Selasa, 31 Desember 2013

Ed's Words: Bye 2013. Hallo 2014.

Tinggal hitungan jam maka 2013 akan segera berganti menjadi 2014. Dan tak terasa blogzine ini masih memiliki sisa energi untuk tetap memberitakan apa yang sedang terjadi di skena punk/hardcore lokal maupun global. Meskipun pada bulan-bulan terakhir jumlah postingan cenderung menurun. Dengan keterbatasan waktu dan tenaga, Lemari Kota (LK) terus mencoba untuk berdiri -menjadi media yang otonom.

2013 ini banyak cerita unik yang terjadi pada redaksi LK. Mulai dari undangan meliput untuk sebuah acara fashion show sekaliber internasional di Jakarta beberapa waktu silam, undangan grand launching sebuah brand cloth yang melibatkan salah satu band Ska ternama sebagai brand ambassadornya, diminta mereview band baru milik salah satu ex-Zivillia, hingga diminta menjadi subdomain untuk salah satu website. Ketiga hal tersebut tentu kami tolak atas pertimbang perbedaan tujuan LK dan yang bersangkutan. Lagi pula kami merasa tidak berkompeten untuk hal-hal tersebut. Namun kami tetap menghormati ketersediaan pihak bersangkutan untuk menghubungi redaksi LK.

Selain cerita unik tadi. Sempat pada beberapa waktu lalu LK merasa lelah dan hampir berujung pada hiatus. Namun seiring banyaknya email yang masuk dari kawan-kawan yang mengirimkan karya-karyanya, kami merasa seperti berdosa jika pergi begitu saja. Semangat untuk tetap jalan bergelora begitu saja seiring dukungan dari kalian yang masih setia mempercayai LK sebagai wadah berbagi. Memang itu yang kami harapkan. Kami ada karna kalian. Kami melakukan semua ini untuk kalian.

Di tahun 2013 ini pula, banyak kejutan. Diantaranya datang dari sahabat kami, Dudy Ali (ex-AwanXKinton, Nod Off, dan Dissorgrind), yang menawarkan untuk membuatkan sebuah website untuk LK. Yang kemudian kami rencanakan akan rampung pada tahun 2014 mendatang. Semoga saja. Sementara ini LK sendiri masih berjuang mencari tambahan dana untuk membayar hosting serta domain demi keperluan website tersebut. Kami berniat untuk menjual kaos sebagai bagian dari pencarian dana tersebut.

Dan juga kini LK mendapat penulis baru yakni Ahmad Fauzan (New Random). Perlu diketahui, LK hanya memiliki satu orang reporter tetap sekaligus merangkap sebagai founder. Tentu, kami sempat merasakan kewalahan ketika ada banyak permintaan liputan dan ulasan yang masuk ke email. Hadirnya Fauzan menjadi bagian di LK tentu begitu membantu. Thanks ma' bro.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman baik itu band, zine, kolektif, label, artist, gig organizer, dan lain-lain. Atas kerjasama dan dukungannya selama setahun ini. Sampai jumpa di tahun depan dengan semangat yang sama dan semoga kian bergelora.

Depok, 31 Desember 2013.

Editor in chief,
Alfian Putra A.

Senin, 30 Desember 2013

Photo Set: Pesta Pora Sinterklas x Stay Free #2

Minggu terakhir di bulan Desember 2013, benar-benar penuh kejutan. Salah dua nya adalah terselenggaranya dua gig keren yakni Pesta Pora Sinterklas yang bertempat di Borneo Beer House Jakarta pada 24 Desember kemarin. Di mana pada gig kali itu menampilakan para dewa-dewa peminum dari Malang yakni Begundal Lowokwaru (BL) yang sukses hangover, Morfem yang mempesona -terlebih aksi musisi pendukung (Buluk Superglad) yang nekad naked, Error Crew yang total awesome dan tetap menunjukan gejolak jiwa mudanya, Trendkill Cowboy Rebellion yang kick ass, serta penampilan enerjik bin humoris dari veteran hardcore Ibu Kota yakni Straight Answer.

Dan juga gig Stay Free #2 yang bertempat di Pasar Segar Depok pada 28 Desember. Meskipun gig kali itu sempat terjadi aksi baku hantam antara penonton dengan panitia yang dipicu oleh penonton yang maksa masuk meski tak punya tiket (aduh masih ada saja yah penonton seperti ini). Namun gig tetap berjalan dengan penuh suka cita. Gig kali itu juga bertepatan dengan second strike nya perayaan tujuh belas tahun Straight Answer.

Nah berikut ini kami berhasil mengabadikan moment seru yang terjadi pada dua gig kemarin. So, let's see mate! (AL)

Buluk jadi vokal tamu untuk Morfem di Pesta Pora Sinterklas.

Kartika Jahja menjadi penampil pendukung untuk Error Crew.

Vokalis foto depan mic lah.
(kiri-kanan) Aca Straight Answer
dan Chipeng (Begundal Lowokwaru)

Aca melakukan magic mic di Pesta Pora Sinterklas.

Chipeng yang gontai.

Kapal miring kapten!!! 

Bagol dari Deadness mencoba terbang dengan
bass miliknya di Stay Free #2.

Aang Deal Statement angkat mic, tanda terima kasih untuk malam itu
di Stay Free #2

Kode jari antara Mels Real Project dengan penonton di Stay Free #2.
Hanya mereka yang tau artinya.

**Semua foto hasil jepretan kamera Alfian Putra A. Untuk melihat hasil foto secara lengkap mari kunjungi http://cmonalf.blogspot.com/search/label/Iseng%20Poto

Kamis, 26 Desember 2013

Revolt: "Bring That Beat Back Adalah Motivasi Kami"

Titan Revolt.
Photo by Revolt doc.
Fenomena hardcore yang terjadi di Indonesia pada dekade pertengahan 90-an memicu lima orang pemuda dari Bogor untuk mendirikan sebuah band. Hasilnya pada 1998, ke lima pemuda tersebut mendirikan Revolt. Terinspirasi oleh skena New York Hardcore dan Lost&Found Records. Dan pada tahun 2000, mereka berhasil merilis sebuah demo tape dan satu buah split tape bareng band Bogor lainnya yakni Destruction Out Of Mind (RIP.Red).

Bongkar pasang personil yang terjadi pada kubu Revolt turut menyebabkan perubahan musik secara signifikan. Mereka bantir stir untuk memainkan musik tipikal fast hc/punk dan sempat pula merilis sebuah 4 waysplit bersama Unmistake, Everybody's Enemies dan Scream 7 Shower (Keduanya dari Jepang.Red).

Bayang-bayang kelam akan bongkar pasang personil tidak serta merta menjauhkan dari pandangan mereka. Pada tahun 2008, perubahan personil kembali terulang. Beruntungnya, dewi fortuna kali ini memihak pada mereka dan formasi tersebutlah yang bertahan hingga kini (2013). Titan sebagai vokal, Aip pada gitar, Eric pada gitar, Yermi pada Bass, dan Attep pada drum.

Formasi tersebut unjuk kebolehan dengan menghasilkan sebuah album bertajuk Bring That Beat Back yang di rilis pada pertengahan 2012 lalu.

Sayangnya band yang satu ini tergolong yang jarang sekali manggung. Entah faktor apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Berikut ini Titan akan menjelaskan tentang kendala apa saja yang terjadi pada band yang ia dirikan 15 tahun silam ini. (AL)

Hallo Revolt. Bagaimana kondisi kalian saat menjawab interview ini ? Apa yang baru dari kalian ?
Titan: Halo Alfian! Halo Lemari Kota! kabar kami baik-baik aja, maafkan atas super keterlambatan menjawab interview ini. Hehe... Yang baru dari kami saat ini, kalau akhir tahun ini salah satu gitaris kami, Eric akan menikah, congrats for him!

Kenapa sih beberapa tahun belakangan ini kalian jarang manggung ? Hal apa yang menjadi kendala kalian ?
Titan: Hahaha.. Iya nih, terlalu woles kali kita ya. Selain itu mungkin karena masing-masing personil sudah pada sibuk dengan rutinitas dan keluarganya. Mungkin itu salah satu yang jadi kendala kita. Tapi balik lagi ke awal, kalo kita ngga terlalu woles mungkin semua tadi itu sebenernya ya bisa aja ngga jadi kendala. Haha..

Ceritain dong tentang situasi terakhir gig yang kalian rasakan ?
Titan: Situasi gig yang terakhir kita rasakan itu, saat pas kemarin tur ke Sragen bulan November. Dan ya, Small Gig Great Friends, itu yang dari dulu kita suka banget! Sebuah studio show dengan jumlah audience yang memadati studio, ngga peduli panasnya studio tapi semuanya menikmati aura kebersamaan itu. Dan juga setelah gig selesai pun ga langsung pada pulang, tapi mengobrol sambil ngeteh/ngopi-ngopi bareng. Buat kita, Hc/punk is all about network of friends.

Bicara mengenai album Bring That Beat Back. Seberapa berartinya album tersebut untuk kalian ?
Titan: Sejujurnya title Bring That Beat Back itu sendiri untuk memotivasi kita untuk supaya lebih produktif lagi, ‘Beat’ yang terdahulu pernah ada pada kita, ingin kita kembalikan lagi dengan yang lebih matang dalam materi, tanpa mengurangi spirit itu sendiri tentunya.

Revolt di Stamina Maksimum Vol.3, 2008.
Photo by Revolt doc.

Jika diperhatikan. Musik dalam album tersebut sedikit berbeda dari rilisan-rilisan kalian sebelumnya. Lebih bernuansa crossover/thrash metal jika saya dengar. Hal apa yang membuat warna musik kalian menjadi beda ?
Titan: Iya betul banget. Saat meramu materi album itu kita memang lagi keranjingan dengan album dari Slayer yakni Undisputed Attitude. Semacam ramuan hardcore/punk era 80an yang diracik dengan sentuhan oldskool metal tanpa mengurangi tempo cepat itu sendiri. Play fast or die bray! Hahaha..

Apa saja sih referensi ketika mengerjakan materi untuk album tersebut ?
Titan: Saat pengerjaan materi album itu, kita lagi banyak dengerin Slayer Undisputed Attitude, Bones Brigade, DFA, Minor Threat.

Bicara sedikit mengenai skena hardcore Bogor. Apa yang berbeda dari skena itu sejak kalian berdiri hingga saat ini ?
Titan: Banyak banget yah, kalo di lihat dari sisi teknologi saat ini yang segala halnya cukup gampang didapatkan, beda dengan masa terdahulu kita alami yang sampe pas nemu materi lagu pada kaset mendem juga masih kita paksain rekam. Hahaha.. Tapi kalo di lihat segi positifnya, saat ini semakin banyak banget band hardcore yang rekomended bermunculan. Mungkin karena cukup seringnya hardcore gig yang diadakan. Jadi membuat banyak temen-temen yang ‘tergugah’ pengen ikutan bikin band kali ya. Hahaha... Tapi itu seru banget jadinya. Dengan semakin banyaknya band, selain bisa jadi teman saat tour bareng atau saat bikin gig gak bingung lagi nyari band-bandnya.

Rekomendasikan dong, band-band lokal sana yang saat ini sedang kalian dengarkan ?
Titan: The Kuda (hardcore punk rock 77s), Common Goals (youthcrew hardcore semacam Mindset), Stand Clear (youthcrew hardcore semacam Keep It Clear), Let’s Go (hardcore punk80s), A Curious Voynich (Post Hardcore semacam Counterparts-Defeater), Cause (indiepop semacam Coldplay-Radiohead)


Apa yang kalian ketahui tentang Lemari Kota Webzine ? Tolong berikan sedikit pendapat untuk itu.
Titan: Ya sesuai filosofinya ya, lemari kan biasanya isinya macem-macem tuh, kalo kita butuh sesuatu nyarinya di lemari, nah ini kalo kita butuh segala info perihal dunia 'persilatan' tinggal kita cari aja di Lemari Kota Webzine.

Rencana jangka pendek dari kalian. Apa yang akan kalian lakukan ?
Titan: Semoga awal tahun 2014 nanti, setelah Eric mulai ‘tenang’ kita mau coba meramu beberapa materi untuk album selanjutnya, doakan kami untuk terus produktif yah..

Last words ?
Titan: Stay you! Stay punk!

Selasa, 24 Desember 2013

#youshouldknow | Benigno Anthony

Kalau mendengar nama band ini sering teringat kepada penyanyi dangdut yang namanya hampir mirip, yah Benigno juga. Tapi yaudah lupain deh intermezzonya. Langsung saja nih perkenalkan empat anak muda kota hujan (baca: Bogor) yang mengawali semua potensi mereka, dengan skill prima. Mengusung Metalcore yang sangat kental dengan aroma Melodic Death Metal juga sedikit kadar Thrash Metal. Seperti layaknya mencampur adukkan As I lay Dying, Lamb of God , Opeth Hingga Metallica.

Band yang digawangi oleh Damar pada Vokal, Kiki pada Gitar, Ola pada Bass, dan Ade pada Drum ini sudah menelurkan sebuah full album nya yang ber title "Logically Unlogical Logic" pada 28 Oktober silam. Direkam satu tahun lamanya sejak Juli 2012 hingga Juli 2013 di studio rekaman paling terkenal di Bogor yaitu Xumber Makmur Studio. Pendistribusian nya pun sudah hampir merata di seluruh kota, awesome. Dan yang terakhir mereka telah mengupload official video clip dari salah satu single di album Logically Unlogical Logic yaitu "As Due Forever", luar biasa! (Fauzan)

A Curious Vonich Siap Dengan Debut Mini Album

Skena hardcore punk Bogor sedang pada masa subur–suburnya, karena banyak sekali band dari kota ini yang merilis EP atau Full Album nya. Dan tidak ketinggalan band yang cukup mengkilap namanya di tahun 2013 yaitu A Courious Voynich. Mereka akan menelurkan debut EP nya yang akan dirilis oleh Hujan! Rekords.

Band yang diotaki oleh dua orang lama di skena hardcore punk kota hujan yaitu Gustmar Helmy dan Dito Budrianto. Menariknya adalah rilisan fisik perdana dari Hujan! Rekords. Yang diketahui bahwa sebelumnya Hujan! Rekords adalah sebuah netlabel (label digital.Red).

Walaupun sedang dalam masa hiatus karena gitaris mereka Dito Budrianto sedang tinggal di luar negeri, A Courious Voynich akan tetap menendang pantat kalian semua dengan nuansa post hardcore yang kental. Kabarnya akan ada 2 format berbeda yakni reguler dan deluxe rilisan kali ini. So, kita tunggu saja. (Fauzan)

Persembahan Let's Go Di Penghujung Tahun

Setelah sempat dibahas pada segmen You Should Know di awal bulan lalu. Kali ini rookie oldschool hardcore punk asal Bogor yang berkolaboratorkan Novan, Indra, Ijey, dan Kimeng akan rilis EP perdana mereka yang diberjudul EP 2013 pada minggu terakhir 2013. Sungguh rilisan berbahaya karena kalau meleset sedikit bakalan ganti judul EP tuh kayanya. EP yang dirilis oleh Alternaive label ini sudah membuka pre-order, karena rilisan ini terbatas, so grab it fast aja langsung dikontak ke 08888249520 atau 3167ADEC. (Fauzan)

Senin, 23 Desember 2013

Tanah Dirampas Perhutani, Warga Diintimidasi dan Mengungsi

Kasus pertanahan sepertinya masih tak hilang di Kabupaten Blora. Setelah kasus dugaan penggelapan lahan bumi perkemahan Bentolo di Tinapan, Todanan kali ini muncul lagi dugaan kasus perampasan lahan warga oleh pihak Perhutani di Dukuh Jambeyan, Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung.

Dalam laporan tertulisnya, seorang warga bernama Suwono (68 tahun) menyatakan keberatan atas hilangnya tanah garapannya. Padahal tanah tersebut sudah digarap selama puluhan tahun dan membayar pajak. Perampasan tanah ini dilakukan oleh petugas Perhutani KRPH Bogorjo Asper Tanggel KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora bersama Kadus dan Ketua RT.006/RW.004 Dukuh Jambeyan. Menurut keterangannya tanah tersebut adalah warisan dari nenek moyang dan orangtuanya yang bernama Surohardjo Samidjan (Alm) yang sudah menjadi hak atas namanya.

Surat laporan tertanggal 1 Desember 2013 tersebut ditujukan ke Bupati Blora dengan tembusan Camat Randublatung, Kepala Desa Tanggel, Kapolres Blora, Kapolsek Randublatung, Danramil Randublatung, DPRD Blora, LSM Blora dan Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asazi Manusia) yang diantar sendiri ke Jakarta dengan bukti tanda terima. Dari kronologis yang dibuat, inti dari surat tersebut adalah memohon agar para penegak hukum segera menyelesaikan permasalahan yang ada. Tuntutan warga yaitu pengembalian hak atas tanah garapan kepada para petani seperti sediakala.

Dari sekitar lebih kurang 5 (lima) hektar luasan lahan yang diserobot Perhutani ada 12 orang pemilik lahan, di antaranya adalah Radi, Dami, Kohar, Wadi, Winarto, Jarum, Warni, Joko, Mitro, Broto, Lasinah dan Suwono sendiri.

Pal-pal untuk tanda batas pun sudah tidak pada tempat asalnya, dari lokasi awal di perbatasan dipindah masuk dan ditanam di tanah pemajakan lahan garapan warga sejauh kurang lebih 50 meter.

Bahkan menurut keterangan dari Suwono sebagai pelapor, semenjak ia melaporkan kejadian ini, warga yang ikut menggarap sawahnya

diintimidasi pula oleh seorang mantri KRPH Tanggel bernama Hadi yang melakukan ancaman bahwa “Sawah tersebut tidak boleh digarap, dan bila tetap digarap, (petani penggarapnya) akan dilaporkan dan dikecrek oleh polisi.” Kejadian itu pada hari Sabtu, 23 November 2013.

Rumah yang ditinggali bersama istrinya pada malam hari pun diteror ‘orang tak dikenal’ dengan lemparan batu-batu di genting rumahnya hingga menyebabkan shock dan kerusakan atap rumah. Untuk menyelamatkan diri, istrinya mengungsi ke rumah tetangganya, dan keesokan harinya bersama hewan peliharaannya dibawa mengungsi ke rumah saudaranya di daerah Jati (Doplang), trauma hingga jatuh sakit.

Saat ini Pak Suwono beserta warga Dukuh Jambeyan, Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung menunggu keseriusan penanganan dari para penegak hukum di Kabupaten Blora untuk melindungi hak hidup warga dan petani atas tanah garapannya.

STOP PERAMPASAN TANAH WARGA OLEH PERHUTANI RANDUBLATUNG, KABUPATEN, BLORA, JAWA TENGAH!
STOP MANIPULASI, INTIMIDASI DAN KESEWENANGAN APARAT!!
SOLIDARITAS UNTUK PARA PETANI BLORA SELATAN!!!

(Sumber)

Rabu, 18 Desember 2013

Video of Today: M.I.L.F. (Live at One Studio)

Ictus: Siluman Asal Spanyol Yang Mengesankan

Band yang satu ini memang gila dan tidak tertandingi. Dengan durasi musiknya yang "tidak lazim". Kenapa tidak lazim? Karena durasi lagu yang lama sekali. Ada beberapa lagu mereka yang berdurasi belasan menit dalam satu lagunya dan satu lagu mereka yang berjudul "Imperivm" berdurasi sampai tiga puluh sembilan menit. Apa tidak gila ?

Kombinasi musik cerdas yang dikemas dalam satu lagu, tentunya gak gampang diciptakan. Dengan konsep yang sangat berlebihan band ini memadukan unsur neo crust dengan death metal dipadu lagi dengan unsur post dan experimetntal. Lengkap part-part ala metal dan singkut ketukan drum 3/1 ala d-beat/crust eropa, namun agak cepet ini. Dan gak sekedar ketukan 3/1 nya saja, sewaktu-waktu merubah ketukan menjadi ketukan ala metal dan ga jarang lagi sang drumer juga meng-grinding drumnya.

Yang anehnya lagi band ini ya benar-bener siluman alias susah dicari (Ya lama kelamaan sih kalau mau berusaha yah dapet video-videonya). Dan pada lirik pun mereka membahas tentang kemirisan atas perlakuan orang-orang yang tidak betanggung jawab yang telah merusak alam atau hutan dan penembakan atau peng-eksekusian hewan secara tak logis pada lagu "Los Retos De La Esfera". Membahas pertempuran atau perang yang mengakibatkan rusaknya keindahan alam, bumi, hutan-hutan, harapan dan kehidupan mahluk pada lagu "Sed De Venganza". Menyentil kelasahan sistem (tanpa sadar) negara yang di perlakukan oleh penguasa yang selalu memputar balikan fakta, Penyamaran , fundamentalisme, kapitalis, menjadikan orang-orang (rakyatnya) seperti keledai, menginjak-injak dan membahas masalah ekonomi, rezim teror dengan mengorbankan kebebasan warga negara, polarisasi dunia selama Perang Dingin, dan menyinggung Amerika yang telah memulai perang salib untuk kepentingan ekonomi. Pemaksaan politik dan mencari bahan baku. Mereka telah menciptakan perang, disabotase pendanaan dan mempertahankan masyarakat demokratis. Rezim teror dengan mengorbankan kebebasan warga negara.

Bagaimana bisa memaafkan penolakan untuk reunifikasi Jerman pada tahun 1952 yang kerusakan lingkungan dan manusia dalam konflik di Indocina serta mendukung dukungan politik dan logistik kepada rezim-rezim diktator di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika. Polarisasi dunia selama Perang Dingin . Provisioning kelompok paramiliter dan regu kematian menentang pemerintah demokratis atau populer dilembagakan . Konvensional Terrrorismo . memblokir ilegal dan tidak manusiawi ke Kuba dan Irak. Kebijakan dukungan tanpa syarat, ekspansionis pemerintah Israel di Palestina. Penggunaan senjata nuklir melawan Jepang. Pada lagu yang berjudul "Imperivm". Harapan dan usaha untuk menemukan suatu titik jalan terang dari suatu ruang lingkup yang selalu memaksakan (menindas) naluri dan ilusi pada lagu "Letra De Hilos Que Sujetan El Mundo".

Dalam blog yang mereka kelola pun membuat dokumentasi yang menyinggung masalah krisis global yang diceritakan oleh Matt Damon. Ditembak pada lokasi di Eropa, Amerika, dan Asia seperti Amerika Serikat, Islandia, Inggris, Perancis, Singapura, dan China.

Kelima personil di band ini, yang patut di lihat yah bassisnya -seorang wanita. Mereka pun salah satu band yang mempunyai pergerakan juga, seperti animals right/leberation animal dan meraka menjalani pola serta gaya hidup vegetarian/vegan juga. (David)





The End Of State: Kegelapan Baru Paris Van Java

Selain Imperanium, pada awal 2013 ini kembali dikejutkan lagi oleh The End Of State, salah satu band Bandung. Band yang cukup membuat saya ngiler untuk bikin band semacam ini. Banyak variasinya, dengan konsep yang sangat cerdas. Harmonis namun gahar dengan karakter musik yang padat. Lengkap dengan suara vokal yang saling sahut-sahutan. Kalau mendengarkannya berasa kembali mendengarkan band-band asal Eropa sana. Seperti lagu "You Are Not Realize That Your President is Dead", pada awalannya semacam Ekkaia dan pertengahan waktu drumnya nge-blasting sudah seperti Axidance. Simak pula "Mereka Kira Kami adalah Kiamat" yang mantap, perpaduan aransemen musiknya terdapat part-part yang dibuat menyerupai Ictus dan ketukan drumnya yang 1/1 dan kocokan gitarnya pun semacam metal. Pokonya Ictus banget. Btw, saya mau dong demo fisiknya dan ditunggu lagu baru nya, ya akang-akang yang manis. (David)



Rabu, 11 Desember 2013

Morally Straight ‘Normalitas’ CD (Presure Records, 2013)

Biasanya band hardcore itu selalu ingin menampilkan image jantan, seram, dan macho hampir di setiap celah yang ada pada diri-nya. Hal yang sebaliknya justru terjadi dalam sebuah mini album milik unit oldschool hardcore asal Bandung yang satu ini, Morally Straight. Cover album mereka dominan pink, yang sebagian besar diasosiasikan sebagai warna-warna kasmaran dan penuh cinta.

Benar saja. Putar rotasi cakram padat berisi 5 tracks tersebut lebih dulu maka pendengar akan segera merasakan kasih sayang yang mereka balut dalam alunan oldschool hardcore yang enerjik. Tengok saja seperti pada track “Normalitas”, mereka mencoba menyebarkan benih-benih toleransi terhadap semua manusia dan mencoba menegasikan ‘siapa yang normal dan siapa yang tidak normal’. Mereka-pun mencoba mengajak pendengar untuk memerdekakan diri sendiri dan terlepas dari segala bentuk-bentuk titah yang diciptakan oleh orang lain yang seolah baik untuk diri kita yang mereka sampaikan melalui track “Stop It!”.
Lihat pula bagaimana cara band yang satu ini untuk memotivasi pendengar agar lebih percaya pada diri serta kemampuan diri sendiri yang mereka tuturkan pada track “Fairytale Kingdom”. Mereka pun mencoba bersikap bijak melalui track “Walk Me Out Of Here” dengan menyatakan bahwa perseteruan dalam scene yang berlomba menyatakan ‘siapa yang paling superior’ adalah sesuatu yang nihil esensi. Semuanya ditambah dengan cover song milik We The Peolple bertajuk “parTai Politik” yang semakin menjadikan album ini adalah album yang penuh dengan rasa kasih sayang dan cinta akan diri sendiri, kehidupan, dan scene.

Direkomendasikan untuk kalian yang gemar mendengarkan Hooded, Feel the Burn, Better Than a Thousand, Get The Mosh, dan sejenisnya. (AL)

Suara Anwar Congo Dalam Lagu Terbaru Mooseo

Lagu terbaru dari unit punk rock nyeleneh asal Bandung, Mooseo. Lagu dengan judul "Reuni Penjahat (ngeri)" ini sebelumnya telah dirilis terlebih dahulu. Namun dalam kualitas yang masih raw. Kini mereka merilisnya dengan kualitas yang lebih bagus dari sebelumnya. Lengkap dengan penambahan sampling suara Anwar Congo dari film dokumenter The Act Of Killing.

Lagu tersebut menjadi pemanasan sebelum mereka benar-benar merilis penuh album terbaru yang diberi judul Punk Percontohan. (AL)

Feel The Burn Akan Menggelar Launching Party Untuk EP Terbaru

Kuintet old school hardcore asal Jakarta, Feel The Burn, merilis sebuah mini album yang berisikan tiga buah lagu. Di rilis dalam format CD dan hadir dalam jumlah yang terbatas pada awal bulan Desember ini.

Melalui akun resmi di Twitter, mereka mengabarkan sedang mempersiapkan launching party untuk mini album tersebut. "Yo! rencana kita bakal bikin acara Screaming At The Rain EP Release Party di DS Studio Bekasi, Sabtu 18 Januari 2014," kicau mereka pada 10 Desember kemarin. Beberapa band seperti No Request, The Jinx, Tepi Lurus, Common Goals, dan Out Defence didaulat sebagai band pembuka pada pesta rilis nanti.

Sementara itu, mereka menggratiskan "Screaming At The Rain" -satu lagu dari tiga lagu yang ada. Lagu tersebut dapat segera diunduh melalui akun resmi di Reverbnation mereka. (AL)

Sabtu, 07 Desember 2013

Laporan Mata Bergoyang Bersama Total Jerks

Meski diisi dengan line-up yang cukup mumpuni nyatanya tidak membuat Porsea Studio yang terletak di Sawangan-Depok menjadi ramai. Jika bisa diperkirakan, hiruk pikuk malam itu tercipta berkat para penampil serta rombongannya dan sisanya barulah individu-individu yang memang berniat untuk menyaksikan.

Kondisi tersebut berdampak pada dinginnya crowd. Jarang terjadi aksi pogo kecuali pada beberapa band. Outlive dan Limerence yang didaulat menjadi pembuka, tampil bergantian. Di sinilah baru, profesionalitas band di uji. Meski tampil di hadapan kurang dari dua puluh orang. Mereka tetap menyuguhkan penampilan terbaik. Alih-alih malas-malasan, mereka justru begitu bersemangat.

Begitu juga dengan The Spikeweed, trio ramonescore dari Jakarta yang sudah dua kali bertandangan ke Porsea. Meski tidak mendapatkan respon balik yang begitu panas ketimbang pertunjukan pertama. Mereka tetap tampil optimal. Walaupun tetap saja raut wajah kikuk tidak bisa disembunyikan. Rentetan tembang dari album Psycho Drama digelontorkan, lengkap dengan beberapa tembang cover milik Ramones.

Hal serupa terjadi pula pada penampilan trio post-hardcore asal Jakarta, Vague dan kuartet punk rock 77 asal Bogor, The Kuda. Meskipun jumlah penonton meningkat ketika mereka tampil secara bergiliran. Tetap saja penonton masih dingin. Sepertinya penonton cukup hanya dengan memperhatikan bagaimana Yudhis (gitaris Vague) bersenang-senang dengan gitarnya ataupun ketika Adipati (vokalis The Kuda) sibuk meracau sendirian.

Seperti yang dikatakan pada paragraf awal: aksi pogo hanya terjadi pada beberapa band. Suasana pecah ketika CBA tampil. Band hardcore/punk/rock satu ini memang langganan gig di Porsea dan Depok pada umumnya. Suatu hal wajar apabila crowd sedikit bergejolak ketika mereka tampil. Crowd pecah pun ketika veteran punk rock ibu kota, Antiseptic tampil. Mungkin ini adalah crowd tergila malam itu, karna penonton tak henti-hentinya untuk melakukan pogo, sing along, hingga crowd surfing.

Malam yang dingin itu ditutup oleh penampilan enerjik Ricky Cs. dalam Total Jerks. Mereka membawakan semua materi yang ada di demo pertama lengkap cover song milik Black Flag. Kehadiran Total Jerks tidak berbeda jauh dengan band-band sebelumnya. Penonton nampaknya terkesima dengan aksi liar Total Jerks yang kali itu tampil tanpa diperkuat gitaris Cemung yang digantikan oleh Zamalik dari CBA. (AL)

Limerence

The Spikeweed

CBA

Adipati dari The Kuda

Mels (depan) dan Rio (belakang)
dari Real Project

Ricky dari Total Jerks

Segera Beredar Another Space #3


Another Space adalah zine musik yang cukup informatif. Mereka mengulas berbagai berita mengenai musik dan seni. Tidak seperti media pada umumnya, mereka banyak mengulas band-band berkualitas yang sayangnya luput oleh media "besar". Terbit sejak Juni tahun ini, kini mereka sedang mempersiapkan edisi ketiga yang rencananya rampung pada bulan Desember ini. Namun jika di antara pembaca ada yang tertarik untuk berkontribusi, silahkan langsung hubungi kontak yang tersedia pada flyer di atas. Dan satu lagi yang perlu diingat, Another Space adalah media cetak dan bukan online. Sekian.

Jumat, 06 Desember 2013

#youshouldknow | Let's Go!

Terbentuknya Let's Go dikarenakan obrolan para personil yang kebetulan sudah berteman lama, yaitu Novan (vocal) & Ijey (gitar) yang sudah berteman sejak kecil. Disusul oleh Indra (bass) yang ternyata memiliki passion intens mengobrol tentang musik, hususnya punk rock. Kimeng (drum) memiliki selera musik yang sama dan akhirnya “nyambung” satu sama lain.

Masing-masing personil memiliki band yang berbeda awalnya. Ijey berada di dua band Hardcore Straight Edge, yaitu TakeXOneXStep dan Tepi Lurus, Indra bermain bass di band punk D.O.S, Novan ini dikenal dengan band hardcore punknya NoDeal, dan Kimeng bermain drum juga di band modern hardcore Crazy Talk.

Karena merasa cocok pada bulan Juli 2013 Let’s Go Terbentuk, lima lagu baru yang lumayan berisik dibuat dan rampung dalam waktu dekat. Genre musik yang dimainkan tidak jauh dari Hardcore Punk, namun dalam ranah yang lebih “suka – suka” yang terpenting adalah merasa suka ketika memainkannya.

Nama Let's Go sendiri berasal dari “celetukan” Novan, yang ia artikan sebagai sebuah ajakan “semangat”. Dan karena kebetulan sebagian besar dari personil Let's Go mengidolakan Rancid yang sempat menamakan salah satu albumnya dengan judul Let's Go dan Ramones yang menggunakan kata tersebut dalam “Hey Ho Let's Go”.

Di bulan Agustus 2013 Let's Go memutuskan untuk masuk studio rekaman, sebulan penuh adalah waktu yang diperlukan untuk merampungkan materi rekaman. Indra memiliki peran penuh untuk mengatur seluruh teknis rekaman, dibantu oleh Edu (operator rekaman Xumber Maxmur Studio). Proses mixing pun diatur oleh Indra dibantu oleh Norman (Nine studio). Proses tersebut ditujukan dengan maksud segala sesuatunya dikerjakan sendiri.

Di tengah proses rekaman tersebut Let's Go merilis merchandise t-shirt sendiri dan bertujuan menggunakan hasil dari penjualan merchandise tersebut untuk merilis lagu – lagu yang sudah direkam dalam bentuk cd/kaset. Namun ternyata di tengah jalan sebuah label distribution bernama Alternaive bersedia untuk membantu merilis album pendek pertama dalam bentuk kaset. Sedangkan hasil penjualan t-shirt yang tadinya akan digunakan untuk produksi rilisan fisik dialihkan untuk merekam materi baru yang akan dilakukan awal tahun 2014.

Berikut adalah preview lagu yang akan dirilis dalam album pendek berjudul E.P 2013. Track pamungkas yang berjudul “Spirit” ini dibantu proses mixing oleh salah satu kawan baik Let's Go, yaitu masboi Aris Nugraha dari Terapi Urine. Fasten your seatbelt, here’s the new hardcore punk unit from Bogor, Let's Go! Enjoy!

https://twitter.com/LETSxGO

https://www.facebook.com/LETSXGO

Evolusi We The People Menjadi Tukang Rebutan

Sebuah evolusi musik terjadi pada We The People. Band asal Bandung ini sebelumnya dikenal sebagai band oldschool hardcore melalui debut album mereka It's The True Reality. Belum lama ini mereka meluncurkan single terbaru berjudul "Tukang Rebutan" yang bernuansa post-hardcore. Menggiring ingatan akan Rites Of Spring, Fugazi, The Nation Of Ulysses, dan sejenisnya. Single terbaru tersebut rencananya akan menjadi sebuah langkah baru bersama Ancaman Records yang akan merilis full album mereka. Belum jelas, kapan mereka akan segera merampungkan album tersebut. Tidak ada salahnya untuk menunggu. (AL)

Floco, Sonata, Ninja Hattory, Dan Obsesif Kompulasif Akan Rilis Proyek Split Bersama

Kabar gembira untuk para pendengar setia grindcore/thrashcore karena dalam waktu dekat ini akan segera rilis sebuah 4 ways split bertajuk 4 The Eyes Of Blast Beat antara Floco, Ninja Hattory, Sonata, dan Obsesif Kompulsif. Proyek split ini rencananya akan di rilis dalam format kaset oleh Tarung Records yang berkoaliasi bersama Movement Records. Dilansir dari halaman resmi Tarung Records di Facebook, mereka mengabarkan bahwa split ini sudah bisa dipesan terhitung hari senin mendatang (9/12). Pastikan bahwa kalian memiliki satu. (AL)


Free Streaming: Kontrasosial Vol.4

Sebuah album terbaru milik kuintet d-beat/crust/punk asal Bandung bertajuk Kontrasosial Vol.4 sudah bisa diakses secara gratis terhitung hari ini (6/12).

Dalam album kali ini berisikan tujuah lagu dengan total durasi mencapai empat belas menit. Penasaran ? Seperti apa warna musik mereka sekarang ini. Langsung saja klik tautan di bawah ini. (AL)


Rabu, 04 Desember 2013

Revenges Records Rilis Album Dari Proyek Lain Drummer Magrudergrind

Sick Fix, band hardcore/punk asal Washington D.C/Baltimore resmi mengkonfirmasi rilis cassette tape bersama Revenges Records beberapa bulan lalu. Tidak asing bagi mereka yang sering mendengar Coke Bust atau Magrudergrind karena salah satu dari mereka, Chris Moore, bermain di Sick Fix.

Terpengaruh musik musik cepat dan intense seperti Infest,Health Hazard, dan Ripcord yang cukup menghentak telinga, mereka merilis album Vexed dalam bentuk 12” oleh salah satu records terkenal di luar sana A389 Records.

Dan mulai hari ini kami resmi, dan tidak ada pemalsuan dalam merilis album mereka Vexed dalam bentuk Cassette Tape dengan jumlah yang terbatas dan hand-numbered . Go Grab it !

Senin, 02 Desember 2013

V/A. IMPOSSIBLE TO GIVE IN (Mass Hysteria Records, 2013)

Kompilasi ini menjadi semacam peta skena hardcore hari ini dengan menampilkan sepuluh band lintaskota: Lemah Syahwat (Batu), Stay On (Padang), Feel The Burn (Jakarta), Last Victim (Salatiga), Lose Your Self (Malang), Real Project (Depok), The Shantoso (Sidoarjo), Stand Clear (Bogor), Reunion (Samarinda), dan Project Struggle (Batam).

Meskipun dari segi style, masing-masing band menyajikan hardcore yang relatif hampir tak jauh berbeda- mayoritas di dominasi oleh youth crew hardcore era 80an akhir, 90an, dan 2000 awal. Bukan berarti kompilasi ini membosankan. Tentu kompilasi ini masih layak simak, melihat beberapa band hadir dengan kualitas rekaman yang cukup mumpuni.

Namun sayangnya, style yang hampir seragam ini diikuti pula oleh tema lirik yang serupa. Sepertinya masih banyak hal yang dapat dituangkan dalam sebuah lagu daripada terus berkutat pada tema-tema klise: brotherhood, unity, dan pride. Bukan maksud mencoba sinikal. Tidak ada salahnya melakukan eksplorasi tema dan sedikit keluar dari pattern yang ada.

Terlepas dari dua hal yang telah disinggung pada paragraf atas. Kompilasi ini tetap menjadi sesuatu yang layak didengar. Dapat menjadi pematik semangat di hari mu yang melelahkan. (AL)

CD ini bisa didapatkan dengan cara menghubungi :

Twitter: @MASSxHYSTERIAA
Telp: 085214043604 / 081555777182

Kamis, 14 November 2013

Cerita Tabling Food Not Bombs Chapter Ponorogo

Photo by Rifky doc.
Aktivisme non-music seperti Food Not Bombs (FNB)  ini memang cukup familiar di kalangan penggiat skena hardcore/punk tanah air. Gerakan seperti ini sudah masuk ranah lokal sejak awal 2000-an dan dilakukan hampir dibeberapa kota secara terpisah dan tak tersentralisasi. Siapa saja berhak mengorganisir kampanye FNBnya sendiri. Tidak perlu komando. Tidak perlu persetujuan siapa-siapa.

Seorang teman dari Ponorogo, Rifky namanya, bersama teman-temannya menggelar tabling FNB. Tabling tersebut sudah berjalan sebanyak empat kali. Dan terakhir mereka melakukannya pada bulan Oktober kemarin. (AL)

Mungkin sedikit sejarah tentang FNB chapter Ponorogo ?
Mengenai sejarah tentang FNB Chapter Ponorogo sendiri saya hanya mengingat bahwa awal mulai terbentuk sekitar pertengahan 2012. Kami memulai tabling pertama di bulan Juni 2012. Tak bisa dipungkiri bahwa budaya ikut-ikutan merupakan awal kami memulai itu semua. Namun kami tidak hanya meniru saja, rasa penasaran membuat kami ingin mengorek lebih jauh tentang apa itu makna dari FNB lebih jauh lagi. Sejauh ini sudah 4 kali tabling yang kita buat dan yang paling anyar 13 Oktober 2013 kemarin kembali kami gelar.

Oh yah bisa ceritakan tentang jalannya tabling Food Not Bombs kemarin ?
Untuk jalannya tabling kemarin (13/10) saya rasa berjalan cukup lancar dan mulus, walau banyak dan beranggapan bahwa ini acara amal seperti yang digelar oleh para tim sukses parpol atau lembaga amal lainnya. Yah banyak memang yang menganggap demikian, namun kami coba menjelaskan kepada mereka yang masih bingung dengan apa itu FNB sembari menyebarkan literatur fotokopian tentang makna dan sejarah tentang FNB secara global.

Menu apa saja yang kalian sajikan ? Bisa ceritakan proses produksi dari menu-menu tersebut ?
Untuk menu tabling terakhir kemarin kami menyajikan menu nasi pecel dengan kering tempe serta lauk tempe goreng dan kerupuk bawang. nyam nyam…. Sederhana namun mengena dan kami tidak mau ribet. Untuk menu sendiri kami pilih lebih sederhana dari tabling yang sebelumnya karena mengingat agenda yang akan kami akan lakukan di tabling kali ini cukup banyak (spt: sablon benefit, pembuatan kolase, stensil, serta bersih-bersih lingkungan).

Untuk proses pembuatan makanan untuk tabling kami mulai dengan sweeping di pasar tradisional dengan mengerahkan beberapa teman yang kami pecah menjadi beberapa kelompok di mana di kelompok itu terdiri dari 2-3 orang. Masing-masing kelompok diberikan daftar buruan sayur yang akan kami gunakan sebagai bahan dasar untuk masak memasak di keesokan harinya. Kami masih menggunakan trik swasembada dimana bahan yang akan digunakan didapat dari donatur yang ada dipasar dan itu pun kalo mereka mau, kalau toh tidak mau kami pun sebisa mungkin menutup kekurangan bahan dengan biaya kolektif dari teman-teman sendiri. Semisal untuk minyak,tempe, kayu bakar, dan gas elpiji untuk memasak kami gunakan biaya patungan. Dan kebetulan kami masih mempunyai dana kas untuk pengadaan tabling ini sendiri. Untuk beras sebagai bahan dasar pembuatan nasi kami biasanya di kondisikan membawa sendiri beras dari rumah. Selanjutnya kami masak semua sebagai pelengkap sayur yang didapat. Tak lupa bahan bumbu dapur pun kami rampok dari rumah sendiri agar citarasa kenikmatan masakan lebih nendang tentunya. Setelah semua bahan memasak siap untuk di olah kami pun memulai prosesnya secara bersama-sama.

Untuk tempat memasak sendiri kami menggunakan rumah salah satu teman yang rela untuk dijadikan dapur umum semalam suntuk, biasanya kami memasak dari tengah malam hingga fajar menjelang karena seperti kebanyakan tabling yang kami gelar dilakukan pada pagi hari sampai siang.

Photo by Rifky doc.
Kalian mengadakan tabling tepat di Taman Kota Ponorogo. Bagaimana proses birokasi di sana ? Apakah menghambat atau justru sebaliknya ?
Tabling kali ini sebenarnya berpindah tempat dari rencana awal yang kami gelar di Taman Kota dipindah di depan gedung Badminton Ponorogo. Tempatnya sendiri tidak jauh kok dari venue awal. Hal ini kami lakukan karena di Taman Kota sendiri secara tiba-tiba direnovasi dan terpaksa kami harus mengalah dan pindah lokasi untuk mencari spot yang paling pas sebagai acara tabling ini. Untuk birokrasi tempat tabling sendiri selama ini tidak mengalami kendala apapun. Kami tidak pernah memakai ijin tempat dan layaknya segerombolan yang ilegal, kami secara spontanitas menggelar dan membereskan semua item perlengkapannya.

Bagaimana respon orang-orang sekitar lokasi kalian menggelar tabling ?
Respon masyarakat sekitar tentu saja masih awam mengingat acara ini belum sepopuler dan dikenal banyak kalangan seperti di kota besar di Indonesia. Memang inilah yang harus kami lakukan untuk mengenalkan dan berbagi dengan semua orang, namun dalam konteks ini berbagi bukan lah hanya memberikan sesuatu tanpa ada maksud tetapi juga sembari belajar dan bersenang-senang.

Gerakan FNB ini berawal dari sikap anti-perang dan nuklir di USA sana. Lantas adakah relevansi nya terhadap gejolak sos-pol lokal ? Apakah ada issue yang menyebabkan tabling kemarin terealisasi ?
Jika menarik garis besar definisi sejarah FNB sendiri tentu ada. Atas dasar kemuakan kami tentang tetek bengek acara amal dan partai politik yang akhir-akhir ini marak dilakukan di berbagai tempat. Kali ini FNB yang kami gelar bisa dibilang merupakan sebuah aliansi dimana pergerakan semacam ini adalah langkah awal dalam melawan birokrasi sosial politik lokal.

Saya pernah mengadakan tabling FNB untuk chapter Depok. Namun dari tabling tersebut tak sedikit yang masih menganggap bahwa FNB ini tak bedanya seperti gerakan amal. Menurut mu apa yang membuat FNB ini berbeda dari gerakan amal (karna jika dilihat secara awam, konteksnya sama yakni berbagi) ?
Memang sekilas gelaran tabling FNB hampir mirip dengan acara amal yang sering digelar oleh para sukarelawan. Saat sweeping di pasar pun ketika kami mencari bahan mentah seringkali pedagang juga mengira bahwa ini pasti acara amal. Memang susah untuk menjelaskan, tetapi point yang bisa digaris bawahi adalah ini bukan seperti acara amal yang mengharapkan pahala setelah memberi. Tetapi ini adalah sebuah agenda yang mengasyikkan dimana tidak ada paksaan ataupun birokrasi dari organisasi politik yang membuat kita merasa terkekang. Tabling FNB sendiri juga biasanya di barengi dengan agenda yang berbeda dengan acara amal (semisal workshop sablon/gigs/lapak gratis dll).

Photo by Rifky doc.
Adakah goal yang kalian harapkan dengan adanya tabling FNB ini ?
Tentu ada, untuk pencapaian akhir bagi kami sekarang mungkin interaksi dengan masyarakat menjadi hal yang sudah cukup berarti. Hal ini sudah menjadi trend positif dan kedepan kami berharap bisa mengajak lebih banyak orang lagi untuk bergabung dalam gelaran tabling karena pada dasarnya semua orang bisa bergabung dan tidak hanya terfokus pada lingkup terbatas.

Menurut mu seberapa perlukah tabling FNB itu sendiri ?
Untuk perlu atau tidaknya diadakan tabling FNB sendiri itu adalah pendapat dari masing-masing saja. Kalo dari teman-teman disini acara tabling ini sangat positif sebagai kegiatan yang harus dilakukan walaupun tidak harus rutin. Ini adalah suatu wacana atau tempat dimana kami bisa saling berinteraksi langsung dengan masyarakat luas dan pembelajaran ini bisa membuat kami lebih akrab dengan teman satu dan lainnya. Untuk kedepannya tabling FNB di Ponorogo sendiri akan kami gelar ketika saat itu adalah benar-benar waktu yang tepat untuk kami.

Untuk ke depannya. Apakah tabling ini akan di buat berkala ?
Tentu saja tidak berkala karena ini bukan awal tujuan kami menggelar tabling, bisa saja kami menggelar tabling ini besok atau hari ini. Jadi intinya selama kami bisa meluangkan waktu untuk menggelar tabling maka bisa saja kami gelar kapan saja. Kami hanya perantara saja yang dimana semua bisa bergabung dan membuat tabling ini sendiri.

Terakhir, ceritakan sedikit tentang Ponorogo (khususnya skena punk/hardcore nya).
Kota Ponorogo sendiri merupakan kota yang dimana semua masih diselimuti keterbatasan. Terletak di daerah pelosok di sekitar jawa timur, kecil memang tapi semangat yang ada tetaplah menggelora dan ini tak kan padam hingga entah kapan. hahah (ga jelas)... Skena hardcore/punk disini cukup nelongso. Perkembangan disini sebenarnya tiap waktu mengalami peningkatan namun peningkatan disini masih dalam step yang minim. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya minat dari regenerasi yang ada. Entahlah susah untuk dijelaskan skena di kota saya. hahaha...

Photo by Rifky doc.
Untuk sekarang memang banyak sekali bermunculan band baru, namun band baru itu hanya diisi oleh beberapa orang yang sudah mempunyai band tetap dan bisa dibilang itu itu saja. Walau cuma diisi oleh sedikit orang dan segelintir saja yang bertahan namun jangan pernah anggap remeh kota ini. Kami masih aktif sampai sejauh ini dan saya rasa perubahan dari waktu yang lalu menyongsong kesini sudah terlihat lebih baik. Ini terbukti dengan banyaknya tour band dari interlokal maupun lokal yang sudi mampir kesini (mungkin CBA ada rencana mau mampir ke desa kami, boleh kok).

Ada juga pergerakan lain dari yang dulunya cuma nongkrong, bengong, mabuk, dan lainnya kini mau untuk mempelajari dan bertanya tentang ini itu dan pastinya perubahan ini sangatlah baik walaupun pelan namun pasti. So far so good lah. Kalo kamu maen ke Jawa Timur, kamu kudu mampir kesini nih.

Last words Rifky!
Tetap sehat. Tetap bugar dengan makanan sehat, tapi ingat makanan sehat ga selalu mahal lo yaahh. Jangan lupa ngopi dan nikmatilah hidupmu.

No One Cares: Wild, Stupid, Cool, And Based On Reality

Photo by NOC doc.
This Is Curse adalah album paling berkesan untuk saya pribadi, setidaknya pada tahun 2011 lalu. Sampai sekarangpun demikian. No One Cares merefleksikan karakteristik orang Sumatera yang tangguh, melalui musik yang mereka sajikan dalam album tersebut. Mereka itu liar, nakal, kira-kira begitulah premisnya. Alih-alih menakutkan, band yang terbentuk sejak 2009 ini justru menyenangkan.

Dan pada kesempatan kali ini Lemari Kota berhasil mewawancarai mereka, diwakili oleh sang vokalis Ito. Dengar-dengar mereka lagi mempersiapkan album terbaru nih. Penasaran jadinya. Seperti apa yah ??? (AL)

Apa yang kalian lakukan di luar band ?
Di luar band kami tidak banyak smelakukan apa apa terpaksa menjadi normal di jam jam tertentu dan terkadang living a dream sport, shopping, cliff jump, weed, religious semua yang terlintas di otak.

Apa kalian tergabung di band lain ?
Oh iya Ito ada di banyak band salah satunya Martyr. Aji juga di Martyr dan band jazz Karmapoci.

Sepertinya skena hardcore di Medan begitu semarak untuk sekarang ini. Bagaimana sebenarnya kondisi di sana ?
Whats the real happening is war. Everyone hate war but every people like a movie like Black Hawk Down, Saving Private Ryan and more because its cool honoured and brotherhood kayak gitu lah gambarannya.kami merasa musik skill dan equipment atau hal hal yg membuat mu merasa jadi pro hardcore tidak lah penting attitude character dan nongkrong lebih diutamakan 061act.

Lagu A.K.A.F. adalah pemicu saya mendengarkan This Is Curse. Kepanjangan dari apakah akronim tersebut ?
Artinya all kids are fucked up sepanjang pernongkrongan banyak ketemu anak anak yang punya cerita yang menarik, kadang memang pilihan membawa kemana tapi sepertinya kita gak sendiri.

Karakter musik yang kalian sajikan terdengar tough namun tidak terkesan menakutkan. Cenderung nakal. Siapa saja yang menjadi influence kalian ?
Satu element yang pas sexy kami membuat hal menjadi sexy dan ganteng.

Kalian marah-marah pada lagu Rutinitas Monoton. Sebenernya rutinitas seperti apa yang membuat kalian sebegitu bosannya ? Dan bagaimana dengan saat ini, apa masih membosankan ?
Marah marah, mungkin karena kurang bersyukur tapi itu gak marah marah, sekarang masih bosan dan seterusnya life is mistake and death its only escape dulu si mikir gitu. Tapi ya sekarang memang harus deal aja sama rutinitas. Kalau ada kesempatan ganti rutin di ganti apa aja yang buat kamu makin bahagia.

Dan mendadak gelisah pada Suasana Malam. Apa yang sebenarnya terjadi dan melatar belakangi lagu tersebut ?
Suasana malam lagu spontan yang kami buat karena lagu si Apok belum siap. latar belakang hanya mengenai kehilangan apa saja misalnya stnk, ijazah, handphone, motor atau kesempatan dan seseorang.

Bagaimana kalian mendefinisikan album This Is Curse ini sendiri ?
Wild, stupid, cool, and based on reality.

Apa yang saat ini sedang kalian lakukan ?
Iya kami udah selesai rekaman bahkan kami udah upload beberapa lagu via youtube Sleep Tight Medan dan Cold Skin. Dan masih mencoba menulis lagu baru dan mengatur rencana tur mungkin tau depan.

Apa yang kalian ketahui tentang Lemari Kota Webzine ?
Saya sering baca LK dulu saya di rekomendasikan oleh Dodski United Blood. Dan berguna untuk skena dan penting.

last word!
Thx lemari kota buat interview. Buat kalian yang udah dengar This Is Curse thx. Album baru Serpent Soul segera hadir.

New Random: A Good Time To Die

Satu lagi pendatang baru dari skena hardcore/punk Kota Hujan (baca: Bogor), New Random. Mereka adalah AF pada vokal, AS gitar, IG gitar, FLS bass, dan MJ drum (mereka sengaja mengakronimkan namanya). Yang memainkan crossover/thrash metal/hardcore yang macho namun tidak terkesan "sok jagoan" melainkan terdengar binal. Mengingatkan pada Void dan mungkin pada beberapa titik kepada Municipal Waste, Suicidal Tendencies, hingga D.R.I.

Mereka telah merilis sebuah mini album secara mandiri, yang diproduksi hanya 50pcs saja. Disebarkan secara gratis ataupun melalui metode trade (barter). (AL)

https://newrandom.bandcamp.com/

Selasa, 12 November 2013

Video Teaser Split El Gringo x Moiss

El Gringo
Greater Heights adalah tajuk split dua band lintas kota dan lintas genre. El Gringo, band asal Jakarta yang memainkan style garage rock dengan sentuhan psikedelia. Sementara Moiss, trio shoegaze asal Semarang.

Proyek split ini sendiri akan dirilis oleh Dermaga Records dalam bentuk kaset. Dan hanya dicetak terbatas yakni 50 buah saja. Ditargetkan proyek split ini akan rampung pada pertengah Desember mendatang. (AL)
Moiss


Presentasi Publik Tentang Indonesian Netaudio Union & Festival


Sebagai rangkaian dari kelanjutan acara Indonesian Netlabel Festival (INF) yang akan terselenggara di Bandung pada tahun 2014 mendatang. Kawan-kawan dari Indonesian Netaudio Union menggelar acara presentasi publik agar masyarakat luas lebih paham tentang apa itu netlabel dan aspek-aspek teknis yang mendukungnya.

Sebelumnya INF pertama kali diadakan pada tahun lalu di Jogyakarta.

Minggu, 03 November 2013

Video of Today: Depok Halloween Party 2013


Sebuah video dokumenter perihal betapa serunya perayaan Halloween Party di Depok. Dimeriahkan oleh berbagai band dengan style yang berbeda-beda mulai dari hardcore, punk rock, grindcore, hingga power violence.

Jumat, 01 November 2013

Secret Weapon: Bangga Membawa Nama Pontianak

Sepertinya sudah tidak perlu introduksi panjang lebar hanya sekedar untuk memperkenalkan siapa yang saat ini berhasil kami wawancarai.

Karna tentu bagi kalian yang gemar dengan musik hardcore "berat" ala Judge, Agnostic Front, Sick Of It All, dan sejenisnya. Pasti sudah familiar dengan Secret Weapon.

Yah, kuintet asal Pontianak ini sudah sering melakukan touring ke beberapa daerah di luar Kalimantan. Yang semakin mengkukuhkan nama mereka dalam skena hardcore lokal. Terlebih pada beberapa bulan yang lalu mereka telah menyelesaikan promo tour untuk album terbaru yang bertajuk Next Time I Kill You. (AL)

Sebelumnya selamat atas rilisnya Next Time I Kill You.
Terima kasih ucapannya buat Lemari kota Webzine yang udah menyempatkan waktu untuk mengulas
Tentang album Next Time I Kill You.

Bagaimana proses terbentuknya Secret Weapon ?
Mungkin buat teman-teman Lemari Kota Webzine bisa langsung melihat di Website kami di WWW.SECRETWEAPONOFFICIAL.COM dan Sosial media kami untuk ulasan sejarah biografi SECRET WEAPON.

Apa kabar terbaru dari kalian ?
Alhamdulillah kami semua sangat baik dan Fresh Gresss.

Ceritain sedikit mengenai album kalian Next Time I Kill You ? Pesan apa yang ingin kalian sampaikan melalui album tersebut ?
Pesan dari Album Next Time I Kill You, ini self improvement dari kami, pembuktian atas kemampuan diri sendiri untuk tetap bertahan, dan berkarya. Mudah-mudahan semua teman-teman di luar sana yang sejalur dengan kami bisa terus tetap berkarya, dan tidak mudah menyerah.

Ada cerita menarik apa dari proses produksi album tersebut ?
Proses produksi, kebetulan kami di kontrak sama Gr8Day Records dari Malang, jadi semua proses produksi, packaging diurus oleh pihak Gr8Day Records. Kontrak kami dengan Gr8day Records telah berakhir pada pertengah bulan September kemarin.

Sejauh ini bagaimana penjualan album tersebut ?
Alhmdulillah dari awal album Next Time I Kill You resmi rilis di tanggal 13.03.2013 album ini sudah menyebar di pulau Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, Jabotabek, Sumatra, Belanda, Jerman, Brazil, dan Malaysia. Alhamdulillah respon dari teman-respon semua sangat respect atas Beredarnya album Next Time I Kill You.

Sepengamatan saya kalian cukup intens merilis merch. Seberapa pentingnya kah merch bagi sebuah band menurut kalian ?
Hehe.. Itu sangat penting sekali teman. Menurut kami merchandise itu salah satu media promo yang sangat ampuh dan paling bermanfaat untuk mempertahankan sebuah band agar tetap mandiri.

Belum lama ini kalian merilis sepatu. Apa yang melatar belakangi hal tersebut ?
Sepatu memang impian kami dari awal terbentuknya band dan alhamdulillah di tahun ini bisa merilis dan memperlengkap merchandise kami.

Kalian memainkan musik hardcore dengan style new school/beatdown yang sering dicap sebagai musik “petarung”. Bagaimana pendapat kalian mengenai hal tersebut ?
Secret Weapon itu Hardcore, sisa nya tinggal pendengar aja yg interpretasi sendiri, biar lebih gampang. Kalo menurut anda kami mempunyai ritme yang enak buat beatdown, silahkan. Itu interpretasi anda.

Apa pendapat kalian mengenai violence dance ?
Menurut kami soal violance dance, gak ada masalah sama sekali kayaknya, sah sah aja bagi siapa pun yang ada di gigs. Yang penting, stay safe, terima resiko masing masing, dan jangan sampai gak sportif yang ending nya bisa menyebabkan keributan, apalagi kalo sampai mengganggu kelancaran suatu gigs. Kasian band yang udah nunggu buat maen.

Bagi kalian seperti apa pertunjukan yang ideal itu ?
Pertunjukan yang ideal? Good people, good crowd, good hospitality.

Kalian sudah cukup sering menjelajahi kota-kota di Indonesia. So far, kota mana yang paling memberikan kesan yang sulit dilupakan ?
Menurut kami semua kota sangat berharga dan berkesan. Cuma masing-masing kota tersebut punya keunikan keunikan masing-masing. Semua kota punya kesan yang berbeda buat kami juga. Namanya juga di kota orang, pasti ada beberapa hal yang nggak kami temuin di kota kami.

Jika diberi kesempatan untuk melakukan tour. Ke kota mana saja dan apa yang menjadi pertimbangan untuk hal itu ?
Banyak banget yang belum. Pengen tur Jabodetabek, Jawa – Bali (LAGI), Tur Sumatra. Sulawesi. Asia. bahkan Eropa dan Amerika. kami Let’s GO.

Tolong ceritakan mengenai scene disana (Pontianak). Bagaimana keadaannya dan apa yang sedang happening ?
Alhamdulillah scene Pontianak sampai saat ini sangat berkembang pesat dari tahun-tahun sebelumnya sudah banyak band-band pulau jawa bahkan tetangga negara seperti Malaysia sudah pernah meramaikan gigs disini.

Hardcore band identik dengan teritorial. Menurut kalian seberapa pentingnya menyantumkan wilayah untuk sebuah band hardcore itu ? (Ex: Depok City Hardcore, Malang City Hardcore, etc)
Ohh.. Penting banget itu, itu PRIDE. Kami bangga bawa nama Pontianak, Kalimantan Barat yang kebetulan bisa maen kesana kemari di Pulau Jawa. Nama kota yang kita bawa itu adalah identitas menurut kami dan itu sangat penting.

Apa rencana jangka pendek kalian ?
Sekarang kami lagi mempersiapkan materi pembuatan video klip perdana kami. Mudah-mudahan tidak ada halangan dan berjalan dengan lancar. Tolong support dan doa nya.

Last words!
Hardcore not a system which insisting you to win, it’s about our family, but somehow becomes enemy. Keep the head up high and trying to be real, you it’s you, not the others and still listening SECRET fuckin’ WEAPON.

Makhluk Suhu Rendah Milik Piston Gentayangan

Menyambut perayakan Halloween pada tanggal 31 Oktober 2013, Piston merilis sebuah single terbaru berjudul "Makhluk Suhu Rendah".

Single ini bernuansa horror punk yang memang sengaja mereka persiapkan sebelumnya untuk dirilis pada momen Halloween. Direkam secara semi-track dengan aroma raw dan mentah juga dipilih untuk mendukung suasana horor yang coba dibangun.

"Makhluk Suhu Rendah" sendiri sudah mulai tersebar gratis sejak kemarin.

Website: www.derupiston.org
Twitter: www.twitter.com/derupiston
Soundcloud: www.soundcloud.com/derupiston/makhluk-suhu-rendah