Kamis, 03 Maret 2016

The Cloves and The Tobacco: Kretek, Celtic Punk, dan Persahabatan

Piztt (fiddler) terkagum ketika pertama kali melihat video yang kawannya berikan. Rasa penasaran dan antusiasme yang tinggi terhadap apa yang baru didengar dan lihat menyertainya. Sayangnya Piztt tidak tau band apa gerangan karena tiadanya keterangan nama pada video tersebut. Akhirnya ia pun mencari informasi guna memenuhi hasrat keingintahuannya tersebut. "Baik melalui obrolan dengan kawan-kawan di skena lain ataupun via internet, yang saat itu kecepatannya belum seperti sekarang," tuturnya. Piztt pun menemukan jawabannya, ternyata band yang ia saksikan bernama Flogging Molly -sebuah band Celtic Punk asal Amerika Serikat.

Setelah semakin candu dengan dua album: Swagger dan Drunken Lullabies, milik idolanya itu. Piztt akhirnya tertarik untuk memulai membentuk band dengan genre serupa. Ia pun mengajak beberapa teman nongkrongnya di Jl. Cornelist Simandjuntak, untuk mulai mendirikan band. "Selain karena rasa ketertarikan, juga bertujuan untuk semakin mempererat rasa persahabatan dalam skena kami. Mengingat juga beberapa person di skena tersebut tidak mempunyai atau tidak sedang tergabung dalam sebuah band manapun," ujarnya.

Dengan alat yang sederhana, seperti Gitar Akustik pinjaman, Pianika, Recorder -seruling yang biasa dipakai dalam pelajaran seni musik di SD danSMP, Harmonika, dan tentunya dengan tambahan drum, bass, gitar elekrik milik rental studio, Piztt mulai berlatih bersama beberapa teman yang berhasil dikumpulkannya. Sebuah cikal bakal yang pada akhirnya menelurkan band celtic punk asal Yogyakatya, The Cloves and The Tobacco. Yang kini sudah memiliki dua album dan sempat mengisi soundtrack untuk film garapan sineas asal Amerika Serikat. (AL)


Bagaimana kondisi kalian saat menjawab interview ini ?
Yoo, Terimakasih sebelumya untuk Lemarikota Webzine, karena kami telah diberikan kesempatan menjawab beberapa pertanyaan. Kabar kami baik, semua dalam keadaan sehat. Kami sedang sibuk ngerjain proses packaging album kedua nih, yang kami coba untuk mengerjakannya secara D.I.Y.

Kalian terbentuk tahun 2006 silam. Bisa diceritakan bagaimana kondisi scene Yogyakarta khususnya genre Celtic/folk punk sendiri ketika itu ?
Skena Folk / Celtic Punk lokal saat itu jelas masih sepi. Belum ada banyak band yang memainkan genre ini seperti sekarang. Band yang sering saya (Piztt.Red) perhatikan pada tahun-tahun setelah itu adalah Koboi Kota, mereka adalah band yang termasuk paling awal memainkan genre folk punk di Yogyakarta, bahkan saat The Cloves And The Tobacco versi awal belum berani untuk tampil di gig haha. Koboi Kota aktif bermain di gig dengan mengcover lagu-lagu Flogging Molly dan Dropkick Murphys dan saya selalu menyempatkan diri untuk hadir saat mereka main, dengan penuh antusias tentunya, karena pengen singalong lagu-lagu Flogging Molly dan Dropkick Murphys.

Album The Day With No Sun telah rilis tahun 2012. Seperti apa dampak yang kalian rasakan setelah keluarnya album tersebut ?
Well. Untuk pribadi, mungkin menjadikan kami semakin intens dalam mendalami genre Celtic Punk/Irish Folk Punk. Kami semakin tertarik untuk belajar tentang musik ini. Kami juga semakin mendapat jalinan relasi dan pertemanan, dengan sesama penggiat Celtic Punk, baik band, person, pemerhati, ataupun penulis blog dan review, baik itu dari dalam negeri maupun mancanegara.
Dan untuk dampak keseluruhan, kami yakin, pelahan tapi pasti Celtic Punk/Irish Folk Punk akan semakin dikenal di Indonesia

Apa makna dibalik The Cloves and The Tobacco ?
Nama The Cloves And The Tobacco awalnya terinspirasi dari sebuah tulisan di bungkus rokok kretek filter lokal, disitu tertulis “fine cloves and tobacco” yang saya lihat ketika mencari-cari nama apa yang akan digunakan untuk band ini. Setelah saya pertimbangkan akhirnya saya pakailah The Cloves and The Tobacco, kebetulan juga beberapa personil kami adalah penggemar rokok lokal, baik kretek ataupun kretek filter dan setuju dengan ide ini. Sedikit menyimpang dari topik. Kretek adalah produk warisan aseli Nusantara, yang menggunakan Cengkeh (cloves) sebagai campuran Tembakau (tobacco), itulah yang membedakan rokok kretek dengan rokok impor yang tidak ada cengkehnya.
Yap, kembali ke topik, makna yang terkandung dalam nama The Cloves And The Tobacco mungkin adalah agar para personil bisa saling melengkapi satu sama lain, seperti cengkeh dan tembakau dalam rokok kretek. Komposisi yang pas akan menjadikan rasa yang nikmat. Kok malah jadi kaya iklan ?haha. Nama ini juga diambil supaya lebih terdengar  universal tetapi tetap ada unsur lokal Indonesia yang terkandung di dalamnya.

Bagaimana ceritanya lagu “Shamrockville” bisa menjadi soundtrack untuk film Townies ?
Kebetulan sang sutradara dari film itu, Mike O’Dea secara langsung menghubungi kami. Mungkin Mike telah mendengarkan lagu tersebut dan selanjutnya menawarkan kerjasama untuk mengisi soundtrack proyek film tersebut. Mike memilih lagu "Shamrockville" karena kami juga tertarik untuk terlibat, maka terjadilah, "Shamrockville" termasuk dalam barisan pengisi soundtrack film Townies.


Apa yang ingin kalian sampaikan melalui lagu “The Widow”, karena saya rasa liriknya bernuansa perjuangan ?
Boleh dikatakan begitu, tentang harapan dan perjuangan, tetapi perjuangan yang tertuang dalam lagu itu adalah perjuangan seorang ibu yang menjalani perannya sebagai single parent dalam menjalani hidup dan membesarkan anaknya. Tak pernah menyerah dan tak pernah kehilangan harapan.

Seberapa pentingnya Jl. Cornelis Simanjuntak sampai menjadi lagu “Cornelist Street” di album kalian ?
Sangat berarti. Itu adalah tempat di mana semua ini dimulai, tempat awal kami semua dipertemukan, tempat kami belajar, berbagi, berbeda pendapat, beradu argument, bertengkar, dan berkumpul bersama. Tak akan ada The Cloves And The Tobacco, tanpa skena kami di Jl.Cornelist Simanjuntak.

Menurut pengamatan saya folk punk di scene lokal sudah mulai marak bahkan kehadirannya tidak hanya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta saja. Terlebih sejak 2010 hingga saat ini. Apakah kalian punya pandangan berbeda untuk hal ini ?
Tentu kami sangat setuju, Celtic Punk/Irish Folk Punk kini sudah semakin “menyebar”, semakin memasyarakat. Kami sangat-sangat tertarik melihat perkembangan genre ini beberapa tahun terakhir dan menjadi bagian di dalamnya. Semoga semakin banyak rilisan-rilisan dari band-band lokal, seiring semakin majunya skena Celtic Punk/Irish Folk Punk di Indonesia


Bicara soal folk punk, tidak bisa lepas dengan identitas pemabuknya. Kalianpun beberapa kali menjadikan alkohol sebagai tema lagu. Seberapa dekat hubungan TCATT dengan alkohol ?
Bukan pemabuk sih tapi peminum haha. Tak dipungkiri kami juga penikmat alkohol, bahkan sebelum tahu tentang musik ini. Berawal dari pergaulan, coba-coba, lalu jadi rutinitas tiap berkumpul, dan semakin lama-semakin bisa mengontrol, menyesuaikan waktu dan menempatkan diri seiring bertambahnya usia. Yah boleh dibilang sekarang kami menikmatinya secara “Bersahaja” dan tidak asal-asalan, berusaha lebih hati-hati aja. Bahkan ada satu personil kami yang sudah mencoba belajar berhenti minum alcohol, dan personil lain juga fine-fine aja kok. Kami sendiri juga punya pandangan bahwa walaupun lagu-lagu yang dibawakan band-band beraliran ini sering diidentikkan dengan minum dan minuman, tetapi bagi kami, tidak ada keharusan atau aturan yang menyatakan harus jadi peminum, apalagi pemabuk, untuk bisa menikmati Celtic Punk/Irish Folk Punk. bukan begitu ? Kami juga tetap menghormati kawan/orang yang tidak minum alkohol. Respect Other aja lah..

Saya dengar kalian sedang merampungkan album ke dua. Kenapa ada jarak tiga tahun dari album sebelumnya ? Apakah ada yang sedang kalian persiapkan secara khusus untuk album ini ?
Banyak yang berubah setelah album pertama, sebagian dari kami pindah ke tempat kerja yang baru, ada yang harus bekerja keluar kota -balik ke Jogja hanya Jumat Sabtu dan Minggu. Personil lain ada yang jam kerjanya wajib lembur pada hari-hari tertentu, serta beberapa personil yang mulai berperan sebagai seorang kepala keluarga dan seorang ayah. Hal-hal semacam ini sedikit-banyak berpengaruh di TCATT. Menikmati peran menjadi pekerja ”kerah biru”, kami harus pandai-pandai membagi waktu, antara kerja, keluarga, dan band. Tetapi beruntung kami masih bisa berkumpul secara rutin walaupun hanya beberapa jam dalam seminggu. Situasi dan kondisi tersebut juga berpengaruh dalam pengerjaan album kedua ini.

Terakhir, kira-kira apa yang asyik dilakukan sambil mendengarkan “Dance With the Nurse” ?
Hahaha minum bir, sambil mikirin cewe orang.




Artikel Lain:

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum Wr.Wb...
    Maaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya ini nyata tidak ada rekayasa……
    Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (MALAYSIA) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 125juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemarin saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan baik dalam Kesehatan atau Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
    AKI BROMO di Nomor telfon ((( 085 288 958 758 ))) di jamin bantuan beliau 100% …
    Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Malaysia semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
    Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi AKI BROMO di nomor ((( 085 288 958 758 ))) Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda trimah kasih banyak... dan untuk lebih jelas atau kurang percaya silahkan kunjungi

    http://hancurkan-bandar-togel.blogspot.co.id/

    Anda sudah ke mana-mana tetapi tidak menghasilkan solusi yang tepat.!!!
    Jangan Anda Putus Asa...Karna anda sudah berada di kata kata yang sangat tepat.!!!

    APAKAH ANDA TERMASUK KATEGORI DI BAWAH INI.???
    -BANTUAN DANA GAIB DAN UANG BALIK
    -MENAKLUKKAN LAWAN JENIS
    -PENGLARISAN DAN SANTET
    -PESUGIHAN TUYUL MELEK.-BANTUAN DANA GAIB DAN UANG BALIK
    -MENAKLUKKAN LAWAN JENIS
    -PENGLARISAN DAN SANTET
    -PESUGIHAN TUYUL MELEK.

    bagi anda yang BENAR-BENAR SERIUS dalam hal ini silahkan..!!!
    HUB: AKI BROMO
    TLP / (((0852-8895-8758)))

    untuk lebih jelasnya tentang pesugihan atau kurang percaya silahkan kunjungi di:

    http://www.ilmu-pesugihan.com

    KAMI MEMBERIKAN BUKTI/ BUKAN JANJI, DAN MENJAMIN KEBERHASILAN ANDA TERIMA KASIH
    WASSALAMUALAIKUM.WR.WB...???





    BalasHapus