigs seperti apa ? Semisalnya, ngbuat gigs di dalem air atau bla..bla..bla gitu..
Ada dong, kita pengen bikin namanya We. Hum Fest, itu udah direncanain dari awal berdiri sih. tapi belum jadi-jadi. karena ya patokan biaya tadi, dan kita sok idealis ga mau pake sponsor. hahaha.

Jadi We. Hum Fest ini sebenernya acara kecil2an aja, cuman dari pagi sampe malem full band. tempatnya bisa di taman, gunung, or jalanan, or gedung. yang nantinya akan dibagi jadi sesi Escape dan Humming Mad.

Semoga aja suatu saat nanti bisa terealisasikan, dan kita bener2 butuh banyak orang yg mau bantuin.


Menurut kalian gigs yang ideal itu seperti apa ? Setidaknya bagi kalian sendiri-lah.
Gigs dimana orang semua umur bisa masuk, Gigs yang harga tiketnya yang dijual dengan sound, dan performer yang sepadan. Gigs dimana semua orang bisa saling berkenalan, Gigs dimana ga ada Rasisme, Klasisme, Kaum-Kaum Elitist, Sok Rockstar, Homophobic, No Drugs, dan no Ribut-Ribut. Gigs dimana itu menjadi one of the best day ever happened in your life.

Kalian biasanya mencari band untuk perform di setiap gigs yang kalian organisir. Pernah gak ada band yang justru menawarkan diri untuk main di gigsnya WeHum ?
Yang nawarin diri sih banyak, tapi ya itu konsep kita kan bukan buka regist, kita terima band-band yg ngirim demonya, untuk masuk database kita, siapa tau kalo setema, bisa kita ajak. Jadi selama ini kita selalu yang ngundang band-bandnya. dan ga mau banyak-banyak band yang main. Soalnya kita percaya gigs ideal itu cuman 5 jam dengan band masing-masing bermain 30-45 menit.

Setiap band yang main di gigsnya WeHum itu di pungut donasi/gratis/justru WeHum yang bayar ?
hahaha Kita ga pernah bayar bandnya, haha ga mampuu. palingan gratis or kolektifan. tapi dengan pengertian kita kasih semuanya transparan, dari biaya venue, sound, dan budget yang dibutuhin agar gigs berjalan. Biasanya biaya kolektifannya dari 100rb dan maksimal 150rb aja. Tapi sebisa mungkin sih semua band main gratis.

Jangka pendek dan panjang anak-anak WeHum ingin melakukan apa lagi ?
Ada kabar agak menyedihkan sih, sepertinya gigs yang kita buat terakhir adalah tanggal 2 nanti. setelah itu kita ingin hiatus sementara. karena kita udah terlalu banyak nombokin, hahaa. jadi mungkin sembari memikirkan gimana cara balik modal, dan kita ga perlu nombok lagi. Karena ya itu lagi orang akan support ke acara musik hanya karena ada musik yang dia suka, bukan karena support the scene. Sementara WeHum selalu mengundang2 band2 touring yang underrated or ga dikenal banyak orang. walaupun kita tau itu resikonya. tapi ya semoga kedepannya kita bisa dapet caranya, sehingga bisa jalan terus gig WeHum.

Biasanya karena faktor apa sih, kok bisa sampe nombok begitu ?
  • Gig diadakan di weekdays, or office hour, orang indo menurut gw males untuk dateng ke acara-acara kalo hari-hari biasa. maklum weekend mentality. haha.
  • Seperti yang gw bilang diatas, ga tau band-nya yg main apa, blm pernah denger lagunya.
  • Terkadang terjebak sistem dari venuenya, yang tau-tau ada biaya tambahan dan lain-lain
  • Promosi yang dadakan, karena rata2 gig wehum baru fix semua performer seminggu sblm acara.

Intinya karena pemasukan sangat ga mencukupi untuk cover biaya venue dll.

Jumat, 14 Desember 2012

Review: Amarah Hitam - Strike Back

Satu lagi pendatang baru dari skena hardcore Bekasi. Band yang berdiri tahun 2011 ini di gawangi oleh sejumlah wajah-wajah lama diantaranya Sterly a.k.a Cilay yang pernah bermain untuk Wallride, band metal hardcore asal Bekasi. Hendri a.k.a Ucox dari Full of Respect. Abud a.k.a Kebot dari Freewilly. Endro dari Cause of Damage. Serta terakhir Agni.

Terdapat 5 buah track: "Sounds of Power", "Strike Back!!!", "Lawan Stamina", "4M4R4HxH1T4M", & satu buah intro. sebagai permulaan untuk full album mereka yang direncanakan akan rampung pada pertengahan tahun 2013 nanti.

Lima buah track yang nantinya mampuh mencarut-marutkan crowd dan banyak diwarnai oleh Kunfukick, Windmill, 2step dancing dari para pendengarnya di lantai dansa. Sedekit berbeda dari empat nomer mereka yang lain, track terakhir berjudul "4M4R4HxH1T4M" mendapatkan sentuhan elektonikal dan dipastikan track tersebut adalah track pendingin crowd di lantai dansa. Direkomendasikan untuk kalian para pecinta Judge, Strife, Terror, Hatebreed, dan sejenisnya. (AL)

Check: http://www.reverbnation.com/amarahxhitam

Free Download: Proskros! #1

Newsletter terbaru dari tanah Palembang yang di buat oleh seorang pemuda bernama Moehammad Setiawan aka Taxlan. Dimana ini adalah langkah awal sebelum membuat suatu zine. Seperti apa yang pembuatnya katakan pada bagian Prolog newsletter ini, "Sudah sejak lama punya zine sendiri menjadi cita-cita jangka pendek, tapi apadaya kapasitas belum juga mumpuni, atas saran dari Yudhis, Sangkakalam Media (thanks kak!) kenapa tidak buat newsletter dulu yang jauh lebih praktis dan minim budget,".

Diambil dari bahasa Yunani, Proskros memiliki arti “pelampiasan”. Entah apa makna lanjutannya dari pemilihan nama tersebut. Yang jelas pembuatnya mengatakan nama Proskros karena enak dibaca dan kosa katanya yang asik.

Di edisi perdana ini Proskros menyajikan tulisan yang mempertanyakan kembali kepada para band yang banyak/sering merilis merchandise namun minim dalam merilis karya yang sesungguhnya harus dihasilkan oleh sebuah band seperti album/ep. Kemudian, ada tulisan singkat tentang garage sale. Dan interview bersama band grindcore asal Palembang, Hoax. (AL)

DOWNLOAD

Kamis, 06 Desember 2012

Video of Today: Dropkick Murphys - The Season's Upon Us


Get More:
www.mtvu.com

Press Release: SSSLOTHHH “Infinite Fracture”

SSSLOTHHH (Photo by SSSLOTHHH)

So, we begin, Untuk band baru rilis seperti kami wajib banget kayanya untuk ngasih introduksi yang berawal dari nama. SSSLOTHHH sendiri awalnya bernama Sloth, dan kalau kamu mikir artinya kukang, yes you're right. Awalnya pemilihan nama ini sesuai karakteristik kami yang cenderung lazy dan laid back banget, lalu oke kami tambahkan triple S dan triple H untuk nambah Gimmick, yea right!

Tak kenal maka tak sayang ya nggak sih, yang bikin telinga kalian pengang sama musik kami ini terdiri dari Dinar (Drum), Boinx (Bass), dan Dede (Guitar/Vocal), kami semua dari Bandung, hanya saja kesibukan masing-masing yang bikin Bandung kerasa luas banget dan bikin waktu ketemu jadi terbatas. Ini mungkin jadi salah satu kesulitan kami untuk segera merilis mini album.

Kita sendiri berdiri tahun 2010 awal, melancong dari satu gig ke gig lainnya, cari musik yang cocok, dua tahun bareng, hampir tiga tahun, kebanyakan ngegodok materi untuk nemuin jatidiri. Berkelana dari stoner, mirip-mirip Down, Om, High on Fire, sampai akhirnya nemuin kecocokan dengan referensi seperti Cult of Luna, Neurosis dan band-band serupa lainnya, yang kalau mesti disebut sih Atmospheric Sludge Metal, dicampur-campur sama hard rock, post rock, hardcore punk, dan post metal. Meski setelah kelar dan kami dengarkan, the so-called atmospheric sound ternyata jauh lebih intense dari yang kami prediksikan, and also, you will find that our lyrics mainly talk about Sun, Earth, Life, Human Kind, and all beautiful things.

Kenyamanan dalam bermain musik bersama itu membawa kami ke satu gig ke gig lainnya, tidak hanya di Bandung, tapi juga di Jakarta. Memperluas networking, bertemu teman-teman yang begitu baik, dan itu yang menjadi trigger untuk kami akhirnya bisa sepakat untuk mulai memasukkan materi yang kami miliki ke dalam extended play yang bertajuk Infinite Fracture ini. Adalah kawan-kawan dari Work Hard Mosh Hard Records, dan Grieve Records Jakarta lah di awal 2011 yang menawarkan bantuan sama kami untuk merilis EP kami ini dalam bentuk kaset. Meski cukup sulit untuk mengurus penggandaan kaset, merchandising, kaos dan lain-lain. Setelah gotong royong bekerja keras lintas kota, dan memakan waktu setahun lebih, akhirnya di akhir tahun 2012 ini rilis EP kami, sekali lagi berjudul "Infinite Fracture" bisa dilakukan. Oya, berkat bantuan dari teman-teman juga, untuk mendukung release EP kami, kami juga mengeluarkan merchandise berupa baju, dengan tiga design dari tiga tangan ilustrator yang berbeda. Well then, enjoy Infinite Fracture!

Check this one out:
http://www.myspace.com/SSSLOTHHH
https://twitter.com/#!/SSSLOTHHH
https://www.youtube.com/SSSLOTHHHofficial
http://soundcloud.com/ssslothhh
https://www.facebook.com/pages/SSSLOTHHH/214148745343561


Senin, 03 Desember 2012

Tragedy Di Pastikan Akan Mengoyah Jakarta Tahun Depan

Tak ada hal yang paling di tunggu-tunggu bagi para penyukai musik D-beat dan Crust Punk di Indonesia pada khususnya, selain menantikan penampilan dari Tragedy. Band yang cukup inspiratif bagi scene dan beberapa band lokal seperti Hark! Its Crawling Tar-Tar, Hellowar, dan band-band lokal sejenisnya. Band asal Oregon, Portland, Amerika Serikat ini dijadwal-kan akan mengadakan tur Australia pada awal tahun depan dalam rangka mempromosikan album baru mereka yang bertajuk Darker Days Ahead.

Tur akan dimulai pada 6 Maret di Dunedin, Selaindia baru, kemudian disusul pada hari-hari berikutnya ke Australia, Indonesia, Singapura, dan terakhir Malaysia. Untuk Indonesia sendiri mereka akan tampil di dua kota berbeda. Belum ada kabar lanjutan perihal dimana mereka akan bermain dan berapa harga tiket pertunjukannya. Namun yang jelas, mereka akan main di Jakarta pada 20 Maret dan keesokan harinya di Bandung pada 21 Maret.

Band yang digawangi oleh Todd Burdette, Yannick Lorrain, Billy Davis, dan Paul Burdette ini kembali setelah lama mendekam dalam kamar pasca merilis album terakhir berjudul Nerve Damage pada tahun 2006. (AL)

Jadwal lengkap TRAGEDY AUSTRALIASIAN TOUR 2013:
6 Dunedin / Selandia Baru
7 Christchurch / Selandia Baru
8 Wellington / Selandia Baru
9 Auckland / Selandia Baru
13 Brisbane / Australia
14 Sydney / Australia
15 Melbourne/ Australia
17 Perth/ Australia
20 Jakarta/ Indonesia
21 Bandung/ Indonesia
22 Singapura
23 Kuala Lumpur/ Malaysia
24 Kota Kinabalu/ Malaysia

Lama Terdiam, Nervous Breakdown Rilis Single Baru

Unit hardcore asal Jakarta Timur, Nervous Breakdown merilis single bertajuk Pollinationtech Maniac setelah lama berdiam diri. Terakhir mereka merilis single Our Band Could be Your Life pada pertengahan tahun lalu.

Nervous Breakdown masih bermain dengan tipikal mereka yang eksperimental dalam segi kontur musik. Tidak melulu memainkan kontur musik hardcore punk yang mesti terpaku pada pattern yang ada.

Dalam rekaman kali ini, Nervous Breakdown sudah tidak dalam formasi empat orang. Tommy, selaku pemegang kendali pada bass, harus absen karena sudah sibuk dengan aktivitas-nya sebagai pekerja. Otomatis, line-up mereka pada single kali ini tersisa tiga orang yakni Fredi, Xeno, dan Oyi. Dan melibatkan beberapa orang seperti Arya Blood(Dead Vertical), Aiz(Unmistake), Didit Daok(Billy the Klits/Tolerance), dan beberapa orang lainnya. (AL)

Kamis, 29 November 2012

Punkasila Menggunakan Pocong Sebagai Kemasan CD

Punkasila. Photo by Punkasila
Jogyakarta memang bisa dibilang adalah sentra industri seni lokal yang sangat maju. Dan, berikut ini Lemari Kota berkesempatan untuk bertanya-tanya dengan salah satu kolektif seni dari Jogyakarta yang merangkap pula sebagai sebuah kesatuan band, Punkasila. Album mereka yang bertajuk Crash Nation mendapat banyak respon positif dari segi musikalitasnya dan poin tambahannya datang pula dari kemasannya yang sebegitu uniknya, yakni dengan memakai wajah Pocong sebagai kemasan CD. Mau tau lebih lanjut, langsung disimak saja sedikit tentang Pocong yang diperalat sebagai cover CD. (AL)


Dapet ide dari mana sih bikin packing pocong kaya begitu ? kenapa pocong ? nggak tuyul/jengglot gitu ?
Idenya sih sebenernya bikin kemasan yang pas dengan tema album, tentang klenik dan bencana alam. Tadinya mau bikin dari besek (yang biasa dipake buat oleh-oleh kenduren) dengan tambahan benda-benda yg biasa untuk sesajen. tapi karena kemasan cd ini untuk pameran di sydney dan pihak bandara disana tidak mengijinkan benda kayu/bambu akhirnya kami nyari desain lain yang bikinnya mudah dan aman utk dikirim. akhirnya ya bikin pocong aja. selain punya nilai lokal juga untuk mewakili image kematian/korban bencana.

Terbuat dari bahan-bahan apa aja sih packing pocongnya ? Ada kendala dalam pembuatannya kah ?
Wajah manusia terbuat dari bahan vinyl yang fungsinya juga sebagai sleeve jacket cd. kainnya ya kain mori yang biasa dipake utk pocong, plus diolesin aroma minyak sesajen. bengkel patung di jogja banyak dijumpai karna jogja kan sentra industri kesenian, harganya cukup mahal sih karena bikinnya cuma 50 biji. kendala banget sih enggak, tapi waktu pengerjaannya cukup mepet banget.


Sementara ini, crash nation tersebut hanya diproduksi untuk pameran di sydney,kan ? bisa dijelaskan sedikit tentang pameran tersebut ?
Pameran di sydney ini adalah bagian dari rangkaian sydney art festival. kebetulan kurator gallery nya Darren Knight adalah produser Punkasila dari awal terbentuk. pada pameran tersebut, tiap lagu dari album crash nation kami bikin lukisan. tiap lukisan disertai mp3 player supaya pengunjung jg bisa mendengarkan lagu tersebut.

Lantas, kapan kalian persiapkan untuk pasaran lokal ?
Hingga saat ini kami kehabisan dana untuk produksi. jadi belum tau kapan akan bikin lagi untuk dijual disini

Rencananya mau dijual dengan harga berapa ?
Karena biaya produksinya cukup mahal dan hanya diproduksi secara terbatas, kemasan spesial ini rencananya dijual seharga 100.000.

Adakah tujuan dari pembuatan packing unik ini selain untuk pameran di sydney. apa sebagai konter dari kemasan cd yg biasa-biasa saja atau ada hal lain ?
Punkasila dirancang sebagai sebuah kolektif seniman, bukan sekedar band. kami memang membuat berbagai macam karya yang bervariasi (pertunjukan musik, kostum, modifikasi alat musik, komik, lukisan, patung, desain, dll). jadi kemasan cd tersebut bisa dilihat sebagai karya seni. selain itu, kami mendistribusikan album secara gratis melalui internet. jadi, bagi orang yg ingin memiliki format fisiknya, alangkah baiknya tidak sekedar cd biasa. collectible.

Ceritain tentang sejarah terbentuknya Punkasila dong ?
Untuk sejarahnya, baca aja di web kami di http://www.punkasila.com

Senin, 26 November 2012

Video of Today: An Oath Of Allegiance - Dokumentasi The Travelers Tour


Video ini adalah buah tangan dari band metalcore asal Bandung, An Oath Of Allegiance yang sukses menjalani The Travelers Tour di dua kota: Tulungagung & Solo, pada 21-22 September kemarin. (AL)

Video Of Today: Comeback Attack - OLD MAN is MAKING THE BORDER LINE


Berangkat dari obrolan singkat di malam hari. Tiga pemuda yakni Alfian, Zamalik, dan Iyoung yang tergabung dalam band hardcore Comeback Attack. Mencoba membuat sebuah video clip. Sadar! tidak memiliki uang cukup untuk menyewa juru kamera handal, serta peralatan yang lengkap selayakanya band yang akan shooting video clip. Pada akhirnya mereka memaksimalkan yang ada dengan mencoba meminjam kamera teman, dan juga alat-alat lainnya. Bahkan, karna keterbatasan penggunaan software editing video yang seadanya pada akhirnya video tersebut di edit sesederhana mungkin.

Comeback Attack dalam video ini adalah lineup pada tahun 2011. Dimana Endhe masih menjadi orang penting dibalik set drum dan Wahyu aka Peol masih menjadi penambal kekosongan dept.bass yang ditinggalkan oleh Alive pada waktu itu.

Minggu, 28 Oktober 2012

Indonesian Netaudio Festival 1


INDONESIAN NETAUDIO FESTIVAL 1
16-17 November 2012
Yogyakarta

Indonesian Netaudio Festival adalah kegiatan offline yang melibatkan para pelaku, pemerhati, dan penikmat netaudio di Indonesia. Selain merupakan social gathering antar-pelaku dan penikmat netaudio, kegiatan yang akan diselenggarakan berupa offline file-sharing, pengumpulan dana berupa penjualan merchandise, diskusi, lokakarya, pemutaran filem dan pertunjukkan musik oleh musisi yang merilis album mereka melalui jaringan internet.

Festival perdana ini juga sekaligus merayakan ulang tahun Yes No Wave Music yang kelima.

----------------------------------------------

#INFLAB
Jumat, 16 November 2012
Waktu: 13.00-21.30 WIB
Tempat : Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran No. 3, Yogyakarta

//Gratis//

#INFTALK - DISKUSI
Waktu: 13.00-15.00 WIB
Tema: Berbagi Musik Sebagai Pemberdayaan Budaya
Pembicara :
Nuraini Juliastuti (Peneliti KUNCI Cultural Studies Center),
Wok The Rock (Penggagas Yes No Wave Music),
Anggung KuyKay (Musisi, Bottlesmokers) dan
Ari Juliano (Pengamat hukum hak citpa, Creative Commons Indonesia)
Moderator: Syafiatudina (Peneliti, KUNCI Cultural Studies Center)

#INFUND - PENGGALANGAN DANA
Waktu: 13.00-21.30 WIB
Netlabel dan radio online menggelar rilisan dan merchandise dalam rangka penggalangan dana untuk keberlangsungan Indonesian Netaudio Festival.

#INFSHARE - OFFLINE FILE SHARING
Waktu: 13.00-21.30 WIB
Selama festival, kami menyediakan akses untuk meng-copy rilisan netlabel (juga akan disediakan blank CD-R). Pengunjung juga bisa men-share-kan musiknya (disimpan di desktop dan semua pengunjung bebas meng-copy secara gratis).

#INFWORK - LOKAKARYA RADIO ONLINE
Waktu: 16.00-18.00 WIB
Hujan! Radio dan Radio Pamityang2an akan memberikan lokakarya mengenai proses produksi radio online dan akan membahas pentingnya radio online dalam penyebaran pengetahuan dan karya.

#INFSCREEN - PEMUTARAN FILEM “PRESSPAUSEPLAY”
Waktu: 19.00-21.30 WIB
Judul Filem: PressPausePlay
Sutradara: David Dworsky & Victor Köhler
Genre: Dokumenter
Durasi: 80 menit
Tahun: 2011
Sinopsis:
Revolusi digital dari dasawarsa yang lalu telah membuka katup-katup kreativitas dan talenta dalam skala yang tidak terbayangkan, dengan kesempatan-kesempatan tak terbatas. Tapi apakah demokratisasi budaya berarti seni, filem, musik, dan sastra yang lebih baik, atau talenta sebenarnya tenggelam dalam banjir lautan budaya massa? Apakah ini demokrasi atau kekacauan budaya?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dibahas dalam PressPausePlay, dokumenter yang menampilkan wawancara dengan berbagai tokoh dalam wacana digital seperti Moby, Seth Godin, Andrew Keen, Scott Belsky.

----------------------------------------------

#INFGIG1
Sabtu, 17 November 2012
Tempat: LAF Garden, Jl. Suryodiningratan No. 37, Yogyakarta
Acara: Pertunjukkan Musik
Sesi 1: 16.00 – 18.00 WIB
Serigala Jahanam
Sodadosa
Terapi Urine
Creo Nova

Sesi 2: 19.00 - 23.00 WIB
Frau
Bottlesmoker
Seek Six Sick
Belkastrelka
Sangkakala
Dream Society

//Tiket//
Pre-sale:
IDR 20.000 (100 Tiket)
On The Spot:
IDR 30.000

Tiket mulai dijual online mulai hari Senin, 29 Oktober 2012
Pemesanan silahkan email indonetlabelunion@gmail.com

#INFGIG2
Waktu: 23.00 - 01.00 WIB
Tempat: Oxen Free, Jl. Sosrowijayan No. 2, Yogyakarta
Penampil:
TerbujurKaku
Umaguma + Lintang
Fyahman

//Gratis//

----------

KONTAK:
Anitha Silvia ((0856 454 389 64)
Oca (085 743 366 627)

----------
Acara ini diselenggarakan oleh
SERIKAT NETLABEL INDONESIA
http://www.indonesiannetlabelunion.net



Festival ini didukung oleh
Kedai Kebun Forum
KUNCI Cultural Studies Center
Creative Commons Indonesia
c2o Library
UKM Musik Universitas Muhamadiyah Yogyakarta
Starcross
RSRCH
Oxen Free
HONF Foundation
KNTK TV
Free Music Archive



--
Wok The Rock Against The World
Jl. Langenarjan Lor 17 B
Panembahan, Kraton
Yogyakarta 55131
Indonesia

http://www.burnyouridol.com
http://www.woktherock.com
http://www.yesnowave.com
http://www.mes56.com

Jumat, 12 Oktober 2012

EP Terbaru Jello Biafra Akan Rilis Pekan Depan

Jello Biafra and
 the Guantanamo School Of Medicine
Ex-vokalis Dead Kennedys, Jello Biafra, yang kini aktif bersama band barunya, Jello Biafra and the Guantanamo School Of Medicine, akan merilis EP terbaru dalam waktu dekat ini melalui Alternative Tentacles, label milik Jello Biafra sendiri. Diperkirakan pekan depan, EP dengan tajuk Shock-U-Py! ini siap rilis ke pasaran. Sebagai gambaran pendengar, mereka meluncurkan sebuah single teaser. (AL)

Kevin Seconds Gratiskan Album Baru

Semakin tua, semakin jadi dan tak pernah melemah, mungkin itu gambaran yang tepat mengenai sosok Kevin Seconds, frontman grup hardcore punk 7 Seconds yang kini bersolo karir. Baru baru ini, Kevin, merilis sebuah album baru bertajuk, Don't Let Me Lose Ya, yang ia gratiskan. Album terbaru tersebut bisa di dapatkan melalui dua label: Quote Unquote Records dan If You Make It. (AL)

Download: Kevin Seconds-Don't Let Me Lose Ya (Link 1/Link 2)

Video Of Today: Duct Tape Surgery Live at Rossi Music Center

Kamis, 11 Oktober 2012

xBrave Heartx Wakili Indonesia Untuk Asia Pasific Edge Festival 2012

xBrave Heartx. Photo by xBrave Heartx
Edge Day adalah hari besar bagi para penganut paham Straight Edge yang lahir pertama kali di sebuah klub malam di Boston pada 17 Oktober 1999, bertepatan pula dengan penampilan terakhir dari grup band hardcore, Ten Yard Fight. Meski tidak secara resmi di proklamasikan sebagai hari besar untuk para Straight Edger. Namun dibeberapa negara, Edge Day sudah menjadi acara rutin tahunan.

Dan salah satunya di Malaysia. Pada 17 Oktober tahun ini akan terselenggara sebuah event bertajuk Asia Pacific Edge Day di MCPA Kuala Lumpur. Sebuah event musik yang menghadirkan beberapa band dengan ideologi Straight Edge dari beberapa negara seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Dan xBrave Heartx, band hardcore dengan paham straight edge asal Jakarta yang akan mewakili Indonesia dalam event tersebut. Keterlibatan xBrave Heartx dalam event tersebut tak lepas dari peran Aca(Straight Answer), "Kebetulan Aca yang suggest BH ke Ein(Second Combat/Selaku penyelenggara event) biar bisa ikutan main" ungkap Dodie Sadath, pemegang kendali bass di tubuh xBrave Heartx.

Ini adalah kali pertama XBrave Heartx tampil di Malaysia dan mereka cukup penasaran tentang bagaimana gambaran situasi serta kondisi disana. Meski begitu, tidak lantas membuat mereka ambil pusing dalam mempersiapkan semuanya itu. "Persiapan kita cuma latihan, biar rapi aja. Sejauh ini kita penasaran untuk main disana. Apalagi scene disanakan juga lumayan maju." tandas Dodie kepada Lemari Kota melalui akun Twitter pribadinya.

Momen yang istimewa ini, dimanfaatkan juga oleh anak-anak XBrave Heartx untuk jalan-jalan. Mereka akan datang lebih awal dari jadwal event yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara.

Dalam event Asia Pacific Edge Day nanti, tidak hanya menyuguhkan pertunjukan musik saja. Tapi sekaligus sebagai wadah penggalangan dana untuk mereka yang kurang mampu. (AL)

Selasa, 09 Oktober 2012

Merayakan Ulang Tahun Ke 25, Bikini Kill Dirikan Label Sendiri

Bikini Kill. Photo by Bikini Kill 
Merayakan eksistensi selama 25 tahun. Salah satu pioner pergerakan riot grrrl asal Amerika Serikat, Bikini Kill, membuat label sendiri bernama Bikini Kill Records. Mereka akan me-reissue album-album lawas kedalam dua versi digital dan fisik. Untuk digital, katalog mereka bisa di jumpai melalui eMusic, iTunes, ataupun website resmi mereka, bikinikill.com. Sedangkan fisik, mereka akan merilis dalam dua versi yakni piringan hitam dan CD.

Sementara ini, mereka sedang fokus kedalam tahap produksi untuk rilisan fisik. Dan rencanannya pada akhir tahun ini mereka akan merilis Self-Titled EP, untuk kemudian merilis album-album lain secara bertahap.

Bikini Kill adalah band punk rock yang berasal dari Olympia, Washington. Dimotori oleh Kathleen Hanna, Kathi Wilcox, Tobi Vail, dan Billy Karren. Mereka terkenal karena fokus terhadap isu-isu mengenai perempuan dan juga sikapnya yang menghindari label besar dan media pers rock mainstream. (AL)

Indahnya, Mari Berbagi Dalam Lapak Gratis

Minggu, 07 Oktober 2012

Video Of Today: MxPx - Aces Up


Video klip terbaru dari unit Pop Punk asal Bremerton, Washington, Amerika Serikat. Yang berasal dari album terbaru mereka, Plans Within Plans, yang telah dirilis pada April lalu.

MxPx akan menggelar konser ke tiga kota di Indonesia yakni Jakarta, Jogyakarta, dan Bali pada 10, 12, dan 14 Oktober. (AL)

Jumat, 05 Oktober 2012

Fingerthief Bootleg Radio-Cd Vol.5

FingerThief. Photo by Bayu Adhitya
Fingerthief radio-CDr / mini-CDr adalah sebuah media kreatif yang terilhami dari on-air nya radio bergelombang namun hadir dalam kepingan cakram padat. Adalah Bayu Adhitya aka TheBaysky seorang yang aktif di skena DIY hardcore/punk/skinhead Cimacan, orang dibalik proyek menyenangkan ini. Sejak kemunculannya pada tahun 2010 silam, FingerTHIEF* sudah mencapai edisi kelima. Seiring berjalannya waktu, FingerTHIEF* tidak hanya hadir dalam bentuk kepingan cakram padat yang bisa didapatkan dengan menyisihkan sedikit uang atau melalu sistem barter, tapi kini FingerTHIEF* hadir dalam bentuk free streaming.

Kali ini, Lemari Kota Webzine akan menyajikan FingerTHIEF* volume 5 dengan konten interview bersama Ferly Harahap (Movement Records) & Abud Maud(SurgaXNeraka Artwork) dengan ditemani beberapa tembang-tembang dari beberapa band yang pastinya tidak akan membuat pendengar jenuh.(AL)



McFire Independent Publishing
Cimacan 27 Cipanas 43253
+6281906512969
berbagi_zine@yahoo.com

Kuro! Akhirnya Merilis Album Ketiga, Find Your Way

Kuro!. Photo by Kuro!
Lama tak terdengar kiprahnya di kancah skena punk lokal. Band melodic punk/pop-punk asal Jakarta yang sudah eksis sejak 90-an akhir, Kuro!, kini merilis album ketiganya yang bertajuk Find Your Way dibawah label HitNRun Records. Sungguh terpaut waktu yang cukup lama dari album sebelumnya, Ever Before. Tentu, album ketiga mereka ini mampuh mengobati kerinduan para Borok Kuro! Fans Club(Sebutan untuk para pencinta Kuro!). Dan, kami berkesempatan untuk sedikit mengorek tentang album ketiga mereka dan rencana ke depan Kuro!.(AL)


Apa sih yang menyebabkan album terbaru Kuro memiliki jarak waktu yang lumayan jauh dari album terakhir kalian, Ever Before ?
Ya itu tidak terlepas dari kesibukan para personil. Memang sedikit susah untuk ngatur waktunya. Kita pun disini untuk proses album FIND YOUR WAY agak dipaksa untuk nyelesaiinya.

Sejauh ini bagaimana tanggapan para BKFC mengenai album terbaru kalian ?
Ya mereka pada suka kok. Mungkin karena udah beli jadi kepaksa disuka-sukain mungkin hehehehe. Mas udah punya belom nih?

Dalam album ketiga ini, apa yang menarik yang bisa membuat pendengar terkejut ketika mendengarkannya ? Seperti pada album Ever Before, dimana track Ever Before itu sendiri terdiri dalam dua versi yang amazing.
Ada 1 lagu di album Forever Friends kita retake dengan nuansa baru. Yang aransemennya sebenrnya bukan musik Kuro! tapi kenapa enggak. Kita pun pingin mencoba hal-hal yang baru ya gak?. Iya aja deh dari pada situ benjol kkkkk

Deskripsikan album terbaru kalian ? Dan, apa perbedaan dengan dua album sebelumnya ?
Album terbaru ini tentang "motivasi.." disaat sebagai manusia kita udah mentok karena masalah-masalah hidup tetap kita harus memotivasi diri untuk kelar masalah itu. Temuin cara sendiri waktu masih ada jangan nyerah..ajieh kkkkkk...muke lo dempak ..wojaojwojaoja

Kalau boleh tau berapa umur kalian masing-masing saat ini ? Dan, apa yang membuat kalian masih tetap ada hingga saat ini ?
Bisma sekarang 26 sudah menikah dan punya anak 1, Teddy 27 tahun, Bonny 31..jikakakakkakka..age is just a number...we're gonna stay young till we die ..:p

Dalam era yang serba digitalisasi ini, minat pengdengar musik dalam membeli rilisan fisik dari suatu band/musisi minim apabila dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Adakah strategi khusus yang kalian gunakaan dalam mempromosikan album ketiga ini ?
Strategi khusus gak ada, promo melalui media social networking, website dll. Gak tertutup kemungkinan kita akan bikin tour promo atau media-media yang lain.

Setelah album ketiga rilis. Apa rencana jangka pendek kalian ?
Untuk jangka pendeknya launching kali. Dalam 2-3 bulan kedepan. Doain lancar ya masss.

Daily Of Dummies - Shutdown Your Television

Demo terbaru dari unit pop punk asal Kota Semarang. Daily Of Dummies memainkan poppunk era 90-an akhir ala New Found Glory, For Your Strong, hingga Rocket Rockers. Sebuah tembang yang ceria nan enerjik, seakan menggambar dunia yang penuh warna. (AL)

Rabu, 03 Oktober 2012

Don't Panic, Bocoran Materi Album Baru All Time Low

All Time Low. Photo by All Time Low
Kuartet pop punk asal Maryland, Amerika Serikat, All Time Low meluncurkan single teaser yang berjudul sama dengan album mereka, Don't Panic, yang akan dirilis oleh Hopeless Records pada awal Oktober 2012 ini. "Just 7 days till Don't Panic is out! But you can listen to it right now!! Tell your friends!," seru mereka melalui page resmi di jejaring sosial Facebook 9 jam yang lalu.(AL)

Jumat, 28 September 2012

A Thousand Punches: "Materi Album Baru Sudah Ada Jauh Sebelum Counterparts Ada"

 Formasi baru A Thousand Punches.
Photo by ATP
Sudah dua buah single yang A Thousand Punches lempar ke khalayak umum sebagai gambaran pendengar tentang album kedua mereka yang akan dirilis oleh Armstrech Records dalam waktu dekat ini. Seketika itu pula banyak respon positif berdatangan mengenai kontruksi musik yang mumpuni dengan karakter sound yang kick ass dari berbagai orang.

Semua itu tak terlepas dari peran Gilang sebagai vokalis baru di tubuh A Thousand Punches, yang turut membawa warna baru pada musik mereka, dan membuat mereka lebih bisa luas lagi menemukan kontruksi demi kontruksi musik yang sebelumnya belum sempat terjamah. "Formasi baru atau masuknya Gilang menjadi vokalis ATP, cukup banyak membantu juga buat kita. Selain kita juga sudah lama saling kenal, kita juga bisa lebih mengeksplor musik ATP jadi lebih luas lagi." tandas Andra, sang penguasa empat senar.

Selain respon positif pendengar terhadap dua single mereka yang terlebih dahulu di lepaskan. Tak jarang pula pendengar yang langsung menyandingkan A Thousand Punches dengan grup band hardcore asal Kanada, Counterparts. Namun hal ini segera di tanggapi langsung oleh Andra. Menurutnya, semua materi di album kali ini sudah ada jauh sebelum album pertama Counterparts yakni Prophets(2010) rilis dan populer. "Kalau kamu dengar lebih detail semua lagu di album yang baru nanti itu sama sekali tidak mirip sih, materi-materi album baru itu juga sudah ada sebelum album pertama Counterparts keluar dan jadi hype disini." sanggah Andra.

Andra pun turut menambahkan, referensi musik A Thousand Punches pada album kali ini cenderung lebih variatif dan luas agar tidak monoton. "Kalau boleh jujur sebenarnya kita banyak dengerin band-band non hardcore sih, kita banyak dengerin band-band 90's alternative, band-band shoegaze, band-band progressive, band-band indie rock, band-band experimental, dll. Alasannya yah biar musiknya lebih luas, variatif dan nggak monoton aja,".

Album yang proses produksinya di bantu oleh Toteng(Forgotten) dalam hal mixing dan mastering ini, di rencanakan akan siap edar antara akhir Oktober dan awal November. Tersaji dalam Bundle Package yang berisi merchandise dan CD. Satu hal yang patut di tunggu oleh para penggiat skena hardcore lokal. (AL)

Kamis, 27 September 2012

Vokalis Raivoraittius Sedang Menggarap Video Dokumenter Tur Asia Tenggara

Raivoraittius & teman-teman di Pati. 
Photo by You (Sorry)
Vokalis dari grup band punk asal Finlandia, Raivoraittius, sedang menggarap video dokumenter band-nya sewaktu mereka tur ke Asia Tenggara. Namun karna keterbatasan dokumentasi sewaktu perjalanan tur, ia meminta ketersediaan siapapun yang sempat mendokumentasikan Raivoraittius sewaktu tur, terutama saat berada di Indonesia untuk segera mengunggah data tersebut melalui layanan unggah video seperti Vimeo ataupun Youtube. Semua data dokumentasi tersebut akan dirangkum menjadi sebuah video yang rencananya akan di ikut sertakan dalam sebuah festival seni di Finlandia.

Sebagai permulaaan, ia pun telah membuat sebuah teaser, berikut ini teaser video tersebut:


Raivoraittius menggelar tur Asia Tenggara yang meliputi Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina pada bulan May-Juni kemarin. Untuk Indonesia sendiri, mereka menggelar pertunjukan di beberapa kota di Sumatera dan Jawa seperti Jakarta, Bandung, Pati, Solo, Jogyakarta, Semarang, Purwakerto, Kediri, Malang, Pandaan, Surabaya, dan Medan. (AL)

Sample Album Here Today 'False Crown'

Here Today. Photo by Here Today
Sebuah sample dari unit hardcore punk asal Jogyakarta, Here Today. Satu buah trek ini mewakili isi dari keseluruhan debut album mereka yang akan dirilis dalam waktu dekat. Tempo cepat-nya Charles Bronson dan Infest dipadukan dengan agresif dan gelapnya sound ala band-band Neo-Crust.

Meski baru terbentuk pada tahun 2012 ini, tidak membuat mereka ragu untuk mengambil keputusan merilis mini album. Dan pada hari Minggu mendatang(30/9), soft lauching mereka yang bertajuk "Chaos, Disaster, And Life" akan digelar di Carebian Cafe, Jogyakarta, bersama beberapa band lainnya seperti Alice(Bandung), To Die, YK Decay, dll. (AL)

Remix Cover Song, Speak Up Di Bantu Seorang DJ

Speak Up. Photo by Speak Up
Setelah berhasil mengcover hits milik Voodoo dengan merubahnya dari slow rock menjadi punk rock, kini Speak Up kembali meremix lagu tersebut dengan dibantu oleh seorang dj. Adalah Dj Piels yang membuat atmosfer dalam lagu ini menjadi sedikit berubah. Meski masih terdengar sekali dentuman-dentuman punk rock yang masih menggaung, namun dibeberapa part terselip dentuman House music terselip rapih. (AL)

Rabu, 26 September 2012

The Jinxz ‘Now The World Will Listen’ CD (Movement Records, 2012)

Photo by Movement Records
Negative FX kadang menghantui kepala saat mendengarkan band asal Jakarta Timur ini. Oke, lupakan. Sekian lama tak terdengar dan seakan menghilang. Kini mereka kembali dengan amunisi berbahaya. Jika situasi ini boleh dianalogikan. Ini seperti sedang berada dalam medan perang kemudian istirahat sejenak untuk reload peluru untuk kemudian secara membabi buta menerjang barisan lawan. Masih dengan karakter The Jinxz yang cepat, singkat, enerjik, dan sederhana. In Shit From The Jinxz Out yang didaulat menjadi trek pembuka pada album ini semacam memaksa untuk kembali memutar album Paranoia milik Insurgent Kid. Kejutan diakhir akan kita dapatkan, nuansa punk rock bersemayam pada trek It’s All About The Jinxz yang akan memaksa diri untuk bernyanyi bersama didepan stage. Dan kemudian kejutan lain terdapat pada akhir-akhir trek album ini, sebuah lagu cover dari The Smith yang berjudul There is a Light That Never Goes Out dibawakan dalam versi akustik.(AL)

Revolt ‘Bring That Beat Back’ CD (Don’t Talk Records and any labels, 2012)

Photo by Dont Talk Records
Eksis lebih dari sepuluh tahun di skena lokal tidak lantas membuat mereka stuck begitu saja dalam meracik komposisi demi komposisi musik yang akan mereka bawakan. Materi Revolt dialbum kali ini benar-benar menyegarkan apabila disandingkan dengan materi-materi terdahulu mereka. Pendewasaan, mungkin itulah kata yang pantas menggambarkan Revolt yang sekarang. Line gitar yang variatif, konstannya ketukan drum, di pandu dengan karakter vokal yang childis. Dengarkan trek 3, Beat Giant’s Ass – Backstabber Entrance, Backstabber Intents yang penuh dengan kejutan ditengah hingga akhir durasi. Dalam rilisan ini, mereka memberi satu trek sebagai bonus namun dikemas dalam dua versi yang berbeda, dalam versi pertama mereka meracik When The Old Guy Wanna Be Adored menjadi lebih dark sarat akan kegelisahan. Dan versi kedua, cenderung lebih ng-beat dan bertolak belakang dari versi pertama, lebih asyik dibarengi dengan dansa kecil. Seketika saya terbayang, Sabotage-nya Beastie Boys. Rilisan ini adalah hasil kerja sama beberapa label lokal: Don’t Talk Records, True Side, Samstrong, Hope, One Voice Asia, Birthdie, dan Talk is Cheap. Secara keseluruhan, semua trek ini mengingatkan pada Bones Brigade bahkan Slayer. (AL)

FYI: CD mereka bisa juga didapatkan di Lemari Kota Webzine

Still Lives #2: Small Show And Great Friends

Photo by Kolektif Dhuafa
Still Lives #2 sudah lewat dua minggu tapi euforia malam sabtu itu masih begitu hangat terasa hingga hari ini. Tidak sia-sia, kerja keras teman-teman kolektif selama satu bulan dengan bantuan dari banyak pihak membuahkan hasil yang memuaskan bagi kami pribadi. Still Lives #2 merupakan estafet ke dua setelah diadakan acara serupa di Gedung Ramanda, Depok, pada Januari 2012. Acara kali ini sengaja kami rancang lebih mini, lebih unyu dan lebih semarak agar tercipta suasana nyaman, akrab, dan hangat diantara teman-teman yang hadir. Harapan kami, semoga dengan terlaksananya acara kali ini banyak mendatangkan manfaat dan cukup menghibur untuk teman-teman yang telah hadir. Kami mohon maaf jika ternyata masih banyak kekurangan dan ketidak sigapan kami dalam memahami teman-teman. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah hadir dan ikut membantu kelangsungan Still Lives #2. Berikut adalah suka duka mereka yang hadir di Still Lives #2 hasil tanya beberapa teman-teman yang hadir Jum’at kemarin. Check it out! (Ditus)

Ceritain sedikit dong suasana venue still lives #2 kemarin?

Gmux Tama (Masked Hero): Suasana venue Still Lives #2 beda banget sama gigs yang sering gue datengin sebelumnya. Ditempat yang kecil tapi bisa dibuat nyaman, kreatif, dan ciamik!

Ichad (Nodoff): Suasana venue Still Lives #2 kemarin asik,
suasana kumpul kumpulnya dapet banget, venuenya emang nggak terlalu besar tapi justru itu yg bikin suasananya hangat.

Dudy (Nodoff): Suasananya bener-bener gokil. Mulai dari penataan hiasan ruangan dengan bendera warna warni ala karnaval, flyer yang sangat aduhai, sampe disediakannya galon aqua gratis untuk mereka yang kehausan setelah lari-lari dilantai dua. Disusul dengan lapak-lapak yang menjual berbagai merchandise seperti kaos, emblem, tas-tas kecil, dan karya teman-teman kita yang sudah direalisasikan dalam bentuk cd/kaset, semuanya TOTALITAAAAAAAAAAS!!

Om Thrash (Total Jerks): Suasana di still lives mantap aman dan terkendali.

Band apa yang menarik buat lu ?

Ichad (Nodoff): Semua band yg main di still lives #2 kemarin keren keren!!! Tapi band grindcore cadas BUSUK lah yang sangat memikat hati gue dari segi sound musik dan performance mereka.

Bagol Fikri (Disdain): Menurut gue semua band yang maen keren, punya karakter beda-beda. Gue paling tertarik sama penampilannya Grave Behold dengan formasi barunya lebih gila. Dan yang pasti Wake The Dead.

Tyan Athenk (Busuk): Total Jerk & Mr.Happy!! Crazy band & Crazy people!!!

Om Thrash (Total Jerks): Hampir semua band keren mainnya, kalau mau gue bilang wow gitu loh ya pastinya Total Jerks.

Momen tergila yang lu dapet?

Tyan Athenk (Busuk): Waktu di depan pintu venue, Dobol (Total Damage) ngumpulin uang patungan buat minum. Cuma, ada beberapa style scenester muthafakka malah memutuskan kabur pas liat dobol ngajakin semua anak-anak yang ada disitu buat patungan beli "minuman". Hahaha..Ini bukan gila sih sebenernya, lebih tepatnya kocak, jadi kaya ngeliat anak-anak sekolah yang nerd lagi siap-siap kabur ketika ada anak-anak STM dengan muka super sangar mao malak itu nerdy. Appart from that, masih biasa aja.

Meler (Pengunjung): Wah kalau yang tergila banyak banget, ya sebagian kecilnya, gue bisa liat DrugStore, Disdain 1st show. Kacau. Nah yang kebetulan juga band gue (Real Project) gak main disini, tapi gw masih bisa ngisi Drum di Asay (absolute sunday) untuk pertama juga & seneng.

Mayda (pengunjung): Momen gila? Ga ada yang lebih gila dari tingkahnya Mutoy (MC Still Lives #2) hahahaha.

Om Thrash (Total Jerk): Foto bareng sama teman homo gue Mutoy (MC).

Pendapat lo tentang still lives #2?

Kang Kicuy (Stride): STILL LIVES#2 mantafff csku karat nams!!! STILL LIVES #2 sungguh maximal dengan kondisi alat dan gigs yang sederhana di buat menjadi BUAS dan POWERFULL!!!

Gmux Tama (Masked Hero): Pendapat gue tentang Still Lives #2, konsep gigs seperti ini udah jarang sekarang, salut sama orang-orang yang masih mau ngurusin. Semoga akan ada hingga ke #138787

Meler (pengunjung): Yang pasti lebih keren dari yang #1 ya. Hhe moga bisa lanjut sampe ke 3, 4 & 100 mungkin. Semangatnya yang penting.

Mayda (pengunjung): Keren acaranya, terus serunya tuh ada sale juga, dan barang yg dijual jg unik ga kaya di gigs biasa.

Pesan buat temen-temen yang belum atau baru ingin dateng ke Still Lives gig?

Meler (pengunjung): Ehm mending dateng aja dulu deh, nanti temen-temen disini yang akan buktiin kalau ini memang menghibur! Small show great friend
Tetep semangat & positive thinking (‾o‾)♉

Bagol Fikri (Disdain): Kamu kamu kamu semua yang belom sempet dateng ke gig still lives, gue harepin dateng di Still Lives selanjutnya. Bukan cuma dateng sih, tapi juga harus menjadi bagian dari still lives ini, biar asik aje.

Tyan Athenk (Busuk): Yang belom pernah dateng ke gig Still Lives,mending dateng dah, tiket murah, band-band keren, crazy peoples in the pit!!! Sick!!!

Dudy (Nodoff): Untuk kalian yang belum pernah datang ke Still Lives gig, better prepare to dance your ass off for the next Still fuckin' Lives event. mari merapat bersama, tumbuhkan sinergitas antar sesama, dan mari saling dukung agar scene ini tetap solid. DHC Still Lives!!

FYI: Still Lives adalah nama acara yang biasa di organisir oleh sekelompok orang yang menamai diri mereka, Kolektif Dhuafa. Hingga saat ini mereka sudah menggelar dua kali acara dengan nama Still Lives.(AL)

Here Today Release EP Party "Chaos, Disaster, And Life"


Video Of Today: Terrible Feelings - Next Round's On You

Video Of Today: Relics - Hai Pembalap Liar (Official Music Video)

Senin, 24 September 2012

Hantamrata Membubarkan Diri ?

Formasi terakhir Hantamrata.
Photo by Hantamrata

Kabar buruk datang dari unit thrashcore asal Kediri, Hantamrata. Band yang sudah eksis sejak tahun 2004 dan baru saja menyelesaikan tur Singpura-Malaysia-nya ini dikabarkan membubarkan diri. Entah apa penyebab pastinya.

Kabar ini sendiri datang langsung melalui halaman resmi mereka di Facebook, "Setelah kami bubar jangan minta kami untuk menjawab interviu, bermain dalam pertunjukan kalian, dan juga secara resmi kami tidak akan lagi memproduksi merchandise dalam bentuk apapun," mereka pun melanjutkan, "Tapi, kalian bisa mendapatkan bootleg merchandise kami dimana-pun tapi jangan bayar lebih dari 50.000,- rupiah,"

Sebagai penghormatan terakhir Hantamrata, mereka akan tampil yang terakhir kalinya dalam Java Take Over Tour 2012 yang menghadirkan sejumlah band Jakarta dan Bogor seperti Feel The Burn, Sense Of Pride, So Much More, Take One Step, & Common Goals di Kediri pada hari Jumat(28/9) mendatang. (AL)

Sabtu, 22 September 2012

Harass Yang Kotor Dan Kelam







Bentrok Dengan Penonton, Rajasinga Batalkan Tur

Photo by Asywal Badri
Akibat salah paham, trio grindcore asal Bandung, Rajasinga, terlibat bentrok dengan sejumlah penonton di Padang pada Rabu kemarin(19/9). Insiden naas tersebut berawal ketika Indra Morrg(Bassist/Vocal) melontarkan ucapan, "Padang, anjing kalian keren sekali..." yang kemudian di salah maksudkan oleh sejumlah penonton yang hadir dan di anggap sebagai ucapan yang rasis. Dan berujung pada sebuah aksi penyerangan oleh sejumlah penonton tersebut kepada trio Grindcore ini.

Dari kejadian ini, Revan(Drummer), Morrg, Badrun(Photographer), dan sejumlah panitia turut menjadi korban atas penyerangan ini. Kabar terakhir yang tersiar melalui pernyataan Revan dalam laman Facebook Rajasinga, Ia(Revan) menderita luka dalam di lutut kanan dengan lima jahitan, memar disekujur tubuh, dan luka gores dilengan dan kaki akibat pecahan kaca yang dilemparkan dan Morgg kurang lebih-nya sama.

Rajasinga menggelar pertunjukan di Padang dalam rangkaian Sirkus Neraka: Melibas Andalas Tour 2012, yang melibatkan beberapa kota di tanah Sumatera bersama salah satu unit hardcore punk asal Bandung, Jeruji. Insiden ini-pun menghentikan langkah Rajasinga untuk melanjutkan serangkain jadwal tur yang masih tersisa. Namun untuk Jeruji, mereka masih mempertimbangkan untuk melanjutkan tur atau tidak.

Apa yang terjadi pada Rajasinga, Jeruji, dan sejumlah orang yang menjadi korban dari kejadian ini, adalah pelajaran bagi kita semua. Semoga ke depannya, tidak ada lagi hal-hal serupa yang terjadi di skena punk/hardcore atau genre lainnya. (AL)

Jumat, 21 September 2012

Merchandise Indonesian Netaudio Festival

clink to enlarge
Indonesian Netlabel Union atau Serikat Netlabel Indonesia dirajut pertamakali di awal tahun 2011 merupakan persekutuan antar netlabel Indonesia, mewadahi arus informasi dimana penggiat netlabel dan khalayak luas bisa saling berbagi. Indonesian Netlabel Union tengah merancang Indonesian Netaudio Festival yang direncanakan akan diselenggarakan akhir tahun 2012 di Yogyakarta. Festival ini akan merangkai berbagai kegiatan seperti diskusi, pentas musik, presentasi dan bazaar. Sebagai salah satu bentuk penggalangan dana adalah penjualan paket merchandise Indonesian Netlabel Union. Dukungan Anda sangat berarti untuk turut serta menyemai akar rumput kancah musik alternatif ini.

Dalam rangka penyelenggaraan Indonesian Netaudio Festival yang direncanakan pada tanggal 16-18 November 2012 maka kami Indonesian Netlabel Union menggelar pre-order paket Indonesia Netlabel Union merchandise yang terdiri dari : kaos, totebag, dan flashdisk yang berisi rilisan Indonesian Netlabel harga per paket adalah Rp 150.000. Keseluruhan keuntungan digunakan untuk keperluan Indonesian Netaudio Festival.

Info lebih lanjut: Blog | Facebook | Twitter

Selasa, 18 September 2012

Photo Set: Still Lives #2 In Depok

Wake The Dead in action. Photo by Reza

Suasana diluar venue. Photo by -

Busuk menggerinda Pasar Segar. Photo by Reza

Penampilan perdana Disdain. Photo by Reza

Ruang lapak Still Lives#2. Photo by Ditus

Nod Off in action. Photo by Reza


Absolute Sunday menghipnotis penonton. Photo by Reza



Team ticketing Still Lives#2. Photo by Reza

Sebelum pulang, mari berfoto ria. Photo by Reza

Senin, 17 September 2012

Alinea-Provokatif: A Skinhead Personal Statement

Sebuah zine personal yang aktif pada era 2000 awal dan membahas skindhead dan punk dengan sentuhan serta kacamata personal seorang Dimas Djoen Jr aka Godel, seorang yang dikenal juga aktif bersama band Grindcore, Tumor Ganas. (AL)

Download

[LK-010] VA. I Say What I Say Compilation


Sebuah kompilasi yang berisi band-band pop-punk dengan macam sound yang berbeda dari masing-masing band. Berasal dari berbagai tempat dari Indonesia. Meski tak mencangkup ke semua daerah. Namun, diharapkan kompilasi ini bisa menjadi semacam jembatan komunikasi diantara penggiat musik indie/underground lokal. (AL)

Tanggal rilis: 16 September 2012

Download: I Say What I Say

Sabtu, 15 September 2012

#youshouldknow | Quest For Justice

Quest For Justice formasi di album Rebel Till The End(2011)
Quest For Justice bermula saat personil awalnya berkeinginan untuk membuat band baru dengan konsep hardcore youth crew di akhir tahun 1999 lalu bersama beberapa anak-anak yang tergabung dalam satu tongkrongan hardcore punk dan skinhead di Cipinang, Jakarta Timur.

Nama Quest For Justice itu sendiri diambil dari gabungan nama dua album hardcore punk di era 90-an, yaitu album “Quest For Certainty” dari Shelter dan “Fight For Justice” dari Warzone. Sehingga keduanya digabungin menjadi Quest For Justice. Terinspirasi dengan band-band hardcore punk dan youth crew era 80-an seperti Youth Of Today, Gorilla Biscuits, Side By Side, Warzone, Minor Threat, 7 Seconds dan beberapa lainnya. Beberapa band local lainnya juga banyak menginspirasi para personil Quest For Justice dalam berkarya seperti Dead Pits, Lost Sight, Thinking Straight, Straight Answer, Anti Septic dan beberapa band lainnya.

Quest For Justice mulai membuat lagu pertama yang berjudul “Friendship Till The End” dan sempat masuk dalam kompilasi “Young Till We Die” yang dibuat oleh Adit “The Jinxz” di tahun 2000. Mereka kembali merilis demo pertama mereka berjudul “Jakarta Sewers” di tahun 2001 yang berisi 5 buah lagu.

Quest For Justice

Tahun 2003, Quest For Justice terpaksa harus dibubarkan karena ada beberapa hal yang terjadi dalam kubu band tersebut. Beberapa personil lainnya sempat memutuskan untuk membentuk Change Within di tahun 2004 dan dibubarkan kembali di tahun 2007).

Quest For Justice kembali reuni lagi di tahun 2008 dan tampil di acara All Ages Party bersama beberapa band lainnya dari Jakarta Timur. Berselang dua tahun kemudian, akhirnya para personil Quest For Justice yang tersisa kembali membuat materi baru dan siap kembali masuk studio rekaman di tahun 2011. Sempat beberapa kali bongkar pasang personil sehingga akhirnya formasi Quest For Justice saat ini diisi oleh Jim Bull (vocal), Ojie Quest (drum), Bagus Strato (guitar), Bonny Head (bass). Di akhir tahun 2011, Quest For Justice merilis self-release EP bertajuk “Rebel Till The End” yang berisi 7 lagu yang sebagian berisi materi baru dan beberapa lagu daur ulang dari beberapa lagu lama mereka dari demo mereka terdahulu. “Rebel Till The End” merupakan sebuah rilisan perkenalan kembali Quest For Justice kepada public scene setelah sekian lama vakum dari scene hardcore punk di tanah air.

Tema yang diangkat lebih beragam dibanding demo awal mereka. Seperti di lagu “Faster Than a Speeding Bullet” yang berisi ajakan untuk belajar bela diri untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat banyaknya tindak criminal di kota besar. Selain itu, di lagu “Citizen Story” mereka mencoba mengutarakan opini mereka terhadap orang-orang yang suka menghina kota Jakarta sebagai kota dengan reputasi terburuk. Di lagu “Man From Mars” mereka mencoba menyinggung tentang para penjahat yang suka merusak bumi dengan menbang, membakar, menyiksa hewan dan sebagainya. Sedangkan untuk “Rebel Till The End”, bercerita tentang gaya hidup Straight Edge dari sudut pandang sang vokalis. Dibawakan dengan penuh anthem dan singalong yang menyenangkan.

Saat ini Quest For Justice mencoba merekrut Edy Zanetti (guitar) untuk membantu Bagus dalam sesi latihan, rekaman, maupun di panggung. Di tahun 2012 ini, Quest For Justice masuk studio rekaman kembali untuk merilis full length album mereka yang pertama.

Diskografi:
2001 - “Jakarta Sewers”- Demo Live
2011 - “Rebel Till The End” - EP Album