Senin, 24 September 2012

Hantamrata Membubarkan Diri ?

Formasi terakhir Hantamrata.
Photo by Hantamrata

Kabar buruk datang dari unit thrashcore asal Kediri, Hantamrata. Band yang sudah eksis sejak tahun 2004 dan baru saja menyelesaikan tur Singpura-Malaysia-nya ini dikabarkan membubarkan diri. Entah apa penyebab pastinya.

Kabar ini sendiri datang langsung melalui halaman resmi mereka di Facebook, "Setelah kami bubar jangan minta kami untuk menjawab interviu, bermain dalam pertunjukan kalian, dan juga secara resmi kami tidak akan lagi memproduksi merchandise dalam bentuk apapun," mereka pun melanjutkan, "Tapi, kalian bisa mendapatkan bootleg merchandise kami dimana-pun tapi jangan bayar lebih dari 50.000,- rupiah,"

Sebagai penghormatan terakhir Hantamrata, mereka akan tampil yang terakhir kalinya dalam Java Take Over Tour 2012 yang menghadirkan sejumlah band Jakarta dan Bogor seperti Feel The Burn, Sense Of Pride, So Much More, Take One Step, & Common Goals di Kediri pada hari Jumat(28/9) mendatang. (AL)

Sabtu, 22 September 2012

Harass Yang Kotor Dan Kelam







Bentrok Dengan Penonton, Rajasinga Batalkan Tur

Photo by Asywal Badri
Akibat salah paham, trio grindcore asal Bandung, Rajasinga, terlibat bentrok dengan sejumlah penonton di Padang pada Rabu kemarin(19/9). Insiden naas tersebut berawal ketika Indra Morrg(Bassist/Vocal) melontarkan ucapan, "Padang, anjing kalian keren sekali..." yang kemudian di salah maksudkan oleh sejumlah penonton yang hadir dan di anggap sebagai ucapan yang rasis. Dan berujung pada sebuah aksi penyerangan oleh sejumlah penonton tersebut kepada trio Grindcore ini.

Dari kejadian ini, Revan(Drummer), Morrg, Badrun(Photographer), dan sejumlah panitia turut menjadi korban atas penyerangan ini. Kabar terakhir yang tersiar melalui pernyataan Revan dalam laman Facebook Rajasinga, Ia(Revan) menderita luka dalam di lutut kanan dengan lima jahitan, memar disekujur tubuh, dan luka gores dilengan dan kaki akibat pecahan kaca yang dilemparkan dan Morgg kurang lebih-nya sama.

Rajasinga menggelar pertunjukan di Padang dalam rangkaian Sirkus Neraka: Melibas Andalas Tour 2012, yang melibatkan beberapa kota di tanah Sumatera bersama salah satu unit hardcore punk asal Bandung, Jeruji. Insiden ini-pun menghentikan langkah Rajasinga untuk melanjutkan serangkain jadwal tur yang masih tersisa. Namun untuk Jeruji, mereka masih mempertimbangkan untuk melanjutkan tur atau tidak.

Apa yang terjadi pada Rajasinga, Jeruji, dan sejumlah orang yang menjadi korban dari kejadian ini, adalah pelajaran bagi kita semua. Semoga ke depannya, tidak ada lagi hal-hal serupa yang terjadi di skena punk/hardcore atau genre lainnya. (AL)

Jumat, 21 September 2012

Merchandise Indonesian Netaudio Festival

clink to enlarge
Indonesian Netlabel Union atau Serikat Netlabel Indonesia dirajut pertamakali di awal tahun 2011 merupakan persekutuan antar netlabel Indonesia, mewadahi arus informasi dimana penggiat netlabel dan khalayak luas bisa saling berbagi. Indonesian Netlabel Union tengah merancang Indonesian Netaudio Festival yang direncanakan akan diselenggarakan akhir tahun 2012 di Yogyakarta. Festival ini akan merangkai berbagai kegiatan seperti diskusi, pentas musik, presentasi dan bazaar. Sebagai salah satu bentuk penggalangan dana adalah penjualan paket merchandise Indonesian Netlabel Union. Dukungan Anda sangat berarti untuk turut serta menyemai akar rumput kancah musik alternatif ini.

Dalam rangka penyelenggaraan Indonesian Netaudio Festival yang direncanakan pada tanggal 16-18 November 2012 maka kami Indonesian Netlabel Union menggelar pre-order paket Indonesia Netlabel Union merchandise yang terdiri dari : kaos, totebag, dan flashdisk yang berisi rilisan Indonesian Netlabel harga per paket adalah Rp 150.000. Keseluruhan keuntungan digunakan untuk keperluan Indonesian Netaudio Festival.

Info lebih lanjut: Blog | Facebook | Twitter

Selasa, 18 September 2012

Photo Set: Still Lives #2 In Depok

Wake The Dead in action. Photo by Reza

Suasana diluar venue. Photo by -

Busuk menggerinda Pasar Segar. Photo by Reza

Penampilan perdana Disdain. Photo by Reza

Ruang lapak Still Lives#2. Photo by Ditus

Nod Off in action. Photo by Reza


Absolute Sunday menghipnotis penonton. Photo by Reza



Team ticketing Still Lives#2. Photo by Reza

Sebelum pulang, mari berfoto ria. Photo by Reza

Senin, 17 September 2012

Alinea-Provokatif: A Skinhead Personal Statement

Sebuah zine personal yang aktif pada era 2000 awal dan membahas skindhead dan punk dengan sentuhan serta kacamata personal seorang Dimas Djoen Jr aka Godel, seorang yang dikenal juga aktif bersama band Grindcore, Tumor Ganas. (AL)

Download

[LK-010] VA. I Say What I Say Compilation


Sebuah kompilasi yang berisi band-band pop-punk dengan macam sound yang berbeda dari masing-masing band. Berasal dari berbagai tempat dari Indonesia. Meski tak mencangkup ke semua daerah. Namun, diharapkan kompilasi ini bisa menjadi semacam jembatan komunikasi diantara penggiat musik indie/underground lokal. (AL)

Tanggal rilis: 16 September 2012

Download: I Say What I Say

Sabtu, 15 September 2012

#youshouldknow | Quest For Justice

Quest For Justice formasi di album Rebel Till The End(2011)
Quest For Justice bermula saat personil awalnya berkeinginan untuk membuat band baru dengan konsep hardcore youth crew di akhir tahun 1999 lalu bersama beberapa anak-anak yang tergabung dalam satu tongkrongan hardcore punk dan skinhead di Cipinang, Jakarta Timur.

Nama Quest For Justice itu sendiri diambil dari gabungan nama dua album hardcore punk di era 90-an, yaitu album “Quest For Certainty” dari Shelter dan “Fight For Justice” dari Warzone. Sehingga keduanya digabungin menjadi Quest For Justice. Terinspirasi dengan band-band hardcore punk dan youth crew era 80-an seperti Youth Of Today, Gorilla Biscuits, Side By Side, Warzone, Minor Threat, 7 Seconds dan beberapa lainnya. Beberapa band local lainnya juga banyak menginspirasi para personil Quest For Justice dalam berkarya seperti Dead Pits, Lost Sight, Thinking Straight, Straight Answer, Anti Septic dan beberapa band lainnya.

Quest For Justice mulai membuat lagu pertama yang berjudul “Friendship Till The End” dan sempat masuk dalam kompilasi “Young Till We Die” yang dibuat oleh Adit “The Jinxz” di tahun 2000. Mereka kembali merilis demo pertama mereka berjudul “Jakarta Sewers” di tahun 2001 yang berisi 5 buah lagu.

Quest For Justice

Tahun 2003, Quest For Justice terpaksa harus dibubarkan karena ada beberapa hal yang terjadi dalam kubu band tersebut. Beberapa personil lainnya sempat memutuskan untuk membentuk Change Within di tahun 2004 dan dibubarkan kembali di tahun 2007).

Quest For Justice kembali reuni lagi di tahun 2008 dan tampil di acara All Ages Party bersama beberapa band lainnya dari Jakarta Timur. Berselang dua tahun kemudian, akhirnya para personil Quest For Justice yang tersisa kembali membuat materi baru dan siap kembali masuk studio rekaman di tahun 2011. Sempat beberapa kali bongkar pasang personil sehingga akhirnya formasi Quest For Justice saat ini diisi oleh Jim Bull (vocal), Ojie Quest (drum), Bagus Strato (guitar), Bonny Head (bass). Di akhir tahun 2011, Quest For Justice merilis self-release EP bertajuk “Rebel Till The End” yang berisi 7 lagu yang sebagian berisi materi baru dan beberapa lagu daur ulang dari beberapa lagu lama mereka dari demo mereka terdahulu. “Rebel Till The End” merupakan sebuah rilisan perkenalan kembali Quest For Justice kepada public scene setelah sekian lama vakum dari scene hardcore punk di tanah air.

Tema yang diangkat lebih beragam dibanding demo awal mereka. Seperti di lagu “Faster Than a Speeding Bullet” yang berisi ajakan untuk belajar bela diri untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat banyaknya tindak criminal di kota besar. Selain itu, di lagu “Citizen Story” mereka mencoba mengutarakan opini mereka terhadap orang-orang yang suka menghina kota Jakarta sebagai kota dengan reputasi terburuk. Di lagu “Man From Mars” mereka mencoba menyinggung tentang para penjahat yang suka merusak bumi dengan menbang, membakar, menyiksa hewan dan sebagainya. Sedangkan untuk “Rebel Till The End”, bercerita tentang gaya hidup Straight Edge dari sudut pandang sang vokalis. Dibawakan dengan penuh anthem dan singalong yang menyenangkan.

Saat ini Quest For Justice mencoba merekrut Edy Zanetti (guitar) untuk membantu Bagus dalam sesi latihan, rekaman, maupun di panggung. Di tahun 2012 ini, Quest For Justice masuk studio rekaman kembali untuk merilis full length album mereka yang pertama.

Diskografi:
2001 - “Jakarta Sewers”- Demo Live
2011 - “Rebel Till The End” - EP Album

Taring Dan Bisa Warna Gelap Dari Cianjur

Rabu, 12 September 2012

Video Of Today: Ultra Enigma - Anti Appeasement Policy

Gratis Unduh Madafakah Zine Edisi Pertama

Acil Fardiaz, ex-Hellraiser, seorang yang sempat membuat Enjoy Fanzine, kini kembali dengan zine terbarunya, MAdafakah Zine. Sangat bertolak belakang dengan zine sebelumnya yang cenderung berkonten santai dan ringan sesuai namanya, Enjoy, konten yang hadir pada zine-nya kali ini cenderung sedikit berat dan bertendensi politis. Itu bisa dilihat dari beberapa tulisan yang termuat didalam-nya seperti Neo-Fasisme, Dibalik Pantat Nasionalisme, maupun interview bersama We The People (Bandung Hardcore) dan frontman Refused, Dennis Lyxzen. Selain itu, ada sedikit hal yang bisa membuat otak sedikit me-refresh yakni reportase mengenai Bandung Zine Fest yang terselenggara pada bulan Juli silam. Artikel mengenai blog-blog perempuan yang cukup inspiratif yang tersaji dalam 5 Blog Perempuan Hebat juga begitu informatif. Seperti kebanyakan zine musik/punk pada umumnya, zine ini ditutup dengan ulasan mengenai rilisan audio. (AL)

Download(2.0MB)

Dua Lagu Baru Rotting Rex Siap Untuk Split

Selasa, 11 September 2012

Wake The Dead Live In Depok


Out Now: Garna Ra, Serigala Jahanam, Kelab Baca Trio Angkasa


GARNA-RA:
Garna Raditja merupakan salah satu "Living-Legend" di scene musik independen kota Semarang. Ia menulis di banyak media (Indie maupun Mainstream), mengorganisir show/gig, dan bermain di banyak band berpengaruh di Semarang, seperti AK-47, Ok Karaoke, Edword, He Ivy, dan Post Mortem Monologue.

Garna-Ra sendiri merupakan proyek solo Garna yang memainkan musik-musik rumit macam: math-rock, free jazz, progressive rock, dan lain lain.

KELAB BACA TRIO ANGKASA:
Kelab Baca Trio Angkasa adalah sebuah kolektif math rock/post rock/experimental rock, dengan imej bertendensi muatan politis asal Bandung. Berdiri pada akhir tahun 2009.

Kelab Baca Trio Angkasa terdiri dari: Syamsurizal Asmaraman(gitar/vokal), Fauzi Winarto(Bass/vokal belakang), Fajrin Novrizaldy(gitar), Pophenk Fajar Sidik(papan tuts/suara latar), dan Sofyan Refliyandi(drum).

Sekedar catatan, Syamsurizal Asmaraman juga bermain di band-band berbahaya macam: A.L.I.C.E dan Negasi.

SERIGALA JAHANAM:
Serigala Jahanam adalah sebuah kolektif heavy music yang dulu berbasis di pinggiran Bandung, kini di Jakarta. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 2006 lalu hingga kini, Serigala Jahanam telah mengeluarkan banyak sekali rilisan (demo, single, EP, kompilasi, split album, dll) dan bekerjasama dengan seniman-seniman visual besar. Mereka pun pernah mendapat ulasan positif dari Decibel Magazine, majalah metal/musik ekstrim bulanan ternama asal Amerika Serikat.

Beragam jenis musik terus dieksplor Serigala Jahanam. Mereka pun tak pernah ingin terjebak dalam labelisasi musik. Serigala Jahanam ke depannya juga bakal terus melakukan eksplorasi diluar batas ekspektasi para pendengarnya.



Out now: Garna Ra / Serigala Jahanam / Kelab Baca Trio Angkasa [3-way split] (2012)

Artist: Various Artists
Album title: Garna Ra / Serigala Jahanam / Kelab Baca Trio Angkasa
Format: tape / cassette (C-30)
Label: Wasted Rockers Recordings
Catalogue: WRR-01
Country: Indonesia
Released: September, 2012
Genre: Alternative & Punk
Style: Math-Rock / Post-Rock / Post-Hardcore

Tracklist:
01. Garna Ra - Lidah Api Matahari (Girez Mix)
02. Serigala Jahanam - Old Memorable Vehicle Crash
03. Kelab Baca Trio Angkasa - Dialektika Mazhab Rimbaudan (2012 version)

Credits:
Artwork by: Pain Sugar
Layout by: Adit Bujbunen Al Buse

Notes:
- Kemasan album terdiri dari: plastik luar (disertai sticker nomor rilisan), colored arigato-pak, inner-sleeve, kupon download, cassette & bonus handicraft (sehelai daun plastik).
- Paket album sudah termasuk kupon download (untuk album format digital), sehingga bisa tetap bisa dinikmati via PC & perangkat audio digital lainnya.
- Album ini hanya dirilis sebanyak 100 copy saja. Limited-edition. Hand-numbered. No repeat.
- Harga Rp35.000 (belum termasuk ongkos kirim).

Link preview audio:
http://soundcloud.com/wrrecs/garna-ra-serigala-jahanam-kbta

For more info:
www.wrrecordings.com

Sabtu, 08 September 2012

Indonesia Menjadi Wakil Asia Untuk Obscene Extreme Festival


Berita mengejutkan datang. Sebuah berita yang pastinya akan menggampar hati para metalhead, thrasher, hardcore kids, grindcore maniac, dan penikmat musik extreme secara keseluruhan menjadi senang bukan kepalang. Karna kenapa ? Karna Obscene Extreme sedang menjalani tur dunia. Dan untuk Asia, Indonesia-lah yang ditunjuk sebagai persinggahannya. Tidak hanya Indonesia yang menjadi perwakilan dari benua Asia tapi ada beberapa negara yang berhasil menjadi perwakilan benuannya seperti Mexico, Australia, dan pastinya Republik Ceko itu sendiri.

Festival yang lahir di Republik Ceko pada tahun 1999 ini telah menghadirkan kurang lebihnya 500band hampir dari seluruh penjuru dunia dan telah menjadi festival yang ditunggu-tunggu baik pemain ataupun penimat musik extreme dibelahan dunia manapun. Akan singgah di Indonesia pada tanggal 6 April 2013, bertempat di Bulungan, Jakarta. Namun sayangnya, banyak yang meragukan kapasitas tempat yang terletak di Blok M, Jakarta Selatan tersebut. Mengingat Obscene Extreme sendiri bukanlah festival yang bisa dikatakan sembarangan. (AL)

Rabu, 05 September 2012

Subhumans Akan Menggelar Pertunjukan Di Bandung


Secara mengejutkan, legenda punk rock asal Inggris, Subhumans akan tampil dalam sebuah gig di Bandung. Adalah Bandung Pyrate Punk yang mengorganisir gig tersebut. Band yang sudah eksis sejak 1980-an ini, tidak hanya sendiri, Seven Crowns band punk rock asal Inggris akan menemani pertunjukan mereka di Bandung tanggal 26 September mendatang. Sebelum bertandang ke Indonesia, Subhumans dan Seven Crowns terlebih dahulu akan memanaskan crowd di Singapura pada tanggal 25 September.

Di Indonesia sendiri, Dick Lucas dkk, akan berbagi tempat dengan beberapa band lokal diantaranya Total Anarchy, Krass Kepala, dan Discord. Dan kerennya lagi, gignya ini tidak dipungut biaya. Tapi jika kalian ingin berdonasi, silahkan saja. (AL)

The Travelers Tour '12: In Place Of Hope x An Oath Of Allegiance


Pssstttt…. In Place Of Hope dan An Oath Of Allegiance mau tamasya bareng! Berawal dari keinginan In Place Of Hope untuk menggelar tour yang berbasis liburan, An Oath Of Allegiance pun yang secara personal mengenal baik In Place Of Hope lalu menyambut ide manis mereka dengan mengambil peran sebagai band pendukung. Secara sederhana dan kekeluargaan, In Place Of Hope dan An Oath Of Allegiance akan menggelar hajatannya di bulan September 2012, dengan misi memperkenalkan karya musik masing-masing atas nama band kepada khalayak yang lebih luas.

The Travelers Tour, judul yang diambil berdasarkan pada konsep acaranya, yaitu tamasya yang diselipkan beberapa pentas musik. Mereka diibaratkan sebagai sekelompok travelers yang sedang melancong ke suatu daerah. Penambahan kata “tour” pada judul mampu menciptakan nuansa musiknya, menegaskan bahwa ini bukan sekedar liburan hura-hura. Meskipun kata “tour” tidak melulu identik dengan musik, tetapi seakan menjadi bahasa yang efektif. Filosofi yang sederhana. Jadi, jika dalam proporsi angka, kira-kira 60% hura-hura dan 40% tour band. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati, liburan dijunjung dua tiga gigs pun dilakoni.

Ini adalah jalan-jalan bareng mereka yang pertama. Mereka memilih Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai destinasi jalan-jalan perdana mereka. Tulungagung, Solo dan Klaten telah ditetapkan menjadi kota tujuannya. Ekspedisi akan dimulai pada tanggal 21 September 2012 dan berakhir pada tanggal 23 September 2012. Bukan sebuah konsep tour yang asing memang, tapi dengan In Place Of Hope sebagai lakon utama dan An Oath Of Allegiance sebagai lakon pendukungnya, dapat dipastikan kalian akan merasakan sensasi yang berbeda. Sederhana namun bermakna.

Check their sites out:
In Place Of Hope on Facebook | @INPLACEOFHOPE08
An Oath Of Allegiance on Facebook | @aooaband

Death Of President Split The Insurgence: Optimis Rampung Pada September


Setelah sukses dengan diskografi tape-nya yang dirilis oleh Knochentapes(Jerman) dan Rioutus Outburst Recs(USA) yang dirilis pada Mei kemarin. Kini, kuartet thrashcore asal kota apel, Malang, tengah bersiap diri untuk melakukan split dengan The Insurgence, band thrash punk asal Seatlle, USA.

Rencananya split ini akan dirilis oleh dua label lokal yakni Movement Records dan label empunya sang vokalis, Fajar, Tarung Records. Sejauh ini progress proyek split yang rencananya akan dirilis dalam bentuk tape ini, masih dalam tahap penggandaan dan cetak cover. Namun mereka optimis, split ini akan rampung pada bulan September. Semoga saja! (AL)

Berikut ini adalah list Death of President:
1 Screwed Up
2. Mengemis Otoritas
3. Mosholics Anthem
4. Should We Ellect Iron Man as President
5. Fight Back (Pisschrist Cover)
6. Apocalypse Troops
7. Enuff Said

Single: Deal Statement - Burn Of Spirit

Photo by Deal Statement
Kesibukan masing-masing membuat perjalanan band ini sedikit tersendat. Meski begitu, bukan berarti semuanya harus menyerah begitu saja. Semangat sejati dan hasrat yang tetap menggebu-lah yang akhirnya mebuat band asal Depok ini kembali masuk ke studio rekaman guna merekam ulang satu buah lagu berjudul Burn Of Spirit. Lagu yang pernah masuk dalam kompilasi One Honour For Our Scene produksi Don't Talk Records ini terdengar bernuansa baru. Dari segi sound dan kontruksi part dari lagu ini pun berubah. Spoken part ditengah-tengah lagu menjadi kejutan dari penampilan lagu ini. Dan pada detik terakhir, part yang pastinya sangat asyik untuk dinyanyikan secara bersama-pun tersajikan. Sesuatu yang tak ada pada versi awalnya yang sangat straight to the point. (AL)

Selasa, 04 September 2012

Captain Cleanoff: "Kami Berjanji Akan Datang Lagi Tahun Depan"

Dudy(NodOff), Tyan(Busuk), & Captain Cleanoff. Photo by Poppy Gore
Disela-sela jadwal pentasnya yang padat. Captain Cleanoff, band grindcore asal Australia ini bersedia untuk menjawab serangkaian pertanyaan yang kami lontarkan. Interview ini dilakukan sewaktu Captain Cleanoff melakukan pertunjukan di Bekasi pada beberapa waktu yang lalu. Dan interview ini pun diwakili oleh Rohan, sang gitaris. (AL/MRA)

Bagaimana keadaan anda setelah menjalani serangkaian pertunjukan di beberapa kota di sini(Indonesia) ?

Disini sangat panas *tertawa* dan sedikit lembab. Tapi semuanya baik baik saja.

Sejauh ini bagaimana tanggapan tentang semua yang ada disini ?

Ya kami sangat senang dengan suasananya, crowd, dan begitu banyak punk disini *tertawa*. Disini banyak band bagus, keren, dan kami sangat menyukainya. Disetiap kota pasti ada band yang membuat kami suka, seperti di Kediri, kami suka Seized, Speedy Gonzales, dan di Jakarta Proletar. We love it. Secara keseluruhan kami sangat menyukai semua hal tentang tur disini.

Bagaimana kalian me-manage finansial internal agar bisa rekaman, latihan, dan tur ?

*Hmmmmmmmmmm* Kami semua tidak tinggal disatu kota yang sama kecuali saya dan drumer saya, itu pun jauhnya dua belas ribu kilometer. Kita tidak banyak latihan tetapi kita tetap mengusahakan untuk tetap bersama sama, menjaga kekompakan dan produktifitas band ini.

Kalian sudah tidak muda lagi. Bagaimana menjaga stamina untuk setiap tur jauh dalam usia seperti sekarang ini ?

*Tertawa* Disini sangat panas tetapi kami tetap berusaha untuk tetap fit. Kami minum Bintang, Ciu, dan Arak. Terus minum, minum, dan minum lagi dan bermain terus menerus dan itulah stamina yang sesungguhnya *Tertawa terbahak*

Setelah kalian menyelesaikan serangkain pertunjukan disini. Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya ?

Kami akan bermain bersama Nasum di Australia. Mengerjakan album lagi. Membuat split dengan beberapa band, terutama dengan The Kill.

Selain bermain band. Apa yang kalian lakukan ?

Kami punya pekerjaan normal seperti orang kebanyakan. Kami juga memainkan genre musik yang berbeda dari apa yang kami mainkan pada Captain Cleanoff.

Saya dengar kalian banyak sekali minum selama tur disini. Dan saya berfikir kalian punya rekomendasi bagus tentang itu.

*Tertawa* Ada banyak minuman yang kami suka. Tetapi yang pasti, kami sangat menyukai bir Bintang dari Indonesia.

Ceritakan pengalaman mabuk yang sampai sekarang masih kalian ingat

*Tertawa* Begitu banyak pengalaman gila kami saat mabuk. Saya sendiri bingung harus memilih mana yang paling parah. Tapi ada satu kejadian di Ceko, yah disanalah sepertinya kami benar-benar mabuk.

Closing statement!

Kami sangat senang berada disini dan kami berjanji akan datang lagi tahun depan. Karena sekarang kami tidak menyadari adanya bulan Ramadhan. Yap ditahun depan kami akan datang sebelum atau sesudah Ramadhan.

Rabu, 29 Agustus 2012

Bersiaplah Wake The Dead Akan Menggempur Indonesia


Selesai dengan pesta poranya di tujuh kota di tiga negara yang berbeda yakni Thailand, Malaysia, dan Siangapura. Unit modern/melodic hardcore asal prancis, Wake The Dead bersiap meluluh lantakan tanah air, Indonesia. Band yang dibentuk di Marseille pada tahun 2010 ini dijadwalkan akan mendarat di Indonesia pada 10 September mendatang di Magelang. Selain Magelang, mereka juga akan menyambangi beberapa kota lainnya di Indonesia seperti Semarang, Bandung, Depok, dan Cipanas.

Band yang dimotori oleh Jeff(Vokal), Gui(Gitar), Nico(Gitar), Yvan(Bass), Fabien(Drum) ini memulai karir dengan meluncurkan debut album pada tahun 2011 silam yang bertajuk The Things We Can't Forget dan Meaningless Expectations, sebuah mini album yang dirilis pada tahun 2012. Berhasil membawa mereka untuk saling berbagi panggung dengan sejumlah band seperti No Turning Back, Cruel Hand, Ritual, A Wilhelm Scream, Anchor, No Friends, Nine Eleven, Death by Stereo, Lasting Traces, No Use For A Namedan beberapa band keren lainnya. (AL)

Jadwal tur:
31August - Thailand - Bangkok
1 Sept - Malaysia - Penang
2 Sept - Malaysia - Kuala Lumpur
4 Sept - Malaysia - Shah Alam
5 Sept - Malaysia - Bangi
8 Sept - Malaysia - Batu Pahat
9 Sept - Singapore
10 Sept - Indonesia - Magelang
11 Sept - Indonesia - Semarang
13 Sept - Indonesia - Bandung
14 Sept - Indonesia - Depok
15 Sept - Indonesia - Cipanas

Dengarkan mereka di
http://wakethedeadhardcore.bandcamp.com/
Dan lihat mereka di
http://youtube.com/wakethedeadhardcore/

Looking Back Persiapkan Debut Mini Album


Looking Back adalah band pendatang baru dari scene hardcore Depok. Meski belum memiliki jam terbang yang cukup lama, band yang dimotori oleh lima orang anak muda yakni Ryan(Vokal), Fariz(Gitar), Fachri(Gitar), Rendi(Bass), dan Ends(Drum) bukanlah sesuatu yang layak untuk dipandang sebelah mata. Gairah serta hasrat yang menggebu, membuat eksistensi mereka kian tajam. Terbukti mereka sering kali didaulat sebagai opening untuk beberapa band luar yang sedang tur ke Jakarta dan pada 16 September mendatang mereka akan menjadi pembuka untuk tur All For Nothing(Hardcore, Belanda) di Jakarta. Tidak hanya itu, kini mereka pun tengah disibukan untuk menggarap debut mini album yang bertajuk Never More Than Less yang rencanannya akan rampung dalam waktu dekat ini. Dan Lemari Kota berkesempatan bertanya langsung perihal debut mini album dari Looking Back. So, lets read! (AL)

Sejauh ini bagaimana progress dari debut ep kalian ?
Ryan: Saat ini sudah mencapai tahap akhir, dan tinggal nunggu sesi mixing dan mastering. Kemungkinan akhir bulan ini jika gak ada halangan sudah selesai sesi recording, mixing, dan mastering nya :)

Ada berapa track di Ep kalian nanti ?
Ryan: Bakal ada 5 tracks dan 1 bonus track cover lagu dari salah satu influence kita. Ditunggu yakk kakak kakak :D

Cover song dari siapakah itu ?
Ryan: Wahahaha tadinya mau kita rahasiakan tapi yasudahlah kita kasih tau aja biar nggak pada penasaran hahaha. Kita bakal mengcover lagu dari Turning Point yang berjudul Broken.

Dalam pembuatan Ep ini, apa saja sih referensi musik dan lirik kalian ?
Ryan: Sebenernya sih kalau buat referensi Ep ini sendiri, dibuat dari apa yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan. Pokoknya hampir semua yang ada disekitar kita jadi referensi Ep album ini. Di Ep ini sih sebenernya kita mencoba bikin konsep yang lebih berwarna, mungkin nanti pas ada orang yang dengerin Ep ini, bakalan merasa gak asing di kupingnya, soalnya kita banyak mengambil konsep musik dari beberapa influence kita yang memang beda-beda musiknya. Untuk lirik sendiri sih kita mengambil dari keadaan sekitar aja, mulai dari peraturan pemerintah yang makin lama makin aneh, ada juga yang membahas tentang ajaran-ajaran yang 'nyeleneh', dan sampe yang berbau ke-galau-an masa kini juga ada. :D

Rencananya Ep ini akan dirilis dalam bentuk apa ? Dan dirilis sendiri atau ada label lain ?
Ryan: Untuk EP pertama kita ini rencananya bakal dirilis dalam bentuk CD dan akan dirilis sama label lain.

Bagaimana caranya kalian mempromosikan Ep ini ? Adakah cara khusus untuk mempromosikannya ?
Ryan: Haha sepertinya tidak ada cara khusus untuk mempromosikan EP ini, kami akan mempromosikan seperti biasanya, seperti di jejaring sosial dan kita akan memberikan satu sample lagu dari EP ini.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa minat membeli rilisan fisik itu menurun drastis akibat masuknya kita pada era digital seperti saat ini. Dan hal seperti ini terjadi hampir pada semua genre. Bagaimana tanggapan kalian dengan hal seperti ini ?
Ryan: Dijaman sekarang sebenarnya hal ini kembali pada pemikiran individu masing-masing, serta kesadaran individu itu sendiri untuk mensupport band-band yang mereka sukai dengan cara membeli rilisan mereka dalam bentuk fisik atau men-download secara cuma-cuma pada jejaring sosial. mungkin bisa dibilang dijaman digital ini masih banyak yang lebih suka men-download band-band yang mereka suka tapi apa salahnya jika kita membeli sekeping CD, Vinyl, atau Tape casset agar bisa benar-benar mensupport band-band yang disukai. toh! lumayan juga kan kalo kita punya koleksi album band yang disukaiin.

Mengenai isu Copy-right. Berada dimanakah posisi kalian sebagai penikmat sekaligus pemain musik ?
Ryan: hmm dimana yah? haha
buat posisi kita mengenai isu copy-right ini sebenernya agak sedikit bingung, sebab kita bukan berada dalam scene mainstream yang mempateni suatu copy-right dengan hukum yang berlaku. namun bukan berarti dalam scene kita ini tidak ada copyright yang berlaku. mungkin ada pula band-band seperti kita ini men-cover atau membawakan salah satu lagu dari band-band influence masing-masing, dan menurut kita itu adalah hal yang wajar dan lumrah dalam scene ini, karna dalam hal ini kita hanya sekedar menghargai lagu-lagu ciptaan dari band-band influence kita, akan tetapi bukan berarti kita mengakui suatu hak cipta orang lain.

Check dan dengarkan sample mini album dari Looking Back yang berjudul Truth, disini

Rabu, 08 Agustus 2012

Madonna Berharap Pussy Riot Dihukum Ringan

Madonna Sewaktu Tampil di Moskow. Photo by Anonim
Selama mendekam dalam penjara, tak henti hentinya dukungan terus berdatangan untuk menyemangati trio feminis punk Rusia, Pussy Riot yang tertangkap bulan Februari lalu. Dan salah satunya datang dari "Ratu Pop" dunia, Madonna.

"Saya sangat mempercayai kebebasan berbicara dan antipenyensoran. Karenanya, saya berharap hakim akan menjatuhkan hukuman yang ringan dan ketiganya bisa bebas dalam waktu dekat," Ujar Madonna saat melaksakan tur-nya di Moskow. (AL)

Pussy Riot Diganjar Tiga Tahun Penjara

Pussy Riot. Photo by Google
Nadeshda Tolokonnikova(22), Maria Alyokhina(24) dan Yekaterina Samutsevich(29), tiga anggota Pussy Riot yang melakukan aksi protes pada bulan Februari silam di Katedral, Moskow, dijatuhkan hukuman tiga tahun penjara dari masa awal hukuman yang mencapai tujuh tahun penjara.

Tiga orang wanita muda ini disidang lantaran aksi protesnya menentang Presiden Vladimir Putin yang kala itu masih menjabat sebagai perdana menteri di depan Katedral Moskow dengan menyanyikan sebuah lagu berjudul "Pray Punk" dan kemudian masuk kedalam Katerdral dan berteriak "Gulingkan Putin!". Aksi protes tersebut memang dimaksudkan untuk menyoroti hubungan dekat antara Gereja Ortodoks Rusia dan Putin, yang waktu itu sedang berkampanye untuk kembali menjadi presiden pada pemilu bulan Maret.

FREE PUSSY RIOT! (AL)

Neid (Italy Grindcore) Live In Depok


Check Neid songs: on Myspace

Disdain: Hembusan Nafas Kegelisahan


Produk terbaru dari scene Kukusan, Depok. Dimana sebelumnya daerah ini menghasilkan sejumlah nama seperti Last Sunday, Fast Track, Struggle of Youth, dan Fuise. Disdain, adalah proyek dari mereka-mereka yang sebelumnya bergerak dalam tubuh Fuise dan Struggle of Youth. Tengok line-up mereka, Fikry, Fajar, dan Kamal dari Fuise. Lutvy dan Hafidz dari Stuggle of Youth.

Sedikit berbeda dari dua band terdahulu dari masing-masing personil. Disdain hadir dengan penuh nafas kegelisahan yang dibalut dengan penuh amarah. Kalian perlu mencoba racikan Because of Lies dari Disdain yang akan memastikan bahwa mood kalian akan tetap terjaga dalam kondisi yang mengharu biru. (AL)

Selasa, 07 Agustus 2012

Album Kompilasi Lokal Terkelam Tahun Ini

Art by Toro Elmar

4-way split album dari empat band garda-depan di skena musik experimental-rock lokal; Klepto Opera dari Surabaya dengan musik avant-jazz / punk-jazz / no-wave nya, A Stone A dari Bandung dengan musik proto-industrial / no-wave nya, Serigala Jahanam dari Jakarta dengan musik noise-rock / post-hardcore nya, dan Papa Onta Cult dari Malang / Surabaya dengan musik deathrock / post-punk nya.

Nuansa album ini akan membawa kalian ke kelab musik underground dan galeri seni pop-art di New York ataupun London era ’78-’88. Enough said, nikmati album kompilasi lokal paling kelam tahun ini! (Dede)

TRACK LIST
01. Klepto Opera – Super Classic Ego
02. A Stone A – Kidung Makar (remastered)
03. Papa Onta Cult – Berlin (remastered)
04. Serigala Jahanam – Drug Lord

Download

Sabtu, 04 Agustus 2012

Captain Cleanoff Live In Bandung


A Thousand Punches Rilis Single Baru

A Thousand Punches. Photo by Freezing The Time
Selalu harmonis, agresif, powerfull, dan dengan kompleksitas tinggi itulah gambaran akan komposisi musik A Thousand Punches (ATP) yang didapatkan dari album As They Felt The Fire yang dirilis 2007 silam. Tak jauh berbeda, bahkan tingkat ke-kompleksitasan ATP naik satu tingkat di single yang baru mereka lepas baru baru ini, sebuah single yang berjudul Aderyn, yang bertindak juga sebagai sample dari album terbaru mereka yang akan dirilis nanti. Ada beberapa hal yang berbeda dari susunan line up ATP kali ini, mereka menggunakan vokal baru, setelah hengkangnya Dwi kini Gilang dari So Much More didaulat sebagai pegantinya. Jelas perubahan ini membawa sedikit perubahan dalam tubuh ATP.

Bagi kalian yang penasaran silahkan klik disini untuk mendengarkan single teranyar dari band hardcore asal Depok satu ini. (AL)

Jakarta Bersiap Berdansa Bersama The Toasters

The Toasters. Photo by Facebook page

Salah satu veteran SKA dari USA, kalau bukan bisa dibilang sebagai salah satu pioneer band SKA, The Toasters, dikabarkan akan mengunjungi Jakarta dalam waktu dekat ini. Warrior Jakarta adalah pihak yang bertanggung jawab mendatangkan band yang sudah eksis sejak 1981 ini. Namun hingga berita ini ditulis, belum pasti dimana dan kapan The Toasters akan bermain. Warrior Jakarta sendiri adalah sebuah komunitas yang biasa mengadakan gigs punk/oi/ska. Dan tercatat sebagai salah satu pihak yang sukses menghadirkan The Last Resort, The Oppressed, Tortured Soul, hingga event Jakarta Mods Mayday.

Selain sudah eksis kurang lebih selama 30 tahun. The Toasters adalah salah satu band andalan dari label records, Moon Ska Records, sebuah label yang menanguni beberapa nama seperti Bad Manners, The Allstonians, The Slackers, dan masih banyak lagi. Sebuah nomer hits dari mereka yang berjudul Two-Tone Army pernah dipakai sebagai background musik KaBlam! sebuah serial animasi produksi Nickelodeon. (AL)


Sabtu, 28 Juli 2012

Selagi Ada Kegiatan Yang Mengasyikan, Kenapa Harus Diam Di Kamar ?


Tak ada alasan untuk bermalas-malasan dibulan yang disucikan oleh sebagaian umat manusia didunia ini. Sejumlah orang yang tergabung dalam Food Not Bombs chapter Pati menggelar tabling pada hari minggu ini (29/7). Dalam acara yang nantinya akan dibarengi dengan berbuka puasa bersama ini tidak hanya membagi-bagikan makanan gratis sebagai mana yang dianut dari konsep Food Not Bombs itu sendiri tapi akan ada lapakan gratis yang meliputi buku, kaos, dan lain lain nantinya. Pengunjung pun akan dimanjakan oleh beberapa pertunjukan seni dari beberapa seniman lokal. Dan bersih-bersih sampah pun akan menjadi agenda penutup dari serangkaian acara yang diselenggarakan di Pelataran GOR Pati ini. Acara ini sendiri akan dimulai dari pukul 15.00WIB hingga 19.00WIB. Jadi, untuk kalian yang berdomisili di Pati dan sekitarnya, tidak ada alasan untuk bermalas-malas ria dikamar. Selagi ada kegiatan yang mengasyikan, kenapa tidak untuk datang ? (AL)

Jumat, 27 Juli 2012

Captain Cleanoff Siap Menggerinda Sidoarjo


Bagi kalian yang berdomisili di Sidoarjo dan sekitarnya. Jangan lupa untuk menghadiri penampilan Captain Cleanoff, band grindcore asal Australia yang di organisir oleh anak-anak dari HCS Family Crew sebuah komunitas lokal yang biasa menghandle band luar yang sedang menjalani tur. Pada awal bulan depan.

Karna gig ini bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan, sebagai bentuk penghormatan akan diberikan secara cuma-cuma sebuah Takjil bagi yang datang. Jadi, kalian yang menjalankan puasa tak perlu bingung lagi untuk mencari santapan berbuka. Selamat menikmati hidangan. (AL)

Kamis, 26 Juli 2012

Film Dokumenter Tentang Circle Jerks Sedang Digarap

Cicle Jerks
Pentolan hardcore punk asal Los Angeles, California, Circle Jerks telah bersiap siap merampungkan film dokumenter tentang perjalanan eksistensi mereka selama ini. Film yang diberi judul My Career As A Jerk ini akan disutradarai oleh David Markey, orang di balik film dokumenter The Year Punk Broke dan The Slog Movie. Dan rencananya jika tidak ada halang merintang akan rilis pada akhir September mendatang. Sebuah film dokumenter yang wajib dinantikan oleh para hardcore kids dan punkers diseluruh dunia. (AL)

Produktifitas NOFX Terbukti Dengan Self Entitled & The Decline

NOFX. Photo by Google

Produktif itu-lah kata yang pantas untuk menggambarkan veteran punk rock asal Amerika Serikat yang satu ini, NOFX. Setelah mereka meluncurkan Singles Collection yang telah dirilis bulan April lalu. Kini mereka tengah siap dengan Self Entitled, album terbaru mereka yang akan dirilis pada tanggal 11 September mendatang. Dan tidak hanya itu, selang sehari setelahnya (12/9) mereka juga akan merilis DVD yang berisikan aksi langsung mereka membawakan tembang lawas di Ep, The Decline, yang sebelumnya telah mereka rilis pada tahun 1999 silam melalui Fat Wreck Chords. Pre-order untuk kedua rilisan ini pun sudah dibuka. Bagi kalian yang tertarik bisa langsung berkunjung ke website Fat Wreck Chords. (AL)

All For Nothing SE Asia Tour 2012


Minggu, 22 Juli 2012

[LK-009] Senjata Rahasia - Crappy Sounds


Satu lagi dari Bandung. Berisi orang-orang lama dari scene DIY hardcore/punk Paris Van Java. Berisikan beberapa nama seperti Acil(Bass) dan Dendy(Gitar) sebelumnya mereka bermain untuk Hellraiser yang kini sudah bubar. Sonny aka Ucok(Vokal), mantan personil Disgod dan terakhir tercatat sebagai vokalis dari band, Get It the Ring. Dan terakhir dan yang paling belakang, Gilang(drum), yang sebelumnya aktif bersama band crusty, Asusila. Tidak seperti pada band terdahulunya masing-masing kini mereka memainkan sesuatu yang baru dan berbeda dari proyek terdahulunya. Senjata Rahasia, memainkan hardcore dengan karakter musik era 88 yang dipadukan dengan era awal 80-an. Terdapat 7 lagu dengan 1 intro dan dua buah lagu cover dari Keparat dan Tanpa Batas. Tebak sendiri nomer hits apa saja yang mereka bawakan dari kedua band tersebut. (AL)

Tanggal rilis: 22 Juli 2012

Dengarkan lagu:


Download: Senjata Rahasia- Crappy Sounds

Jumat, 20 Juli 2012

Interview With David aka Batak (Struggle of Youth/Volt Distribution)

David aka Batak. Photo by Facebook

David aka Batak adalah seorang penggiat scene hardcore/punk dari Depok. Untuk kalian yang biasa menikmati gigs hardcore/punk di sekitaran JABODETABEK mungkin tidak akan sulit untuk mengetahui siapa dia. Prilaku yang aneh di moshpit kadang membuat ia mudah dikenali. Seorang yang aktif juga memainkan perannya di divisi gitar bersama grup modern hardcore-nya, Struggle Of Youth. Oke, tanpa banya basa-basi lagi silahkan saja di tekan tombol play-nya. :* (AL)

Silahkan streaming ataupun download interview Lemari Kota Webzine bersama David aka Batak, disini:

Wicked Suffer Akan Tour Singapura-Malaysia September Mendatang


Setelah Hantamrata yang sukses menggempur Singapura-Malaysia pada beberapa bulan kemarin. Gini giliran Wicked Suffer, Jogyakarta, yang siap memberanguskan telinga dua negara tersebut dengan hentakan mautnya. (AL)

Kamis, 19 Juli 2012

[LK-008] VA. Still Lives Compilation


Hail yeah, akhirnya kompilasi Lemari Kota Records yang pertama rampung jua. Setelah kurang lebih tertunda beberapa minggu dari rencana awalnya. Dan, yah kompilasian ini siap kalian unduh sesuka hati sekarang.

Berisi sembilan belas band dengan karakter-nya masing masing, ada yang bermain pop-punk, thrashcore, grindcore, 80's hardcore, post-hardcore, cyber-grindcore, newschool hardcore, hingga hardcore yang modern. Semuanya menunjukan ciri khas dari masing-masing style yang dimainkan sesuai zamannya masing-masing.

Semuanya itu bisa kalian dapatkan satu paket langsung. Tanpa perlu banyak pertimbangan antara mendownload "file 3gp" atau kompilasi ini, kami titahkah kalian untuk menunda mendownload file 3gp terlebih dahulu sebelum kalian mendownload kompilasian kami ini. Sok di sikat. (AL)

Tanggal rilis: 19 July 2012

Band list :
Needles, Secret Of Behind, Monterado, Catuas, ToxDie, Delusi Elektronis, Grintabachan, Nazis Shouldnt Drive, Against Oppresion, Noktah Hitam, Knucles, ComebackAttack, Death of President, Fight Another Day, Laknat, One Step Forward, Pataz, Vagues, Fuise.

Download: VA. Still Lives Compilation

Today: Main Punk Rock Karna Lebih Real dan Sederhana

Today Logo

Ditengah invasi style hardcore yang melanda Kota Depok dalam beberapa tahun belakangan ini. Lima orang anak muda yang terdiri dari Zamalik (Guitar), Alvin (Bass), Imam (Vokal), Boncel (Gitar), dan Reza (Drum) malah memilih untuk mendirikan band dengan style punk/oi dibawah nama Today. "Karena punk rock lebih real aje musiknye sederhana dan yang paling penting penyampaian pesan dilagu itu. Ga penting apa yang lu mainin" Tandas Zamalik disela-sela waktu istirahatnya.

Band ini terinspirasi oleh legenda punk rock/oi asal Inggris sana Cock Sparrer, sebagai sebuah penghormatan kepada sang inspirator, mereka meng-cover sebuah nomer hits milik Cock Sparrer berjudul England Belong to Me namun mereka sedikit merubah liriknya menjadi Depok Belong to Me seperti beberapa band lain lakukan: Eror Crew dengan Jakarta Belong to Me-nya dan Death Before Dishonor dengan Boston Belong to Me-nya.

Band yang terbentuk pada tahun 2011 ini sendiri merupakan bentukan dari beberapa nama yang sebelumnya juga tergabung dalam sebuah band, seperti Zamalik dan Alvin yang notabene adalah gitaris dan bassis dari unit hardcore Comeback Attack, Imam dari PitBull, Boncel Walking Again, dan Reza dari Over Dirty(RIP). (AL)

Berikut ini ada tiga lagu dari Today yang direkam secara live:

Selasa, 17 Juli 2012

Throughout ‘Step Ahead Into the Real world’ CD (Samstrong Records, 2012)

Photo by Alfian Putra
Seorang wanita yang sedang menggengam erat Knuckle dan menghadap kearah tiga pria didepannya yang seakan sedang mengancam kenyamanan dari sang wanita. Entah apa korelasinya cover album unit hardcore asal Jogyakarta ini dengan materi didalamnya. Mungkin ada hubungannya dengan konsep dari band ini yang menggunakan female vocal sebagai bagian dari line-up mereka. Tapi entahlah.

Digarap mulai dari tahun 2010 lalu dan rilis dua tahun kemudian, menghasilkan enam buah trek dengan komposisi musik yang terbilang cukup untuk membuat moshpit menjadi hangat. Dengan The Marching sebagai komando kita untuk me-liar dimoshpit. Semuanya dibalut dengan tema-tema lirik tipikal band hardcore: optimisme "Step Into the Real World", penghakiman "Judge Me" & "Demise Desire", kebanggaan "Immortality", serta tentang seruan untuk menghargai perbedaan "Ironi". Yang dihantarkan melalui karakter vokal tegas dan jelas.

Direkomendasikan untuk para penggemar Comeback Kid, Champion, Got It Alone, Fc Five, dan sejenisnya. (AL)